Jumat, 11 September 2020

Wanita Temani Pria Main Game Jadi Bisnis, Penghasilannya Sampai Rp 140 Juta

Industri gaming belakangan memang sedang berkembang. Bukan hanya main game bisa jadi profesi menjanjikan, mereka yang bahkan hanya hobi menemani juga bisa mendapatkan uang. Dilaporkan bahwa menemani pria main game menjadi bisnis baru yang banyak dilakoni wanita muda. Tak tanggung-tanggung, pekerjaan unik tersebut bisa menghasilkan hingga ratusan juta.
Bermain game sendiri bisa jadi hal yang membosankan. Hal ini ternyata bisa dijadikan sebuah peluang bisnis yang ternyata menjanjikan bagi para gadis muda. Di Taiwan, banyak mahasiswa yang menawarkan jasa tersebut kepada gamer pria yang butuh teman bahkan mentor. Dikatakan jika teman main game cantik ini bisa membantu gamer merasa lebih relaks saat mereka main game hingga istirahat.

Dilansir The China Post, sejumlah wanita muda yang kebanyakan mahasiswa dan baru lulus kuliah menawarkan jasa menemani main game melalui website. Jenis-jenis jasa yang mereka tawarkan pun tak hanya menemani dengan duduk di samping atau melalui video chatting. Agar bisa main lebih baik, dilaporkan bahwa para penyedia jasa juga bersedia untuk menidurkan atau membangunkan gamer yang kelelahan meski biasanya harus membayar ekstra.

Bisnis ini cukup diminati karena jadwalnya yang fleksibel dibandingkan kerja kantor. Apalagi bayaran yang ditawarkan juga tidak sedikit. Dilansir Asia One, penyedia jasa menemani main game bisa dibayar per jam dengan tarif NT$150 (Rp 75 ribu) hingga NT$500 (Rp 250 ribu). Selain tarif per jam, dikatakan mereka juga sering kali menerima uang tambahan sebagai bonus.

Umumnya wanita-wanita yang jadi peneman main game paruh waktu dapat mengantongi NT$30,000 - 40,000 (Rp 15 juta-Rp 20 jutaan) dalam sebulan. Sedangkan mereka yang bisa bekerja penuh waktu, penghasilan yang bisa diterima berkisar NT$100,000 atau sekitar Rp 50 juta. Adapun mereka yang memang jago main game bisa menghasilkan NT$280,000 (Rp 140 juta) per bulan.

Profesi sebagai penyedia jasa menemani main game tentu tidak stabil. Karena itu, banyak dari mereka yang mencari cara untuk mendapat uang ekstra. Dikatakan jika salah satu cara cara para wanita muda itu mengantongi lebih banyak pendapatan adalah dengan mendorong para pemain game untuk memberi mereka hadiah.

Curhat Selena Gomez yang Pernah Dijadikan Objek Seksual

 Selena Gomez pernah dijadikan objek seksual saat baru meniti karier sebagai penyanyi. Hal itu diungkapkan mantan kekasih Justin Bieber tersebut kepada majalah Allure.
Penyanyi 28 tahun ini mengatakan dirinya pernah didorong untuk tampil jauh lebih dewasa di video klip ketika usianya baru 23 tahun. Kala itu Selena Gomez memang sedang meningkat drastis popularitasnya sebagai bintang cilik Disney.

Berpenampilan dewasa ternyata membuatnya tidak nyaman saat itu. Dia pun merasa jadi objek seksual karena diminta berpakaian minim.

"Aku melakukan hal-hal yang bukan aku banget," tuturnya seperti dikutip dari Femalefirst.

Dia melanjutkan, "Seolah ada tekanan untuk terlihat lebih dewasa di albumku, 'Revival'. Merasa harus menunjukkan kulit tubuh... Saat itu aku merasa seperti bukan diriku."

Selena Gomez memang pernah mengalami krisis kepercayaan diri di masa lalu. Dia bahkan mengaku tidak pernah Googling namanya sendiri selama bertahun-tahun karena perasaannya sangat sensitif dan takut sakit hati.

"Aku sudah tidak (Googling) bertahun-tahun. Sejujurnya aku tidak bisa. Aku tangguh dalam beberapa hal, tapi menurutku perasaanku sangat sensitif," pungkasnya.
https://nonton08.com/lost-minds/

Tidak Kerjakan PR karena Sakit, Remaja Ini Dihukum Hingga Meninggal

 Hukuman adalah hal yang biasanya diberikan jika seseorang berbuat salah atau melanggar aturan. Namun terkadang hukuman yang diberikan bisa menjadi tidak sepadan dengan kesalahan yang dilakukan, bahkan sampai menyebabkan kematian. Seperti hukuman yang diterima oleh remaja laki-laki asal Thailand yang satu ini.
Seperti dikutip dari The Nation Thailand, remaja laki-laki yang masih berusia 13 tahun ini terpaksa harus kehilangan nyawanya setelah mendapatkan hukuman di sekolah karena tidak mengerjakan pekerjaan rumah. Gurunya tersebut memberikan hukuman berupa 100 kali lompat jongkok.

Seorang paman dari remaja bernasib malang itu mengatakan bahwa keponakannya diminta untuk melakukan lompat jogkok sebanyak 100 kali pada tanggal 3 September karena tidak dapat menyerahkan pekerjaan rumahnya. Sang paman yang bernama Pramot Eiamsuksai menjelaskan melalui akun Facebook miliknya bahwa keponakannya itu tidak dapat mengerjakan pekerjaan rumahnya karena sakit.

Pada Senin, 31 Agustus, remaja laki-laki itu mulai merasa tidak enak badan dan jatuh sakit, sehingga pada hari Rabu remaja tersebut lalu dibawa ke rumah sakit. Lalu pada hari Kamis, sehari pergi ke rumah sakit, remaja yang tidak disebutkan namanya itu kembali masuk sekolah.

Namun sayang, walaupun sang guru mengetahui bahwa muridnya tersebut tidak dapat mengerjakan pekerjaan rumah karena sakit, dirinya tetap bersikeras untuk menghukum muridnya itu. Akibatnya, keesokan harinya remaja laki-laki itupun kembali jatuh sakit.

Setelah merasa sakit dan beristirahat, remaja laki-laki itu tidak pernah terbangun lagi. Menurut penuturan dokter yang memeriksanya, kemungkinan besar remaja tersebut meninggal sekitar pukul 3 pagi karena mengalami kerusakan jantung.

Pada 8 September, pihak sekolah telah menghubungi keluarga dari sang remaja malang itu untuk meminta maaf dan berjanji akan bertanggung jawab atas kejadian tersebut. Pihak keluarga yang merasa marah dan kesal berharap kejadian semacam ini tidak akan terulang kembali di kemudian hari.

Wanita Temani Pria Main Game Jadi Bisnis, Penghasilannya Sampai Rp 140 Juta

Industri gaming belakangan memang sedang berkembang. Bukan hanya main game bisa jadi profesi menjanjikan, mereka yang bahkan hanya hobi menemani juga bisa mendapatkan uang. Dilaporkan bahwa menemani pria main game menjadi bisnis baru yang banyak dilakoni wanita muda. Tak tanggung-tanggung, pekerjaan unik tersebut bisa menghasilkan hingga ratusan juta.
Bermain game sendiri bisa jadi hal yang membosankan. Hal ini ternyata bisa dijadikan sebuah peluang bisnis yang ternyata menjanjikan bagi para gadis muda. Di Taiwan, banyak mahasiswa yang menawarkan jasa tersebut kepada gamer pria yang butuh teman bahkan mentor. Dikatakan jika teman main game cantik ini bisa membantu gamer merasa lebih relaks saat mereka main game hingga istirahat.

Dilansir The China Post, sejumlah wanita muda yang kebanyakan mahasiswa dan baru lulus kuliah menawarkan jasa menemani main game melalui website. Jenis-jenis jasa yang mereka tawarkan pun tak hanya menemani dengan duduk di samping atau melalui video chatting. Agar bisa main lebih baik, dilaporkan bahwa para penyedia jasa juga bersedia untuk menidurkan atau membangunkan gamer yang kelelahan meski biasanya harus membayar ekstra.

Bisnis ini cukup diminati karena jadwalnya yang fleksibel dibandingkan kerja kantor. Apalagi bayaran yang ditawarkan juga tidak sedikit. Dilansir Asia One, penyedia jasa menemani main game bisa dibayar per jam dengan tarif NT$150 (Rp 75 ribu) hingga NT$500 (Rp 250 ribu). Selain tarif per jam, dikatakan mereka juga sering kali menerima uang tambahan sebagai bonus.
https://nonton08.com/3-a-m-part-2/