Senin, 21 Desember 2020

Mengenal Rizky Faidan, Juara IFeL 2020 dari PSS Sleman

 Kompetisi esports Indonesian Football e-League (IFeL) yang rampung November lalu, memunculkan nama Rizky Faidan dari PSS Sleman. Dia pun bicara soal kemenangannya.

Pro Evolution Soccer Indonesian Football e-League adalah kompetisi Liga1 Virtual Football yang melibatkan perwakilan Klub Liga 1 Indonesia. Masing-masing klub direpresentasikan oleh Profesional Player Indonesia.


Rizky Faidan dari PSS Sleman keluar sebagai juara setelah mengalahkan Arema FC. Belum lama ini, Faidan menyambangi Omah PSS Sleman yang baru saja diresmikan untuk menyerahkan piala IFeLnya kepada pihak manajemen PT PSS. Di sana, Faidan juga turut berbicara perihal kemenangannya.


"Terima kasih kepada pihak manajemen yang sudah memberi kepercayaan kepada saya untuk menjadi wakil dari PSS Sleman. Alhamdulillah saya bisa membayar kepercayaan yang diberikan," tutur Faidan dalam akun Youtube Indonesian Football e-League, seperti dilihat Sabtu (19/12/2020).


Tak hanya itu, Faidan juga menaruh harapan besar kepada kepada PSS Sleman agar ke depan semakin lebih baik dan bisa menjuarai Liga 1 Indonesia. Dihimpun detikINET dari berbagai sumber, inilah sosol Rizky Faidan sebagai atlet esports:


Kontestan Liga 1

Sebelumnya, total 10 tim dari kontestan Liga 1 2020 turut berpartisipasi dalam IFeL 2020. Antara lain ada Persija Jakarta, PS Sleman, Borneo FC, Persik Kediri, Barito Putera, Persita Tangerang, Arema FC, PSIS Semarang, PSM Makassar, dan Madura United.


Dari total 18 pertandingan, Rizky Faidan hanya mampu finish di posisi 4 klasemen akhir dengan catatan 8 kemenangan, 5 imbang, dan 5 kalah. Namun, hasil itu cukup untuk mengantarkan Faidan lolos ke babak Grand Final 8 besar dan menang di laga final mengalahkan Arema FC.


Prestasi Dunia

Pada tahu 2019, publik e-sports Indonesia dibuat terkejut setelah Rizky Faidan yang saat itu berumur 16 tahun lolos ke babak final kejuaraan dunia Pro Evolution Soccer (PES) di Emirates Stadium, London, Inggris.


Dengan prestasinya, Faidan memutuskan untuk hijrah ke Thailand akhir 2019 dan bergabung dengan tim esports Buriram United. Tak tanggung-tanggung, bersama tim berjulukan The Thunder Castles tersebut Faidan berhasil menjuarai gelaran Toyota E-League.


Usai dari PSS Sleman, dikabarkan Faidan akan kembali ke Thailand bersama Buriram United untuk fokus berlatih menyongsong kompetisi Liga Thailand tahun depan.

https://kamumovie28.com/movies/the-first-time-2/


Kampanye Ini Tunjukkan Pria Sering Kena Toxic Masculinity


Renaissance Youth Leaders Forum (RYLF) adalah organisasi sosial-kemasyarakatan dari Silliman University di Filipina, yang didedikasikan untuk menjembatani perpecahan sosial, budaya, ekonomi, dan politik, serta menciptakan perubahan positif di masyarakat. Pada 21 November, organisasi tersebut merilis kampanye media sosial melawan stigma dan toxic masculinity dengan tagar #FightTheStigma dan #UNMUTE.

"Baik pria maupun wanita menderita karena toxic masculinity. Itu terjadi setiap hari baik online maupun offline," kata pesan kampanye tersebut.


Untuk mengilustrasikan maksud dari pernyataannya, RYLF membagikan serangkaian poster. Dari pria yang mengenakan warna merah muda hingga menangis, organisasi tersebut membahas cara-cara yang menurutnya dibentuk masyarakat dan menekan pria. Padahal toxic masculinity bisa merusak hubungan mereka dengan diri mereka sendiri dan dunia di sekitar mereka.


Berikut ini adalah beberapa contoh toxic masculinity yang kerap dialami dan terlalu sering dianggap sebagai suatu keharusan, dikutip dari Bored Panda:

https://kamumovie28.com/movies/suspicious-minds/

4 Penemuan yang Disesali Ilmuwannya

 Berlomba-lomba ilmuwan menciptakan suatu inovasi. Namun tak semua berujung sesuai tujuan awal penelitian mereka. Ilmuwan berikut ini bahkan mengaku menyesal.

Dikutip detikINET dari The Sydney Morning Herald, di bawah ini adalah daftarnya:


1. Suntik mati (lethal injection)

Dr Jay Chapman kerap disebut sebagai bapak suntik mati. Akan tetapi ia mengatakan bahwa itu bukanlah salah satu tujuan dalam hidupnya, dengan kata lain temuan euthanasia ia lakukan secara dadakan.


Saat itu tahun 1977 dan pembunuh Gary Gilmore baru saja dieksekusi di Utah. Dihadapkan dengan pilihan regu tembak atau gantung diri, dia telah memilih yang pertama tetapi ada keributan di antara para pegiat menentang hukuman mati. Mereka mencela eksekusi tersebut sebagai tidak manusiawi.


Beberapa hari kemudian, Chapman, yang merupakan kepala pemeriksa medis Oklahoma, ditanyakan pendapatnya tentang cara memberikan hukuman mati dengan cara yang lebih manusiawi. Dia mengatakan pendapatnya dan menyarankan bahwa suntikan mematikan akan memberikan pilihan yang jauh lebih baik.


Chapman kemudian menciptakan formula untuk menghasilkan kematian yang cepat. Kemudian, dia membuat protokol terperinci untuk negara bagian Oklahoma untuk administrasi suntikan mematikan. Tapi seiring berjalannya waktu, ia melihat orang-orang terlalu menganggap enteng soal euthanasia.


"Suntikan mematikan terlalu mudah untuk sebagian dari mereka," akunya.

https://kamumovie28.com/movies/suspicious-living/


2. AK-47

Jenderal Mikhail Kalashnikov, yang bertanggung jawab atas senapan AK-47, yang sekarang menjadi senapan otomatis yang paling banyak digunakan di dunia, mengatakan dia menyesalkan bahwa teroris dan gangster menggunakan senjatanya.


"Sangat menyakitkan bagi saya untuk melihat ketika bagian kriminal dari segala jenis menembak menggunakan senjata saya. Saya membuat senjata ini terutama untuk melindungi tanah air kami," kata pria Rusia itu.


3. C5 electric car

Clive Sinclair menciptakan C5, mobil elektrik satu tempat duduk di Inggris. Akan tetapi, ketika tiba di pasar pada tahun 1985, perkenalan produk tersebut kepada publik ternyata disambut tidak baik.


Bukan itu saja yang salah. British Safety Council bahkan mengklaim produk tersebut tidak aman.


"Sampah mutlak," kata Sinclair merujuk produknya terdahulu. Namun sekarang ia yakin bisa membuat produk yang mobil elektrik yang lebih baik.


"Teknologi telah berkembang cukup pesat; ada baterai baru yang tersedia dan saya baru saja memikirkannya kembali. C5 baik-baik saja tapi saya pikir kami bisa melakukan pekerjaan yang lebih baik sekarang," ungkapnya.


4. MDMA

Alexander Shulgin dikenal sebagai bapak ekstasi meski tidak sepenuhnya benar. Ekstasi memang pertama kali disintesis pada tahun 1912 oleh perusahaan kimia Merck tetapi Shulgin mensintesisnya kembali pada tahun 1976 dan merupakan orang pertama yang mengujinya pada manusia: dirinya sendiri.


Dua tahun kemudian, dia menulis sebuah makalah dengan seorang rekannya tentang efek MDMA. Dia percaya bahwa zat ini bisa menjadi obat yang berguna dalam psikoterapi. Dan begitulah, untuk sementara waktu.


Tetapi kemudian MDMA menjadi ekstasi. Pada tahun 1986 penggunaannya untuk pengobatan depresi dilarang oleh Badan Penegakan Narkoba AS. Pada tahun 2000, petugas bea cukai AS menyita hampir 10 juta pil.


Saat ini, Shulgin memiliki keraguan tentang obat yang dia perjuangkan - bukan karena kemanjurannya tetapi karena dia yakin orang telah menyalahgunakannya.


Masalahnya dimulai, katanya, ketika para tukang clubbing mulai menggunakan pil untuk bersenang-senang, menyalahgunakan. Dan begitu MDMA dijadikan ilegal, tidak ada cara untuk memantau kualitas obat tersebut.


"Kami tidak pernah menggunakan istilah ekstasi karena tidak ada artinya; beberapa kapsul ekstasi sama sekali tidak memiliki MDMA. Jadi yang disebut ekstasi telah menjadi ancaman nyata," tegasnya.

https://kamumovie28.com/movies/raw/