Seorang remaja perempuan berusia 19 baru mengetahui dirinya terinfeksi virus Corona saat tengah mencoba rasa dari sebuah minuman. Pengalamannya itu dibagikannya melalui video di akun Tik Tok pribadinya.
Remaja bernama Maryn Short ini saat itu sedang mencoba minuman manis yang baru ia pesan. Minuman itu terdiri dari krim kocok, lima pompa sirup vanila, karamel, krim kental, dan tiga pompa sirup karamel.
Namun, saat mencobanya ia merasa ada yang aneh pada indra perasanya dan membuat Short khawatir.
"Ini tidak ada rasanya," ucapnya dengan nada sombong dalam video Tik Tok miliknya yang dikutip dari New York Post, Sabtu (5/12/2020).
"Kenapa aku tidak bisa merasakannya? Apakah aku mengidap COVID-19?" kata Short dengan nada yang mulai semakin panik saat itu.
Setelah itu, Short langsung menelpon ibunya yang menyarankannya untuk melakukan tes Corona. Short pun membuat janji untuk tes paling awal, agar bisa segera mendapatkan hasiltesnya.
Dikutip dari BuzzFeed News, setelah hasil tes pertamanya keluar ia dinyatakan positif COVID-19. Di tes kedua, Short juga mendapatkan hasil positif.
Saat itu, Short tidak mengalami banyak gejala, hanya merasa kurang enak badan, rasa sesak, dan kehilangan kemampuan indra perasa dan penciumannya. Sebelumnya di awal minggu, ia juga merasa demam tapi tidak terlalu lama.
Short pun berencana melakukan karantina mandiri setidaknya selama 10 hari atau sampai semua gejala yang dialaminya mereda, seperti yang disarankan dokternya.
Short berpesan dan berharap agar video pengalamannya ini tidak disebar sebagai lelucon saja. Ia mengingatkan untuk tetap berhati-hati bahwa virus Corona terkadang tidak menimbulkan gejala dan terus mengikuti protokol kesehatan.
"COVID-19 tidak memiliki batasan usia. Itu sangat baru dan terus berkembang," tegas Short.
"Ikuti pedoman (protokol kesehatan) yang ada. Saya tahu pedoman di setiap negara berbeda, tetapi jangan menantang. Saya benar-benar kesal karena orang-orang mengabaikan apa yang terjadi saat ini," pungkasnya.
https://cinemamovie28.com/movies/the-forbidden-legend-sex-chopsticks/
WHO Sebut Ada Ancaman Reinfeksi COVID-19
- Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengingatkan masyarakat di seluruh dunia akan adanya ancaman infeksi ulang atau reinfeksi COVID-19, saat respon dari antibodi berkurang. Hal ini disampaikan oleh direktur eksekutif WHO program darurat Dr Mike Ryan.
"Kami telah melihat jumlah orang yang terinfeksi terus bertambah, tetapi kami juga melihat data yang muncul bahwa proteksi mungkin tidak seumur hidup, dan oleh karena itu kami mungkin melihat infeksi ulang mulai terjadi," jelas Dr Ryan yang dikutip dari CNBC, Sabtu (5/12/2020).
Menurut Pusat Pengendalian dan Pengendalian Penyakit (CDC) Amerika Serikat, reinfeksi berarti seseorang terinfeksi virus, pulih, dan kemudian terinfeksi lagi. Berdasarkan pengalaman CDC terhadap virus lain, infeksi ulang COVID-19 diprediksi bisa terjadi.
Namun, para peneliti berusaha menentukan seberapa mungkin dan seberapa sering infeksi ulang ini bisa terjadi. Kepala unit penyakit dan zoonosis WHO, Maria Van Kerkhove, mengatakan mereka masih terus mencoba menentukan berapa lama respon antibodi akan bertahan setelah seseorang terinfeksi COVID-19.
"Yang kami pahami adalah 90 persen hingga 100 persen orang yang terinfeksi virus Corona mengembangkan antibodi, apakah kamu mengalami infeksi ringan, infeksi tanpa gejala, hingga infeksi parah," katanya.