Kamis, 10 September 2020

Jika Tak PSBB Total, Anies Ramalkan RS di DKI Penuh 17 September

 Laju penularan virus Corona COVID-19 di DKI Jakarta kian mengkhawatirkan. Hal ini membuat Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan akhirnya mengambil keputusan menarik 'rem darurat' kembali menerapkan PSBB ketat.
Menurut Anies saat ini beban fasilitas kesehatan di Jakarta sudah mencapai ambang batas. Artinya jumlah pasien COVID-19 yang dirawat sudah hampir memenuhi 100 persen kapasitas rumah sakit (RS).

Menurut data yang dihimpun hingga 6 September 2020, sebanyak 83 persen tempat tidur ICU di 67 rumah sakit (RS) rujukan Corona sudah penuh. Sementara itu tempat tidur ruangan isolasi pada tanggal yang sama sudah terisi sekitar 77 persen.

Upaya meningkatkan kapasitas RS disebut Anies akan sia-sia bila tidak dibarengi dengan upaya pembatasan untuk menekan laju penularan. Jumlah penambahan kasus baru Corona di DKI saat ini jauh lebih tinggi dari penambahan kapasitas rumah sakit.

"Bila situasi ini berjalan terus, tidak ada pengereman, maka dari data yang kita miliki bisa dilihat proyeksi tanggal 17 September penuh sesudah itu tidak akan mampu menampung pasien COVID lagi," kata Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, lewat konferensi pers yang disiarkan kanal Pemprov DKI.

"Ya jangka pendek kita akan terus meningkatkan kapasitas, tapi bila tidak ada pembatasan ketat maka ini hanya sekedar mengulur waktu," lanjutnya.

Terakhir Anies kembali mengingatkan bahwa situasi di DKI Jakarta saat ini benar-benar darurat.

Anies Tarik 'Rem Darurat', Jakarta PSBB Lagi 14 September

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyebut bahwa hingga tanggal 6 September 2020, sebanyak 83 persen tempat tidur ICU di 67 rumah sakit (RS) rujukan Corona sudah penuh. Sementara itu tempat tidur ruangan isolasi pada tanggal yang sama sudah terisi sekitar 77 persen.
"Saat ini ambang batas sudah hampir terlampaui... Bila situasi ini berjalan terus, tidak ada pengereman, maka dari data yang kita miliki bisa dilihat proyeksi tanggal 17 September penuh sesudah itu tidak akan mampu menampung pasien lagi," kata Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, lewat konferensi pers yang disiarkan kanal Pemprov DKI.

"Situasi wabah di Jakarta ada dalam kondisi darurat," lanjutnya.

Anies mengatakan usaha menambahkan kapasitas RS ini hanya solusi sementara. Laju penularan kasus baru COVID-19 lebih cepat, mengalahkan kemampuan pemerintah menambah kapasitas rumah sakit.

Oleh karena itu Pemprov DKI Jakarta akhirnya memutuskan untuk 'menarik rem', kembali menerapkan PSBB secara ketat. PSBB rencananya akan kembali berlaku pada hari Senin (14/09/2020).

Bosan di Ranjang? Kamu Bisa Coba Variasi Lokasi Bercinta Ini

Dalam hubungan seksual, variasi memang sangat dibutuhkan agar pasangan suami-istri tidak merasa bosan. Tak hanya soal posisi, kamu juga bisa memvariasikan lokasi bercinta.
Biasanya, melakukan hubungan intim hanya terjadi di atas ranjang. Padahal kamu dan pasangan bisa melakukannya di tempat lain.

Mengutip Women Health Magz, berikut lokasi yang bisa kamu jadikan tempat bercinta:

1. Kamar Mandi
Kamar mandi adalah salah satu tempat yang efektif untuk berduaan dengan pasangan. Selain dapat sekalian mandi bersama, kalian juga bisa mencoba posisi-posisi seks yang tak biasa.

Bila takut merasa berisik, kamu bisa menyalakan keran air untuk menyamarkan suara desahan.

2. Mobil
Seorang novelis erotis, Sabrina Lacey, menyampaikan bahwa mobil adalah salah satu tempat umum favoritnya untuk berhubungan seks.

Dia merekomendasikan untuk melakukannya di tepi jalanan yang sepi. Bersama dengan pasangan, bersandarlah di kursi pengemudi, dorong kursi ke belakang, lalu mulai bercinta.

3. Sofa ruang tamu
Seorang pakar seks, Emily Morse, PhD, merekomendasikan sofa di ruang tamu sebagai salah satu alternatif lokasi bercinta yang bisa menggantikan ranjang.

Kamu bisa memanfaatkan apapun yang ada di sofa sebagai alat pelengkap dalam sesi bercinta. Misalnya saja, bantal. Morse mengatakan bahwa menumpuk bantal di bawah punggung dapat membuatmu lebih cepat mencapai orgasme.
https://indomovie28.net/hitozuma-chokyo-2/

4 Kesalahan Wanita Saat Bercinta yang Bisa Bikin Jengkel Pria

 Pada umumnya, wanita ingin membahagiakan pasangannya dengan memberikan kepuasan di ranjang. Akan tetapi seringkali mereka tak mengerti cara memuaskan pasangannya.
Tak sedikit pula yang justru malu-malu karena takut terkesan 'liar' saat melakukan hubungan seks. Akhirnya, tanpa disadari mereka justru membuat si pria kesal dan terjadilah salah paham.

Mengutip dari Webmd, berikut 4 kesalahan yang kerap dilakukan wanita saat bercinta:

1. Tak percaya diri
Menurut Helen Fisher, PhD, seorang penulis buku Why Him, pria jauh lebih tertarik kepada wanita yang menunjukkan kepercayaan diri, ketimbang mengkhawatirkan bentuk pinggang, pinggul, dan lemak di perut saat sedang bercinta.

"Akan sangat menakjubkan pria, bila wanita menunjukkan sisi enerjiknya, antusiasme, dan ketertarikan saat sedang melakukan hubungan intim," ujar Helen.

2. Marah ketika pria ingin coba sesuatu yang baru
Sebuah kewajaran jika pria ingin 'membumbui' kehidupan bercinta dengan mengeksplorasi hal-hal baru. Misalnya, dengan mencoba posisi seks ataupun meminta wanita mengenakan kostum seksi.

Seringkali wanita menganggap permintaan pasangannya itu cukup memalukan. Padahal pria hanya ingin mencoba memvariasikan kehidupan bercintanya saja.

3. Percaya pria selalu mau diajak berhubungan seks
Memang benar jika pria menyukai seks. Namun, bukan berarti mereka selalu siap untuk melakukannya. Seringkali tekanan kehidupan sehari-hari, seperti pekerjaan, tagihan, dan keluarga, membuat pria akhirnya enggan untuk bercinta.

Kadang wanita justru menanggapi hal ini dengan curiga dan berpikir bahwa pasangannya sudah tak sayang lagi.

4. Hanya diam saja
Seringkali wanita takut dicap 'agresif' sehingga membuat mereka akhirnya hanya diam saja saat berhubungan intim. Hal ini kerap membuat pria kesal dan berpikir bahwa si wanita memang sedang tidak mood bercinta atau malas bergerak. Padahal pria ingin adanya keseimbangan, yakni keduanya sama-sama aktif dalam melakukan hubungan intim.

Jika Tak PSBB Total, Anies Ramalkan RS di DKI Penuh 17 September

 Laju penularan virus Corona COVID-19 di DKI Jakarta kian mengkhawatirkan. Hal ini membuat Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan akhirnya mengambil keputusan menarik 'rem darurat' kembali menerapkan PSBB ketat.
Menurut Anies saat ini beban fasilitas kesehatan di Jakarta sudah mencapai ambang batas. Artinya jumlah pasien COVID-19 yang dirawat sudah hampir memenuhi 100 persen kapasitas rumah sakit (RS).

Menurut data yang dihimpun hingga 6 September 2020, sebanyak 83 persen tempat tidur ICU di 67 rumah sakit (RS) rujukan Corona sudah penuh. Sementara itu tempat tidur ruangan isolasi pada tanggal yang sama sudah terisi sekitar 77 persen.

Upaya meningkatkan kapasitas RS disebut Anies akan sia-sia bila tidak dibarengi dengan upaya pembatasan untuk menekan laju penularan. Jumlah penambahan kasus baru Corona di DKI saat ini jauh lebih tinggi dari penambahan kapasitas rumah sakit.

"Bila situasi ini berjalan terus, tidak ada pengereman, maka dari data yang kita miliki bisa dilihat proyeksi tanggal 17 September penuh sesudah itu tidak akan mampu menampung pasien COVID lagi," kata Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, lewat konferensi pers yang disiarkan kanal Pemprov DKI.

"Ya jangka pendek kita akan terus meningkatkan kapasitas, tapi bila tidak ada pembatasan ketat maka ini hanya sekedar mengulur waktu," lanjutnya.

Terakhir Anies kembali mengingatkan bahwa situasi di DKI Jakarta saat ini benar-benar darurat.
https://indomovie28.net/delivery-massage-owned-by-sexy-housewife-4/