Sabtu, 20 Juni 2020

Fitur Penting WhatsApp Hilang, Ribuan Keluhan Dilontarkan

 Gangguan yang terjadi di WhatsApp tampaknya melanda banyak user. Buktinya, topik WhatsApp sempat menjadi nomor satu di trending topic Twitter dan masih awet di papan atas.
Bahkan jumlah cuitan yang dilontarkan sangat banyak. Sejauh ini, tercatat sekitar 187 ribu tweet dilontarkan dengan bahasan WhatsApp.

Seperti diberitakan, cukup banyak gangguan melanda WhatsApp yang untungnya dilaporkan sudah mulai pulih. Menurut pengamatan dari Down Detector, mayoritas masalah yang terjadi adalah fitur last seen mendadak tidak bisa dilihat.

User menyebut pula bahwa mereka tidak bisa melihat kontak sedang online atau tidak. Sebagian lagi menyebut tanda centang berwarna biru sebagai tanda pesan dibaca mendadak tidak aktif.

Selain itu, ada yang melaporkan tidak bisa melihat typing atau fitur yang menunjukkan user di kontak sedang mengetik pesan. Setting privasi tak ketinggalan bermasalah.

"Nice, WhatsApp yang seperti ini justru merupakan hal bagus karena tidak ada yang bisa melihat apakah kita online atau typing," tulis seorang netizen coba mengambil hikmah.

"Relasi di seluruh dunia bermasalah sekarang karena mereka tidak bisa melihat last seen dari kekasih masing-masing," cetus warganet yang lain. Tak ketinggalan, meme kocak pun bertebaran.

Diduga Kelelahan Tangani Pasien Corona, Dokter Ini Kena Serangan Jantung

 Saat ini seluruh dunia sedang berjuang untuk mengurangi penyebaran virus corona (COVID-19). Di China, virus corona tak hanya menyerang populasi umum, tetapi juga tenaga medis.
Sudah banyak tenaga medis yang akhirnya meregang nyawa setelah 'melawan' virus corona baik yang terinfeksi maupun meninggal karena kelelahan. Seperti yang terjadi pada seorang dokter muda asal China, dr Yuan Yangyang.

dr Yuan dilaporkan meninggal dunia di sebuah rumah sakit di Henan, Baofeng. Kala itu ia menjabat sebagai wakil ketua tim penanganan virus rumah sakit.

Dilaporkan oleh The Shanghaiist, dokter yang masih berusia 36 tahun ini meninggal karena serangan jantung diduga akibat terlalu lelah bekerja. Staf medis yang bekerja dengannya mengatakan ia telah bekerja selama 39 hari berturut-turut tanpa henti.

Di media sosial China, Weibo, banyak yang berkomentar bahwa pemerintah harus memikirkan nasib tenaga medis.

"Mereka manusia, bukan robot. Mereka bisa lelah dan juga butuh istirahat," tulis salah satu pengguna.

Virus corona saat ini telah menginfeksi lebih dari 3,000 petugas medis China dan setidaknya delapan kematian dilaporkan akibat penyakit tersebut. Namun ada juga beberapa kasus kematian akibat bekerja di bawah tekanan.

Pada awal Februari lalu, seorang dokter berusia 28 tahun juga meninggal karena kelelahan setelah berjuang melawan wabah virus corona di garis depan selama 10 hari berturut-turut.

Tips Cuci Tangan dan Pakai Masker, Sudah Benarkah Caramu?

 Salah satu mengatasi virus Corona yakni mencuci tangan dan memakai masker yang benar. Cuci tangan yang benar, salah satunya harus menggunakan sabun.

Menurut WHO, cara mencuci tangan yang benar yakni menggunakan sabun dan ditaruh di telapak tangan. Basahi tangan dan gosokkan telapak tangan yang sudah dikasih sabun tersebut.


Kemudian gosok juga punggung tangan bagian kanan dan kiri. Pastikan seluruh permukaan terkena sabun. Selanjutnya, gosokkan sabun ke sela-sela jari. Karena sela-sela jari menjadi salah satu tempat bersembunyinya kuman. Bersihkan juga punggung tangan dengan gerakan saling mengunci.

Bersihkan jempol bagian kanan dan kiri secara bergantian dengan gerakan memutar. Jempol menjadi salah satu bagian jari tangan yang paling aktif beraktivitas.


Bersihkan bagian ujung jari dengan gerakan menguncup. Tujuannya untuk membebaskan kuku dari kuman-kuman. Terakhir, bersihkan sabun dengan air mengalir dan keringkan.


Selain dari WHO, pencegahan dan pengendalian penyakit tidak menular (P2PTM) kemenkes juga memberikan cara mencuci tangan yang benar. Caranya basahi seluruh tangan dengan air bersih dan mengalir.


Kemudian gosok sabun ke telapak punggung tangan dan sela jari. Lalu bersihkan bagian bawah kuku-kuku. Setelah itu bilas tangan dengan air mengalir dan bersih. Lalu keringkan tangan dengan handuk atau tisu atau keringkan dengan diangin-anginkan.


Selain mencuci tangan, saat ini perlu diketahui cara pakai masker yang benar untuk mencegah virus corona. Dokter spesialis paru dari Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Persahabatan, dr Feni Fitriani Taufik, SpP(K), MPdKed menyebutkan cara pakai masker yang benar.


Pertama, pastikan untuk selalu mencuci tangan dengan sabun sebelum memasang masker. Lalu cari sisi luar masker. Jika masker kamu memiliki dua warna berbeda (umumnya hijau dan putih), sisi luar masker adalah yang berwarna hijau. Maka sisi putihlah yang menempel langsung dengan kulit, sementara lapisan hijau menghadap ke luar.
https://kamumovie28.com/captain-tsubasa-2018-episode-16-subtitle-indonesia/

Kata Menkominfo Soal Kebocoran Data Tes COVID-19 Warga RI

Data tes COVID-19 di Tanah Air beredar di forum online, diduga diangkut oleh hacker. Bagaimana tanggapan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G. Plate?
Seperti diberitakan, database tersebut dipajang di forum online RaidForums. Pelaku mengklaim memiliki 230 ribu data warga Indonesia yang ikut tes COVID-19.

Pelaku yang memakai akun bernama Database Shopping ini berniat menjual data tersebut untuk pihak yang tertarik tanpa menyebut harga. Akan tetapi menurut Menkominfo Johnny G. Plate, sejauh ini database soal tes COVID-19 masih terpantau aman.

"Database COVID-19 dan hasil cleansing yang ada di data center kominfo aman. Kami akan menelusuri berita tersebut dan koordinasi dengan BSSN yang membawahi keamanan data COVID-19," terangnya kepada detikINET.

"Kominfo akan berkoordinasi untuk mengevaluasi data center k/l lainnya yang terkait. Semoga di data center lainnya juga aman," tambah dia.

Di forum tersebut, tampak data ini mencakup nama, tanggal laporan, alamat lengkap, kondisi kesehatan, tanggal ambil sampel, riwayat kontak dan lainnya.

Meski begitu, kesahihan data ini memang belum bisa dibuktikan kebenarannya. Selain itu, cuma sedikit anggota forum lain yang menanggapinya.

Jika seandainya benar, kebocoran data semacam ini tentunya meresahkan. Apalagi kali ini data yang dibocorkan terkait dengan riwayat kesehatan seseorang.

Fitur Penting WhatsApp Hilang, Ribuan Keluhan Dilontarkan

 Gangguan yang terjadi di WhatsApp tampaknya melanda banyak user. Buktinya, topik WhatsApp sempat menjadi nomor satu di trending topic Twitter dan masih awet di papan atas.
Bahkan jumlah cuitan yang dilontarkan sangat banyak. Sejauh ini, tercatat sekitar 187 ribu tweet dilontarkan dengan bahasan WhatsApp.

Seperti diberitakan, cukup banyak gangguan melanda WhatsApp yang untungnya dilaporkan sudah mulai pulih. Menurut pengamatan dari Down Detector, mayoritas masalah yang terjadi adalah fitur last seen mendadak tidak bisa dilihat.

User menyebut pula bahwa mereka tidak bisa melihat kontak sedang online atau tidak. Sebagian lagi menyebut tanda centang berwarna biru sebagai tanda pesan dibaca mendadak tidak aktif.

Selain itu, ada yang melaporkan tidak bisa melihat typing atau fitur yang menunjukkan user di kontak sedang mengetik pesan. Setting privasi tak ketinggalan bermasalah.

"Nice, WhatsApp yang seperti ini justru merupakan hal bagus karena tidak ada yang bisa melihat apakah kita online atau typing," tulis seorang netizen coba mengambil hikmah.

"Relasi di seluruh dunia bermasalah sekarang karena mereka tidak bisa melihat last seen dari kekasih masing-masing," cetus warganet yang lain. Tak ketinggalan, meme kocak pun bertebaran.

Diduga Kelelahan Tangani Pasien Corona, Dokter Ini Kena Serangan Jantung

 Saat ini seluruh dunia sedang berjuang untuk mengurangi penyebaran virus corona (COVID-19). Di China, virus corona tak hanya menyerang populasi umum, tetapi juga tenaga medis.
Sudah banyak tenaga medis yang akhirnya meregang nyawa setelah 'melawan' virus corona baik yang terinfeksi maupun meninggal karena kelelahan. Seperti yang terjadi pada seorang dokter muda asal China, dr Yuan Yangyang.

dr Yuan dilaporkan meninggal dunia di sebuah rumah sakit di Henan, Baofeng. Kala itu ia menjabat sebagai wakil ketua tim penanganan virus rumah sakit.

Dilaporkan oleh The Shanghaiist, dokter yang masih berusia 36 tahun ini meninggal karena serangan jantung diduga akibat terlalu lelah bekerja. Staf medis yang bekerja dengannya mengatakan ia telah bekerja selama 39 hari berturut-turut tanpa henti.

Di media sosial China, Weibo, banyak yang berkomentar bahwa pemerintah harus memikirkan nasib tenaga medis.

"Mereka manusia, bukan robot. Mereka bisa lelah dan juga butuh istirahat," tulis salah satu pengguna.

Virus corona saat ini telah menginfeksi lebih dari 3,000 petugas medis China dan setidaknya delapan kematian dilaporkan akibat penyakit tersebut. Namun ada juga beberapa kasus kematian akibat bekerja di bawah tekanan.

Pada awal Februari lalu, seorang dokter berusia 28 tahun juga meninggal karena kelelahan setelah berjuang melawan wabah virus corona di garis depan selama 10 hari berturut-turut.
https://kamumovie28.com/bangkit-dari-lumpur/