Rabu, 16 Desember 2020

Soal Pre Order Vaksinasi COVID-19, Satgas Ingatkan Tak Boleh Promosi

 Belakangan heboh soal pre order vaksinasi COVID-19 yang mulai dibuka beberapa rumah sakit. Juru bicara Satgas COVID-19 Prof Wiku Adisasmito meminta RS untuk menunggu arahan terlebih dahulu.

Beberapa RS yang membuka PO vaksinasi mencantumkan ketersediaan vaksin satu hingga dua bulan. Antusias masyarakat terkait PO vaksinasi juga terlihat dari salah satu RS yang sudah menutup PO vaksinasi.


"Satgas meminta kepada RS untuk menunggu arahan dan keputusan pemerintah terkait vaksinasi," jelas Wiku dalam konferensi pers di kanal YouTube, Selasa (15/11/2020).


Wiku juga mengingatkan beberapa RS untuk menunggu keputusan resmi dari pemerintah terkait vaksinasi COVID-19. Hal ini demi mencegah kesimpangsiuran yang terjadi di masyarakat.


"Jangan melakukan promosi atau kegiatan serupa terkait vaksinasi sebelum ada keputusan resmi dari pemerintah untuk mencegah kesimpangsiuran yang terjadi di masyarakat," lanjutnya.


Hingga kini, pembahasan vaksinasi COVID-19 masih dalam tahap skema. Dua skema vaksinasi COVID-19 terbagi dalam dua tahap yaitu vaksinasi program mandiri dan pemerintah.

https://cinemamovie28.com/movies/pohon-terkenal/


Urutan Risiko Kematian akibat COVID-19, Siapa Paling Rentan?


 Kematian akibat COVID-19 masih tinggi, termasuk di Indonesia. Pada 15 Desember tercatat 155 kasus kematian sehingga totalnya menjadi 19.11 kasus.

Bertambahnya zona merah dari 47 kabupaten-kota menjadi 64 kabupaten-kota membuat Juru Bicara Satgas COVID-19 Prof Wiku Adisasmito menekankan bahwa penularan virus Corona dalam masyarakat masih tinggi. Meski banyak pasien COVID-19 yang tak memiliki gejala atau OTG, beberapa pasien mengalami kondisi fatal akibat infeksi virus Corona hingga meninggal dunia.


Wiku menjelaskan ada beberapa orang yang berisiko tinggi mengalami kematian saat tertular COVID-19. Salah satu di antaranya adalah pasien yang memiliki penyakit bawaan seperti penyakit jantung.


Pasien dengan kondisi ini lebih berisiko fatal dibandingkan dengan pasien yang tidak memiliki penyakit jantung.


"Penyakit jantung memiliki risiko kematian 9 kali lebih besar dibandingkan dengan yang tidak memiliki penyakit jantung," jelasnya saat melakukan konferensi pers melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden Selasa (15/11/2020).


Selain penyakit bawaan pasien yang bisa menyebabkan kematian akibat COVID-19, usia juga menjadi salah satu faktornya. Wiku menegaskan bahwa usia paling rentan adalah pasien COVID-19 yang berada di rentang usia lanjut yaitu 60 tahun atau lebih.


Namun, bukan berarti usia produktif tidak memiliki risiko yang fatal. Mereka yang berada di usia produktif juga memiliki risiko cukup tinggi meninggal akibat COVID-19.


Berikut detail usia yang paling rentan alami kematian akibat COVID-19.


Berdasarkan usia:

31-45 Tahun: 2,4 kali lipat lebih berisiko

46-59 Tahun: 8,5 kali lipat lebih berisiko

60 Tahun ke atas: 19,5 kali lipat lebih berisiko

Berdasarkan penyakit komorbid:

Penyakit ginjal: 13,7 kali lebih berisiko

Penyakit jantung: 9 kali lebih berisiko

Diabetes mellitus: 8,3 kali lebih berisiko

Hipertensi: 6 kali lebih berisiko

Penyakit imun: 6 kali lebih berisiko

https://cinemamovie28.com/movies/danur-3-sunyaruri/

Jenis Terbaru Virus Corona di Inggris Punya 'Mutasi Kunci'

 Varian baru virus Corona teridentifikasi di Inggris yang disebut berkontribusi menyebabkan peningkatan penularan virus di berbagai wilayah negara tersebut.

Sekelompok ilmuwan yang melacak genetika virus tersebut masih belum tahu jelas apakah varian itu yang membuat virus Corona lebih menular. Tetapi, varian tersebut diketahui mengalami perubahan pada spike protein yang digunakan virus untuk menginfeksi manusia.


"Upaya sedang dilakukan untuk memastikan apakah salah satu mutasi ini berkontribusi pada peningkatan penularan," kata para ilmuwan dari Konsorsium COVID-19 Genomics UK (COG-UK) dalam sebuah pernyataan yang dikutip dari Reuters, Selasa (15/12/2020).


Para ilmuwan mengatakan varian baru yang ditemukan ini dinamai 'VUI-202012/01'. Pada varian baru ini mencangkup mutasi genetik pada spike protein yang bisa menyebabkan COVID-19 menyebar lebih mudah di antara manusia.


Pada 13 Desember 2020, 1.108 kasus COVID-19 dengan varian virus terbaru ini baru teridentifikasi, terutama di selatan dan timur Inggris. Tetapi, sampai saat ini para ilmuwan belum memiliki bukti bahwa varian tersebut lebih mungkin menyebabkan infeksi COVID-19 yang parah atau membuat vaksin menjadi kurang efektif.


"Kedua pertanyaan tersebut membutuhkan studi lebih lanjut yang dilakukan dengan cepat," kata para ilmuwan COG-UK.


Mutasi atau perubahan genetik memang terjadi secara alami pada semua virus, termasuk virus SARS-CoV-2 COVID-19 ini. Ini bisa terjadi saat virus bereplikasi dan bersirkulasi dalam populasi manusia. Dalam kasus virus Corona, mutasi ini terakumulasi pada tingkat sekitar 1-2 mutasi per bulan secara global.


"Akibat dari proses yang sedang berlangsung ini, ribuan mutasi telah muncul dalam genom SARS-CoV-2 sejak virus muncul pada 2019," jelas mereka.


Sejauh ini, mayoritas mutasi tidak berdampak nyata virus dan hanya sebagian kecil yang cenderung mengubah virus secara signifikan. Misalnya seperti membuatnya lebih mampu menginfeksi orang, lebih mungkin menyebabkan penyakit parah, atau kurang sensitif terhadap pertahanan kekebalan alami atau yang disebabkan vaksin.


"Bukan hal yang tidak terduga bahwa virus akan berevolusi dan penting bagi kamu untuk segera melihat perubahan apapun untuk memahami potensi risikonya," jelas penasihat medis PHE, Susan Hopkins.

https://cinemamovie28.com/movies/pretty-boy-3/


Soal Pre Order Vaksinasi COVID-19, Satgas Ingatkan Tak Boleh Promosi


Belakangan heboh soal pre order vaksinasi COVID-19 yang mulai dibuka beberapa rumah sakit. Juru bicara Satgas COVID-19 Prof Wiku Adisasmito meminta RS untuk menunggu arahan terlebih dahulu.

Beberapa RS yang membuka PO vaksinasi mencantumkan ketersediaan vaksin satu hingga dua bulan. Antusias masyarakat terkait PO vaksinasi juga terlihat dari salah satu RS yang sudah menutup PO vaksinasi.


"Satgas meminta kepada RS untuk menunggu arahan dan keputusan pemerintah terkait vaksinasi," jelas Wiku dalam konferensi pers di kanal YouTube, Selasa (15/11/2020).


Wiku juga mengingatkan beberapa RS untuk menunggu keputusan resmi dari pemerintah terkait vaksinasi COVID-19. Hal ini demi mencegah kesimpangsiuran yang terjadi di masyarakat.


"Jangan melakukan promosi atau kegiatan serupa terkait vaksinasi sebelum ada keputusan resmi dari pemerintah untuk mencegah kesimpangsiuran yang terjadi di masyarakat," lanjutnya.


Hingga kini, pembahasan vaksinasi COVID-19 masih dalam tahap skema. Dua skema vaksinasi COVID-19 terbagi dalam dua tahap yaitu vaksinasi program mandiri dan pemerintah.

https://cinemamovie28.com/movies/pretty-boy-floyd/