Minggu, 10 Januari 2021

Ponsel Murah Redmi 9T Resmi Dirilis, Masuk Indonesia?

  Xiaomi baru saja merilis Redmi 9T secara global. Menariknya, ponsel murah ini membawa spesifikasi menggoda. Tapi apakah ponsel ini akan hadir di Indonesia?

Redmi 9T mengusung layar 6,53 inch dengan resolusi FHD+ dan dilindungi Gorilla Glass 3. Layar perangkat ini juga bersertifikasi Widevine L1 dan TÜV Rheinland Low Blue Light untuk membuat mata pengguna lebih aman untuk penggunaan malam hari.


Xiaomi membekalinya dengan sensor sidik jari yang terintegrasi dengan tombol power. Untuk dapur pacunya, Redmi 9T ditenagai Snapdragon 662.


Perangkat ini dibekali pula baterai berkapasitas 6000 mAh, yang mendukung fast charging 18W dan reverse charging. Xiaomi memberikan charger 22,5W dalam kotak penjualannya.


Redmi 9T dibekali empat kamera di bagian belakang. Kamera utamanya 48MP f/1.79, bersanding dengan lensa super wide-angle 8MP f/2.2, lensa depth 2MP f/2.4 dan lensa makro 2MP f/2.4.


Beralih ke depan, Xiaomi menempatkan kamera selfie di notch dengan desain tetesan air berukuran 8MP f/2.05.


Redmi 9T mendukung dual SIM dan slot kartu microSD hingga 512GB dan tersemat infrared blaster. Tak ketinggalan, ponsel ini telah mengadopsi port USB Type C dan memiliki NFC.


Ada empat warna yang tersedia, yakni Carbon Grey, Twilight Blue, Sunrise Orange dan Ocean Green. Adapun harga Redmi 9T sebagai berikut:


RAM 4GB + ROM 64GB seharga 159 Euro (sekitar Rp 2,7 juta )

RAM 4GB + 128GB ROM seharga 189 Euro (sekitar Rp 3,2 juta)

RAM 6GB + 128GB ROM seharga 199 Euro (sekitar Rp 3,4 juta)

Perlu diingat, harga di atas adalah untuk pasar Eropa. Seperti kita ketahui, banderol di Benua Biru memang cukup tinggi, dan akan berbeda jauh ketika sebuah ponsel dipasarkan di Asia Tenggara, termasuk Indonesia.


Tapi apakah Redmi 9T akan dipasarkan di Tanah Air? Kemungkinan besar iya. Sebab, ponsel ini sudah lolos TKDN dari Kemenperin.


Ponsel berkode M2010J19SG ini telah memenuhi 38,20% TKDN. Namun Redmi 9T belum mengantongi restu Kominfo sampai saat ini.


Mungkin tidak lama lagi hasil uji SDPPI Kominfo akan keluar, sehingga bisa diperkirakan kapan Redmi 9T diperkenalkan di Indonesia.


Tidak menutup kemungkinan, Redmi 9T akan menjadi ponsel pertama yang Xiaomi bawa ke Indonesia di 2021 ini. Atau malah jangan-jangan Mi 11? detikers pilih yang mana yang lebih dulu mendarat di Tanah Air?

https://maymovie98.com/movies/mutual-relations/


Meninggal Usai Operasi Caesar Akibat Corona, Cerita di Baliknya Bikin Haru


 Seorang perawat berusia 30 tahun meninggal dunia pada 3 Januari lalu karena komplikasi dari virus Corona COVID-19. Perawat bernama Ashley Gomez meninggal beberapa hari usai operasi caesar dan sebelumnya terinfeksi COVID-19.

Dikutip dari laman Business Insider, Gomez yang tinggal di Northridge, California, bekerja sebagai perawat yang merawat pasien COVID-19 pada trimester ketiga kehamilannya.


Suami Ashley, Wilbur Gomez, mengatakan bahwa istrinya mulai mengalami sesak napas yang kemudian menyebabkan batuk dan meningkat menjadi demam dalam waktu seminggu.


Ashley kemudian dirawat di rumah sakit pada 1 Januari 2021 karena sindrom gangguan pernapasan akut (ARDS) terkait COVID-19 yang bisa berakibat fatal.


Dia kemudian melakukan operasi caesar darurat pada hari berikutnya untuk mempermudah pernapasan. Sayangnya anak keenamnya yang baru lahir juga telah terpapar virus COVID-19.


"Dia hanya melihat fotonya, jadi dia tidak mendapat kesempatan untuk memeluknya, menciumnya atau apapun," kata Wilbur kepada ABC7.


Keesokan harinya, Ashley menggunakan ventilator untuk membantu bernapas, tetapi Ashley meninggal beberapa jam kemudian.


"Kami patah hati untuk mengatakan ini, Ashley kami yang cantik kalah dalam pertarungannya. Hancur adalah pernyataan yang meremehkan," tulis GoFundMe.


Menurut American College of Obstetricians and Gynecologists, wanita hamil memang memiliki risiko komplikasi parah yang lebih tinggi akibat virus Corona dan harus dianggap sebagai populasi berisiko untuk COVID-19.

https://maymovie98.com/movies/bad-detective-food-chain/


Facebook Sebut 99% Masalah Eksploitasi Anak Teratasi

 Platform media sosial Facebook mengklaim dirinya telah mengatasi 99% persoalan eksploitasi anak. Seperti diketahui, tindakan eksploitasi anak masih menjadi masalah secara digital meskipun sudah ada Undang-undang Perlindungan Anak atau UU ITE.

"Kami menerapkan teknologi canggih untuk secara proaktif menemukan dan menghapus lebih dari 99% konten, sering kali pada saat mengupload dan sebelum siapapun melihatnya," kata Amber Hawkes selaku Kepala Kebijakan Keamanan Facebook Asia-Pasifik melalui Zoom meeting, Jumat (8/1/2021).


Lebih lanjut, untuk mewujudkan hal tersebut pihaknya melibatkan 400 lebih organisasi di dunia. "Kami tidak mentolerir eksploitasi anak dan kami mengembangkan program serta sumber daya keselamatan dengan lebih dari 400 organisasi di seluruh dunia, untuk membantu menjadikan internet tempat yang lebih aman bagi anak-anak," jelasnya.


Apalagi, kata dia, anak-anak merupakan kelompok manusia yang paling rentan keamanannya di dunia maya. Persyaratan batasan usia 13 tahun pun diberlakukan Facebook untuk mengatasi pengguna media sosial tersebut.


Beberapa batasan yang berlaku bagi akun Facebook berusia 13-18 tahun diantaranya, secara otomatis memiliki opsi berbagi dengan teman atau publik, pengenalan wajah dinonaktifkan, membatasi informasi pribadi (sekolah, alamat asal, kontak, tanggal lahir), mengingatkan tambah pertemanan yang hanya dikenal saja, terakhir menonaktifkan berbagi lokasi.


Tidak hanya itu, jika terdapat laporan dari orang tua atau anak di bawah umur terkait postingan lain yang mengandung gambar atau video, maka pihak Facebook dapat menghapus postingan dengan kebijakan privasi yang dimilikinya.


"Kami akan menghapus gambar atau video anak di bawah umur 13 tahun jika konten tersebut dilaporkan oleh anak di bawah umur, atau orang tua atau wali yang sah, dan kami memiliki saluran pelaporan khusus untuk konten ini," katanya.


Selain itu, Facebook juga melaporkan setiap tindakan eksploitasi anak kepada Pusat Nasional Anak Hilang & Tereksploitasi atau National Center for Missing and Explore Children (NCMEC). "NCMEC berkoordinasi otoritas penegak hukum dari seluruh dunia. Kami memiliki tim khusus yang menyiapkan laporan untuk CyberTipline NCMEC. Kami memiliki tim terlatih lainnya yang akan menghubungi penegak hukum setempat untuk memberitahu mereka tentang masalah tersebut," ujarnya.


Perusahaan raksasa ini juga mengaktifkan beberapa fitur keamanan diantaranya Pusat Keamanan Facebook dan Pusat Pencegahan Perundungan, Pusat Keamanan Instagram yang mencakup bagian khusus tentang perundungan online, dan Portal Komunitas Instagram karena tertaut dengan akun Facebook.

https://maymovie98.com/movies/bad-detective-reload/


Ponsel Murah Redmi 9T Resmi Dirilis, Masuk Indonesia?


 Xiaomi baru saja merilis Redmi 9T secara global. Menariknya, ponsel murah ini membawa spesifikasi menggoda. Tapi apakah ponsel ini akan hadir di Indonesia?

Redmi 9T mengusung layar 6,53 inch dengan resolusi FHD+ dan dilindungi Gorilla Glass 3. Layar perangkat ini juga bersertifikasi Widevine L1 dan TÜV Rheinland Low Blue Light untuk membuat mata pengguna lebih aman untuk penggunaan malam hari.


Xiaomi membekalinya dengan sensor sidik jari yang terintegrasi dengan tombol power. Untuk dapur pacunya, Redmi 9T ditenagai Snapdragon 662.


Perangkat ini dibekali pula baterai berkapasitas 6000 mAh, yang mendukung fast charging 18W dan reverse charging. Xiaomi memberikan charger 22,5W dalam kotak penjualannya.


Redmi 9T dibekali empat kamera di bagian belakang. Kamera utamanya 48MP f/1.79, bersanding dengan lensa super wide-angle 8MP f/2.2, lensa depth 2MP f/2.4 dan lensa makro 2MP f/2.4.


Beralih ke depan, Xiaomi menempatkan kamera selfie di notch dengan desain tetesan air berukuran 8MP f/2.05.

https://maymovie98.com/movies/my-sister-in-laws-job/