Minggu, 13 September 2020

Mengenal Hiperhidrosis, Penyakit yang Bikin Tubuh Sering Lepek

Keringat berlebih membuat rasa tidak nyaman saat beraktivitas, apalagi jika sudah timbul bau badan tak sedap. '
Melansir Medical News Today, masalah hiperhidrosis biasanya merupakan bawaan sejak lahir dan ada faktor hereditas. Namun, hiperhidrosis juga memungkinkan timbul ketika seseorang sudah tumbuh dewasa.

Gejala umum hiperhidrosis yakni seringnya tubuh berkeringat banyak, padahal tidak sedang kegerahan atau habis beraktivitas berat. Keadaan tersebut memicu timbulnya rasa tidak percaya diri dan membuat perasaan tak nyaman dalam beraktivitas, apalagi ketika berinteraksi dengan orang lain.

Hiperhidrosis terbagi dalam dua jenis berdasarkan penyebabnya. Ada hiperhidrosis primer (focal) dan hiperhidrosis sekunder.

Medical News Today mengulas, hiperhidrosis primer menyebabkan timbulnya keringat di area tertentu saja, seperti di telapak tangan, telapak kaki, ketiak, atau dahi. Biasanya hiperhidrosis primer sudah diidap sejak kecil dan bersifat genetik.

Sementara itu, hiperhidrosis sekunder memicu keluarnya keringat berlebih di seluruh bagian tubuh. Masalah hiperhidrosis dapat muncul ketika seseorang sudah dewasa. Pemicunya bisa karena mengidap penyakit diabetes, hipertiroidisme, masalah jantung, kehamilan, kegemukan, infeksi virus, atau mungkin juga dikarenakan efek samping mengkonsumsi suplemen dan obat tertentu.

Hiperhidrosis dapat diatasi sementara dengan beberapa cara, antara lain menggunakan antiperspirant. Mesti dipahami, antiperspirant berbeda dengan deodoran, karena dapat membantu menyumpal kelenjar keringat. Selain itu, gunakan pakaian yang longgar dan menyerap keringat agar tubuh tidak merasa gerah serta tidak menimbulkan bau tak sedap.

Jika hiperhidrosis sudah benar-benar mengganggu, beberapa jenis pengobatan dapat dilakukan. Misalnya pengobatan iontophoresis, yakni terapi untuk menutup kelenjar keringat di area tertentu yang mengeluarkan keringat berlebih. Selain itu, suntik botox dapat dilakukan untuk mengendalikan saraf yang memicu keluarnya keringat di bagian tertentu, dan dilakukan secara berkala.

Penanganan paling tepat untuk mengatasi hiperhidrosis harus berdasarkan pemeriksaan dokter ahli. Oleh sebab itu, jangan mengonsumsi obat atau mengambil tindakan medis apapun sebelum berkonsultasi dengan dokter.

Jika kamu tak sempat pergi ke rumah sakit atau klinik untuk bertemu dokter, gunakan layanan GrabHealth di aplikasi Grab. Di GrabHealth, kamu dapat berkomunikasi dengan dokter spesialis yang akan memberikan arahan terkait masalah kesehatanmu. Cara mengaksesnya sangat mudah, tinggal buka aplikasi Grab lalu pilih menu 'Health' dan klik 'Chat Dokter Sekarang'.

Viral Jalur Gowes Gadis Desa Pakai Kemben, Gimmick atau Pelecehan?

Sebuah kegiatan bersepeda viral di media sosial, melewati 'jalur gadis desa' yang kontroversial. Jalur tersebut melintasi sungai tempat peserta bisa berhenti untuk berfoto dengan gadis-gadis yang mengenakan kemben, seolah-olah sedang mandi.
Penelusuran detikcom, lokasi 'jalur gadis desa' yang kontroversial tersebut berada di Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Ketua bidang umum ISSI (Ikatan Sepeda Sport Indonesia) DKI Fatur Racavvara meyakini keberadaan jalur gadis desa sebagai gimmick untuk menarik peserta. Iming-iming keunikan semacam itu terkadang ditujukan untuk merangsang minat pemula, sedangkan pesepeda yang sudah berpengalaman biasanya tidak akan terpengaruh.

"Mereka (pesepeda lama) akan lebih seneng mencari track baru, meng-explore alam, jelajah jalur yang belum dilalui," jelas Fatur kepada detikcom, Minggu (13/9/2020).

Soal adanya gadis-gadis di jalur gowes, Fatur melihatnya sebagai fenomena yang memang sering ditemukan di berbagai kegiatan. Golf misalnya, selalu menyediakan caddy perempuan dengan penampilan menarik, demikian juga balap motor dengan umbrella girl.

"Saya ngeliatnya sih selama tidak merendahkan harkat wanita, saya pikir fine-fine aja apalagi ketika rencananya untuk meningkatkan pariwisata daerah. Cuman kalau ada pake kemben itu kan udah melecehkan harkat wanita itu yang saya nggak setuju sebenarnya," lanjut Fatur.

"Sebaiknya ditiadakan hal yang kaya gitu. Stigmanya akan menjadi negatif," tegasnya.
https://cinemamovie28.com/geralds-game/

Viral, Karyawan RS Bagikan Kisah-kisah 'Seram' Pasien COVID-19

Banyaknya orang yang meragukan bahaya virus Corona COVID-19 bikin geram seorang karyawan rumah sakit di Jakarta. Lewat media sosial, ia membagikan kisah-kisah 'seram' yang ditemuinya sehari-hari di tempatnya bekerja.
"Berhubung hari ini hari terakhir tugas di COVID center (setelah 2,5 bulan dan 3 minggu masuk full tanpa libur), kuingin cerita yg serem2 biar pada semangat PSBB nya minggu depan!" tulis Annisa Alifaradila, mengawali sebuah utas di akun Twitter miliknya.

Ada beberapa kisah pilu pasien COVID-19 yang dibagikannya. Salah satu di antaranya dialami seorang ibu pasien COVID-19 berusia 4 bulan. Suaminya juga dirawat di RS lain karena COVID-19, sehingga ia sendirian harus mengurus pengobatan sang anak sembari memikirkan suami yang juga berjuang melawan infeksi.

Dalam kisah yang lain, ia menceritakan ketegaran pasien COVID-19 berusia 2 tahun. Meski diisolasi dan setiap hari dilayani petugas berpakaian 'astronaut', pasien ini tidak rewel sama sekali. Sesekali saja ia minta nonton kartun.

"Nggak lama A masuk lagi, kali ini dengan kondisi kurang baik. Terlihat kesakitan, tapi tetep nggak rewel. Suatu sore, kita iseng main ke kamar A dan nonton Frozen bareng. Baru ditinggal noleh bentar, tiba2 underpad-nya item. Melena banyak banget. Keesokannya, kamar A sudah kosong," tutur Annisa, yang sehari-hari bekerja sebagai ahli gizi.

Deretan kisah yang dibagikan Annisa mendapat lebih dari 37 ribu like dan dibagikan ulang hingga 23 ribu kali. Kepada detikcom, Annisa mengakui niatnya untuk berbagi tidak lain untuk mengingatkan bahwa ancaman COVID-19 benar-benar nyata.

"Sebenarnya lebih ke membangkitkan kembali kepatuhan masyarakat yg mulai kendor dan memberi gambaran seperti apa kondisi real di RS karena banyak orang yg merasa tak terjangkau oleh COVID sehingga menjadi lalai," kata Annisa, Minggu (13/9/2020).

Annisa juga prihatin dengan banyaknya orang yang meragukan bahwa COVID-19 benar-benar ada. Bahkan ada yang menuding RS maupun tenaga kesehatan sengaja cari untung dengan membesar-besarkan bahaya COVID-19.

"Dan juga meluruskan kabar bahwa nakes adalah salah satu pihak yang diuntungkan, padahal kita semua struggling saling backup nakes lain yang mulai berjatuhan," tandas Annisa.

Mengenal Hiperhidrosis, Penyakit yang Bikin Tubuh Sering Lepek

Keringat berlebih membuat rasa tidak nyaman saat beraktivitas, apalagi jika sudah timbul bau badan tak sedap. '
Melansir Medical News Today, masalah hiperhidrosis biasanya merupakan bawaan sejak lahir dan ada faktor hereditas. Namun, hiperhidrosis juga memungkinkan timbul ketika seseorang sudah tumbuh dewasa.

Gejala umum hiperhidrosis yakni seringnya tubuh berkeringat banyak, padahal tidak sedang kegerahan atau habis beraktivitas berat. Keadaan tersebut memicu timbulnya rasa tidak percaya diri dan membuat perasaan tak nyaman dalam beraktivitas, apalagi ketika berinteraksi dengan orang lain.

Hiperhidrosis terbagi dalam dua jenis berdasarkan penyebabnya. Ada hiperhidrosis primer (focal) dan hiperhidrosis sekunder.

Medical News Today mengulas, hiperhidrosis primer menyebabkan timbulnya keringat di area tertentu saja, seperti di telapak tangan, telapak kaki, ketiak, atau dahi. Biasanya hiperhidrosis primer sudah diidap sejak kecil dan bersifat genetik.

Sementara itu, hiperhidrosis sekunder memicu keluarnya keringat berlebih di seluruh bagian tubuh. Masalah hiperhidrosis dapat muncul ketika seseorang sudah dewasa. Pemicunya bisa karena mengidap penyakit diabetes, hipertiroidisme, masalah jantung, kehamilan, kegemukan, infeksi virus, atau mungkin juga dikarenakan efek samping mengkonsumsi suplemen dan obat tertentu.

Hiperhidrosis dapat diatasi sementara dengan beberapa cara, antara lain menggunakan antiperspirant. Mesti dipahami, antiperspirant berbeda dengan deodoran, karena dapat membantu menyumpal kelenjar keringat. Selain itu, gunakan pakaian yang longgar dan menyerap keringat agar tubuh tidak merasa gerah serta tidak menimbulkan bau tak sedap.

Jika hiperhidrosis sudah benar-benar mengganggu, beberapa jenis pengobatan dapat dilakukan. Misalnya pengobatan iontophoresis, yakni terapi untuk menutup kelenjar keringat di area tertentu yang mengeluarkan keringat berlebih. Selain itu, suntik botox dapat dilakukan untuk mengendalikan saraf yang memicu keluarnya keringat di bagian tertentu, dan dilakukan secara berkala.
https://cinemamovie28.com/friend-dad-2-2/