Senin, 07 Desember 2020

Pilu, Perawat Ini Ceritakan Dirinya 'Gagal' Selamatkan Pasien COVID-19

 Viral, sebuah surat yang dituliskan oleh seorang perawat pasien COVID-19 di Inggris. Surat itu berisikan tentang rasa sedih akibat kehilangan salah satu pasiennya yang meninggal dunia akibat infeksi virus Corona.

Dikutip dari Daily Star, perawat itu bernama Vicky Neville. Ia bekerja di Rumah Sakit Warrington, Inggris.


Dalam surat tersebut, Vicky menceritakan ia baru saja kembali bekerja dari cuti hamilnya. Vicky pun kembali bertugas di garis terdepan dalam memerangi COVID-19.


"Menjadi perawat ICU bukan untuk orang yang lemah hati, apalagi saat menghadapi pandemi, pekerjaannya cukup berat apalagi harus memakai alat pelindung diri (APD) lengkap," tulis Vicky dalam suratnya.


"Kami telah menyelamatkan banyak nyawa (pasien) dan sayangnya juga kehilangan banyak nyawa, termasuk staf kami sendiri," lanjutnya.


Dalam sehari, Vicky bekerja selama 12 jam dimulai dari pukul 07.45 pagi. Kala itu, sehabis istirahat ia mendapat kabar bahwa salah satu pasiennya membutuhkan perawatan yang lebih intensif.


"Kadar oksigennya sangat rendah dan tak ada lagi ruangan yang terdapat ventilator," ujar Vicky.


Vicky pun telah melakukan berbagai upaya untuk menyelamatkan pasiennya, ia melakukan tindakan CPR selama 15 menit dan sang pasien sempat kembali sadar. Namun, pada akhirnya pasien tersebut meninggal dunia.


"Saya memegang tangannya, kacamata pelindung saya mengepul karena air mata. Dia berusia 57 tahun, seusia ibu saya," ucapnya.


Atas izin dari pimpinan shift, keluarga pasien boleh melihat jasad sang pasien untuk yang terakhir kali. Kemudian Vicky menghubungi istri dari pasien tersebut.


"Ia mengatakan kepada saya bahwa mereka tidak bisa datang karena mereka juga terkena COVID-19 dan tak ada orang terdekat lainnya yang bisa datang," jelasnya.


"Saya mendengar mereka menangis dan saya menahan tangis, saya memberitahu mereka bahwa saat ini saya sedang bersama suaminya dan saya tidak akan meninggalkannya. Saya tidak meninggalkan dia, saya berada di sisinya selama tiga jam," tambahnya.


Pihak keluarga pun berterima kasih kepada Vicky dan tim karena telah melakukan yang terbaik. Namun, yang menjadi kesedihannya adalah ia merasa gagal telah menyelamatkan sang pasien dan pasien itu berjuang sendirian hingga akhir.


"Saya kembali masuk ke dalam tirai dan melakukan pekerjaan terakhir, tugas terakhir yang bisa saya lakukan kepada pasien saya," ucapnya.


"Saya memberi tahu semua yang dikatakan oleh istrinya kepada saya dan saya memegang tangannya saat saya melepas cincin kawinnya, saya menaruhnya dalam tas plastik untuk diberikan ke istrinya nanti," tuturnya.

https://maymovie98.com/movies/the-forbidden-legend-sex-chopsticks/


Pasien COVID-19 Sempat Ceritakan Momen Terakhir Sebelum Meninggal


Seorang komedian asal Amerika Serikat (AS) Joe Luna, yang juga pasien Corona, sempat membuat vlog sebelum ia meninggal karena COVID-19 di rumah sakit.

Menurut keterangan postingan sosial media yang dibagikan keluarganya, ia dinyatakan meninggal dunia dalam usia 28 tahun pada 23 November.


Dikutip dari laman The Insider, Luna memiliki nama panggung Joe El Cholo mengunggah video berdurasi 35 menit tentang perjuangannya melawan COVID-19 pada 22 November, tepat sehari sebelum meninggal.


Dalam video tersebut, ia menceritakan kisahnya yang mengalami komplikasi dari positif COVID-19, ia menderita pneumonia, diabetes, serta dalam kondisi kedua kaki yang sudah diamputasi.


Luna mengucap, dia membuat video tersebut untuk memberitahu followers-nya bahwa COVID-19 bukanlah sebuah lelucon. Sebelum ia jatuh sakit, ia sebelumnya sudah mendengar cerita orang-orang yang terinfeksi virus Corona. Namun, ia ragu apakah dampaknya benar-benar semengerikan itu.


Kini, setelah Luna terinfeksi COVID-19 dan mengalami berbagai komplikasi penyakit, Luna merasakan sendiri betapa menderita dirinyai.


"Aku sedang bertarung. Aku berjuang untuk hidup," paparnya dalam video itu.


Luna juga mengatakan dia juga berjuang dengan gejala yang parah, termasuk nyeri dada, kehilangan kemampuan indera perasa, dan kejang.


Anak-anaknya pun juga terinfeksi positif COVID-19. Dalam video itu pula, Luna mengisahkan bahwa dia baru saja keluar dari rumah sakit. Namun, tak disangka, keesokan harinya dia kembali masuk ke ruang perawatan.


"Ini mengerikan, teman-teman," katanya sambil mengenakan masker oksigen di ruang khusus perawatan COVID-19 rumah sakit.


"Radang paru-paruku semakin parah. Semuanya baru saja... memburuk sekarang," kata Luna di hari yang sama ketika dia meninggal.


Hingga Jumat (4/12/2020), vlog yang diunggah Luna tersebut telah ditonton lebih dari 163.000 kali.


Sebelumnya, melalui Instagram juga, Luna mengumumkan dirinya positif terinfeksi COVID-19 pada 21 November.


"Rasanya seperti paru-parunya lebih sakit dari yang kita semua rasakan sebelumnya," kata putra Luna, Jose Talavera.

https://maymovie98.com/movies/the-piano/

Efektivitas dan Daftar Harga Vaksin COVID-19 yang Akan Digunakan di Indonesia

 Pemerintah telah menetapkan enam vaksin COVID-19 yang akan digunakan di Indonesia. Penetapan keenam vaksin COVID-19 tersebut berada dalam Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 9860 Tahun 2020.

"Menetapkan jenis vaksin Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) yang diproduksi oleh PT Bio Farma (Persero), AstraZeneca, China National Pharmaceutical Group Corporation (Sinopharm), Moderna, Pfizer Inc and BioNTech, dan Sinovac Biotech Ltd, sebagai jenis vaksin COVID-19 yang dapat digunakan untuk pelaksanaan vaksinasi di Indonesia," tulis keputusan tersebut, dikutip pada Minggu (6/12/2020).


Dari keenam vaksin COVID-19 yang digunakan di Indonesia, ada beberapa yang sudah menyelesaikan uji klinis dengan efektivitas melebihi 90 persen. Berikut penjelasan beberapa vaksin COVID-19 di Indonesia termasuk efektivitas dan harganya.


Sinovac

Vaksin COVID-19 Sinovac menggunakan inactivated virus atau metode virus yang telah dilemahkan. Berdasarkan laporan terakhir uji klinis vaksin COVID-19 Sinovac memicu antibodi usai empat pekan suntik.


Namun, antibodi yang dihasilkan masih lebih rendah dibandingkan antibodi pasien COVID-19 pasca sembuh. Menteri Kesehatan RI Terawan Agus Putranto mengungkap harga per dosis vaksin COVID-19 Sinovac berada di kisaran RP 200 ribu.


"Harga per satuan, hasil dari BPKP, LKPP dan KPK, bahkan Kejaksaan Rp 211.282 per dosis. Ini untuk program murni, bukan vaksinasi pribadi, ini untuk 3 juta vaksin pertama," ujarnya saat Rapat dengan Komisi IX DPR RI Jakarta, Selasa (17/11/2020).


Pfizer

Vaksin COVID-19 Pfizer memiliki efektivitas 95 persen di hasil akhir uji klinis yang dilaporkan. Vaksin COVID-19 ini menggunakan teknologi baru mRNA dan perlu disimpan dalam suhu minus 70-80 derajat Celcius karena mudah degradasi.


Perkiraan harga vaksin COVID-19 Pfizer adalah 20 US $ per dosis atau setara dengan 283.120 ribu rupiah. Vaksin COVID-19 Pfizer mengajukan otorisasi darurat pada FDA Jumat lalu, sementara Inggris menjadi negara pertama yang menggunakan vaksin COVID-19 Pfizer dengan izin emergency use of authorization (EUA).

https://maymovie98.com/movies/the-lover/


Moderna

Vaksin COVID-19 Moderna juga masuk dalam daftar vaksin COVID-19 yang akan digunakan Indonesia. Sama seperti Pfizer, Moderna termasuk vaksin COVID-19 yang menggunakan teknologi baru mRNA.


Hasil akhir uji klinis vaksin COVID-19 Moderna dilaporkan melebihi 90 persen. Vaksin COVID-19 mereka juga tengah mengajukan izin penggunaan darurat ke FDA.


Dalam hasil akhir uji klinis, vaksin COVID-19 mereka diklaim 100 persen mencegah penyakit parah karena COVID-19. Perkiraan harga Moderna berada di $ 10 hingga $ 50 per dosis atau setara 141 ribu hingga lebih dari 700 ribu rupiah.


Amerika Serikat telah mengamankan 100 juta dosis untuk warganya dengan biaya $ 15 per dosis atau di kisaran 200 ribu rupiah.


Dua vaksin COVID-19 lainnya yaitu vaksin AstraZeneca dan Sinopharm. Berapa kisaran harga vaksin COVID-19 keduanya? Baca di halaman selanjutnya.


AstraZeneca

Vaksin COVID-19 AstraZeneca melaporkan efektivitas 70 persen di hasil awal uji klinis mereka. Tidak ada efek samping serius yang dilaporkan hingga saat ini.


Efek samping yang dirasakan relawan vaksin COVID-19 AstraZeneca umum seperti rasa nyeri sendi ringan di bagian suntikan hingga merasa kedinginan.


Perkiraan harga vaksin COVID-19 AstraZeneca di bawah $ 4 per dosis atau 56 ribu rupiah.


AstraZeneca memiliki perjanjian $ 1,2 miliar dengan pemerintah AS untuk memasok hingga 300 juta dosis kepada warganya.


Sinopharm

Sinopharm, sebuah perusahaan farmasi milik negara China beberapa waktu lalu mengatakan bahwa vaksin COVID-19 mereka mencapai 2,1 juta dua kali suntik.


"Diperkirakan akan menelan biaya beberapa ratus yuan untuk satu suntikan, dan untuk dua bidikan harganya harus kurang dari 1.000 yuan (US $ 145)," kata CEO Sinopharm Liu Jingzhen, kepada sebuah surat kabar China.


Vaksin COVID-19 mereka juga menggunakan inactivated vaccine. Sementara ini, tidak ada efek samping serius yang dilaporkan dialami para relawan, demikian laporan Ketua China National Pharmaceutical Group (Sinopharm), Liu Jingzhen.

https://maymovie98.com/movies/belle-de-jour/