Jumat, 10 Juli 2020

Kata ATSI Soal Kasus Kebocoran Data Denny Siregar

 Asosiasi Penyelenggara Jasa Telekomunikasi Indonesia (ATSI) merespon terkait kasus kebocoran data penggiat media sosial Denny Siregar beberapa waktu lalu.
Hal itu disampaikan Sekretaris Jenderal ATSI Marwan O Baasir saat Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) dengan Komisi I DPR RI, Jakarta, Kamis (9/10/2020). Adapun pernyataan ATSI ini setelah mendapat pertanyaan dari salah satu anggota Komisi I DPR dari Fraksi Partai Golkar Christina Aryani.

"Sudah ada statement khusus dari salah satu anggota kami dan kami, ATSI, tidak dalam posisi untuk menyampaikan apapun mengenai (kasus kebocoran data Denny Siregar-red) ini. Holding statement dari Telkomsel sudah jelas dan saya rasa sudah diumumkan kepada publik," ujar Marwan.

Denny Siregar mengungkapkan keresahan atas kebocoran data yang mana ada akun di Twitter @Opposite6891 memposting data pribadi yang diduga miliknya, dengan berisikan data berupa nama, alamat, NIK, KK, IMEI, OS, hingga jenis perangkat. Postingan Denny itu dicuitkannya pada 5 Juli 2020.

Dari Tweet tersebut, jaga linimasa Twitter langsung ramai dan kasus Denny jadi viral. Terkait kejadian yang dialami Denny, Telkomsel langsung meresponnya. Denny Abidin, Vice President Corporate Communications Telkomsel mengatakan, perlindungan data pengguna adalah prioritas mereka.

"Bagi Telkomsel, perlindungan data pelanggan selalu menjadi prioritas yang paling utama, sehingga kami senantiasa memastikan keamanan data dan kenyamanan seluruh pelanggan dalam berkomunikasi," kata Denny Abidin ketika itu.

Sedangkan di pernyataan Telkomsel yang baru disebarkan pada hari ini, Jumat (10/7/2020) operator seluler ini menyatakan komitmennya dengan melakukan investigasi dan menindaklanjutinya. Mereka melapor ke pihak kepolisian. Laporan resmi Telkomsel tersebut telah diajukan kepada aparat penegak hukum melalui Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri pada Rabu, 8 Juli 2020.

Kami sangat menyayangkan ketidaknyamanan Saudara Denny Siregar sebagai pelanggan atas keluhan yang disampaikan terkait adanya dugaan penyalahgunaan data pelanggan. Sehubungan itu, Telkomsel berkomitmen untuk memberikan perhatian serius untuk memastikan penanganan keluhan tersebut secara terbuka dan tuntas," ujar Andi Agus Akbar, Senior Vice President Corporate Secretary Telkomsel.

Disampaikan bahwa Telkomsel terus melakukan koordinasi secara intensif dengan aparat penegak hukum, guna membantu kelancaran proses lanjutan atas pelaporan yang telah diajukan, serta mempercayakan sepenuhnya pada proses hukum yang sudah berjalan, sesuai aturan yang berlaku.

"Sebagai badan usaha, kami akan selalu patuh terhadap peraturan perundangan dan etika bisnis, yang mengacu pada standar teknis dan keamanan yang telah ditentukan bagi kepentingan penyelenggaraan jasa telekomunikasi komersial yang ditetapkan oleh lembaga standardisasi internasional (ITU, GSMA) maupun regulasi yang berlaku," tuturnya.

Android 10 Rambah 100 Juta Perangkat dalam 5 Bulan

- Google sejak lama kesulitan menyebar update Android versi terbaru secara tepat waktu kepada semua vendor ponsel. Tapi sepertinya Google mulai melihat perubahan yang berarti sejak peluncuran Android 10.
Menurut data Google, Android 10 merupakan versi Android dengan tingkat adopsi yang paling cepat. Dikutip detikINET dari The Verge, Jumat (10/7/2020) Android 10 telah diinstal di 100 juta perangkat dalam waktu lima bulan sejak diluncurkan pada Agutus 2019.

Angka ini menunjukkan tingkat adopsi yang 28% lebih cepat dibanding waktu yang diperlukan Android Pie untuk menjangkau jumlah perangkat yang sama. Tapi Google tidak menjabarkan berapa persen perangkat yang telah menjalankan Android 10 dibanding versi lainnya.

Android mungkin masih menjadi sistem operasi mobile terbesar di dunia, tapi setiap ada Android versi baru mereka selalu kewalahan untuk membawanya ke semua ponsel secara cepat. Hal ini disebut industri sebagai fragmentasi, karena vendor ponsel dan operator seluler juga bisa memperlambat proses.

Masalah ini juga semakin terlihat ketika dibandingkan dengan pencapaian Apple saat menyebarkan iOS terbaru. Saat ini, 81% iPhone sudah menjalankan iOS 13 sejak diluncurkan pada September lalu.

Salah satu faktor yang membuat Google bisa mempercepat adopsi Android 10 adalah inisiatif seperti Project Treble dan Project Mainline yang bisa memudahkan vendor, operator bahkan produsen chipset untuk menghadirkan update terbaru.
https://nonton08.com/exposed/

Sumbang Rp 402 M ke Ekonomi Manado, Grab Ajak UMKM Go Digital

Riset Center for Strategic and International Studies (CSIS) dan Tenggara Strategics menyebut empat layanan Grab secara keseluruhan berkontribusi sebesar Rp 402 miliar ke perekonomian Manado di tahun 2019. Pada saat yang bersamaan, Grab juga meluncurkan program #TerusUsaha untuk membantu UMKM di Manado go digital.
Head of East Indonesia Grab Indonesia, Halim Wijaya mengutip data Badan Pusat Statistik tahun 2018 yang menunjukkan lebih dari 60 ribu UMKM di Kota Manado atau merupakan 20,87% jumlah UMKM Sulawesi Utara, menyerap hampir 40% dari jumlah tenaga kerja di Sulawesi Utara. Namun, faktanya ada lebih dari 92% UMKM Sulawesi Utara yang belum terdigitalisasi.

Melihat hal ini, kata Halim, kebutuhan untuk digitalisasi dan peningkatan kapasitas UMKM untuk bisa beradaptasi dan berkembang menjadi penting agar ketangguhan ekonomi kota Manado dapat terjaga di era new normal ini.

"Manado sangat identik dengan pariwisata karena alamnya yang indah. Tumbuhnya sektor pariwisata juga mendorong sektor ekonomi lainnya, yaitu kuliner dan kerajinan yang sebagian besar pelakunya adalah UMKM," ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (10/7/2020).

Dijelaskan Halim, program #TerusUsaha yang sejalan dengan misi GrabForGood merupakan langkah konkret dari Grab untuk meningkatkan kemampuan, kapasitas, serta jangkauan bagi UMKM dan individu dalam menyambut masa depan ekonomi digital.

"Kami akan mendorong bisnis kecil dan tradisional untuk merangkul teknologi dan menuju digitalisasi, untuk memastikan mereka tidak tertinggal dalam era digital. Untuk memastikan UMKM di Manado tetap mampu bertahan dan terus maju di tengah wabah COVID-19, kami sediakan berbagai wadah dan teknologi untuk pelaku UMKM belajar dan mulai melakukan transformasi digital bersama Grab," ujarnya.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Tenggara Strategics, Riyadi Suparno menyatakan melalui riset ini seluruh elemen terkait bisa melihat kontribusi yang sudah dilakukan oleh pihak Grab dalam beberapa waktu ke belakang.

Kata Riyadi, saat Manado mulai beradaptasi untuk menyambut era pasca-COVID-19, pihaknya percaya bahwa platform seperti Grab dan sektor gig economy dapat mendukung Manado dalam perjalanannya menuju pemulihan ekonomi.

"Kami melihat bahwa ada peningkatan kualitas hidup para gig workers di Manado sebesar 16% setelah bergabung dengan Grab. Untuk itu, kesiapan para gig workers pelaku UMKM secara digital akan menjadi lebih penting dalam era new normal," ujar Riyadi.

"Dalam riset tersebut, kami juga menemukan bahwa 27% mitra GrabFood mempekerjakan rata-rata dua karyawan baru saat bisnis mulai bertumbuh. Sistem digital dari platform Grab juga bisa membantu mereka tetap menjalankan bisnisnya di tengah wabah COVID-19 dan siap memasuki era tatanan kehidupan baru," sambungnya.

Kata ATSI Soal Kasus Kebocoran Data Denny Siregar

 Asosiasi Penyelenggara Jasa Telekomunikasi Indonesia (ATSI) merespon terkait kasus kebocoran data penggiat media sosial Denny Siregar beberapa waktu lalu.
Hal itu disampaikan Sekretaris Jenderal ATSI Marwan O Baasir saat Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) dengan Komisi I DPR RI, Jakarta, Kamis (9/10/2020). Adapun pernyataan ATSI ini setelah mendapat pertanyaan dari salah satu anggota Komisi I DPR dari Fraksi Partai Golkar Christina Aryani.

"Sudah ada statement khusus dari salah satu anggota kami dan kami, ATSI, tidak dalam posisi untuk menyampaikan apapun mengenai (kasus kebocoran data Denny Siregar-red) ini. Holding statement dari Telkomsel sudah jelas dan saya rasa sudah diumumkan kepada publik," ujar Marwan.

Denny Siregar mengungkapkan keresahan atas kebocoran data yang mana ada akun di Twitter @Opposite6891 memposting data pribadi yang diduga miliknya, dengan berisikan data berupa nama, alamat, NIK, KK, IMEI, OS, hingga jenis perangkat. Postingan Denny itu dicuitkannya pada 5 Juli 2020.

Dari Tweet tersebut, jaga linimasa Twitter langsung ramai dan kasus Denny jadi viral. Terkait kejadian yang dialami Denny, Telkomsel langsung meresponnya. Denny Abidin, Vice President Corporate Communications Telkomsel mengatakan, perlindungan data pengguna adalah prioritas mereka.

"Bagi Telkomsel, perlindungan data pelanggan selalu menjadi prioritas yang paling utama, sehingga kami senantiasa memastikan keamanan data dan kenyamanan seluruh pelanggan dalam berkomunikasi," kata Denny Abidin ketika itu.

Sedangkan di pernyataan Telkomsel yang baru disebarkan pada hari ini, Jumat (10/7/2020) operator seluler ini menyatakan komitmennya dengan melakukan investigasi dan menindaklanjutinya. Mereka melapor ke pihak kepolisian. Laporan resmi Telkomsel tersebut telah diajukan kepada aparat penegak hukum melalui Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri pada Rabu, 8 Juli 2020.
https://nonton08.com/lego-marvel-spider-man-vexed-by-venom/