Sabtu, 15 Agustus 2020

6 Provinsi Indonesia Ini Sumbang Kasus Corona Terbanyak Per 15 Agustus

Indonesia mencatatkan penambahan kasus baru positif COVID-19 sebanyak 2.345 kasus per 15 Agustus 2020. Dua provinsi di Indonesia, yaitu DKI Jakarta dan Jawa Timur mencatatkan penambahan kasus tertinggi.
Berdasarkan situs resmi Satgas Penanganan COVID-19 pada hari Sabtu (15/8/2020), sebanyak 2.345 orang telah terkonfirmasi positif COVID-19, sehingga totalnya menjadi 137.468 kasus.

Data tersebut juga menunjukkan pasien Corona yang sembuh sebanyak 91.321 orang dan 6.071 lainnya meninggal dunia.

Berikut 5 provinsi dengan penambahan kasus baru Corona terbanyak pada 15 Agustus.

DKI Jakarta: 583 kasus
Jawa Timur: 436 kasus
Jawa Barat : 237 kasus
Sumatera Utara : 195 kasus
Jawa Tengah : 131 kasus
Sulawesi Selatan : 102 kasus
Adapun 3 provinsi di Indonesia yang tidak ada penambahan kasus baru Corona pada 15 Agustus.

Sulawesi Tengah
Lampung
Papua

Ada Virus Corona, Kantor Pusat Bank DBS Singapura Evakuasi 300 Karyawan

 Bank terbesar Singapura, DBS, pada hari Rabu (12/2/2020) mengevakuasi sekitar 300 karyawan dari kantor pusatnya sebagai langkah pencegahan. Hal ini didasari penemuan satu kasus virus corona (COVID-19) di lingkungan kantor.
"Dengan menyesal saya harus memberi tahu Anda bahwa ada satu kasus terkonfirmasi virus corona di DBS Asia Central lantai 43 hari ini," kata Kepala Bank DBS Singapura, Tse Koon Shee, dalam memo internal perusahaan.

"Sebagai langkah pencegahan, semua 300 karyawan di lantai 43 MBFC dievakuasi dan untuk sementara kerja dari rumah," lanjutnya seperti dikutip dari Reuters.

Singapura sendiri hingga saat ini jadi salah satu negara di luar China dengan kasus virus corona tertinggi. Laporan pemerintah setempat mencatat sudah ada 47 kasus virus corona yang terkonfirmasi.

Beberapa hari yang lalu Singapura telah menaikkan status ancaman virus corona di wilayahnya menjadi oranye. Ini adalalah kedua kalinya Singapura mengaktifkan kode oranye setelah wabah flu babi (H5N1) di tahun 2009.

Dikutip dari situs resmi Kementerian Kesehatan Singapura, kode ini merupakan bagian dari sistem bernama Disease Outbreak Response System Condition (DORSCON). Sistem dibuat usai wabah severe acute respiratory syndrome (SARS) pada tahun 2003 dan berfungsi untuk membantu langkah penanganan suatu penyakit sesuai dengan tingkat ancamannya.

Usia Bukan Halangan, 40 Tahun Harus Tetap Bugar!

Memasuki usia 40 tahun memang kinerja tubuh sudah mulai berkurang. Namun, hal tersebut seharusnya tidak membuat kita mengurangi aktivitas, karena menjaga kebugaran masih sangat dibutuhkan di usia produktif tersebut.
Berbagai cara juga bisa dilakukan agar tubuh tetap bugar ketika memasuki umur 40 tahun. Mulai dari menjaga pola makan, pola tidur, berolahraga secara rutin dan juga memeriksa kadar gula darah yang ada di dalam tubuh. Hal ini dinilai sangat penting untuk menjaga badan tetap fit dan bugar dalam menjalani segala aktivitas.

Mengapa hal tersebut sangat diperlukan? Head of Medical Kalbe Nutritionals dr Muliaman Mansyur mengatakan seiring dengan bertambahnya usia berbagai organ mengalami penuaan, salah satunya adalah tulang belakang.

"Yang paling sering ditemukan adalah bantalan sendi tulang belakang yang semakin kehilangan cairan, sehingga menjadikan fungsinya sebagai peredam kejut berkurang. Hal ini juga meningkatkan cedera tulang belakang yang umumnya sering terasa di lutut, siku, ruas jari, pinggul, leher hingga bahu," ujar dr Muliaman kepada detikHealth baru-baru ini.

Lebih lanjut, dr Muliaman mengatakan hal tersebut dikarenakan mulai dari usia 40 tahun diri kita akan kehilangan sekitar 1 persen dari massa otot per tahunnya, maka dari itu hal yang dapat dilakukan adalah meningkatkan massa otot dengan aktivitas fisik.
https://cinemamovie28.com/friends-mother-the-day-my-friend-wasnt-home-2/

Cek Kadar Kolesterol di Usia 20-an Bisa Cegah Risiko Jantung

 Penyakit jantung adalah salah satu penyakit mematikan yang bisa saja menyerang seseorang secara mendadak. Salah satu cara untuk mencegah penyakit mematikan tersebut adalah dengan memeriksa kadar kolesterol secara rutin.
Dilansir dari medicalnewstoday, sebuah penelitian menemukan adanya hubungan antara kadar kolesterol ketika seseorang memasuki masa dewasa muda atau jenjang umur 20 hingga 35 dengan risiko kardiovaskular di kemudian hari. Hasilnya pun cukup mengejutkan, lebih dari 12% orang dewasa di AS yang berusia 20 tahun ke atas memiliki kadar kolesterol total di atas 240 miligram per desiliter (mg/dl).

Head of Medical Kalbe Nutritionals dr Muliaman Mansyur mengatakan kolesterol memang masih dibutuhkan terutama pada saat anak. Hal ini diperlukan untuk pembentukan vitamin D, tulang, otak dan pembentukan hormon. Namun, pada saat dewasa apabila diberikan dengan berlebihan akan sangat berbahaya karena bisa tertimbun di sepanjang dinding pembuluh darah arteri sebagai plak, sehingga mempersempit dan menghambat aliran darah.

"Akibatnya, banyak bagian tubuh yang kekurangan pasokan darah sehingga berisiko menimbulkan masalah kesehatan serius, seperti serangan jantung atau stroke. Tentunya ini bukan kejadian sesaat setelah makan, kolesterol tinggi perlu proses ada yang terjadi lebih awal saat muda dan sering juga terjadi saat dewasa," ujar dr Muliaman baru-baru ini kepada pihak detikHealth.

Dirinya juga mengatakan bahwa tingkat kolesterol yang aman itu berada di tingkat 200 mg. Memeriksakan kadar kolesterol ada baiknya untuk dilakukan sedari muda untuk menghindari potensi penyakit jantung.

"Kita boleh saja mengecek kadar kolesterol saat muda terutama pada kondisi remaja yang obesitas dan pola makan yang tidak sehat, dengan rutin mengecek kadar kolesterol sedari muda tentu kita bisa cegah salah satu pencetus serangan jantung. Cek juga kadar kolesterol secara rutin kalau sudah di atas 40 tahun boleh 1-2 kali dalam setahun, kalau memang kolesterolnya di atas 200 mg," imbuh dr Muliaman.

Lebih lanjut, dr Muliaman memberikan tips untuk menurunkan kadar kolesterol, selain melakukan pemeriksaan secara rutin 1 sekali setahun atau 2 sampai 3 kali setahun bagi yang mempunyai riwayat kolesterol tinggi. Caranya dengan menjaga pola hidup sehat dan menghindari makan penyebab kolesterol.

"Apabila ditemukan kadar kolesterol yang tinggi segerakan untuk berkonsultasi dengan dokter atau memulai pola hidup sehat dengan menjaga pola makan, mulai melakukan diet makanan yang rendah lemak dan rajin berolahraga," jelas dr Muliaman.

Adapun cara lainnya adalah dengan mengonsumsi nutrisi yang bisa mencegah dan mengontrol kolesterol. Salah satu nutrisi yang tepat adalah Nutrive Benecol. Nutrive Benecol mengandung zat active PSE plant stanol ester yang sudah teruji secara klinis.

Nutrive Benecol bisa dikonsumsi 2 kali dalam sehari setelah makan terutama kalau mengonsumsi makanan yang mengandung lemak tinggi. Mengonsumsi Nutrive Benecol selama 2-3 minggu terbukti menurunkan 7-10% risiko kolesterol dan menjaga kadar kolesterol.
https://cinemamovie28.com/identicals/