Jumat, 04 September 2020

Sinopsis The Nice Guys, Cerita Kocak Detektif Baik dan Jahat

 Film The Nice Guys akan menemani pemirsa Bioskop Trans TV hari ini. Film bergenre komedi-kriminal tersebut tayang pada pukul 23.30 WIB.
Dirilis pada 2016, The Nice Guys merupakan film garapan Shane Black. Pria kelahiran Pennsylvannia, AS, 59 tahun lalu itu sebelumnya pernah menggarap Kiss Kiss Bang Bang (2005) dan Iron Man 3 (2013).

Selain menjadi sutradara, ia juga menulis film produksi Warner Bros ini bersama Anthony Bagarozzi. Ini adalah pengalaman pertama bagi Anthony sebagai penulis.

The Nice Guys mempertemukan dua aktor terkenal beda generasi, Russell Crowe dan Ryan Gosling. Tampil pula aktris senior Kim Basinger yang pernah memenangkan piala Oscar sebagai aktris pendukung terbaik berkat perannya di film L.A. Confidential (1997).

Sinopsis The Nice Guys

Berlatar tahun 1977, film ini bercerita tentang kolaborasi dua detektif yang mempunyai teknik yang berbeda dalam bekerja. Jackson Healy (Russell Crowe) menggunakan kekerasan dan ancaman, sedangkan Holland March (Ryan Gosling) lebih mengandalkan keberuntungan dan otak liciknya.

Keduanya kemudian terpaksa harus bekerja sama untuk mencari seorang gadis bernama Amelia (Margaret Qualley).

Tugas tersebut lantas membawa mereka ke sebuah petualangan yang tak terlupakan yang melibatkan industri film dewasa, bintang porno dan beberapa pembunuh bayaran.

Dalam aksinya, Jackson dan Holland tak melulu berjalan mulus. Perpaduan keahlian keduanya yang saling bertolak belakang tak jarang mengundang tawa.

Secara komersial, film ini hanya berhasil mengantongi keuntungan bersih sebesar US$ 62 juta terlepas dari biaya produksi yang menelan biaya hingga US$ 50 juta.

Namun, film ini boleh dibilang berhasil mendapat reaksi positif dari kritikus. Situs IMDb memberinya skor 7.4 bintang.

Jangan lewatkan aksi kocak Russell Crowe dan Ryan Gosling lewat film The Nice Guys di Bioskop Trans TV, Kamis (3/9/2020), pada pukul 23.30 WIB.

Baru 24 Tahun, Pria Ini Mengalami Kebotakan Gegara Rajin Olahraga

Olahraga berlebihan bisa membawa berbagai dampak negatif terhadap kesehatan tubuh. Mulai dari dehidrasi, mood tidak stabil hingga sulit tidur.
Tapi efek yang dialami pria satu ini terbilang langka. Seorang pria di Hunan, China, mengaku kepalanya jadi botak karena terlalu banyak olahraga. Kok bisa?

Pria bernama Liu Liang ini menceritakan awal mula dia mengalami kebotakan yang terjadi dua tahun lalu. Kala itu Liu mulai rutin nge-gym demi mendapatkan bentuk tubuh idaman.

Enam bulan setelah rutin fitnes dia menyadari rambutnya banyak yang rontok. Cukup parah, sampai tahap di mana Liu merasa terganggu karena rambutnya sudah botak, padahal target pembentukan tubuhnya belum tercapai.

Seperti dikutip dari World of Buzz, pria 24 tahun ini kemudian menemui dokter spesialis kulit di Hunan Provincial Hospital of Traditional Chinese Medicine untuk mengetahui penyebabnya. Hasil pemeriksaan menunjukkan kalau Liu mengalami androgenic alopecia.

Androgenic alopecia merupakan kondisi kebotakan yang bisa dialami pria maupun wanita dari usia remaja. Jenis kebotakan ini memiliki pola yang khas, ditandai dengan penipisan rambut dan mundurnya garis batas rambut pada dahi. Kebotakan ini biasanya terjadi karena faktor genetik.

Lantas apa hubungan dengan aktivitas Liu Liang yang sering olahraga?

Dr. Zhang Yu yang menangani kasus Liu menjelaskan, ketika nge-gym atau olahraga, produksi testosteron pada pria meningkat. Hormon seks pria ini kemudian diubah menjadi dihydrotestosterone atau biasa disingkat DHT. Sejenis hormon androgen yang memicu perkembangan karakteristik pria seperti pertumbuhan rambut pada dada, lengan dan kaki, suara jadi lebih dalam hingga massa otot yang meningkat. Singkatnya, hormon DHT punya efek lebih kuat daripada testosteron.
https://kamumovie28.com/maigret-sets-a-trap/

Fenomena Mandela Effect dan Contohnya yang Tak Kamu Sadari

Pernah mendengar fenomena Mandela Effect? Mungkin istilah tersebut terasa asing di telinga, tapi mungkin saja secara tak sadar kamu pernah mengalaminya.
Mandela Effect merujuk pada suatu kondisi ketika pikiran kita meyakini bahwa sebuah hal atau peristiwa benar adanya, tapi ternyata malah sebaliknya. Dan orang lain pun melakukan kekeliruan yang sama.

Asal Mula Mandela Effect

Adalah Fiona Broome, orang pertama yang memunculkan istilah Mandela Effect. Seperti dilansir dari Healthline, semua berawal saat perempuan yang berprofesi sebagai 'konsultan paranormal' tersebut mengingat sosok Nelson Mandela, mendiang Presiden Afrika Selatan sekaligus pejuang anti-apartheid.

Fiona meyakini, Nelson Mandela telah meninggal di penjara pada era 1980-an. Menurut pengakuannya, kematian Mandela juga ramai diberitakan kala itu, bahkan istri Mandela pun telah memberikan pidato terkait kabar duka tersebut.

Kenyataannya, Mandela meninggal pada 5 Desember 2013 dalam usia 95 tahun karena sakit. Hal yang menarik, Fiona tak sendiri. Banyak orang yang berpikiran sama dengannya. Demikian asal mula istilah Mandela Effect.

Dengan kata lain, Mandela Effect digunakan untuk menggambarkan kesalahan memori kolektif. Sekelompok orang selalu mengatakan atau meyakini hal yang sama, tapi berkontradiksi dengan kebenarannya.

Menurut para penganut teori konspirasi, Mandela Effect adalah sebuah contoh realita paralel yang terbentuk di tengah masyarakat. Terkait kematian Mandela, mereka memandang peristiwa tersebut hanyalah sebuah konspirasi sehingga menimbulkan sebuah memori yang dianggap keliru.

Bagaimana pandangan sains tentang Mandela Effect?

Dalam sains, Mandela Effect dianggap sebagai salah satu bentuk dari gangguan ingatan. Kondisi ini erat kaitannya dengan konfabulasi, yakni bentuk memori dari kejadian yang benar-benar terjadi, tapi ditempatkan pada waktu yang salah.

Ada pula yang menyebut konfabulasi sebagai 'kebohongan yang jujur'. Seseorang menciptakan sebuah memori yang salah tanpa bermaksud untuk berbohong. Mereka hanya ingin mengisi 'celah' di ingatan mereka.

Contoh Mandela Effect

Kamu bisa menemui contoh Mandela Effect di lingkungan sekitar, termasuk kutipan kalimat bijak dari film favorit di feed Instagram. Masih ingat film Forest Gump? Seringkali kita membaca kutipan "Life is like a box of chocolates". Padahal, karakter yang diperankan oleh Tom Hanks itu mengatakan, "Life WAS like a box of chocolates".

Nama brand terkenal juga bisa menjadi contoh Mandela Effect. Kamu merasa yang benar adalah Kit-Kat. Ternyata sejatinya, camilan coklat tersebut bernama Kitkat, tanpa tanda setrip (-).

Sinopsis The Nice Guys, Cerita Kocak Detektif Baik dan Jahat

 Film The Nice Guys akan menemani pemirsa Bioskop Trans TV hari ini. Film bergenre komedi-kriminal tersebut tayang pada pukul 23.30 WIB.
Dirilis pada 2016, The Nice Guys merupakan film garapan Shane Black. Pria kelahiran Pennsylvannia, AS, 59 tahun lalu itu sebelumnya pernah menggarap Kiss Kiss Bang Bang (2005) dan Iron Man 3 (2013).

Selain menjadi sutradara, ia juga menulis film produksi Warner Bros ini bersama Anthony Bagarozzi. Ini adalah pengalaman pertama bagi Anthony sebagai penulis.

The Nice Guys mempertemukan dua aktor terkenal beda generasi, Russell Crowe dan Ryan Gosling. Tampil pula aktris senior Kim Basinger yang pernah memenangkan piala Oscar sebagai aktris pendukung terbaik berkat perannya di film L.A. Confidential (1997).

Sinopsis The Nice Guys

Berlatar tahun 1977, film ini bercerita tentang kolaborasi dua detektif yang mempunyai teknik yang berbeda dalam bekerja. Jackson Healy (Russell Crowe) menggunakan kekerasan dan ancaman, sedangkan Holland March (Ryan Gosling) lebih mengandalkan keberuntungan dan otak liciknya.

Keduanya kemudian terpaksa harus bekerja sama untuk mencari seorang gadis bernama Amelia (Margaret Qualley).

Tugas tersebut lantas membawa mereka ke sebuah petualangan yang tak terlupakan yang melibatkan industri film dewasa, bintang porno dan beberapa pembunuh bayaran.
https://kamumovie28.com/recovery/