Kamis, 09 Juli 2020

Per 8 Juli, 11 Provinsi Ini Lebih Banyak Pasien Corona Sembuh daripada Positif

Pasien virus Corona COVID-19 yang sembuh di beberapa provinsi ini disebut lebih banyak daripada kasus positif Corona. Pemerintah pada Rabu (8/7/2020) mengumumkan penambahan kasus baru Corona sebanyak 1.853 orang, 800 dinyatakan sembuh, dan 50 meninggal dunia.
"Total sembuh hari ini dilaporkan adalah 800 sehingga akumulasinya untuk kasus sembuh sebanyak 31.585 orang," ujar Yuri dalam siaran pers BNPB melalui kanal YouTube, Rabu (8/7/2020).

Berikut detail perkembangan kasus virus Corona di Indonesia pada Rabu (8/7/2020):

1. Jumlah kasus positif bertambah 1.853 menjadi 68.079.

2. Jumlah pasien sembuh bertambah 800 menjadi 31.585.

3. Jumlah pasien meninggal dunia bertambah 50 menjadi 3.359.

Total ada 11 provinsi yang melaporkan penambahan kasus pasien sembuh Corona lebih banyak dibandingkan kasus positif. Berikut sebaran provinsi yang melaporkan penambahan kasus sembuh lebih banyak dibandingkan kasus positif per 7 Juli:

Aceh
- Sembuh: 9
- Kasus baru: 1

Bali
- Sembuh: 45
- Kasus baru: 31

Bangka Belitung
- Sembuh: 3
- Kasus baru: 0

Kalimantan Barat
- Sembuh: 1
- Kasus baru: 0

Kalimantan Utara
- Sembuh: 2
- Kasus baru: 0

Sumatera Barat
- Sembuh: 10
- Kasus baru: 0

Riau
- Sembuh: 1
- Kasus baru: 0

Maluku
- Sembuh: 52
- Kasus baru: 7

Papua
- Sembuh: 23
- Kasus baru: 17

Nusa Tenggara Timur
- Sembuh: 37
- Meninggal: 3

Papua Barat
- Sembuh: 1
- Meninggal: 0

Riset Ini Ingatkan Adanya Kerusakan Otak Akibat COVID-19

Para ilmuwan memperingatkan kemungkinan adanya gelombang kerusakan otak yang disebabkan oleh virus Corona COVID-19. Hal ini diungkapkan lewat hasil riset dari University College London (UCL).
Penyakit akibat virus SARS-CoV-2 ini disebut bisa menyebabkan komplikasi neurologis yang parah, termasuk peradangan, psikosis (gangguan realita), serta delirium (gangguan mental yang menyebabkan kebingungan). UCL menunjukkan 43 kasus pasien COVID mengalami disfungsi otak sementara, stroke, sampai kerusakan saraf dan dampak serius pada otak lainnya.

Hal ini memperkuat pernyataan sejumlah ahli saraf dan dokter spesialis sebelumnya, bahwa ada bukti dampak COVID-19 pada otak. Tetapi, dampak terbesar karena pademi Corona ini masih terkait pada gangguan pernapasan.

"Kekhawatiran saya. saat ini kita punya jutaan orang yang terinfeksi COVID-19. Jika dalam satu tahun ada 10 juta orang yang sembuh, orang-orang itu akan memiliki defisit kognitif," jelas ahli saraf di Western University di Kanada, Adrian Owen, yang dikutip dari Reuters, Kamis (9/7/2020).

"Itu akan mempengaruhi kemampuan mereka dalam bekerja dan melakukan aktivitas sehari-hari," lanjutnya.

Meski begitu, salah satu pemimpin penelitian ini, Michael Zandi, dari UCL's Institute Neurologi mengatakan masih perlu pembuktian lebih lanjut terkait hal ini.

"Apakah kita akan benar-benar melihat adanya kerusakan dalam skala besar pada otak? Ini masih harus diteliti lagi," katanya.

Peneliti Sebut Lesi Kulit Tidak Terkait dengan Virus Corona

- Sampai hari ini, pandemi virus Corona masih melanda beberapa negara di dunia, termasuk Indonesia. Meningkatnya jumlah kasus baru tiap harinya membuat masyarakat harus semakin waspada terhadap gejala-gejala COVID-19 yang bisa saja terjadi.
Adapun berbagai gejala yang telah banyak dideteksi para pakar dunia, seperti demam, batuk, pilek, hingga lesi atau chilblains . Tapi, dari sebuah penelitian mengungkap lesi tidak terkait dengan gejala COVID-19.

Hal ini pertama kali ditemukan Ferderasi Podiatris International pada anak laki-laki berusia 13 tahun yang terinfeksi Corona. Meski awalnya dianggap karena laba-laba, tapi pasien tersebut mulai menunjukkan gejala lain dari virus Corona.

"Mereka adalah lesi ungu (sangat mirip dengan cacar air, campak, atau chilblains) yang biasanya muncul di jari kaki dan biasanya sembuh tanpa meninggalkan bekas," kata dewan dalam sebuah pernyataan yang dikutip dari Medical Daily.
https://cinemamovie28.com/cast/dahlia-poland/

IDI Nilai Pengembangan Eucalyptus Dapat Menekan Impor Bahan Obat

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Daeng Muhammad Faqih, menilai penelitian Litbang Kementan pada tanaman eucalyptus dapat mengurangi ketergantungan impor pada bahan obat. Hal ini disampaikan saat menandatangani kerja sama penelitian lanjutan eucalyptus di kantor Kementan, Jakarta hari ini.
"Temuan kandungan pada tanaman eucalyptus oleh Balitbangtan Kementan telah menyadarkan kita bahwa kita kurang memanfaatkan produk dalam negeri yang kita olah sendiri," ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima dari Kementan, Rabu (8/7/2020).

Menurutnya, selama ini hampir seluruh alat kesehatan dan obat-obatan di Indonesia diimpor dari berbagai Negara, dan terbanyak diimpor dari negara Cina dan India. Padahal, selama ini Indonesia merupakan negara agraris yang kaya akan tumbuhanya.

Terkait hal ini, Daeng berharap tanaman obat yang ada di Indonesia bisa dibudidayakan untuk penelitian dan riset lebih mendalam. Ia juga meminta agar industri kesehatan dapat lebih mandiri sehingga kesehatan masyarakat tidak selalu bergantung pada bahan impor.

"Ini menjadi tantangan kita apakah ingin tetap bergantung pada impor ataukah ingin memberi peluang pada obat hasil dari dalam negeri. Saya sudah bicara dengan Pak Mentan untuk mendorong kemandirian bangsa di bidang industri kesehatan dan di bidang pelayanan kesehatan. Mudah-mudahan kemandirian bangsa di bidang obat-obatan di Indonesia dapat dibantu dengan kontribusi sektor pertanian," pungkasnya.

Sebagai informasi. Kementerian Pertanian dan IDI telah melakukan penandatangan kerja sama MoU untuk pengembangan riset tanaman eucalyptus sebagai solusi melawan virus Corona dan lainnya. IDI akan melakukan uji klinis kepada pasien positif COVID-19 dan untuk pengembangan riset lebih lanjut dengan bahan baku eucalyptus.

Per 8 Juli, 11 Provinsi Ini Lebih Banyak Pasien Corona Sembuh daripada Positif

Pasien virus Corona COVID-19 yang sembuh di beberapa provinsi ini disebut lebih banyak daripada kasus positif Corona. Pemerintah pada Rabu (8/7/2020) mengumumkan penambahan kasus baru Corona sebanyak 1.853 orang, 800 dinyatakan sembuh, dan 50 meninggal dunia.
"Total sembuh hari ini dilaporkan adalah 800 sehingga akumulasinya untuk kasus sembuh sebanyak 31.585 orang," ujar Yuri dalam siaran pers BNPB melalui kanal YouTube, Rabu (8/7/2020).

Berikut detail perkembangan kasus virus Corona di Indonesia pada Rabu (8/7/2020):

1. Jumlah kasus positif bertambah 1.853 menjadi 68.079.

2. Jumlah pasien sembuh bertambah 800 menjadi 31.585.

3. Jumlah pasien meninggal dunia bertambah 50 menjadi 3.359.

Total ada 11 provinsi yang melaporkan penambahan kasus pasien sembuh Corona lebih banyak dibandingkan kasus positif. Berikut sebaran provinsi yang melaporkan penambahan kasus sembuh lebih banyak dibandingkan kasus positif per 7 Juli:

Aceh
- Sembuh: 9
- Kasus baru: 1

Bali
- Sembuh: 45
- Kasus baru: 31

Bangka Belitung
- Sembuh: 3
- Kasus baru: 0

Kalimantan Barat
- Sembuh: 1
- Kasus baru: 0

Kalimantan Utara
- Sembuh: 2
- Kasus baru: 0

Sumatera Barat
- Sembuh: 10
- Kasus baru: 0

Riau
- Sembuh: 1
- Kasus baru: 0

Maluku
- Sembuh: 52
- Kasus baru: 7

Papua
- Sembuh: 23
- Kasus baru: 17

Nusa Tenggara Timur
- Sembuh: 37
- Meninggal: 3

Papua Barat
- Sembuh: 1
- Meninggal: 0
https://cinemamovie28.com/cast/agata-buzek/