Jumat, 25 Desember 2020

Cara Baru Hubungkan Otak Manusia ke Komputer: Tanam Alat di Urat Nadi

 Sekelompok tim ilmuwan dari Amerika Serikat dan Australia menemukan cara baru menghubungkan otak manusia ke komputer, yakni melalui urat nadi.

Cara ini melibatkan pemasangan elektroda pada tabung elastis yang dapat diperluas bernama stent, dan memasukkannya melalui pembuluh darah yang mengarah ke otak.


Dalam pengujian yang dilakukan pada dua orang para peneliti memasang kawat yang ujungnya terdapat stent ke vena di tenggorokan dan kemudian ke pembuluh di dekat korteks motorik utama otak, tempat mereka membuka pegas.


Elektroda-elektroda di area tersebut merapat ke dinding pembuluh darah dan mulai merasakan saat otak mengisyaratkan niat mereka untuk bergerak, kemudian mengirimkan sinyal tersebut secara nirkabel ke komputer melalui pemancar inframerah yang dimasukkan ke dalam dada subjek melalui cara pembedahan.


Dalam artikel yang diterbitkan dalam Journal of NeuroInterventional Surgery, para peneliti menggambarkan bagaimana dua orang yang mengalami kelumpuhan akibat amyotrophic lateral sclerosis (lebih dikenal sebagai penyakit Lou Gehrig) menggunakan perangkat semacam itu untuk mengirim teks dan bermain game hanya dengan kontrol otak.


"Teknologi stent yang berkembang sendiri telah dibuktikan dengan baik dalam aplikasi penyakit jantung dan neurologis untuk mengobati penyakit lain. Kami hanya menggunakan fitur itu dan meletakkan elektroda di atas stent," kata Thomas Oxley, ahli saraf intervensi dan CEO Synchron, perusahaan yang nantinya akan mengkomersialkan teknologi tersebut.


"Alat ini sepenuhnya dapat ditanamkan. Pasien bisa pulang dalam beberapa hari," sambungnya seperti dikutip dari Ars Technica.


Setelah alat tertanam di urat nadi, diperlukan pelatihan bagi pasien untuk melakukan sejumlah penyesuaian. Stent bertabur elektroda ini dapat menangkap sinyal dari otak, tetapi algoritma pembelajaran mesinnya harus mencari tahu apa yang sebenarnya diwakili oleh sinyal tersebut.


Dalam studi ini, setelah beberapa minggu tertanam di tubuh, kedua pasien dapat menggerakkan kursor dan melakukan klik di komputer menggunakan pikiran.


Kedengarannya memang masih sederhana, tapi fungsi ini sudah cukup bagi kedua pasien untuk bisa mengirim pesan teks, berbelanja online, dan melakukan aktivitas kehidupan digital sehari-hari.


Tentunya masih diperlukan penelitian dan pengembangan lebih lanjut mengenai fungsi menanamkan alat di urat nadi ini. Seiring perkembangannya, penemuan semacam ini memberi harapan bagi para pasien lumpuh.

https://movieon28.com/movies/female-perversions/


Google Meet Bisa Pakai Gambar di Latar Belakang, Ini Caranya


Google Meet, aplikasi layanan komunikasi video yang belakangan kerap digunakan untuk pertemuan baik untuk pekerjaan atau sekolah, akhirnya diberi dukungan untuk dapat kustomisasi atau mengubah latar belakang.

Seperti diketahui, banyak pengguna yang tak memiliki ruang kerja khusus sehingga mungkin tidak terlalu bagus untuk dilihat saat tampil dalam rapat virtual.


Misalnya saja terlihat di bagian belakang ada tempat tidur, kulkas, atau perabotan rumah tangga yang masih berantakan. Maka selain menghadirkan efek pemburaman latar belakang, Google Meet kini bisa pula disematkan gambar sebagai penggantinya.


Fitur Google Meet ini sudah tersedia di Chrome OS, Windows, dan Mac. Sayangnya fitur ini belum tersedia di versi mobile atau selulernya.


Menurut postingan blog baru dari Google, platform Meet-nya sekarang baru mendukung latar belakang virtual di web. Bagi pengguna Google Meet di iOS atau Android, fitur akan segera menyusul untuk bisa diakses.


Untuk menggunakan fitur ini, pengguna tak perlu memasang ekstensi atau perangkat lunak tambahan.


Google akan menyediakan pilihan latar belakang virtual yang dapat dipilih oleh pengguna, termasuk lanskap, latar belakang kantor, gambar abstrak, dan sejenisnya. Pengguna juga akan memiliki opsi untuk mengunggah dan menggunakan gambar mereka sendiri.

https://movieon28.com/movies/i-am-love/

Ini yang Harus Dilakukan untuk Tingkatkan Produktivitas Saat Pandemi

Di masa pandemi ini, semua orang harus melakukan penjagaan jarak serta menjaga kebersihan diri guna memutus rantai penyebaran virus COVID-19. Maka dari itu, banyak perusahaan yang akhirnya membuat kebijakan untuk para pekerjanya agar mereka bekerja dari rumah saja.

Dengan bekerja dari rumah, semua karyawan diharapkan tidak akan berkumpul beramai-ramai di suatu tempat yang justru meningkatkan risiko penyebaran virus.Bekerja dari rumah tentu akan sangat jauh berbeda dari bekerja di kantor. Produktivitas saat bekerja di rumah akan menurun drastis karena banyaknya gangguan dan kurang pengawasan.


Namun, jangan khawatir, berikut tips meningkatkan produktivitas saat kerja dari rumah.


Mengatur Jadwal Kerja


Saat work from home hal pertama yang harus disiapkan adalah atur jadwal kerja. Ketika bekerja dari rumah dan tidak mengatur jadwal sama sekali, biasanya Anda akan merasa bebas dan lupa terhadap pekerjaannya.


Atur seperti biasa jam bangun agar tidak kesiangan. Jangan lupa mandi agar badan tetap segar sehingga siap untuk bekerja dari rumah.


Pastikan Anda sudah siap untuk bekerja di waktu yang sudah ditetapkan dengan keadaan yang nyaman. Jangan mulai bekerja sebelum jadwal dan selesaikan pekerjaan tepat waktu, kecuali jika Anda mesti lembur dari rumah.


Tentukan Lokasi yang Nyaman


Pilihlah lokasi yang nyaman untuk bekerja seperti di ruang keluarga, ruang tamu, atau ruang belajar. Hindari bekerja di tempat tidur karena hanya akan bermalas-malasan, sebentar kerja lalu biasanya tidur-tiduran dan dapat merusak produktivitas.


Ketika berada di rumah, sebenarnya kamu dapat membuatnya menjadi seperti suasana kantor. Kamu bisa membuat kopi atau teh terlebih dahulu di pagi harinya, lalu siap menghadap laptop yang sudah ditaruh di atas meja.

https://movieon28.com/movies/the-pillow-book/


Tentukan Waktu Istirahat


Ketika kamu sudah berada di titik jenuh saat kerja, berjalan-jalan di sekitar rumah selama 10-15 menit tentu dapat menyegarkan otak kamu.


Dikuti dari Inc, studi menunjukkan memberi jeda pada pekerjaan dapat meningkatkan produktivitas. Beri jeda setiap 90-120 menit selama 10-15 menit. Jeda itu dapat dilakukan untuk istirahat sejenak, mencari udara segar, atau peregangan.


Aktifkan Smartphone Selalu


Agar terus dapat berkoordinasi dengan tim, sebaiknya kita selalu mengaktifkan smartphone. Ini karena sejatinya kerja dari rumah adalah dimana koordinasi antar anggota tim akan diuji. Jika komunikasi terputus, tentu pekerjaan akan sangat berantakan.


Maka dari itu, powerbank menjadi peran yang sangat penting ketika bekerja dari rumah. Dengan menggunakan powerbank, kita dapat bekerja dimana saja kita mau dari sudut-sudut rumah kamu.


Salah satu powerbank terbaik yang dapat digunakan untuk pengisian daya adalah powerbank Prime dari HIPPO Elite. Powerbank ini sangat cocok digunakan untuk smartphone kamu karena memiliki fitur-fitur unggulan, seperti mendukung Quick Charge 3.0 dan Power Delivery 18W sehingga pengisian daya smartphone akan semakin cepat dan efektif.


Powerbank Prime pun memiliki desain yang tipis dan terlihat mewah, namun tetap tidak menghilangkan kesan yang elegan.


Fokus pada Pekerjaan


Fokus pada pekerjaan kamu ketika sedang bekerja di rumah, usahakan hindari kegiatan lain, seperti menonton tv, video game, maupun hiburan lainnya. Bekerjalah dengan tujuan dan niat yang baik. Saat bekerja dari rumah ingat kembali tujuan tersebut.


Jaga Imunitas Tubuh


Tentu saja yang terakhir dan terpenting adalah dengan menjaga imunitas tubuh agar kita terhindar dari virus-virus yang berbahaya. Selain itu, kita juga perlu menjaga kebersihan dengan rajin mencuci tangan dan mandi ketika habis keluar rumah. Dengan begitu, kemungkinan kita tertular penyakit yang tidak diinginkan akan semakin berkurang.

https://movieon28.com/movies/quills/