Selasa, 12 Januari 2021

Cara Kerja Black Box Ungkap Penyebab Kecelakaan Pesawat

 Black box menyimpan misteri yang bisa mengungkap penyebab kejadian peristiwa kecelakaan pesawat. Perangkat ini menyimpan percakapan yang terjadi antara pilot kepada kru atau menara pengawas. Bagaimana cara kerjanya?

Dikutip dari Flightradar24, black box adalah istilah dalam industri penerbangan untuk menyebut perekam data penerbangan elektronik, yang menggambarkan Cockpit Voice Recorder (CVR) atau Flight Data Recorder (FDR), atau kombinasi keduanya.


Pada dasarnya, jika ada masalah yang muncul dengan pesawat, terutama jika ada kecelakaan serius dan tidak mungkin untuk berbicara dengan pilot tentang apa yang terjadi, data dari black box dapat membantu merekonstruksi apa yang sebenarnya terjadi.


Data yang direkam FDR

FDR terus mencatat beragam data (sekitar 700 parameter berbeda) tentang semua aspek pesawat saat terbang dari satu tempat ke tempat lain.


Bagian ini antara lain merekam ketinggian, kecepatan udara, arah penerbangan, percepatan, vertikal, pitch, roll, serta status autopilot Status yang terekam mampu memberikan informasi hingga 1.000 karakteristik pesawat yang dapat membantu investigasi.


Data yang direkam CVR

CVR yang terletak di kokpit, merekam percakapan di dek penerbangan dan suara lain seperti transmisi radio dan alarm otomatis. Yang terekam dalam CVR kurang lebih adalah suara mesin, peringatan, suara pembicaraan pilot dan berbagai bunyi lainnya. Dari sini, parameter seperti kecepatan pesawat, kegagalan sistem hingga waktu dapat ditentukan.

https://movieon28.com/movies/london-love-story-2/


Empat microphone di kokpit

Pada salah satu perangkat black box terdapat microphone yang berfungsi sebagai penyalur data untuk CVR. Microphone ini akan menyalurkan data suara yang terekam terlebih dahulu ke associated control unit yang menyediakan audio teraplifikasi ke CVR.


Empat micrhophone ini digunakan sebagai headset pilot, co-pilot, anggota ketiga, jika ada, dan yang terakhir di dekat tengah-tangah kokpit.


CVR rekam suara 30 menit terakhir

CVR menggunakan sistem looping di mana tape tersebut akan terus terulang dan mampu merekam hal yang baru dan mampu menghapus yang lama setiap 30 menit sekali. Jadi CVR biasanya merekam suara saat 30 menit terakhir.


Sistem kerjanya, material baru direkam dan material lama dihapus, dan untuk yang menggunakan penyimpanan solid-state, CVR dapat merekam hingga dua jam.


FDR terhubung ke kabel sensor

Karena FDR merekam semua aspek pesawat saat terbang dari satu tempat ke tempat lain, bagian ini dirancang tersambung langsung pada kabel-kabel sensor yang terletak di berbagai area. Dari sinilah FDR dapat merekam seluruh keadaan yang ada di dalam pesawat.


Proses evakuasi

Black box dibekali underwater locator beacon (ULB) yang mengirimkan gelombang ultrasonik yang dapat dikenali sonar, sehingga para evakuator dapat langsung mencarinya.


Saat proses evakuasi, diperlukan penanganan khusus ketika membawa black box agar tidak ada kerusakan lebih terhadap perangkat yang dapat menghilangkan data yang terekam.


Membaca black box

Setelah diamankan, black box akan dibaca oleh tim investigator untuk menguak penyebab kecelakaan. Teknisi akan mencopot bahan pelindung dan membersihkan sambungan di black box secara hati-hati agar data yang terekam tidak terhapus.


File audio atau data pesawat harus diunduh serta diduplikasi. Awalnya, data yang diunduh masih berbentuk mentah. Oleh karena itu harus melalui proses pembacaan sandi untuk kemudian diubah dalam bentuk grafik.


Terkadang, investigator juga menerapkan analisis spektral, langkah yang dipakai untuk menguji suara sehingga membuat ilmuwan mampu memilih suara-suara yang bisa didengarkan atau menandai alarm pertama yang berbunyi hingga terjadi ledakan.


Investigator yang menganalisis black box terdiri dari perwakilan dari pihak pesawat dan juga pihak produsen pesawat, serta spesialis bahasa atau bahkan penerjemah. Proses ini memakan waktu hingga mingguan bahkan bulanan hingga lengkap sepenuhnya.

https://movieon28.com/movies/london-love-story-3/

Bocoran iPhone 13: 'Poni' Lebih Kecil dari iPhone 12

 Setelah iPhone 12 dirilis secara global dan kabarnya laris manis di mana-mana, rumor kehadiran iPhone 13 sudah mulai menyeruak. Bocoran terbaru yang beredar menyebut iPhone 13 akan muncul dengan desain serupa dengan iPhone 12 tapi terdapat perubahan minor pada desain kamera.

Seperti dikutip detikINET dari BGR, Senin (11/1/2021), sebuah blog berbasis di Jepang, Macotakara menyatakan telah memperoleh informasi dari supplier Apple di China mengenai kehadiran iPhone 13. Dikatakan desain dan ukuran iPhone 13 masih sama dengan iPhone 12 namun lebih tipis sekitar 0,26 mm.


Notch atau poni dalam laporan ini ternyata masih dipertahankan oleh Apple di iPhone mendatang. Padahal saat ini pada umumnya, ponsel di kelas flagship layarnya sudah penuh dan menyingkirkan notch. Akan tetapi tentu Apple punya alasan tersendiri kenapa masih ada poni di iPhone generasi baru itu.


Perbedaan minor kemungkinan terdapat pada ukuran notch iPhone 13 yang dibuat lebih kecil ketimbang iPhone 12. Menyesuaikan bentuk notch, TrueDepth Camera System di iPhone 13 ukurannya juga diperkecil.


Sementara itu, kamera belakang iPhone 13 Pro akan menggunakan kamera berukuran sama dengan iPhone 13 Pro Max. Berbeda dengan iPhone 12 Pro dan Pro Max yang diberikan konfigurasi kamera yang tidak sama, namun belum diberitahukan seperti apa detailnya.


Informasi tersebut juga menyinggung ukuran kamera belakang iPhone 13 Series bakal sedikit lebih bongsor ketimbang iPhone 12. Dengan perbedaan ukuran sekitar 0,9 mm, kamera iPhone 13 akan tampak menyembul.


Diprediksi bahwa iPhone 13 akan muncul dalam waktu kurang dari setahun pasca kelahiran iPhone 12. Smartphone tersebut kemungkinan beredar pada September 2021, jika tidak terhalang kondisi pandemi corona yang sampai saat ini masih berlarut-larut.

https://movieon28.com/movies/london-love-story/


Cara Kerja Black Box Ungkap Penyebab Kecelakaan Pesawat


 Black box menyimpan misteri yang bisa mengungkap penyebab kejadian peristiwa kecelakaan pesawat. Perangkat ini menyimpan percakapan yang terjadi antara pilot kepada kru atau menara pengawas. Bagaimana cara kerjanya?

Dikutip dari Flightradar24, black box adalah istilah dalam industri penerbangan untuk menyebut perekam data penerbangan elektronik, yang menggambarkan Cockpit Voice Recorder (CVR) atau Flight Data Recorder (FDR), atau kombinasi keduanya.


Pada dasarnya, jika ada masalah yang muncul dengan pesawat, terutama jika ada kecelakaan serius dan tidak mungkin untuk berbicara dengan pilot tentang apa yang terjadi, data dari black box dapat membantu merekonstruksi apa yang sebenarnya terjadi.


Data yang direkam FDR

FDR terus mencatat beragam data (sekitar 700 parameter berbeda) tentang semua aspek pesawat saat terbang dari satu tempat ke tempat lain.


Bagian ini antara lain merekam ketinggian, kecepatan udara, arah penerbangan, percepatan, vertikal, pitch, roll, serta status autopilot Status yang terekam mampu memberikan informasi hingga 1.000 karakteristik pesawat yang dapat membantu investigasi.

https://movieon28.com/movies/kartini-princess-of-java/