Israa Seblani sedang melakukan sesi foto di sela-sela pesta pernikahannya di Saifi Village, Beirut, Lebanon, Selasa (4/8/2020). Mengenakan gaun putih dan train panjang menyapu lantai, wanita 29 tahun ini berpose bak model sambil melempar senyum ke kamera.
Namun senyuman bahagia itu seketika hilang. Tepat saat fotografer mengabadikan momen bahagianya, terjadi ledakan dahsyat, yang berasal dari Pelabuhan Beirut.
Ledakan Lebanon yang sejauh ini sudah menewaskan 145 orang dan membuat ribuan lainnya terluka tersebut membuat Israa Seblani, suaminya Ahmad Sbeih dan para tamu termasuk fotografer kocar-kacir. Mereka berlarian masuk ke dalam ruangan untuk menghindari gelombang ledakan serta serpihan debu serta kaca.
Mendadak berada di situasi mencekam setelah sebelumnya bersuka cita atas pernikahannya, Israa Seblani mengira dirinya akan meninggal di hari itu juga.
"Satu hal yang terlintas di pikiranku: Sekarang aku akan mati," kata Israa, seperti dikutip dari New York Times.
Wanita yang berprofesi sebagai dokter spesialis endokrin ini tak pernah menyangka hari bahagia yang dikiranya akan sempurna, berubah jadi bencana.
"Pada saat pengambilan gambar itu, hidup terasa sangat normal. Dan hanya dalam hitungan detik, langit berubah dari biru jadi pink dan ada asap tebal di langit," ujarnya.
Israa Seblani mengingat peristiwa itu terjadi sangat cepat. Hanya beberapa detik setelah dia mendengar ledakan tersebut, tempat yang tadinya indah, seketika menjadi seperti kota hantu.
"Semua yang telah direncanakan kini terbang bersama debu dan pecahan kaca, dan dalam beberapa detik aku akan mati," ungkapnya.
Suami Israa, Ahmad, pun ikut terkena sentakan gelombang dari ledakan yang terjadi pada 4 Agustus 2020 itu. Ahmad yang melihat sesi pemotretan dari dekat terhempas sejauh 1,8 meter. Hal paling pertama yang dipikirkannya saat itu adalah mencari pengantinnya dan lari. Mereka pun berlindung di restoran terdekat.
Pesta pernikahan akhirnya diadakan secara kecil-kecilan di rumah mereka dan hanya dihadiri keluarga. Meskipun sempat mengalami trauma, Israa Seblani bersyukur karena dia, suami dan keluarganya termasuk orang-orang yang beruntung bisa selamat dari ledakan tersebut. Namun menjalani hidup sebagai pengantin baru di tengah bencana, rasanya sulit untuk merasakan kebahagiaan yang utuh.
"Ada banyak keluarga yang kehilangan anak-anaknya, anak yang kehilangan orangtua, bagaimana kami bisa bahagia? Yang bisa kami katakan adalah terima kasih Tuhan untuk segalanya," tutup Israa.
Viral Berita Duka Korban Corona, Isinya 'Semoga Karma Datangi Kalian Semua'
Kehilangan seseorang yang dicintai tidaklah mudah. Terutama jika kematiannya itu dianggap karena kesalahan orang lain. Hal itu yang dirasakan oleh wanita yang juga merupakan seorang istri yang berasal Texas.
Seperti dikutip dari Bored Panda, wanita bernama Stacey itu kabarnya baru saja kehilangan suaminya, David Nagy, 79 tahun, pada 22 Juli 2020 akibat infeksi virus Corona. Merasa tidak terima atas kematian sang suami, Stacey lalu mengungkapkan kekesalannya melalui berita duka suaminya yang ditulis di koran lokal Jefferson Jimplecute.
Menurut Stacey, kematian suaminya itu disebabkan karena ulah beberapa pihak. Dia menyebut suaminya hanyalah korban yang tidak bersalah. Stacey bahkan mendoakan semoga orang-orang yang menyebabkan suaminya meninggal itu segera mendapat karmanya.
https://kamumovie28.com/si-doel-the-movie-2/