Jumat, 05 Februari 2021

4 Fase yang Dialami Wanita Hingga Mencapai Klimaks Bercinta

 - Orgasme merupakan sebuah fase klimaks dari aktivitas seksual. Ada beberapa tahapan yang dilalui hingga mencapai titik tersebut.

Dikutip dari Cleveland Clinic, sejumlah tahapan ini dinamakan sebagai siklus respons seksual. Siklus ini mengacu pada urutan perubahan fisik dan emosional yang terjadi pada saat seseorang mengalami rangsangan seksual hingga akhirnya orgasme.


Berikut 4 fase yang terjadi pada tubuh wanita saat menuju dan mencapai orgasme dalam berhubungan seks.


1. Libido meningkat

Pada fase ini detak jantung dan pernapasan akan menjadi lebih cepat. Bercak kemerahan pun mulai terlihat di kulit dada dan punggung.


Selain itu, payudara akan tampak menjadi lebih besar dan puting mulai mengeras. Dalam fase ini biasanya vagina juga sudah mulai basah mengeluarkan cairan pelumas alaminya.


2. Gairah mulai memuncak

Fase selanjutnya, klitoris di vagina akan menjadi lebih sensitif bahkan mungkin akan terasa sakit apabila disentuh.


Kemudian warna dinding vagina akan menjadi lebih gelap dan ketegangan otot-otot mulai meningkat. Selain itu, kejang otot pun bisa terjadi, dari kaki, tangan, hingga wajah.


3. Orgasme

Ini merupakan fase klimaks dari siklus terjadinya orgasme. Otot-otot vagina akan berkontraksi hebat dan tubuh akan menggelinjang.


Berbagai respons dari tubuh, seperti detak jantung, pernapasan, dan tekanan darah pun akan meningkat dalam fase ini.


4. Kembali normal

Selama fase ini, kondisi tubuh perlahan-lahan mulai kembali normal. Kondisi otot mulai rileks dan tekanan darah kembali menurun.


Perlu diketahui, beberapa wanita dapat kembali ke fase orgasme dengan cepat apabila mendapat rangsangan seksual lebih lanjut dan mungkin saja untuk mengalami orgasme secara berulang-ulang.

https://indomovie28.net/movies/midnight-special/


GeNose Belum Dijual untuk Rumah Tangga dan Perorangan, Ini Alasannya


Alat deteksi Corona GeNose C-19 ditargetkan sudah terdistribusi ke pelayanan medis, fasilitas publik dan pemerintahan hingga akhir Februari 2021. Lantaran membutuhkan protokol khusus, GeNose tidak dijual ke rumah tangga, termasuk lewat e-commerce.

GeNose C-19 adalah buatan Universitas Gadjah Mada (UGM). Dikenal akan kepraktisannya, alat ini hanya membutuhkan waktu 3 menit untuk menunjukkan ada atau tidaknya infeksi Corona melalui hembusan napas.


Harganya pun relatif murah, dibanderol sekitar Rp 20 ribu per orang untuk sekali cek.


Direktur Pengembangan Usaha dan Inkubasi UGM Dr Hargo Utomo menjelaskan, prioritas target penjualan GeNose adalah layanan kesehatan seperti rumah sakit. Selanjutnya, fasilitas umum dan layanan pemerintahan yang rawan keramaian.


Alat ini sebenarnya bertujuan untuk mitigasi. Dengan begitu, sasaran penjualannya adalah tempat dan industri yang ramai agar tidak menjadi tempat penyebaran virus.


"Ini adalah alat mitigasi sehingga target utamanya adalah layanan kesehatan. Kedua, layanan publik dan govermental yang di dalamnya ada kementerian, perhubungan, atau kampus dan sekolah yang memerlukan mitigasi. Ketiga, kepentingan korporasi yang punya crowd seperti industri-industri yang memerlukan mitigasi," jelas Hargo saat dihubungi detikcom, Rabu (3/2/2021).


Mengacu pada fungsi tersebut, GeNose C-19 tidak ditargetkan untuk dijual ke rumah tangga atau perorangan. Pasalnya, penggunaan alat membutuhkan protokol khusus.


Distribusi ke pelayanan kesehatan dan fasilitas publik pun harus didampingi pelatihan terkait cara penggunaan dan pengolahan limbah medis.


"Belum ada rencana jangka pendek untuk mendistribusikan alat ini ke perorangan atau rumah tangga karena membutuhkan protokol, dilatih operasi penanganannya, handling-nya, dan pembuangan limbahnya. Kalau pembuangan limbah tidak dipedulikan bisa berbahaya," imbuhnya.


Hargo turut menegaskan, masyarakat harus berhati-hati menanggapi alat GeNose C-19 yang kini banyak diperdagangkan di e-commerce. Selain berpotensi penipuan mengatasnamakan UGM, alat ini juga bisa berbahaya lantaran tidak dibekali protokol penggunaan yang benar.


Hargo menambahkan, distribusi GeNose C-19 ke pelayanan kesehatan, fasilitas pubik, dan layanan pemerintahan ditargetkan sudah terlaksana sampai akhir Februari 2021.


GeNose C-19 akan digunakan dalam soft launching di Stasiun Pasar Senen, Jakarta dan Stasiun Tugu Yogyakarta pada Jumat ini (5/2/2021).

https://indomovie28.net/movies/asako-in-ruby-shoes/

Apakah Menelan Sperma Bisa Bikin Hamil? Ini Penjelasan Ahli

 Menelan sperma saat seks oral kadang dilakukan beberapa pasangan. Menurut ahli sebetulnya kebiasaan ini tidak berisiko asal pasangan bersih dan bebas penyakit, namun muncul juga pertanyaan apakah menelan sperma bisa bikin hamil?

Dikutip dari Medical News Today, terapis seks Jennifer Litner menjelaskan sistem saluran pencernaan sama sekali tidak terhubung dengan sistem reproduksi. Karena itu hampir tidak mungkin menelan sperma saat seks oral akan menimbulkan kehamilan.


Kecuali bila seks oral diikuti oleh aktivitas seksual lain yang melibatkan penetrasi pada vagina.


"Saat seseorang menelan cairan sperma, ini akan mengikuti jalur sistem pencernaan yang sama dengan makanan atau minuman. Jalur tersebut tidak berhubungan dengan organ reproduksi sehingga tidak akan menimbulkan kehamilan," tulis Jennifer seperti dikutip pada Rabu (3/2/2021).


Kasus kehamilan usai seks oral yang langka pernah dilaporkan terjadi pada tahun 1988. Artikel di British Journal of Obstetrics and Gynaecology mendeskripsikan seorang gadis 15 tahun yang tidak sadar hamil.


Dikisahkan sang gadis tengah melakukan seks oral dengan pasangan ketika kemudian datang sang mantan. Mereka lalu terlibat perkelahian yang membuat sang gadis mengalami luka tusuk di bagian lengan dan perut.


Sembilan bulan kemudian sang gadis melahirkan bayi lewat operasi caesar. Dokter yang menangani kasus ini menduga luka tusuk merobek saluran pencernaan gadis dan organ reproduksinya sehingga membuka jalan bagi sperma yang ditelan.

https://indomovie28.net/movies/the-maidroid/


4 Fase yang Dialami Wanita Hingga Mencapai Klimaks Bercinta


 - Orgasme merupakan sebuah fase klimaks dari aktivitas seksual. Ada beberapa tahapan yang dilalui hingga mencapai titik tersebut.

Dikutip dari Cleveland Clinic, sejumlah tahapan ini dinamakan sebagai siklus respons seksual. Siklus ini mengacu pada urutan perubahan fisik dan emosional yang terjadi pada saat seseorang mengalami rangsangan seksual hingga akhirnya orgasme.


Berikut 4 fase yang terjadi pada tubuh wanita saat menuju dan mencapai orgasme dalam berhubungan seks.


1. Libido meningkat

Pada fase ini detak jantung dan pernapasan akan menjadi lebih cepat. Bercak kemerahan pun mulai terlihat di kulit dada dan punggung.


Selain itu, payudara akan tampak menjadi lebih besar dan puting mulai mengeras. Dalam fase ini biasanya vagina juga sudah mulai basah mengeluarkan cairan pelumas alaminya.


2. Gairah mulai memuncak

Fase selanjutnya, klitoris di vagina akan menjadi lebih sensitif bahkan mungkin akan terasa sakit apabila disentuh.


Kemudian warna dinding vagina akan menjadi lebih gelap dan ketegangan otot-otot mulai meningkat. Selain itu, kejang otot pun bisa terjadi, dari kaki, tangan, hingga wajah.


3. Orgasme

Ini merupakan fase klimaks dari siklus terjadinya orgasme. Otot-otot vagina akan berkontraksi hebat dan tubuh akan menggelinjang.


Berbagai respons dari tubuh, seperti detak jantung, pernapasan, dan tekanan darah pun akan meningkat dalam fase ini.


4. Kembali normal

Selama fase ini, kondisi tubuh perlahan-lahan mulai kembali normal. Kondisi otot mulai rileks dan tekanan darah kembali menurun.


Perlu diketahui, beberapa wanita dapat kembali ke fase orgasme dengan cepat apabila mendapat rangsangan seksual lebih lanjut dan mungkin saja untuk mengalami orgasme secara berulang-ulang.

https://indomovie28.net/movies/lust-for-a-vampire/