Sabtu, 20 Juni 2020

Corona Sudah Masuk Indonesia, Berani Tegur Orang Batuk Sembarangan Nggak?

 Ketika batuk, virus akan mudah menular pada orang di sekitar. Terlebih saat ini masyarakat khawatir dengan virus corona COVID-19 yang sudah masuk ke Indonesia.
Umumnya risiko penularan virus akan mudah terjadi apabila di tempat ramai seperti di dalam bus atau KRL. Beberapa penumpang mungkin sejak lama merasa geram dengan orang yang batuk sembarangan tanpa memperhatikan etika batuk yang benar.

"Batuk nggak ditutup, bersin nggak ditutup sudah gitu nggak pakai masker, iya saya tegur itu dan banyak juga penumpang yang ngedukung," kata Andi kepada detikcom, di stasiun Depok Baru, Selasa (3/3/2020).

Sementara itu penumpang KRL lain bernama Reynaldi merasa faktor kurangnya pengetahuan bisa menjadi penyebab seseorang batuk sembarangan.

"Mungkin kurang pengetahuan aja kali ya dia, jadi kita sebagai orang yang melihat kaya gitu. Mungkin kesel sih iya kesel, tapi kita mau negur juga sebenarnya nggak enak takutnya tersinggung atau gimana," kata Reynaldi.

Kalau kamu melihat orang batuk sembarangan di angkutan umum, kira-kira bakal langsung menegur nggak? Jelaskan alasanmu di komentar.

Ubah Kebiasaan Salaman Bisa Cegah Virus Corona? Ini Kata Vaksinolog

Beberapa negara dilaporkan mulai mengimbau warganya meninggalkan kebiasaan jabat tangan atau salaman. Hal ini dilakukan untuk mencegah virus corona COVID-19 yang disebut bisa menular lewat kontak fisik.
China misalnya merekomendasikan gestur tradisional gong shou (tangan terkepal di telapak tangan lainnya), sementara Uni Emirat Arab menyarankan gestur sentuhan hidung diganti lambaian tangan, dan Australia mendorong gestur tepukan lembut di punggung.

Apakah berbagai alternatif salaman tersebut efektif untuk cegah virus corona?

Vaksinolog dr Dirga Sakti Rampe, MSc, SpPD, dari OMNI Hospitals Pulomas menjawab kemungkinannya bisa saja. Menurut dr Dirga salaman memang bisa menyebarkan virus apalagi bila seseorang jarang cuci tangan dengan sabun.

"Tangan manusia itu kan kotor. Jutaan bakteri atau virus ada di tangan kita. Tangan kotor lalu pegang mata, hidung, atau mulut, masuk deh virus atau bakterinya," kata dr Dirga pada detikcom, Selasa (3/3/2020).

"Jadi ada betulnya bahwa jabat tangan meningkatkan kemungkinan penyebaran kuman. Berarti setelah jabat tangan harus langsung cuci tangan pakai sabun. Kalau itu tidak bisa dilakukan, kurangi atau hindari jabat tangan," pungkasnya.

Takut Corona, 4 Orang Periksakan Diri ke RS Kariadi Semarang Sepulang Umroh

Sebanyak 7 orang diperiksa di RSUP dr Kariadi Semarang terkait pengawasan Covid-19 atau virus corona. Empat orang di antaranya merupakan jamaah umroh yang baru pulang.
Direktur Medik dan Keperawatan RSUP dr Kariadi Semarang, dr Agoes Oerip Poerwoko mengatakan 7 pasien itu sempat datang ke IGD dan 5 di antaranya tidak ada gejala sama sekali, hanya khawatir setelah pulang dari luar negeri sehingga diperbolehkan pulang.

"Ada 7 pasien datang ke IGD. Sebanyak 5 orang tidak ada gejala sama sekali tapi tetap jadi orang dalam pantauan," kata Agoes di RSUP dr. Kariadi Semarang, Selasa (3/3/2020).

Sementara itu 2 orang lainnya sempat diperiksa di IGD dan satu di antaranya sore ini sudah diperbolehkan pulang dan sisanya dilakukan observasi. Meski demikian secara klinis, pemeriksaannya disebut bagus.

"Jadi dia beberapa hari di rumah demam batuk, namun tidak sesak napas, tetap dirawat," ujarnya.

Agoes menjelaskan, kemungkinan terjadinya lonjakan jumlah warga yang khawatir dan periksa ke RSUP dr Kariadi bisa terjadi. Namun ia menegaskan jumlah petugas dan ruang isolasi diusahakan mampu menangani.

"Ada kemungkinan ledakan jumlah pasien yang berobat. Sepuluh rumah sakit yang sudah di-SK-kan Kementrian Kesehatan di Jawa Tengah, termasuk rumah sakit Kariadi," tegasnya.
https://kamumovie28.com/aladdin/

Tips Cuci Tangan dan Pakai Masker, Sudah Benarkah Caramu?

 Salah satu mengatasi virus Corona yakni mencuci tangan dan memakai masker yang benar. Cuci tangan yang benar, salah satunya harus menggunakan sabun.

Menurut WHO, cara mencuci tangan yang benar yakni menggunakan sabun dan ditaruh di telapak tangan. Basahi tangan dan gosokkan telapak tangan yang sudah dikasih sabun tersebut.


Kemudian gosok juga punggung tangan bagian kanan dan kiri. Pastikan seluruh permukaan terkena sabun. Selanjutnya, gosokkan sabun ke sela-sela jari. Karena sela-sela jari menjadi salah satu tempat bersembunyinya kuman. Bersihkan juga punggung tangan dengan gerakan saling mengunci.

Bersihkan jempol bagian kanan dan kiri secara bergantian dengan gerakan memutar. Jempol menjadi salah satu bagian jari tangan yang paling aktif beraktivitas.


Bersihkan bagian ujung jari dengan gerakan menguncup. Tujuannya untuk membebaskan kuku dari kuman-kuman. Terakhir, bersihkan sabun dengan air mengalir dan keringkan.


Selain dari WHO, pencegahan dan pengendalian penyakit tidak menular (P2PTM) kemenkes juga memberikan cara mencuci tangan yang benar. Caranya basahi seluruh tangan dengan air bersih dan mengalir.


Kemudian gosok sabun ke telapak punggung tangan dan sela jari. Lalu bersihkan bagian bawah kuku-kuku. Setelah itu bilas tangan dengan air mengalir dan bersih. Lalu keringkan tangan dengan handuk atau tisu atau keringkan dengan diangin-anginkan.


Selain mencuci tangan, saat ini perlu diketahui cara pakai masker yang benar untuk mencegah virus corona. Dokter spesialis paru dari Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Persahabatan, dr Feni Fitriani Taufik, SpP(K), MPdKed menyebutkan cara pakai masker yang benar.


Pertama, pastikan untuk selalu mencuci tangan dengan sabun sebelum memasang masker. Lalu cari sisi luar masker. Jika masker kamu memiliki dua warna berbeda (umumnya hijau dan putih), sisi luar masker adalah yang berwarna hijau. Maka sisi putihlah yang menempel langsung dengan kulit, sementara lapisan hijau menghadap ke luar.

Kemudian tentukan sisi atas masker, biasanya ditandai dengan adanya garis kawat hidung. Untuk masker dengan menggunakan tali, posisikan kawat hidung di atas hidung dengan jari, lalu ikat kedua sisi tali di bagian atas pada kepala bagian atas. Setelah masker sudah bisa menggantung, tarik masker ke bawah untuk bisa menutup mulut hingga dagu. Ikat tali bagian bawahnya di tengkuk atau belakang leher.

Untuk masker karet kamu hanya perlu mengaitkan tali karet di belakang telinga. Setelah masker menempel aman di wajah, cubit bagian kawatnya untuk mengikuti lekuk hidung agar masker lebih tertutup rapat dan panjangkan lekukan-lekukan masker ke bawah untuk menutupi semua bagian yang perlu ditutup yaitu hidung, mulut, serta dagu.


Jadi sudah benarkah caramu mencuci tangan dan memakai masker untuk pencegahan virus corona?

Corona Sudah Masuk Indonesia, Berani Tegur Orang Batuk Sembarangan Nggak?

 Ketika batuk, virus akan mudah menular pada orang di sekitar. Terlebih saat ini masyarakat khawatir dengan virus corona COVID-19 yang sudah masuk ke Indonesia.
Umumnya risiko penularan virus akan mudah terjadi apabila di tempat ramai seperti di dalam bus atau KRL. Beberapa penumpang mungkin sejak lama merasa geram dengan orang yang batuk sembarangan tanpa memperhatikan etika batuk yang benar.

"Batuk nggak ditutup, bersin nggak ditutup sudah gitu nggak pakai masker, iya saya tegur itu dan banyak juga penumpang yang ngedukung," kata Andi kepada detikcom, di stasiun Depok Baru, Selasa (3/3/2020).

Sementara itu penumpang KRL lain bernama Reynaldi merasa faktor kurangnya pengetahuan bisa menjadi penyebab seseorang batuk sembarangan.

"Mungkin kurang pengetahuan aja kali ya dia, jadi kita sebagai orang yang melihat kaya gitu. Mungkin kesel sih iya kesel, tapi kita mau negur juga sebenarnya nggak enak takutnya tersinggung atau gimana," kata Reynaldi.

Kalau kamu melihat orang batuk sembarangan di angkutan umum, kira-kira bakal langsung menegur nggak? Jelaskan alasanmu di komentar.
https://kamumovie28.com/captain-tsubasa-2018-episode-20-subtitle-indonesia/