Minggu, 13 September 2020

Gegara Payudara Terlalu Besar Wanita Ini Harus Pakai Kursi Roda, Kok Bisa?

 Kisah pilu datang dari seorang wanita yang hampir putus asa di tengah harapan ingin menjalani operasi pengecilan payudara. Pasalnya, ukuran payudara wanita yang terlalu besar ini menyebabkan ia perlu menggunakan kursi roda. Mengapa?
Debbie Horton, wanita berusia 26 tahun ini memiliki ukuran payudara yaitu 42. Siapa sangka, ukuran payudara yang terlalu besar ini menimbulkan gangguan di tulang punggungnya.

Dikutip dari Metro UK, Debbie telah menghabiskan 4 tahun terakhir mengalami rasa sakit yang luar biasa di bagian tulang punggung. Kondisi yang dialami wanita ini disebut fibromialgia, nyeri otot yang meluas.

Awalnya, rasa sakit yang dialami Debbie terjadi pada September 2016 lalu. Kala itu ia sudah melakukan beberapa operasi tulang belakang, tetapi ternyata ia tetap memerlukan kursi roda untuk membantunya berjalan karena tak sanggung menahan nyeri.

Karena kondisinya ini, Debbie sangat ingin melakukan operasi pengecilan payudara. Ia percaya melalui operasi tersebut kondisinya bisa segera membaik. Namun, ia mengaku tidak punya cukup uang dan berharap bisa didanai oleh layanan kesehatan Inggris.

"Berat payudaraku menyebabkan begitu banyak rasa sakit. Saya hidup dengan rasa sakit setiap hari," keluhnya.

"Saya benar-benar percaya bahwa menjalani operasi pengecilan payudara akan mengubah hidup saya sepenuhnya, ini akan mengurangi rasa sakit," lanjutnya.

Rasa sakit yang dikeluhkan Debbie digambarkan seperti menanggung beban yang amat berat di punggung. Kondisi ini sangat mengganggu aktivitasnya. Padahal, ia ingin sekali dapat olahraga dengan mudah.

Debbie mengaku dia memang sudah memiliki payudara besar sedari dulu. Tetapi kondisi nyeri di bagian tulang belakang punggungnya baru dialami beberapa tahun belakangan.

Wanita ini dilarikan ke rumah sakit saat para tenaga medis menemukan tulang punggungnya terlanjur melengkung. "Saya harus mengambil cuti dua bulan dan segalanya memburuk dari sana," kata Debbie. ``

"Rasa sakitnya luar biasa dan sekarang saya menjalaninya setiap hari, itu benar-benar membuat Anda menyadari betapa Anda membutuhkan punggung Anda," kata Debbie yang akhirnya menjalani tiga kali operasi termasuk disektomi cakram, laminektomi cakram. dan tulang punggung proctorial pada November 2019, tetapi masih terus berjuang dengan kondisinya saat ini.

"Dengan penyakit saya, kulit saya bisa sangat sensitif sehingga saya bahkan tidak bisa memakai bra yang membuat bebannya semakin berat. Terlalu berat untuk ditangani tulang punggungku," pungkasnya.

Viral Jalur Gowes Gadis Desa, Mau Bugar Kok Gimmick-nya Kemben Sih?

 Sebuah kegiatan bersepeda di Malang viral karena melewati jalur gadis desa. Gimmick yang tersedia di jalur tersebut adalah para perempuan memakai kemben pura-pura mandi di kali dan bisa diajak berfoto.
Praktisi kesehatan olahraga dr Andhika Raspati, SpKO mengatakan, ada banyak motivasi di balik kegiatan bersepeda. Ada yang memang ingin bugar, ada juga yang ingin pansos alias panjat sosial lewat pamer konten di Instagram atau semacamnya.

Idealnya, motivasi berolahraga adalah untuk kebugaran. Kalaupun ada motivasi lain, sebenarnya sah-sah saja sebagai bonusnya. Namun dr Dhika menyarankan agar bonusnya tidak mengobjektivitasi perempuan seperti tergambar di jalur gowes gadis desa.

"Nah ini sekarang baru lagi nih, motif baru mungkin. Nggak cuman sekedar sehat gitukan, nggak cuman buat bugar tapi kok ngarahnya ke sana," kata dr Dhika.

Menurut dr Dhika, gimmick atau iming-iming yang tepat bisa mendorong orang untuk mau mulai berolahraga. Ia juga mengapresiasi kegiatan bagi-bagi minuman gratis untuk pesepeda, atau diskon khusus pesepeda. Gimmick semacam ini lebih 'sehat' dibanding iming-iming kemben.

"Misalnya masyarakat sekitar ada bagi-bagi buah, ada bagi-bagi kopi kek apa gitu. Lebih sehat juga dan ya lebih baik pastinya," kata dr Dhika.

Lebih lanjut, edukasi juga diperlukan untuk lebih mengarahkan motivasi berolahraga. Dari yang semula hanya mengejar gimmick, lama-lama diluruskan jadi mengejar bugar dan sehat.
https://nonton08.com/riki-oh-the-story-of-ricky/

Anies: 12 Hari Terakhir Sumbang 25 Persen Kasus Positif COVID-19 di DKI

Tingginya kasus virus Corona COVID-19 menjadi salah satu pertimbangan untuk memperketat PSBB (pembatasan sosial berskala besar) di DKI Jakarta. Gubernur Anies Baswedan menyebut 12 hari belakangan ini terjadi peningkatan kasus yang cukup tinggi.
"12 Hari terakhir menyumbang 25 persen dari total kasus positif," kata Anies dalam konferensi pers di channel YouTube Pemprov DKI Jakarta, Minggu (13/9/2020).

Dalam 12 terakhir, jumlah pasien sembuh menyumbang 23 persen dari total kasus sembuh selama pandemi berlangsung. Selain itu, 14 persen dari total pasien meninggal juga berasal dari periode ini.

Pada 11 September 2020, Anies mencatat ada 3.864 kasus aktif di DKI Jakarta. Terjadi penurunan jumlah kasus pada akhir Agustus, namun meningkat lagi pada awal September.

Ada sejumlah ketentuan dalam pengetatan PSBB mulai 14 September ini. Salah satunya, restoran hanya boleh melayani pembelian untuk dibawa pulang alias take away.

Gegara Payudara Terlalu Besar Wanita Ini Harus Pakai Kursi Roda, Kok Bisa?

 Kisah pilu datang dari seorang wanita yang hampir putus asa di tengah harapan ingin menjalani operasi pengecilan payudara. Pasalnya, ukuran payudara wanita yang terlalu besar ini menyebabkan ia perlu menggunakan kursi roda. Mengapa?
Debbie Horton, wanita berusia 26 tahun ini memiliki ukuran payudara yaitu 42. Siapa sangka, ukuran payudara yang terlalu besar ini menimbulkan gangguan di tulang punggungnya.

Dikutip dari Metro UK, Debbie telah menghabiskan 4 tahun terakhir mengalami rasa sakit yang luar biasa di bagian tulang punggung. Kondisi yang dialami wanita ini disebut fibromialgia, nyeri otot yang meluas.

Awalnya, rasa sakit yang dialami Debbie terjadi pada September 2016 lalu. Kala itu ia sudah melakukan beberapa operasi tulang belakang, tetapi ternyata ia tetap memerlukan kursi roda untuk membantunya berjalan karena tak sanggung menahan nyeri.

Karena kondisinya ini, Debbie sangat ingin melakukan operasi pengecilan payudara. Ia percaya melalui operasi tersebut kondisinya bisa segera membaik. Namun, ia mengaku tidak punya cukup uang dan berharap bisa didanai oleh layanan kesehatan Inggris.

"Berat payudaraku menyebabkan begitu banyak rasa sakit. Saya hidup dengan rasa sakit setiap hari," keluhnya.

"Saya benar-benar percaya bahwa menjalani operasi pengecilan payudara akan mengubah hidup saya sepenuhnya, ini akan mengurangi rasa sakit," lanjutnya.

Rasa sakit yang dikeluhkan Debbie digambarkan seperti menanggung beban yang amat berat di punggung. Kondisi ini sangat mengganggu aktivitasnya. Padahal, ia ingin sekali dapat olahraga dengan mudah.

Debbie mengaku dia memang sudah memiliki payudara besar sedari dulu. Tetapi kondisi nyeri di bagian tulang belakang punggungnya baru dialami beberapa tahun belakangan.

Wanita ini dilarikan ke rumah sakit saat para tenaga medis menemukan tulang punggungnya terlanjur melengkung. "Saya harus mengambil cuti dua bulan dan segalanya memburuk dari sana," kata Debbie. ``

"Rasa sakitnya luar biasa dan sekarang saya menjalaninya setiap hari, itu benar-benar membuat Anda menyadari betapa Anda membutuhkan punggung Anda," kata Debbie yang akhirnya menjalani tiga kali operasi termasuk disektomi cakram, laminektomi cakram. dan tulang punggung proctorial pada November 2019, tetapi masih terus berjuang dengan kondisinya saat ini.

"Dengan penyakit saya, kulit saya bisa sangat sensitif sehingga saya bahkan tidak bisa memakai bra yang membuat bebannya semakin berat. Terlalu berat untuk ditangani tulang punggungku," pungkasnya.
https://nonton08.com/dont-go-breaking-my-heart/