Sabtu, 15 Agustus 2020

Biar Tak Bingung: Nama Virusnya SARS-CoV-2, Penyakitnya COVID-19

 Setelah menghantui masyarakat di China dan beberapa negara lain di dunia, akhirnya wabah virus corona Wuhan mempunyai nama yang resmi. Tak cuma penyakitnya, virus yang memicunya juga sudah diberi nama resmi.

Sebelumnya, virus yang memicu penyakit tersebut sempat dinamai dengan 2019-nCoV atau Novel Coronavirus. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) akhirnya mengumumkan nama resmi untuk penyakit tersebut yaitu COVID-19.

COVID-19 merupakan singkatan dari kata 'corona', 'virus', dan 'disease'. Angka 19 yang ada di belakangnya mewakili tahun 2019 saat virus itu ditemukan.

Penamaan penyakit secara resmi ini bertujuan agar mencegah terjadinya kekeliruan atau stigma pada kelompok atau negara tertentu. Seperti dulu, dikenal dengan penyakit misterius mirip pneumonia akibat virus corona yang mewabah di Wuhan.

Dikutip dari nrp.org, juru bicara WHO menjelaskan nama resmi ini digunakan untuk seluruh spektrum kasus. Mulai dari yang ringan, sedang hingga berat.

Selain penyakitnya, virus yang menyebabkan wabah tersebut juga telah mendapatkan secara resmi. Komite Taksonomi Virus Internasional menetapkan nama baru virus corona baru di Wuhan yakni SARS-CoV-2.

Zhong Nanshan, pakar penyakit pernapasan Tiongkok berharap agar wabah penyakit ini cepat selesai dan bisa teratasi dengan baik.

Viral Warga Singapura Pakai Kondom di Jari Agar Tak Tertular Virus Corona

 Virus corona jenis baru dengan nama resmi COVID-19 sudah menyebar di beberapa negara, salah satunya Singapura. Negara tersebut saat ini telah mengonfirmasi adanya 47 kasus positif virus corona.
Tentu saja keadaan tersebut menimbulkan kekhawatiran. Beberapa orang melakukan segala macam cara agar tidak tertular dengan memakai masker. Dilaporkan saat ini pasokan masker di Singapura pun menipis.

Namun tak hanya masker, postingan viral di media sosial Twitter juga menunjukkan warga Singapura memborong kondom sebagai salah satu antisipasi penularan virus corona. Waduh, kok bisa?

Nampaknya, lift dipercaya sebagai area berisiko tinggi yang terkontaminasi virus COVID-19. Karena itu banyak warga Singapura yang membeli kondom untuk menutupi jari mereka saat ingin memencet tombol lift. Ada-ada saja ya.

Postingan yang diunggah oleh akun @me*nga*4*6 mendapat respons beragam dari netizen. Beberapa mengatakan harga kondom lebih mahal dari masker apalagi hanya bisa dipakai sekali.

Meski postingan tersebut dianggap hanya lelucon, cara terbaik untuk melindungi diri dari virus corona adalah dengan selalu mencuci tangan dengan sabun dan air. Hindari menyentuh wajah dengan tangan dan selalu kenakan masker saat berada di luar rumah.

Sabar! Vaksin 'Virus Corona' COVID-19 Akan Rampung dalam 18 Bulan

 Pada Selasa (11/2), Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan vaksin untuk virus corona baru bisa selesai dalam waktu 18 bulan. Tak hanya vaksin Covid-19, terapi juga sedang dikembangkan dalam agenda penelitian tersebut.

"Vaksin pertama bisa siap dalam waktu 18 bulan. Untuk saat ini, kita tidak berdaya dan hanya bisa menggunakan 'senjata' yang ada untuk melawan virus ini," kata Ketua WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus yang dikutip dari Fox News.

Tedros mengatakan, Covid-19 ini merupakan penyakit yang menjadi ancaman untuk global. Menurutnya, meskipun 99 persen banyak terjadi di daratan China itu tetap menjadi ancaman untuk dunia.

Dia juga mengatakan kalau masih banyak faktor yang belum diketahui secara pasti dan bisa menghambat para ilmuwan menyelesaikan vaksin tersebut. Untuk mengatasinya, Tedros membutuhkan banyak jawaban lagi terkait virus ini.

"Sulit dipercaya, hanya dalam dua bulan virus ini bisa menarik perhatian media, masyarakat dunia, bahkan mengacak-acak pasar keuangan hingga para pemimpin politik," jelas Tedros.

Terkait hal ini, Anthony Fauci selaku direktur Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular di National Institute of Health (NIH) mengatakan pengujian awal vaksin akan dimulai pada April mendatang.

Selain itu, Kathy Stover kepala cabang untuk Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular (NIAID) juga mengkonfirmasi telah mulai mengembangkan vaksin sejak sebulan yang lalu.
https://cinemamovie28.com/tokyo-train-girls-4-young-wifes-desires-2/

Indonesia Bakal Bikin Vaksin Virus Corona COVID-19

Wabah virus corona COVID-19 yang muncul di akhir Desember 2019, kini telah menyebar ke beberapa negara. Hingga saat ini belum ada vaksin untuk COVID-19, namun beberapa peneliti telah berusaha mengembangkannya. Bahkan di Indonesia, Lembaga Eijkman pun berencana mengembangkan vaksin untuk virus ini bekerja sama dengan instansi lain.
Prof David H Muljono, dr, SpPD, FINASIM, PhD, peneliti senior Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman, menjelaskan pengembangan vaksin untuk virus corona atau COVID-19 yang baru direncanakan. Menurutnya, rencana ini masih menjadi bahasan awal.

"Rencana pengembangan vaksin telah dilakukan pembahasan awal dengan PT Biofarma untuk mengembangkan vaksin COVID-19," katanya saat memaparkan materi di Auditorium Sitoplasma, Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, Jakarta Pusat, Rabu (12/2/2020).

Dalam pemaparannya, ia menjelaskan uji coba pengembangan vaksin di Indonesia nantinya merupakan pengembangan obat herbal asli Indonesia. Pengembangan obat tersebut nantinya dipercaya bisa meningkatkan imunitas tubuh.

"Uji coba pengembangan obat herbal asli indonesia terkait peningkatan imunitas tubuh seperti curcumin dan lain-lain yang bisa pencegahan virus termasuk coronavirus," katanya.

"Jika belum tersedia isolat virus 2019-nCoV (COVID-19) melalui kemampuan bioinformatika yang telah dikuasai akan dilakukan kajian in-silicon (menggunakan komputer) untuk mengidentifikasi bagian-bagian antigenik dari virus 2019-nCoV," paparnya.

Menurutnya, dengan bekerja sama dengan instansi sepeti rumah sakit pendidikan, pengembangan vaksin bisa terlaksana.

"Bisa mengembangkan vaksin kerja sama dengan biofarma dan uji coba di rumah sakit-rumah sakit pendidikan dan penelitian seperti di UNAIR yang memiliki BSL3 (Biosecurity Level 3) dan RS pendidikan lain yang berjumlah 24," tambahnya.

Biar Tak Bingung: Nama Virusnya SARS-CoV-2, Penyakitnya COVID-19

 Setelah menghantui masyarakat di China dan beberapa negara lain di dunia, akhirnya wabah virus corona Wuhan mempunyai nama yang resmi. Tak cuma penyakitnya, virus yang memicunya juga sudah diberi nama resmi.

Sebelumnya, virus yang memicu penyakit tersebut sempat dinamai dengan 2019-nCoV atau Novel Coronavirus. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) akhirnya mengumumkan nama resmi untuk penyakit tersebut yaitu COVID-19.

COVID-19 merupakan singkatan dari kata 'corona', 'virus', dan 'disease'. Angka 19 yang ada di belakangnya mewakili tahun 2019 saat virus itu ditemukan.

Penamaan penyakit secara resmi ini bertujuan agar mencegah terjadinya kekeliruan atau stigma pada kelompok atau negara tertentu. Seperti dulu, dikenal dengan penyakit misterius mirip pneumonia akibat virus corona yang mewabah di Wuhan.

Dikutip dari nrp.org, juru bicara WHO menjelaskan nama resmi ini digunakan untuk seluruh spektrum kasus. Mulai dari yang ringan, sedang hingga berat.

Selain penyakitnya, virus yang menyebabkan wabah tersebut juga telah mendapatkan secara resmi. Komite Taksonomi Virus Internasional menetapkan nama baru virus corona baru di Wuhan yakni SARS-CoV-2.

Zhong Nanshan, pakar penyakit pernapasan Tiongkok berharap agar wabah penyakit ini cepat selesai dan bisa teratasi dengan baik.
https://cinemamovie28.com/in-the-deep/