Kamis, 08 Oktober 2020

Satu Lagi Kandidat Vaksin COVID-19 Eksperimental China yang Disebut Aman

  Vaksin COVID-19 eksperimental China yang dikembangkan oleh Institute of Medical Biology, lembaga di bawah Chinese Academy of Medical Sciences, terbukti aman dalam uji klinis tahap awal.

Dikutip dari laman Reuters, hal ini ditegaskan para peneliti, sebagaimana dalam jurnal pracetak medRxiv. Dalam tahap awal uji coba itu melibatkan 191 peserta yang sehat, berusia 18 dan 59 tahun. Disebut relawan tidak menunjukkan reaksi yang parah.


Reaksi yang paling umum dilaporkan oleh peserta uji coba hanyalah nyeri ringan, sedikit kelelahan, gatal, kemerahan, dan bengkak di tempat suntikan. Vaksin tersebut juga disebut memicu respons imun.


"Semua data yang diperoleh dalam uji coba ini mendukung keamanan dan imunogenisitas dari vaksin yang tidak aktif ini dan mendorong penelitian lebih lanjut tentang kemanjurannya di masa depan," tulis jurnal tersebut.


Sebelumnya China membuat heboh karena telah menyuntik ratusan ribu pekerja esensial dan sejumlah kelompok yang dianggap berisiko tinggi terpapar virus Corona dengan vaksin lain. Padahal vaksin tersebut belum selesai dalam uji klinis.


Ini membuat sejumlah kekhawatiran muncul di kalangan ahli. Vaksin tersebut antara lain milik China National Biotech Group (CNBG), Sinovac Biotech, dan CanSino Biological.


China setidaknya saat ini memiliki 4 vaksin eksperimental yang memasuki uji tahap akhir. Beijing sempat berujar mendapat izin darurat WHO.

https://cinemamovie28.com/warpath/


Pasien COVID-19 Terus Bertambah, Ini Kondisi Terkini RSD Wisma Atlet


Sampai saat ini, pasien COVID-19 dengan gejala ringan, sedang, maupun tanpa gejala atau asimtomatik jumlahnya masih terus bertambah. Ini bisa dilihat dari meningkatnya jumlah pasien yang dirawat di Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet.

RS Darurat Wisma Atlet ini sudah beroperasi sejak minggu ketiga bulan Maret 2020 dengan kapasitas hunian sebanyak 10.161 tempat tidur. Hingga Kamis (8/10/2020), masih tersisa 6.102 tempat tidur dan sudah dihuni sebanyak 4.059 pasien.


Untuk lebih jelasnya, berikut detail sisa kapasitas dari RS Darurat COVID-19 per Kamis (8/10/2020) yang dikutip dari laman covid19.go.id.


Tower 4

Tempat tidur: 1.546

Penghuni: 306

Sisa tempat tidur: 1.240


Tower 5

Tempat tidur: 1.570

Penghuni: 1.231

Sisa tempat tidur: 339


Tower 6

Tempat tidur: 1.300

Penghuni: 683

Sisa tempat tidur: 617


Tower 7

Tempat tidur: 1.578

Penghuni: 813

Sisa tempat tidur: 765


Tower 8

Tempat tidur: 1.548

Penghuni: 331

Sisa tempat tidur: 1.217


Tower 9

Tempat tidur: 2.619

Penghuni: 695

Sisa tempat tidur: 1.924


Perlu diketahui, tower 4 dan 5 ditujukan khusus untuk pasien virus Corona yang menjalani isolasi mandiri. Tower 6 dan 7 diperuntukan untuk pasien Corona yang bergejala.


Tower 8 menjadi flat isolasi mandiri yang dikelola Kementerian Kesehatan yang dibuka sejak akhir September 2020. Sementara tower 9 disiapkan pemerintah untuk karantina mandiri para pekerja migran Indonesia.


Apa Itu Gas Air Mata? Ini 4 Fakta yang Perlu Diketahui


Kerap dipakai untuk mengamankan aksi demonstrasi, apa itu gas air mata? Ada berbagai fakta menarik dan juga mitos-mitos yang menyertai gas air mata.

Gas air mata kerap kali digunakan aparat keamanan untuk meredam atau membubarkan aksi massa. Beberapa aksi demo penolakan Omnibus Law baru-baru ini juga berakhir dengan semburan gas air mata.


Reaksi gas air mata ketika terhirup dapat menyebabkan sensasi terbakar pada anggota tubuh. Oleh karena itu, biasanya ketika para demonstran terkena gas air mata, mereka akan langsung berlarian dan menghindar.


Dirangkum detikcom, berikut 4 fakta tentang gas air mata yang perlu diketahui.


1. Kandungannya beragam

Kepala Pusat Penelitian Kimia LIPI Agus Haryono mengatakan, gas air mata terbuat dari berbagai campuran bahan kimia. "Yang paling banyak digunakan adalah gas CS (Chlorobenzalmalononitrile)," jelasnya beberapa waktu lalu.


Selain senyawa CS, gas air mata terbuat dari beberapa bahan kimia lainnya, seperti bromoaseton, fenasil bromida, xylyl bromide, dan minyak cabai.


2. Memicu iritasi

Menurut dr Wisnu Pramudito D Pusponegoro, SpB, dari Perhimpunan Dokter Emergency Indonesia, efek dari gas air mata akan langsung terasa ketika terhirup.


"Setelah terhirup, baru bereaksi pada kelenjar air mata jadi terasa pedih hingga mata berair," kata dr Wisnu.


Selain itu, gas air mata juga memicu iritasi pada saluran pernapasan sehingga dada akan terasa sesak.


Apabila mata sudah terasa perih karena gas air mata, langkah pertama yang harus dilakukan adalah menyingkir sejauh mungkin dari lokasi kejadian. Selanjutnya, bilas dengan air bersih yang mengalir.

https://cinemamovie28.com/the-curtain-rises/

Bogor, Depok, Bekasi Jadi Episentrum COVID-19 di Jabar, Sumbang 75 Persen Kasus

 Kota dan Kabupaten Bogor, Depok, dan Bekasi (Bodebek) jadi wilayah terbanyak kasus positif COVID-19 di Provinsi Jawa Barat (Jabar). Berdasarkan data yang dihimpun oleh Kementerian Kesehatan, wilayah Bodebek menyumbang 75 persen kasus COVID-19 di Jabar.

"Bodebek menjadi epicentrum dan menyumbang kasus terbesar di Provinsi Jawa Barat dengan menyumbang sekitar 75 persen kasus," demikian dalam rilis Kemenkes seperti yang dilihat detikcom, Kamis (8/10/2020).


Dari data sebaran peta zonasi oleh Satgas COVID-19 per 8 Oktober 2020, Kota Bogor masuk dalam risiko tinggi atau zona merah, Kabupaten Bogor risiko sedang, Depok risiko sedang, Kota Bekasi risiko tinggi, dan Kabupaten Bekasi risiko sedang.


Saat ini pemanfaatan tempat tidur untuk pasien COVID-19 di Bodebek naik dari 56,72 persen menjadi 58,53 persen dengan tingkat keterisian 50 persen di rumah sakit. Sebagai langkah antisipasi lonjakan kasus, pemerintah daerah bakal memanfaatkan hotel serta tempat isolasi di Lido pusat latihan BNN.


Sebagai langkah menekan penyebaran COVID-19 di wilayah Bodebek, pemerintah daerah menerapkan PSBB Proporsional dan mini lockdown. Jabar juga menargetkan melakukan test PCR 50.000 per minggu.


"PSBM ada mini lockdown bisa skala Kecamatan, Kelurahan, RT, RW atau bahkan Komplek, kita berikan edukasi dengan memberdayakan masyarakat secara proaktif," Terang Daud, Ketua Harian Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Jabar.


Satu Lagi Kandidat Vaksin COVID-19 Eksperimental China yang Disebut Aman


 Vaksin COVID-19 eksperimental China yang dikembangkan oleh Institute of Medical Biology, lembaga di bawah Chinese Academy of Medical Sciences, terbukti aman dalam uji klinis tahap awal.

Dikutip dari laman Reuters, hal ini ditegaskan para peneliti, sebagaimana dalam jurnal pracetak medRxiv. Dalam tahap awal uji coba itu melibatkan 191 peserta yang sehat, berusia 18 dan 59 tahun. Disebut relawan tidak menunjukkan reaksi yang parah.


Reaksi yang paling umum dilaporkan oleh peserta uji coba hanyalah nyeri ringan, sedikit kelelahan, gatal, kemerahan, dan bengkak di tempat suntikan. Vaksin tersebut juga disebut memicu respons imun.


"Semua data yang diperoleh dalam uji coba ini mendukung keamanan dan imunogenisitas dari vaksin yang tidak aktif ini dan mendorong penelitian lebih lanjut tentang kemanjurannya di masa depan," tulis jurnal tersebut.


Sebelumnya China membuat heboh karena telah menyuntik ratusan ribu pekerja esensial dan sejumlah kelompok yang dianggap berisiko tinggi terpapar virus Corona dengan vaksin lain. Padahal vaksin tersebut belum selesai dalam uji klinis.


Ini membuat sejumlah kekhawatiran muncul di kalangan ahli. Vaksin tersebut antara lain milik China National Biotech Group (CNBG), Sinovac Biotech, dan CanSino Biological.


China setidaknya saat ini memiliki 4 vaksin eksperimental yang memasuki uji tahap akhir. Beijing sempat berujar mendapat izin darurat WHO.

https://cinemamovie28.com/little-big-master/


Pasien COVID-19 Terus Bertambah, Ini Kondisi Terkini RSD Wisma Atlet


Sampai saat ini, pasien COVID-19 dengan gejala ringan, sedang, maupun tanpa gejala atau asimtomatik jumlahnya masih terus bertambah. Ini bisa dilihat dari meningkatnya jumlah pasien yang dirawat di Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet.

RS Darurat Wisma Atlet ini sudah beroperasi sejak minggu ketiga bulan Maret 2020 dengan kapasitas hunian sebanyak 10.161 tempat tidur. Hingga Kamis (8/10/2020), masih tersisa 6.102 tempat tidur dan sudah dihuni sebanyak 4.059 pasien.


Untuk lebih jelasnya, berikut detail sisa kapasitas dari RS Darurat COVID-19 per Kamis (8/10/2020) yang dikutip dari laman covid19.go.id.


Tower 4

Tempat tidur: 1.546

Penghuni: 306

Sisa tempat tidur: 1.240


Tower 5

Tempat tidur: 1.570

Penghuni: 1.231

Sisa tempat tidur: 339


Tower 6

Tempat tidur: 1.300

Penghuni: 683

Sisa tempat tidur: 617


Tower 7

Tempat tidur: 1.578

Penghuni: 813

Sisa tempat tidur: 765


Tower 8

Tempat tidur: 1.548

Penghuni: 331

Sisa tempat tidur: 1.217


Tower 9

Tempat tidur: 2.619

Penghuni: 695

Sisa tempat tidur: 1.924


Perlu diketahui, tower 4 dan 5 ditujukan khusus untuk pasien virus Corona yang menjalani isolasi mandiri. Tower 6 dan 7 diperuntukan untuk pasien Corona yang bergejala.


Tower 8 menjadi flat isolasi mandiri yang dikelola Kementerian Kesehatan yang dibuka sejak akhir September 2020. Sementara tower 9 disiapkan pemerintah untuk karantina mandiri para pekerja migran Indonesia.

https://cinemamovie28.com/we-are-one/