Kamis, 08 Oktober 2020

Rekor 4.850 Kasus Baru! Update Corona Indonesia 8 Oktober: Positif 320.564

 Jumlah kasus positif virus Corona COVID-19 bertambah 4.850 kasus. Total konfirmasi positif menjadi 320.564, sembuh 244.060, dan meninggal 11.580 kasus.

Berikut detail perkembangan kasus virus Corona di Indonesia per Kamis (8/10/2020).


Kasus positif bertambah 4.850 menjadi 320.564


Pasien sembuh bertambah 3.769 menjadi 244.060


Pasien meninggal bertambah 108 menjadi 11.580.


Sebelumnya pada Rabu (6/10/2020), jumlah akumulasi kasus positif virus Corona COVID-19 tercatat ada 311.176, sembuh 236.437, dan jumlah pasien yang meninggal sebanyak 11.374.

https://cinemamovie28.com/1448-love-among-us/


Masuk Musim Hujan, Ini Saran Ahli agar Masker Efektif Cegah COVID-19


Memasuki musim hujan, para ahli kesehatan memperingatkan semua orang untuk membawa masker cadangan. Pasalnya, cuaca yang lembab dan basah membuat masker menjadi kurang efektif dalam mencegah infeksi virus Corona COVID-19.

Hal ini karena air hujan dapat membatasi aliran udara dan mengurangi kemampuan masker dalam menyaring virus.


Mantan pejabat di program kanker WHO, Karol Sikora, mengatakan bahwa semua jenis masker pada dasarnya akan menjadi rentan dalam cuaca lembab.


"Saya pikir masyarakat umumnya kurang memiliki pengetahuan atau panduan tentang masalah ini. Mereka harus diberi nasehat yang jelas oleh pihak berwenang, terutama mengingat saat ini hujan deras," kata Sikora, dikutip dari Daily Mail.


Sementara itu, Dr Simon Clarke, ahli mikrobiologi di University of Reading, mengatakan ini sama halnya dengan masker yang lembab karena bersin atau batuk, maka masker perlu diganti dengan yang baru.


"Saya selalu memastikan bahwa saya memiliki setidaknya satu masker cadangan setiap kali saya bepergian keluar, sehingga saya dapat mengganti masker ketika basah atau sudah menggunakannya dalam beberapa waktu," jelas Clarke.


Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pun telah menyarankan agar setiap masker yang sudah basah atau tampak kotor perlu langsung diganti dengan yang baru.


"Untuk semua jenis masker, waktu penggunaan dan pembuangan yang tepat itu penting untuk memastikan masker tersebut efektif dalam mencegah penularan (penyakit)," ucap WHO.


Sering Dipakai Saat Demo, Benarkah Odol Bisa Menangkal Gas Air Mata?


 Efek gas air mata adalah mata perih dan berair. Demonstran kerap menangkalnya dengan odol atau pasta gigi yang dioleskan di wajah. Benarkah cara ini efektif?

Setelah omnibus law UU Cipta Kerja disahkan, banyak elemen buruh turun ke jalan dan melakukan demo penolakan. Aksi semacam ini kerap diwarnai gesekan antara demonstran dan aparat.


Saat terjadi gesekan, tembakan gas air mata seringkali digunakan. Para pendemo mengantisipasi efek gas air mata itu dengan menggunakan odol atau pasta gigi di wajah mereka.


Benarkan odol itu bisa menangkal gas air mata?

Dalam wawancara dengan detikcom, praktisi kesehatan dari Perhimpunan Dokter Emergency Indonesia, dr Wisnu Pramudito D Pusponegoro, SpB, mengatakan odol atau pasta gigi ini sebenarnya tidak memiliki efek apapun terhadap gas air mata.


"Odol nggak ngaruh sebenarnya. Gas air mata bekerjanya karena terhirup, bukan kontak dengan mata. Efek gas air mata itu kan terhirup yang menyebabkan sekresi dari kelenjar air mata," jelasnya pada detikcom beberapa waktu lalu.


Bahkan dr Wisnu menegaskan, penggunaan odol di area wajah termasuk mata justru bisa menyebabkan efek kerusakan pada mata, seperti iritasi.

https://cinemamovie28.com/our-kind-of-traitor/

Mengenal Apa Itu Gas Air Mata dan Perlindungan dari Efeknya

  Gas air mata identik dengan pengendalian aksi unjuk rasa yang berujung kerusuhan atau membubarkan kerumunan. Penggunaan gas air mata sebetulnya bukan hal baru, namun tidak semua tahu cara melindungi diri dari paparan gas air mata.

Dikutip dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC), gas air mata merujuk pada riot control agents yang merupakan komponen kimia. Paparan gas air mata mengakibatkan iritasi di mata, mulut, tenggorokan, paru-paru, dan kulit yang menyebabkan korbannya mengalami keterbatasan fungsi sementara.


"Beberapa komponen kimia termasuk dalam kelompok riot control agents. Yang paling umum adalah chloroacetophenone (CN) dan chlorobenzylidenemalononitrile (CS). Contoh lain adalah chloropicrin (PS) yang juga digunakan sebagai pestisida, bromobenzylcyanide (CA), dibenzoxazepine (CR), dan kombinasi beberapa agen," tulis CDC.


Gas air mata atau riot control agents biasa digunakan petugas penegakan hukum untuk mengendalikan kerumunan. Menurut CDC, gas air mata juga bisa digunakan individu untuk melindungi diri. Komponen CS digunakan juga dalam bidang militer untuk menguji kemampuan dan kecepatan petugas menggunakan masker gas (gas masks).


Setelah mengenal apa itu gas air mata, berikut efek dan perlindungannya

1. Efek gas air mata


Efek gas air mata bergantung dari dosis riot control agents yang digunakan, lokasi terpapar, dan durasi korban kontak dengan komponen kimia. Paparan gas air mata biasanya langsung terlihat melalui satu atau lebih gejala berikut:


a. Mata: mata merah, sensasi terbakar, pandangan kabur, dan banyak mengeluarkan air mata


b. Hidung: pilek, bengkak, sensasi terbakar


c. Mulut: sensasi terbakar, iritasi, sulit menelan, ngiler


d. Paru-paru: sesak, batuk, sensasi tersedak, napas bunyi (wheezing), napas pendek


e. Kulit: merah, sensasi terbakar


f. Efek lain adalah mual dan muntah


Efek gas air mata biasanya berlangsung 15-30 menit, setelah korban dipindahkan dari sumber atau wilayah yang terpapar riot control agents dan dibersihkan.

https://cinemamovie28.com/knowing/


2. Melindungi diri dari gas air mata


Penggunaan masker gas menjadi cara yang paling umum untuk melindungi diri dari efek gas air mata. Dikutip dari Aftermath, jika tidak ada gas mask maka bisa menggunakan masker full wajah atau escape hood. Alat perlindungan minimal lain yang bisa digunakan adalah masker debu dan kacamata google yang melekat di sekitar mata.


Saat gas air mata dilepaskan ke publik disarankan segera menjauhi lokasi tersebut. Jika memungkinkan bisa mengevakuasi diri ke tempat yang lebih tinggi, karena gas air mata membentuk awan uap padat yang berada tak jauh dari tanah.


3. Bagaimana jika terpapar gas air mata?


Jika terkena gas air mata segera lepas pakaian, mandi berulang kali dengan air dan sabun, dan segera mendapatkan pertolongan medis. Berikut langkah yang harus diperhatikan


a. Lepas pakaian


Segera lepas pakaian jika terkena gas air mata dengan tidak melewatkannya ke area leher dan wajah. Jika tidak memungkinkan, pakaian sebaiknya digunting dengan untuk menekan risiko terpapar bagian yang terkena gas air mata.


b. Mandi atau bilas bagian yang terpapar


Jika mata terasa terbakar atau pandangan kabur segera bilas dengan air biasa selama 10-15 menit. Bagi yang menggunakan lensa kontak segera dilepas, dibuang, dan jangan digunakan lagi. Untuk kacamata atau perlengkapan lain yang digunakan, cuci lebih dulu dengan air dan sabun sebelum digunakan lagi.


c. Membuang baju atau perlengkapan lain yang terkena gas air mata


Baju atau perlengkapan lain yang terkena gas air mata tidak bisa dibuang sembarangan, untuk meneran risiko paparan pada orang lain. Semua perlengkapan yang terkena gas air mata dibungkus plastik rangkap dua, ditutup rapat, dan diberi tanda. Saat petugas berwenang datang pastikan telah mengatakan baju dan perlengkapan tersebut terkena gas air mata.

https://cinemamovie28.com/unforgettable/