Senin, 17 Agustus 2020

Amankah Masturbasi Pakai Body Lotion?

Pria seringkali menyalurkan hasrat seksualnya dengan melakukan masturbasi. Body lotion menjadi salah satu alat bantu yang cukup populer.
Meski body lotion berfungsi untuk melicinkan agar masturbasi menjadi 'lancar', faktanya masturbasi menggunakan bahan tersebut bisa berbahaya lho!

Dikutip dari Men's Health, direktur penelitian kosmetik, dari departemen dermatologi di Mount Sinai Hospital, Joshua Zeichner, MD, mengatakan bahwa body lotion hanya diperuntukkan bagi kulit tubuh bagian luar seperti tangan, kaki, dan badan.

Penggunaan body lotion saat masturbasi akan membuat Mr P menjadi iritasi dan juga lecet. Hal ini disebabkan oleh permukaan kulit yang sensitif.

Tak hanya itu, ujung saluran kemih yang terkena body lotion pun akan terasa sakit dan juga bisa mengakibatkan infeksi. Zeichner pun lebih menyarankan untuk menggunakan lotion khusus untuk menghindari risiko tersebut.

Suami Relakan Istri Bercinta dengan Orang Lain, Kelainan Seks Voyeurisme?

Di Kabupaten Pasuruan, seorang suami berinisial MS tega menjual istrinya dengan menawarkan layanan seks pada empat temannya. Meskipun istrinya sempat menolak, tapi tetap dilakukan karena diancam akan dipukul dan pisah ranjang oleh MS.
"Dia sengaja melihat dan merekam salah satu adegan dengan alasan ingin melihat durasi kekuatan di laki-laki ejakulasinya lama atau tidak," kata Kapolres Pasuruan Kota AKBP Dony Alexander beberapa waktu lalu.

Dikutip dari Psychologist Anywhere Anytime, kelainan ini bisa disebut dengan voyeurisme. Voyeurisme adalah kesenangan seksual yang didapatkan dengan cara mengintip seseorang tanpa busana, atau sedang melakukan hubungan seks.

Faktanya voyeurisme bisa terjadi pada siapa pun, dan umumnya terjadi sejak usia muda. Biasanya voyeurisme lebih sering terjadi pada pria dibandingkan wanita.

Kelainan ini lebih memfokuskan bagaimana cara mengintip seseorang yang sedang melakukan seks, tanpa ketahuan. Artinya, melihat gambar atau video porno bukanlah perilaku voyeurisme.

Tentu voyeurisme merupakan perilaku yang menyimpang dan dapat mengganggu orang lain. Terlebih jika kelainan ini sudah diderita lebih dari 6 bulan. Dalam kondisi ini, pelaku sebaiknya segera menghubungi dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Jual Istri Karena 'Kepo' Masalah Keperkasaan, Bisa Jadi Ini Penyebabnya

Seorang suami asal Kabupaten Pasuruan yang berinisial MS ditangkap polisi karena tindakan bejatnya. Ia tega menjual istrinya dan menawarkan layanan seks kepada empat temannya.
Meski awalnya si istri menolak, tapi ia dipaksa MS dan akhirnya mau melakukannya. MS mengatakan, salah satu alasan ia tega melakukan ini adalah masalah keperkasaan di ranjang. Ia ingin melihat durasi kekuatan ejakulasi pada pria yang berhubungan badan dengan istrinya.

"Awalnya guyonan (candaan). Teman saya bilang 'Nggak suwe koen, nggak kuat ta koen?' (Nggak lama kamu berhubungan badan dengan istrimu, kamu nggak kuat?). Akhirnya istri saya diguyoni pisan (dicandai juga)," kata MS di Mapolres Pasuruan Kota, Senin (10/2/2020).

"Dia sengaja melihat dan merekam salah satu adegan dengan alasan ingin melihat durasi kekuatan di laki-laki ejakulasinya lama atau tidak," kata Kapolres Pasuruan Kota AKBP Dony Alexander beberapa waktu lalu.

Pentingnya kepuasan seksual dalam kehidupan suami istri membuat kriteria 'pria yang perkasa' jadi syaratnya. Kategori pria yang perkasa itu umumnya identik dengan kekuatan dan ketahanan pria saat melakukan hubungan seks.

Tapi, ada beberapa disfungsi seksual atau gangguan yang dialami saat berhubungan seksual yang membuat pria merasa tidak perkasa saat di ranjang. Berikut ini penyebabnya yang dikutip dari WebMD.

1. Ejakulasi dini (ejakulasi prematur)

Kondisi ini terjadi pada pria yang mengalami ejakulasi yang terlalu cepat dari yang ia maupun pasangan inginkan. Biasanya, pria yang mengalami ini akan ejakulasi kurang dari satu menit setelah penetrasi.

Penyebabnya bisa secara biologis, seperti kadar hormon yang tidak normal, ada infeksi pada prostat atau uretra, dan faktor keturunan. Selain itu, bisa juga dipengaruhi faktor psikologis misalnya depresi, hubungan tidak harmonis, atau ada trauma secara seksual.
https://nonton08.com/batman-v-superman-dawn-of-justice/

Mengenal Antibiotik dan Golongannya, Jangan Sampai Keliru!

 Antibiotik adalah kelompok obat yang digunakan untuk menghambat pertumbuhan atau menghancurkan bakteri. Cara kerja antibiotik ini membunuh dan menghentikan tumbuhnya bakteri di dalam tubuh.
Biasanya, Antibiotik bisa didapatkan dengan resep dari dokter. Dokter akan menyesuaikan dosis dengan kondisi pasien, memberitahukan hal-hal yang harus diperhatikan sebelum dan saat menggunakan obat, serta efek samping yang dapat terjadi setelah menggunakan antibiotik.

Namun, ada beberapa antibiotik yang tidak bisa digunakan selama orang tersebut sedang kondisi hamil dan menyusui, sedang dalam pengobatan lain dan memilkim alergi terhadap antibiotik.

Antibiotik memiliki banyak golongan dan berfungsi untuk berbagai kondisi. Berikut golongan-golongan antibiotik dari berbagai sumber:

1. Penisilin

Penisilin digunakan untuk kondisi yang terkena infeksi bakteri, seperti infeksi streptococcus, meningitis, gonore, faringitis, dan untuk pencegahan endocarditis. Antibiotik ini juga baik digunakan untuk penederita gangguan ginjal disertai dengan anjuran dan pengawasan dokter.

Penisilin tersedia dalam berbagai bentuk, seperti kaplet, sirop kering, dan suntikan. Masing-masing bentuk obat dapat digunakan untuk kondisi yang berbeda. Jenis penisilin juga berbeda, seperti Amoxicillin, Ampicillin, Oxacillin, dan Penicillin G.

2. Sefalosforin
Antibitoik jenis ini bisa digunakan untuk pengidap infeksi tulang, otitis media, infeksi kulit, dan infeksi saluran kemih. Sesuai dengan anjuran dan takaran yang dokter berikan.

Sefalosforin memiliki efek samping, seperti sakit kepala, nyeri pada bagian dada bahkan syok. Sefaloaforin memiliki banyak jenis, seperti Cefadroxil, Cefuroxime, Cefixime, Cefotaxim, Cefotiam, Cefepime, dan Ceftarolin.

3. Aminoglikosida
Aminoglikosida adalah golongan antibiotik yang digunakan untuk mengatasi infeksi yang disebabkan bakteri aerob gram-negatif. Antibiotik ini cukup efektif dalam melawan bakteri seperti Mycobacterium Tuberculosis dan Staphylococcus. Pemakaian obat ini dapat dikombinasikan dengan antibiotik lainnya.

Cara kerja antibiotik ini adalah untuk menghambat sintesis protein pada bakteri, sehinga bakteri tidak bisa bertumbuh kembang. Cara mengonsumsi obat ini harus dengan anjuran dan pengawasan dokter, jika tidak akan menimbulkakan efek samping berupa gangguan kesadaran. Jenisnya pun beragam, antara lain Paromomycin, Tobramycin, Gentamicin, Amikacin, Kanamycin, dan Neomycin.

4. Tetrasiklin
Tetrasiklin adalah antibiotik yang digunakan untuk mengobati berbagai sejumlah infeksi yang disebabkan oleh bakteri, seperti infeksi pernafasan, infeksi pada alat kelamin atau infeksi menular seksual, infeksi yang dituakan dari hewan dan infeksi kulit, seperti jerawat.

Untuk mengonsumsi Tetrasiklin disarankan saat keadaan perut kosong atau dua jam sebelum makan. Mengonsusmi obat ini akan menimbulkan efek samping berupa mual dan muntah, diare, gatal pada kulit, nyeri pada beberapa bagian tubuh dan demam.

5. Makrolid
Antibiotik golongan ini bisa mencegah dan mengobati penyakit seperti infeksi saluran pernafasan, infeksi kulit, bronkitis, servisitis, penyakit Lyme, pemfigus, dan sinusitis. Makrolid sendiri tersedia dalam banyak bentuk, yakni tablet, kaplet, sirup kering, dan suntik. Cara kerjanya pun hampir menyerupai golongan lainnya untuk menghambat sitesis pada bakteri.

Obat ini juga memilki macam bentuk, seperti tablet, kaplet, sirop kering, dan suntik. Jenis-jenis makrolid antara lain Erythromycin, Azithromycin, dan Clarithromycin.

6. Quinolone
Golongan antibiotik ini memiliki bentuk tablet, kaplet, dan suntik. Quinilone dapat mengatasi masalah infeksi yang disebabkan oleh bakteri, seperti infeksi saluran kemih, infeksi kulit, infeksi mata, infeksi telinga, sinusitis, bronkitis, pneumonia, radang panggul, hingga infeksi menular seksual seperti gonore.

Quinolone harus dikonsumsi dengan anjuran dokter agar tidak menimbulkan efek samping berupa gangguan pada sistem saraf pusat. Segera konsultasikan ke dokter jika efek tersebut terjadi.

7. Klorampenikol
Antibiotik ini berfungsi sama untuk menghambat sintesis protein agar bakteri tidak berkembang biak. Obat ini bisa digunakan untuk menyembuhkan demam tifus, paratifus, meningitis dan infeksi pada mata dan telinga.

Efek samping yang timbulkan pun cukup mengkhawatirkan, yaitu mual, muntah, diare, sakit kepala, perdarahan saluran cerna, gangguan penglihatan hingga kebutaan. Maka dari itu obat ini harus sesuai dengan anjuran dan pengawasan dokter.
https://nonton08.com/vigilante-diaries/