Sabtu, 12 September 2020

Progres Terkini Bibit Vaksin Corona Buatan RI

Tim Pengembangan vaksin COVID-19 mulai memberikan laporan ke Presiden Joko Widodo (Jokowi). Perkembangan terkini pengembangan bibit Vaksin Merah Putih sudah mencapai 50%.
Menteri Riset dan Teknologi yang juga Ketua Tim Pengembangan Vaksin COVID-19, Bambang Brodjonegoro melaporkan secara langsung kepada Jokowi kemarin.

"Pak Presiden memberikan arahan agar tim bekerja cepat terutama untuk pengembangan bibit Vaksin Merah Putih, di mana bibit Vaksin Merah Putih itu diteliti dan dikembangkan institusi dalam negeri," ujarnya dilansir dari aku YouTube Sekretariat Presiden, Rabu (9/9/2020).

Bambang melaporkan, Eijkman selaku pengembang Vaksin Merah Putih sudah mulai melakukan pengembangan dengan platform protein rekombinan.

"Prosesnya mencapai 50% dari tugas Eijkman mengembangkan bibit vaksin di laboratorium," tambahnya.

Lalu kapan Vaksin Merah Putih diproduksi massal?

Bambang mengatakan, Vaksin Merah Putih baru akan diproduksi massal diperkirakan pada kuartal IV-2021.

"Perkiraannya di triwulan IV-2021 kita bisa memproduksi dalam jumlah besar dan nantinya akan melengkapi vaksin COVID-19 yang awalnya akan didatangkan dari kerjasama dengan pihak luar terutama dengan Sinovac China dan dengan G45 itu yang berasal dari united Arab Emirates. Nah harapannya tentunya proses vaksinasi nantinya bisa segera dikerjakan," ujarnya.

Targetnya akhir tahun ini uji coba kepada hewan sudah bisa diselesaikan. Sehingga awal tahun depan bibit vaksin tersebut bisa diserahkan kepada PT Bio Farma untuk dilakukan formulasi dalam rangka uji klinis dari tahap I, II, dan III.

"Setelah uji klinis selesai dan BPOM menyatakan bahwa vaksin ini aman untuk digunakan dan cocok untuk menjaga daya tahan tubuh terhadap COVID-19, maka produksi dalam jumlah massal oleh PT Bio Farma," terang Bambang.

Update Corona Indonesia 12 September: 3.806 Kasus Baru, Total 214.746

Jumlah kasus positif virus Corona COVID-19 di Indonesia pada Sabtu (12/9/2020), bertambah 3.806. Total menjadi 214.746 positif, 152.458 sembuh, dan 8.650 meninggal.
Sementara itu, jumlah spesimen yang diperiksa tercatat sebanyak 38.571 dan jumlah pasien suspek tercatat 95.539 kasus.

Detail perkembangan virus Corona di Indonesia pada Sabtu (12/9/2020), adalah sebagai berikut:

1. Kasus positif bertambah 3.806 menjadi 214.746

2. Pasien sembuh bertambah 2.241 menjadi 152.458

3. Pasien meninggal bertambah 106 menjadi 8.650

Sebelumnya pada Jumat (11/9/2020), jumlah kasus positif virus Corona COVID-19 tercatat 210.940 kasus, sembuh 150.217, dan meninggal 8.544 kasus.

Tambah 4 Orang, 115 Dokter RI Meninggal Selama Pandemi COVID-19

 Virus CoronaCOVID-19 masih terus mewabah di Indonesia. Jumlah orang yang terinfeksi virus Corona COVID-19 pun terus meningkat setiap harinya. Begitupun para dokter yang merawat pasien Corona juga sudah banyak yang terinfeksi dan meninggal.
Survey tim mitigasi Ikatan Dokter Indonesia membuat daftar sebaran kematian dokter Indonesia akibat pandemi COVID-19. Data ini dihimpun PB IDI per Sabtu (12/9/2020).

"Benar (akibat COVID-19). Tambah 4 orang selama 2 hari," papar Wakil Ketua PB IDI dr Slamet Budiarto saat dikonfirmasi detikcom, Sabtu (12/9/2020).

Berikut sebaran wilayah kematian dokter Indonesia, diterima detikcom pada Sabtu (12/9/2020):

Jawa Timur: 29 dokter
Sumatera Utara: 21 dokter nambah
DKI Jakarta: 15 dokter nambah
Jawa Barat: 11 dokter nambah
Jawa Tengah: 8 dokter
Sulawesi Selatan: 6 dokter
Bali: 4 dokter
Kalimantan Selatan: 4 dokter
Sumatera Selatan: 4 dokter
Kalimantan Timur: 3 dokter
Kepulauan Riau: 2 dokter
DI Yogyakarta: 2 dokter
Aceh: 2 dokter
Riau: 1 dokter
Papua Barat: 1 dokter
Nusa Tenggara Barat: 1 dokter
Banten: 1 dokter
https://nonton08.com/the-treatment/

Erick Thohir Lapor ke Ma'ruf Amin Vaksin Halal Jadi Prioritas

Ketua Pelaksana Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) Erick Thohir menemui Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin pada Jumat (11/9). Dalam pertemuannya dengan Wakil Presiden, Erick Thohir melaporkan tentang vaksin halal.
"Saya melaporkan kepada Bapak Wakil Presiden tentang proses vaksin halal yang harus menjadi prioritas untuk kita dan sekaligus melaporkan progres perkembangan vaksin," kata Erick dalam keterangannya, Sabtu (12/9/2020).

Dalam laporannya kepada Wapres KH Ma'ruf Amin, Erick mengatakan Indonesia akan mendapat 30 juta dosis vaksin Covid-19 pada akhir 2020 dan 300 juta dosis untuk 2021.

Erick menyampaikan vaksin tersebut merupakan hasil kerja sama beberapa BUMN farmasi dengan lembaga dan instansi farmasi mancanegara seperti PT Bio Farma (Persero) dengan Sinovac Biotech yang berasal dari Cina. Sinovac sendiri sudah berkomitmen menyediakan 20 juta dosis vaksin pada akhir tahun ini apabila proses uji klinis tahap 3 berjalan lancar. Sedangkan untuk tahun depan, akan diproduksi hingga 250 juta dosis untuk Indonesia.

Selain itu, Erick juga melaporkan bahwa PT Kimia Farma juga telah menggandeng perusahaan asal UEA, Grup 42 (G42) dan akan memperoleh 10 juta dosis vaksin pada akhir 2020, kemudian ditambah lagi sebanyak 50 juta dosis yang akan diterima Indonesia pada akhir kuartal I-2021.

"Insyaallah, akhir tahun ini ada 30 juta (vaksin) dan tahun depan ada 300 juta. Tetapi sebagai catatan, dari total kita dapatkan 330 juta mungkin 340 juta," ucap Erick.

Erick mengingatkan jumlah tersebut dirasa belum mencukupi kebutuhan untuk melakukan vaksinasi massal masyarakat Indonesia. Erick menjelaskan proses vaksinasi diperlukan dua kali suntikan untuk setiap individu sehingga dari jumlah tersebut, baru hanya memenuhi kebutuhan vaksinasi terhadap 170 juta orang saja.

Oleh karenanya, Pemerintah juga melakukan penjajakan dengan lembaga-lembaga kesehatan seperti Koalisi untuk Kesiapan dan Inovasi Epidemi (CEPI), badan kesehatan dunia (WHO), Unicef, serta perusahaan-perusahaan farmasi multinasional lainnya seperti Astrazeneca, Cansino, dan Pfizer.

"Semua dijajaki. Kalau sampai 70 persen bisa tercover, kita harapkan di 2022 atau bahkan 2021, 30 persen bisa didapatkan," ungkap Erick.

Selain bekerja sama dengan luar negeri, Erick juga sampaikan bahwa terus berupaya menghasilkan vaksin dalam negeri yakni Vaksin Merah Putih yang melibatkan lembaga Eijkman, Balitbangkes Kementerian Kesehatan, perguruan tinggi negeri, serta Bio Farma.

Erick juga menyampaikan bahwa Indonesia tak mungkin hanya mengandalkan vaksin yang diperoleh dari kerja sama dengan lembaga dan instansi dari luar negeri mengingat daya tahan vaksin hanya selama enam bulan sampai dua tahun. Oleh karena itu, pembuatan Vaksin Merah Putih juga menjadi prioritas utama pemerintah, dan ditargetkan dapat mulai diproduksi pada 2022.

"Saya sampaikan kepada Wapres bahwa vaksin merah putih ini prioritas. Dari informasi didapatkan, insyaallah, uji-klinis tahap 1 dan 2 bisa berjalan tahun depan sehingga pada 2022 kita mulai produksi vaksin merah putih," kata Erick menambahkan.
https://nonton08.com/gone-in-sixty-seconds/