Senin, 17 Agustus 2020

Jual Istri Karena 'Kepo' Masalah Keperkasaan, Bisa Jadi Ini Penyebabnya

Seorang suami asal Kabupaten Pasuruan yang berinisial MS ditangkap polisi karena tindakan bejatnya. Ia tega menjual istrinya dan menawarkan layanan seks kepada empat temannya.
Meski awalnya si istri menolak, tapi ia dipaksa MS dan akhirnya mau melakukannya. MS mengatakan, salah satu alasan ia tega melakukan ini adalah masalah keperkasaan di ranjang. Ia ingin melihat durasi kekuatan ejakulasi pada pria yang berhubungan badan dengan istrinya.

"Awalnya guyonan (candaan). Teman saya bilang 'Nggak suwe koen, nggak kuat ta koen?' (Nggak lama kamu berhubungan badan dengan istrimu, kamu nggak kuat?). Akhirnya istri saya diguyoni pisan (dicandai juga)," kata MS di Mapolres Pasuruan Kota, Senin (10/2/2020).

"Dia sengaja melihat dan merekam salah satu adegan dengan alasan ingin melihat durasi kekuatan di laki-laki ejakulasinya lama atau tidak," kata Kapolres Pasuruan Kota AKBP Dony Alexander beberapa waktu lalu.

Pentingnya kepuasan seksual dalam kehidupan suami istri membuat kriteria 'pria yang perkasa' jadi syaratnya. Kategori pria yang perkasa itu umumnya identik dengan kekuatan dan ketahanan pria saat melakukan hubungan seks.

Tapi, ada beberapa disfungsi seksual atau gangguan yang dialami saat berhubungan seksual yang membuat pria merasa tidak perkasa saat di ranjang. Berikut ini penyebabnya yang dikutip dari WebMD.

1. Ejakulasi dini (ejakulasi prematur)

Kondisi ini terjadi pada pria yang mengalami ejakulasi yang terlalu cepat dari yang ia maupun pasangan inginkan. Biasanya, pria yang mengalami ini akan ejakulasi kurang dari satu menit setelah penetrasi.

Penyebabnya bisa secara biologis, seperti kadar hormon yang tidak normal, ada infeksi pada prostat atau uretra, dan faktor keturunan. Selain itu, bisa juga dipengaruhi faktor psikologis misalnya depresi, hubungan tidak harmonis, atau ada trauma secara seksual.

2. Disfungsi ereksi

Disfungsi ereksi atau impotensi ini identik dengan 'keperkasaan' pria saat bercinta. Impotensi merupakan ketidakmampuan pria atau terlalu lama untuk ereksi. Hal ini bisa membuat pria malu bahkan frustasi.

Tapi, kondisi ini bisa saja menjadi tanda adanya penyakit lain di dalam tubuh. Misalnya penyakit jantung, kolesterol tinggi, hipertensi, diabetes, atau obesitas.

3. Ejakulasi yang tertunda

Keperkasaan pria juga bisa terhambat karena ejakulasi yang tertunda. Kondisi ini merupakan lamanya waktu atau ketidakmampuan pria untuk mengalami ejakulasi sama sekali saat bercinta. Hal ini bisa menimbulkan stres.

Biasanya pada kondisi ini pria bisa ejakulasi lebih dari 30 menit atau bahkan tidak ejakulasi sama sekali. Penyebabnya, bisa karena stres hingga pengaruh obat-obatan seperti obat hipertensi dan antidepresan.

Tak Boleh Lengah Meski Virus Corona Belum Masuk Indonesia, Ini Alasannya

 Virus corona baru dari Wuhan sudah menyebar ke beberapa negara, termasuk ke negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia. Meski begitu, hingga saat ini dipastikan di Indonesia belum ditemukan kasus positif novel coronavirus. Data terakhir dari Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kementerian Kesehatan menunjukkan sebanyak 64 uji spesimen, 62 di antaranya dinyatakan negatif.
Tidak adanya virus corona baru yang terdeteksi di Indonesia menimbulkan rasa aman di sebagian kalangan. Benarkah saat ini kita sudah seharusnya merasa aman karena virus corona baru belum juga masuk Indonesia?

Menanggapi hal ini, dr Dirga Sakti Rambe, MSc, SpPD, dari Rumah Sakit Omni Pulomas menjelaskan bahwa definisi rasa aman bukan berarti menghilangkan kewaspadaan. Ia mengimbau masyarakat harus tetap menjaga perilaku hidup sehat.

"Bukan menjadi tidak waspada. Iya aman dalam artian hidup sehat, cuci tangan juga penting sekali, dan upaya pencegahan-pencegahan juga jalan terus," katanya saat ditemui di Basecamp DPP PSI Jl Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Selasa (11/2/2020).

Menurutnya, penting untuk meningkatkan kewaspadaan dalam menghadapi novel coronavirus. Karena dr Dirga menyebut ada penularan dari pasien yang tidak memiliki gejala.

"Asimptomatik, jadi orang tidak tahu dia sakit, padahal dia terinfeksi 2019-nCoV namun tidak memiliki gejala, meskipun sangat kecil kemungkinannya," tambahnya.
https://nonton08.com/bigfoot-horror-camp/

Suami Relakan Istri Bercinta dengan Orang Lain, Kelainan Seks Voyeurisme?

Di Kabupaten Pasuruan, seorang suami berinisial MS tega menjual istrinya dengan menawarkan layanan seks pada empat temannya. Meskipun istrinya sempat menolak, tapi tetap dilakukan karena diancam akan dipukul dan pisah ranjang oleh MS.
"Dia sengaja melihat dan merekam salah satu adegan dengan alasan ingin melihat durasi kekuatan di laki-laki ejakulasinya lama atau tidak," kata Kapolres Pasuruan Kota AKBP Dony Alexander beberapa waktu lalu.

Dikutip dari Psychologist Anywhere Anytime, kelainan ini bisa disebut dengan voyeurisme. Voyeurisme adalah kesenangan seksual yang didapatkan dengan cara mengintip seseorang tanpa busana, atau sedang melakukan hubungan seks.

Faktanya voyeurisme bisa terjadi pada siapa pun, dan umumnya terjadi sejak usia muda. Biasanya voyeurisme lebih sering terjadi pada pria dibandingkan wanita.

Kelainan ini lebih memfokuskan bagaimana cara mengintip seseorang yang sedang melakukan seks, tanpa ketahuan. Artinya, melihat gambar atau video porno bukanlah perilaku voyeurisme.

Tentu voyeurisme merupakan perilaku yang menyimpang dan dapat mengganggu orang lain. Terlebih jika kelainan ini sudah diderita lebih dari 6 bulan. Dalam kondisi ini, pelaku sebaiknya segera menghubungi dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Jual Istri Karena 'Kepo' Masalah Keperkasaan, Bisa Jadi Ini Penyebabnya

Seorang suami asal Kabupaten Pasuruan yang berinisial MS ditangkap polisi karena tindakan bejatnya. Ia tega menjual istrinya dan menawarkan layanan seks kepada empat temannya.
Meski awalnya si istri menolak, tapi ia dipaksa MS dan akhirnya mau melakukannya. MS mengatakan, salah satu alasan ia tega melakukan ini adalah masalah keperkasaan di ranjang. Ia ingin melihat durasi kekuatan ejakulasi pada pria yang berhubungan badan dengan istrinya.

"Awalnya guyonan (candaan). Teman saya bilang 'Nggak suwe koen, nggak kuat ta koen?' (Nggak lama kamu berhubungan badan dengan istrimu, kamu nggak kuat?). Akhirnya istri saya diguyoni pisan (dicandai juga)," kata MS di Mapolres Pasuruan Kota, Senin (10/2/2020).

"Dia sengaja melihat dan merekam salah satu adegan dengan alasan ingin melihat durasi kekuatan di laki-laki ejakulasinya lama atau tidak," kata Kapolres Pasuruan Kota AKBP Dony Alexander beberapa waktu lalu.

Pentingnya kepuasan seksual dalam kehidupan suami istri membuat kriteria 'pria yang perkasa' jadi syaratnya. Kategori pria yang perkasa itu umumnya identik dengan kekuatan dan ketahanan pria saat melakukan hubungan seks.

Tapi, ada beberapa disfungsi seksual atau gangguan yang dialami saat berhubungan seksual yang membuat pria merasa tidak perkasa saat di ranjang. Berikut ini penyebabnya yang dikutip dari WebMD.

1. Ejakulasi dini (ejakulasi prematur)

Kondisi ini terjadi pada pria yang mengalami ejakulasi yang terlalu cepat dari yang ia maupun pasangan inginkan. Biasanya, pria yang mengalami ini akan ejakulasi kurang dari satu menit setelah penetrasi.

Penyebabnya bisa secara biologis, seperti kadar hormon yang tidak normal, ada infeksi pada prostat atau uretra, dan faktor keturunan. Selain itu, bisa juga dipengaruhi faktor psikologis misalnya depresi, hubungan tidak harmonis, atau ada trauma secara seksual.
https://nonton08.com/born-to-sweat-2/