Senin, 21 Desember 2020

80% Penjual di Tokopedia Dapatkan Order Pertama dari Fitur TopAds

 Perkembangan teknologi yang sangat pesat membantu masyarakat dalam menjalani kehidupan. Seperti hadirnya e-commerce yang sangat memudahkan semua orang untuk berbelanja online. Peluang ini bisa dimanfaatkan para pengusaha untuk melebarkan sayapnya ke ranah digital.

Salah satu perusahaan teknologi Indonesia Tokopedia juga memaksimalkan teknologi berupa fitur TopAds untuk mengoptimalkan penjualan para pengusaha. Dengan fitur ini, pengguna akan mendapatkan rekomendasi produk yang kurang lebih sesuai dengan barang yang sedang dicari. Data Analyst Tokopedia Erika Hutapea mengatakan Tokopedia menggunakan fitur TopAds ini melalui pemanfaatan big data.


TopAds adalah fitur Tokopedia yang dapat digunakan untuk memaksimalkan penjualan dengan menampilkan produk yang dijual tampil pada peringkat teratas. Menurutnya, data analyst berperan mengatur produk apa saja yang menarik perhatian pembeli, serta memastikan setiap penjual memiliki kesempatan yang sama untuk terekspos ke lebih dari 90 juta pengguna aktif bulanan Tokopedia.


"Seorang data analyst adalah seorang konsultan. Kami bertugas memberikan informasi kepada penjual mengenai keyword yang sedang menjadi tren sehingga bisa dimanfaatkan untuk mendorong penjualan mereka," ucap Erika dalam keterangannya, Minggu (20/12/2020).


Lewat TopAds, lanjutnya, penjual bisa mengaktifkan fitur Iklan Otomatis. Sehingga, penjual tidak perlu repot untuk mengatur iklan. Penjual cukup memasukkan bujet dan periode iklan, dan iklan mereka bisa langsung aktif.


"Menurut data internal kami, 80% penjual baru mendapatkan order pertama mereka dari TopAds," ujarnya.


Ia menambahkan peran big data di sini menyuguhkan data yang biasanya terdiri dari user behavior, harga, hingga tren produk yang sedang diincar konsumen. Jadi, penjual akan dimudahkan untuk menentukan hal apa saja yang perlu dipromosikan sesuai bujet yang dimiliki.

https://kamumovie28.com/movies/pokemon-detective-pikachu/


TopAds memang menjadi fitur yang ditujukan kepada para penjual agar mereka dapat mempromosikan produk tepat sasaran, serta meningkatkan eksposur terhadap produk jualan dan toko. Biayanya terbilang terjangkau, mulai dari Rp 250, Rp 300, dan Rp 350 tergantung kategori produk yang dijual.


"Semakin banyak data, semakin banyak yang bisa dilihat, tapi dari sisi olahan big data itu sendiri, kita harus tahu objektif apa yang mau dilihat, karena tidak semua hal harus atau perlu kita lihat. Dengan semakin banyaknya penjual dan pembeli di Tokopedia, kita harus memastikan bahwa penjual bisa memperoleh insight yang diperlukan untuk penjualan mereka dan pembeli pun bisa menemukan apa yang mereka butuhkan di Tokopedia," jelas Erika.


Di masa pandemi seperti sekarang, banyak UMKM yang bermigrasi ke ranah digital. Big data akan menyediakan wawasan tentang konsumen, tren pasar, dan rekomendasi promosi.


"Kami membantu agar UMKM ini mendapat kesempatan yang sama, bisa berupa flash sale, iklan, dan program lain untuk meningkatkan penjualan dan menarik minat konsumen. Peran kami menciptakan leveling untuk penjual sejak baru berjualan (newbie) maupun penjual lama (mature)," jelasnya.


Sementara untuk masa pandemi yang serba fluktuatif dari segi data, Erika mengaku hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi timnya agar tetap bisa memberikan insight relevan tentang apa yang sedang dicari oleh konsumen dan perubahan seperti apa yang harus dilakukan agar terus mempertahankan penjualan.


Misalnya, produk kesehatan mendadak menjadi kategori produk yang banyak diincar orang, perubahan model penjualan di kategori Makanan & Minuman yang tiba-tiba harus mengubah kemasan jadi bentuk frozen atau siap delivery, hingga pivot kategori fesyen yang turut menyediakan produk masker.


"Perubahan konstan seperti ini yang menjadi tantangan tersendiri, namun sangat menarik untuk dikulik dan dibagikan kepada penjual agar bisnis mereka tetap bisa berkembang. Selain itu, yang seru sebenarnya adalah bagaimana kami mengolah dan menampilkan data yang 'njelimet' menjadi sebuah cerita (storytelling) dan menghasilkan dampak bagi penjual dan pembeli lewat pengembangan fitur pada produk. Ada kepuasan tersendiri di sana," pungkasnya.

https://kamumovie28.com/movies/frozen-ii/

Mengenal Teknologi Biometrik yang Bikin Startup Lokal Mendunia

  Startup Akurat Satu memperkuat portofolio kecanggihan teknologi biometerik yang diusungnya. Bahkan, Akurat Satu hampir sejajar dengan Microsoft. Lantas, apa itu teknologi biometrik dan bisa membuat startup lokal ini mendunia?

Menurut publikasi yang dikeluarkan oleh NIST, Akurat Satu tidak hanya lolos pada satu melainkan dua kategori, yaitu FRVT 1:N Identification dan FRVT 1:N Investigation dengan peringkat 20 besar di dunia. Peringkat tersebut melampaui perusahaan biometrik global, seperti Idemia, Cogent, Cognitech, HIK Vision, dan Toshiba.


Bahkan, startup Akurat Satu ini kalau berbicara teknologi biometrik rupanya hanya terpaut tipis dari segi peringkat yang dilihat dari kecepatan, keakuratan, juga skalabilitas terhadap populasi besar.


Adapun NIST adalah lembaga standarisasi yang juga merupakan laboratorium ilmu sains tertua yang bermarkas di Amerika Serikat (AS) dengan misi mendukung kreasi inovasi dan persaingan industri secara global.

https://kamumovie28.com/movies/frozen-2/


Direktur Pengembangan Bisnis Akurat Satu Rionald A. Soerjanto menjelaskan 1:N atau one to many adalah tes biometrik yang dinilai lebih rumit. Kalau pada 1:1 sebuah foto dicocokkan hanya dengan satu foto yang berebda, di one to many (1:N) itu foto dicocokkan atau ditembakkan pada ratusan juta, sampai miliaran foto sekaligus, untuk menemukan kecocokkannya dalam hitungan detik.


"Jadi, kecepatan, keakuratan, dan skalabilitas terhadap jumlah foto yang banyak sangat diperlukan untuk bisa memenuhi kebutuhan yang ada di lintas industri," ujar Rionald dalam siaran persnya.


Penggunaan sistem biometrik di Indonesia sendiri sudah meluas seiring dengan perkembangan teknologi, misalnya pemanfaatan mendeteksi adanya duplikat pada basis data biometrik atau foto wajah, mendeteksi kecurangan informasi yang diberikan berupa kredensial penting, seperti untuk kartu identitas, investigasi kriminal, pengelompokan forensik, dan lainnya.


Rionald mengungkapkan verifikasi dan identifikasi data biometrik seperti wajah manusia merupakan hal yang sangat krusial dalam dunia identifikasi dan investigasi, karena menyangkut keamanan semua pihak di era digital ini.


"Oleh karena itu, sistem yang ada harus mampu untuk melakukan verifikasi, identifikasi, dan deteksi dengan akurat dan cepat, meskipun pada jutaan data yang ada. Selain itu, juga harus mampu mendeteksi hasil foto kooperatif atau non-kooperatif serta foto orang kembar sekalipun," jelasnya.


Mendapatkan pengakuan secara global, Akurat Satu optimis dapat mendukung Indonesia dalam menyongsong industri 5.0 yang sedang ramai diperbincangkan dunia dari segi keamanan.


Dengan tersertifikasi teknologi biometrik Akurat Satu oleh NIST, membuat Asli RI yang afilisasi dan pengguna terbesar dari startup tersebut, semakin mantap dalam membantu perusahaan penyediaan layanan jasa keuangan, perusahaan berbasis teknologi dari dalam negeri maupun global dalam mencegah tindak kejahatan di dunia digital.


"Kami berkomitmen untuk terus berinovasi dan mengembangkan teknologi yang akan berguna dan bermanfaat bagi industri dan masyarakat secara luas dari segi keamanan digital," kata Direktur Akurat Satu Christian Kurniawan.

https://kamumovie28.com/movies/frozen/