Jumat, 19 Juni 2020

Banyak Diburu karena Virus Corona, Seberapa Efektif Pakai Hand Sanitizer?

 Hand sanitizer jadi salah satu barang yang saat ini banyak diburu setelah masker. Hal ini karena adanya kasus virus corona baru yang terkonfirmasi positif di Indonesia.
Berdasarkan pantauan detikcom pada (3/3/2020), harga hand sanitizer di market place saja sudah mencapai 55 ribu rupiah hingga kisaran yang paling tinggi 200 ribu rupiah. Ditambah lagi, supermarket terdekat stoknya sudah semakin menipis.

Meski disebut bisa jaga tangan tetap bersih. Memangnya seberapa efektif sih menggunakan hand sanitizer untuk mencegah tertularnya virus?

Mengutip CDC, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit, mencuci tangan dengan sabun dan air ternyata lebih direkomendasikan dibandingkan penggunaan hand sanitizer. Karena hal ini dapat mengurangi semua jenis kuman dan bahan kimia di tangan.

Tetapi jika memang sabun dan air tidak tersedia, menggunakan hand sanitizer dengan kandungan 60 persen alkohol dapat menjadi alternatif. Hand sanitizer berbasis alkohol dapat dengan cepat mengurangi jumlah mikroba di tangan dalam beberapa situasi, namun tidak menghilangkan semua jenis kuman.

Hal ini dikarenakan sabun dan air ternyata lebih efektif daripada hand sanitizer untuk menghilangkan beberapa jenis kuman, seperti Cryptosporidium, norovirus, dan Clostridium difficile1-5. Meskipun hand sanitizer berbahan dasar alkohol dapat menonaktifkan banyak jenis mikroba dengan sangat efektif ketika digunakan dengan benar, biasanya orang tidak akan menggunakan dengan jumlah yang cukup banyak. Hand sanitizer juga tidak akan terlalu efektif ketika tangan tampak kotor atau berminyak.

Ada Pos Pemantauan di RSPI Sulianti Saroso, Bisa Cek Status Corona

Sebagai salah satu rujukan untuk pasien virus corona COVID-19, Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso tidak hanya menyediakan gedung isolasi saja. RSPI juga menyediakan pos pemantauan COVID-19 selama 24 jam.
Pos ini sudah dibentuk sejak minggu ketika bulan Januari 2020 lalu. Namun, pendatang mulai melonjak saat Presiden Jokowi dan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menyatakan ada pasien positif yang dirawat di RSPI.

"Setelah itu terjadi, peningkatan sekitar 4 kali dari jumlah biasanya. Saya tidak bisa kasih tahu angka, tapi sebelumnya ada (hari) yang kosong," ujar Kepala Instalasi Promosi Kesehatan RSPI Sulianti Saroso Tiur Sani, di RSPI Prof dr Sulianti Saroso, Sunter, Jakarta Utara, Selasa (3/3) malam.

Pos pemantauan tersebut disediakan selama 24 jam dengan 3 shift penjagaan, pagi, sore, dan malam. Setiap shift disediakan sekitar 40-an petugas di dalamnya.

Saat masyarakat WNA maupun WNI datang, mereka akan mengisi form untuk mengetahui masuk kategori pemantauan atau pengawasan. Untuk jumlah pendatang tiap harinya tidak diketahui secara pasti.

"Ketika pasien dalam pengawasan, tim kamu akan menganjurkan pemeriksaan lebih lanjut. Pihak RSPI juga menghimbau untuk masyarakat yang mengalami gelas batuk bahkan punya riwayat bepergian ke negara yang terinfeksi untuk mengecek kesehatannya," jelasnya.

"Kami buka 24 jam dan ada juga hotline ke nomor rumah sakit kami atau bisa ke hp pemantauan 081298865558," pungkasnya.
https://kamumovie28.com/hot-sex-club/

Kamis, 18 Juni 2020

Kisah Pemuda Rela Beri Napas Buatan untuk Neneknya yang Positif Corona

- Seorang cucu rela memberikan napas buatan kepada neneknya, meskipun sang nenek diketahui positif terinfeksi virus Corona COVID-19.
Dikutip dari laman World Of Buzz, peristiwa ini terjadi di tempat parkir Rumah Sakit Umum Mexico, Mexico City. Awalnya, sang cucu meninggalkan neneknya di dalam mobil agar bisa cepat mengurus administrasi untuk perawatan di rumah sakit. Sang nenek dinyatakan terinfeksi virus Corona meski tidak menunjukkan gejala.

Namun, ketika si cucu kembali lagi ke mobil sang nenek dalam kondisi tidak sadarkan diri. Tanpa berpikir panjang atau takut akan risiko terinfeksi, pria muda tersebut mencoba memberikan napas buatan dari mulut ke mulut pada neneknya dalam upaya terakhir untuk menyelamatkan sang nenek, tetapi sang nenek tetap tidak responsif.

"Sayangnya, ketika para dokter tiba di tempat kejadian, neneknya dinyatakan meninggal karena virus Corona COVID-19," menurut El Diario de Nanchital.

Tidak jelas apakah cucunya sendiri telah terinfeksi oleh COVID-19. Seperti diketahui, virus Corona COVID-19 menular melalui kontak dekat dan dari droplets atau percikan air ludah pasien yang terinfeksi Corona.

Jaga Imunitas Si Kecil, Ini 3 Resep Kreasi Makanan Sehat Saat #DiRumahAja

Menjaga daya tahan tubuh si kecil sangat penting untuk menangkal virus dan kuman berbahaya, apalagi situasi saat ini tengah tidak menentu. Salah satunya adalah dengan memberi makanan bernutrisi lengkap. Namun yang menjadi masalah kadang si kecil lebih suka makan jajanan ketimbang makanan yang sehat.
Head of Medical Kalbe Nutritionals dr Muliaman Mansyur menyebut pada anak usia di bawah 2 tahun jika tidak mau makan sayur jangan dianggap serius karena sayur berfungsi sebagai sumber vitamin, mineral, dan cara mengenalkan rasa serta jenis makanan pada anak.

"Sayur dan serat ini bisa di dapat dari nasi, biji-bijian, dan umbi -umbian, serta penambahan inulin di dalam susu anak juga bisa membantu terpenuhinya Prebiotik atau serat untuk anak," ujarnya baru-baru ini kepada detikcom.

Sebagai gantinya, Bunda bisa mengakali dengan membuatkan kreasi makanan selama #DiRumahAja untuk si kecil yang menyehatkan seperti dilansir dari Delish antara lain,

1. Broccoli Cheesy Bread

Perpaduan antara brokoli yang sehat dan keju yang nikmat tentu akan disukai si kecil. Cara membuatnya pun mudah, campurkan keju, brokoli, telur, bawang putih, garam, lalu aduk dalam loyang dan panaskan di oven selama kurang lebih 20 menit.

2. Monster Trail Mix Bites

Snack kering nan lembut ini cocok diberikan buat si kecil. Selain rasanya nikmat juga menyehatkan karena berbahan dasar oat. Cara membuatnya cukup sederhana, yakni dengan mengaduk oat, cokelat, kacang tanah, selai kacang, dan garam hingga merata. Kemudian bentuk seperti bola-bola kecil dan dinginkan selama 1-2 jam.

3. Banana Sushi

Berbahan dasar pisang, snack ini menjadi pilihan tepat karena mudah ditelan oleh si kecil. Cara membuatnya yakni dengan mengiris pisang menjadi potongan 'sushi', taburkan selai kacang, stroberi potong, dan kepingan cokelat kecil.

Bunda juga dapat mengoptimalkan asupan nutrisi untuk si kecil dengan memberinya Morinaga Chil*Go! susu cair steril yang dikemas praktis serta mengandung perpaduan nutrisi serat pangan inulin, 10 vitamin, dan 5 mineral untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi si kecil.

Serat pangan inulin membantu memelihara fungsi saluran pencernaan sehingga dapat mendukung daya tahan si kecil selama si kecil #DiRumahAja. Morinaga Chil*Go! dapat digunakan sebagai salah satu bahan untuk resep disesuaikan dengan kebutuhan rasa misalnya Banana Sushi dengan menambahkan ChilGo rasa pisang, dan lain-lain.

dr Muliaman menambahkan, selain pemberian nutrisi yang baik, semasa PSSB transisi bahkan masa new normal anak-anak harus juga mengikuti prosedur kesehatan pencegahan COVID-19, seperti mulai dari keluar rumah-sampai balik rumah lagi seperti pakai masker yang benar, apa yang boleh dipegang, apa yang tidak.

"Di sekolah tidak boleh tukeran masker sama teman jarak yg harus dijaga kalau ketemu orang Kalau ke toko, ke suatu tempat, jangan asal pegang ini paling susah buat anak kecil. Harus tahu cara cuci tangan yang benar, cara pakai hand sanitizer," pungkas dr Muliaman.
https://nonton08.com/cast/hugh-bonneville/