Senin, 11 Januari 2021

Corona Mengganas, 5 Negara Ini Kembali Lockdown!

 Kasus COVID-19 kembali melonjak di beberapa negara seluruh dunia. Hal ini juga dikarenakan merebaknya mutasi baru virus Corona di Inggris yang mengharuskan banyak negara menutup akses keluar-masuk atau lockdown.

Sejauh ini, telah tercatat sebanyak lima negara di dunia yang memberlakukan lockdown akibat meningkatnya kasus positif virus Corona, meliputi Libanon, Inggris, Jepang, Thailand, hingga China.


Dirangkum dari berbagai sumber, berikut daftarnya.


1. Libanon

Libanon mengumumkan bahwa negaranya akan memberlakukan lockdown penuh selama tiga pekan. Itu juga termasuk pembatasan jam malam mulai pukul 18.00 petang hingga 05.00 pagi guna menekan peningkatan kasus COVID-19. Lonjakan tersebut membuat tenaga media kewalahan dalam menangani pasien.


Dikutip dari CNA, Menteri Kesehatan sementara Libanon, Hamad Hasan mengumumkan lockdown akan dimulai pada Kamis, 7 Januari hingga 1 Februari 2021.


"Jelas bahwa tantangan pandemi telah mencapai tahap yang sangat mengancam nyawa warga Libanon karena rumah sakit tidak mampu menyediakan tempat tidur," jelas Hasan (07/01).


Di sisi lain, penguncian wilayah ini dilakukan di tengah kekhawatiran masyarakat akan meningkatnya pengangguran, inflasi, dan kemiskinan.


2. Inggris

Lockdown di Inggris diumumkan Perdana Menteri Boris Johnson. Hal ini menyusul kasus varian baru COVID-19 di Inggris yang melonjak dalam beberapa waktu terakhir.


"Jelas bahwa kita semua perlu berbuat lebih banyak lagi untuk mengendalikan kasus varian baru corona ini. Itu berarti pemerintah sekali lagi memerintahkan Anda semua untuk berdiam diri di rumah," paparnya pada Senin, (04/01).


Johnson belum membeberkan kapan lockdown akan dihentikan. Tetapi, berdasarkan perkiraan beberapa pihak aturan yang dimulai sejak Rabu (06/01) ini akan berlaku hingga pertengahan Februari mendatang.

https://indomovie28.net/movies/masseuse/


Ia menjelaskan bahwa pemerintah hanya akan mengizinkan warganya bepergian keluar rumah dengan beberapa alasan seperti belanja kebutuhan, berolahraga, hingga kebutuhan medis. Selain itu, Johnson menegaskan warga tetap bisa keluar rumah guna menghindari ancaman kekerasan dalam rumah tangga, sebuah isu yang banyak dibahas di tengah pandemi COVID-19.


Pemerintah Inggris akan membatasi perjalanan internasional. Johnson menjelaskan perjalanan luar negeri saat lockdown hanya diperbolehkan bagi mereka 'yang memiliki izin legal' seperti urusan pekerjaan ataupun bisnis.


3. Jepang

Jepang mulai memberlakukan lockdown di Tokyo, Chiba, Saitama, hingga Kanagawa dikarenakan naiknya gelombang ketiga COVID-19. Peraturan ini dimulai pada Jumat 8 Januari sampai 7 Februari.


Sementara itu, di Tokyo tercatat 2.400 kasus positif infeksi virus Corona baru yang menyebabkan pemberlakuan status darurat di Jepang.


"Penyebaran cepat virus Corona baru secara nasional dikhawatirkan berdampak besar pada kehidupan masyarakat dan perekonomian. Berdasarkan itu, kami mengeluarkan keadaan darurat," ujar Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga di pertemuan satgas virus pemerintah, Kamis (07/01).


Pengetatan aturan di Jepang dilakukan guna menekan angka kasus COVID-19 di kelab malam dan restoran, yang selama ini menjadi tempat dengan risiko transmisi virus Corona tertinggi. Dengan ini, restoran dan bar hanya diizinkan buka hingga pukul 8 malam dan melarang menjual alkohol di atas jam 19.00.


Penduduk di Tokyo pun diimbau tidak ke luar rumah di atas jam 20.00. Selain restoran, perkantoran di Tokyo akan mempekerjakan karyawannya di rumah. Namun, lonjakan virus Corona yang terus signifikan tak membuat pemerintah Jepang menetapkan status darurat nasional karena khawatir akan perekonomian yang baru pulih dari resesi.


4. Thailand

Pemerintah Thailand pun ikut memberlakukan lockdown termasuk pemberlakuan jam malam di Kota Bangkok dimulai 4 Januari hingga 1 Februari karena lonjakan kasus COVID-19. Sekolah-sekolah di Kota Bangkok ditutup dalam dua pekan.


Selain itu, pemerintah akan membangun banyak pos pemeriksaan di penjuru kota.


"Kami sebenarnya tidak ingin menggunakan tindakan ekstrem seperti lockdown dan memberlakukan jam malam, tapi kami membutuhkan cara yang lebih kuat untuk mencegah lonjakan baru," jelas Juru Bicara Satuan Tugas Covid-19 Thailand, Taweesin Visanuyothin dikutip dari AFP, Sabtu (2/1/2021).

https://indomovie28.net/movies/masseuse-3/

4 Tips Mengatasi Fobia Terbang

 Statistik boleh saja mengatakan bahwa pesawat terbang adalah moda transportasi paling aman. Namun bagi pengidap fobia terbang atau aviophobia, bayangan bahwa pesawat bisa jatuh sewaktu-waktu tidak selalu mudah untuk dihilangkan.

Menurut penelitian, sekitar 2,5 persen hingga 40 persen orang mengalami gangguan anxiety terkait fobia terbang. Siapapun bisa mengalami dengan derajat yang berbeda-beda, dari yang sekadar gelisah hingga takut berlebih yang bisa dikategorikan fobia.


Beberapa kondisi bisa memperburuk fobia terbang. Misalnya claustrophobia atau takut berada di ruang tertutup dan sempit, juga acrophobia atau takut ketinggian.


Dikutip dari Verywellmind, fobia terbang juga bisa diperburuk oleh kondisi fisik seperti sinus atau penyumbatan telinga bagian tengah, karena bisa memicu pusing saat terbang. Demikian juga dengan vertigo, yang kadang-kadang memburuk di ketinggian.


Bagaimana mengatasi fobia terbang? Beberapa terapi kejiwaan bisa dilakukan untuk meredakan berbagai pikiran negatif saat terbang dengan pesawat. Namun ada beberapa hal yang juga bisa dilakukan sendiri.


Di antaranya:


1. Mengedukasi diri sendiri

Mempelajari bagaimana pesawat bekerja, kenapa turbulensi terjadi, akan membuat penerbangan jadi lebih tidak menakutkan.


2. Identifikasi pikiran-pikiran negatif

Beberapa ketakutan yang muncul saat terbang terkadang tidak dilandasi oleh pikiran yang rasional. Menggantikannya dengan hal-hal yang lebih realistis akan membantu menenangkan pikiran.


3. Kenali penyebab

Ada berbagai penyebab seseorang mengalami fobia terbang, misalnya karena takut ketinggian. Lalu atasi penyebabnya, misalnya dengan memilih tempat duduk yang tidak dekat jendela agar tidak harus melihat ke bawah.


4. Pelajari teknik relaksasi

Meditasi, olah pernapasan, atau bahkan stretching mungkin bisa meredakan kegelisahan akibat fobia terbang. Beberapa orang juga sangat terbantu dengan memanjatkan doa, berserah diri pada Yang Maha Kuasa.

https://indomovie28.net/movies/prey/


Corona Mengganas, 5 Negara Ini Kembali Lockdown!


Kasus COVID-19 kembali melonjak di beberapa negara seluruh dunia. Hal ini juga dikarenakan merebaknya mutasi baru virus Corona di Inggris yang mengharuskan banyak negara menutup akses keluar-masuk atau lockdown.

Sejauh ini, telah tercatat sebanyak lima negara di dunia yang memberlakukan lockdown akibat meningkatnya kasus positif virus Corona, meliputi Libanon, Inggris, Jepang, Thailand, hingga China.


Dirangkum dari berbagai sumber, berikut daftarnya.


1. Libanon

Libanon mengumumkan bahwa negaranya akan memberlakukan lockdown penuh selama tiga pekan. Itu juga termasuk pembatasan jam malam mulai pukul 18.00 petang hingga 05.00 pagi guna menekan peningkatan kasus COVID-19. Lonjakan tersebut membuat tenaga media kewalahan dalam menangani pasien.


Dikutip dari CNA, Menteri Kesehatan sementara Libanon, Hamad Hasan mengumumkan lockdown akan dimulai pada Kamis, 7 Januari hingga 1 Februari 2021.


"Jelas bahwa tantangan pandemi telah mencapai tahap yang sangat mengancam nyawa warga Libanon karena rumah sakit tidak mampu menyediakan tempat tidur," jelas Hasan (07/01).


Di sisi lain, penguncian wilayah ini dilakukan di tengah kekhawatiran masyarakat akan meningkatnya pengangguran, inflasi, dan kemiskinan.


2. Inggris

Lockdown di Inggris diumumkan Perdana Menteri Boris Johnson. Hal ini menyusul kasus varian baru COVID-19 di Inggris yang melonjak dalam beberapa waktu terakhir.


"Jelas bahwa kita semua perlu berbuat lebih banyak lagi untuk mengendalikan kasus varian baru corona ini. Itu berarti pemerintah sekali lagi memerintahkan Anda semua untuk berdiam diri di rumah," paparnya pada Senin, (04/01).


Johnson belum membeberkan kapan lockdown akan dihentikan. Tetapi, berdasarkan perkiraan beberapa pihak aturan yang dimulai sejak Rabu (06/01) ini akan berlaku hingga pertengahan Februari mendatang.


Ia menjelaskan bahwa pemerintah hanya akan mengizinkan warganya bepergian keluar rumah dengan beberapa alasan seperti belanja kebutuhan, berolahraga, hingga kebutuhan medis. Selain itu, Johnson menegaskan warga tetap bisa keluar rumah guna menghindari ancaman kekerasan dalam rumah tangga, sebuah isu yang banyak dibahas di tengah pandemi COVID-19.


Pemerintah Inggris akan membatasi perjalanan internasional. Johnson menjelaskan perjalanan luar negeri saat lockdown hanya diperbolehkan bagi mereka 'yang memiliki izin legal' seperti urusan pekerjaan ataupun bisnis.

https://indomovie28.net/movies/the-serpents-egg/