Kamis, 18 Juni 2020

Kisah Pemuda Rela Beri Napas Buatan untuk Neneknya yang Positif Corona

- Seorang cucu rela memberikan napas buatan kepada neneknya, meskipun sang nenek diketahui positif terinfeksi virus Corona COVID-19.
Dikutip dari laman World Of Buzz, peristiwa ini terjadi di tempat parkir Rumah Sakit Umum Mexico, Mexico City. Awalnya, sang cucu meninggalkan neneknya di dalam mobil agar bisa cepat mengurus administrasi untuk perawatan di rumah sakit. Sang nenek dinyatakan terinfeksi virus Corona meski tidak menunjukkan gejala.

Namun, ketika si cucu kembali lagi ke mobil sang nenek dalam kondisi tidak sadarkan diri. Tanpa berpikir panjang atau takut akan risiko terinfeksi, pria muda tersebut mencoba memberikan napas buatan dari mulut ke mulut pada neneknya dalam upaya terakhir untuk menyelamatkan sang nenek, tetapi sang nenek tetap tidak responsif.

"Sayangnya, ketika para dokter tiba di tempat kejadian, neneknya dinyatakan meninggal karena virus Corona COVID-19," menurut El Diario de Nanchital.

Tidak jelas apakah cucunya sendiri telah terinfeksi oleh COVID-19. Seperti diketahui, virus Corona COVID-19 menular melalui kontak dekat dan dari droplets atau percikan air ludah pasien yang terinfeksi Corona.

Jaga Imunitas Si Kecil, Ini 3 Resep Kreasi Makanan Sehat Saat #DiRumahAja

Menjaga daya tahan tubuh si kecil sangat penting untuk menangkal virus dan kuman berbahaya, apalagi situasi saat ini tengah tidak menentu. Salah satunya adalah dengan memberi makanan bernutrisi lengkap. Namun yang menjadi masalah kadang si kecil lebih suka makan jajanan ketimbang makanan yang sehat.
Head of Medical Kalbe Nutritionals dr Muliaman Mansyur menyebut pada anak usia di bawah 2 tahun jika tidak mau makan sayur jangan dianggap serius karena sayur berfungsi sebagai sumber vitamin, mineral, dan cara mengenalkan rasa serta jenis makanan pada anak.

"Sayur dan serat ini bisa di dapat dari nasi, biji-bijian, dan umbi -umbian, serta penambahan inulin di dalam susu anak juga bisa membantu terpenuhinya Prebiotik atau serat untuk anak," ujarnya baru-baru ini kepada detikcom.

Sebagai gantinya, Bunda bisa mengakali dengan membuatkan kreasi makanan selama #DiRumahAja untuk si kecil yang menyehatkan seperti dilansir dari Delish antara lain,

1. Broccoli Cheesy Bread

Perpaduan antara brokoli yang sehat dan keju yang nikmat tentu akan disukai si kecil. Cara membuatnya pun mudah, campurkan keju, brokoli, telur, bawang putih, garam, lalu aduk dalam loyang dan panaskan di oven selama kurang lebih 20 menit.

2. Monster Trail Mix Bites

Snack kering nan lembut ini cocok diberikan buat si kecil. Selain rasanya nikmat juga menyehatkan karena berbahan dasar oat. Cara membuatnya cukup sederhana, yakni dengan mengaduk oat, cokelat, kacang tanah, selai kacang, dan garam hingga merata. Kemudian bentuk seperti bola-bola kecil dan dinginkan selama 1-2 jam.

3. Banana Sushi

Berbahan dasar pisang, snack ini menjadi pilihan tepat karena mudah ditelan oleh si kecil. Cara membuatnya yakni dengan mengiris pisang menjadi potongan 'sushi', taburkan selai kacang, stroberi potong, dan kepingan cokelat kecil.

Bunda juga dapat mengoptimalkan asupan nutrisi untuk si kecil dengan memberinya Morinaga Chil*Go! susu cair steril yang dikemas praktis serta mengandung perpaduan nutrisi serat pangan inulin, 10 vitamin, dan 5 mineral untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi si kecil.

Serat pangan inulin membantu memelihara fungsi saluran pencernaan sehingga dapat mendukung daya tahan si kecil selama si kecil #DiRumahAja. Morinaga Chil*Go! dapat digunakan sebagai salah satu bahan untuk resep disesuaikan dengan kebutuhan rasa misalnya Banana Sushi dengan menambahkan ChilGo rasa pisang, dan lain-lain.

dr Muliaman menambahkan, selain pemberian nutrisi yang baik, semasa PSSB transisi bahkan masa new normal anak-anak harus juga mengikuti prosedur kesehatan pencegahan COVID-19, seperti mulai dari keluar rumah-sampai balik rumah lagi seperti pakai masker yang benar, apa yang boleh dipegang, apa yang tidak.

"Di sekolah tidak boleh tukeran masker sama teman jarak yg harus dijaga kalau ketemu orang Kalau ke toko, ke suatu tempat, jangan asal pegang ini paling susah buat anak kecil. Harus tahu cara cuci tangan yang benar, cara pakai hand sanitizer," pungkas dr Muliaman.
https://nonton08.com/cast/hugh-bonneville/

Viral Biaya Persalinan Rp 88 Juta, Biasanya Berapa Sih?

 Viral biaya persalinan Rp 88 juta di media sosial. Banyak netizen yang terheran-heran dengan harga bersalin yang dianggap sangat fantastis tersebut. Dikatakan bahwa biaya persalinan bisa cukup mahal tergantung dari fasilitas dan tindakan yang dipilih oleh calon orang tua.
Biaya yang dikeluarkan untuk bersalin tentunya bervariasi. Diceritakan Lulu (26), yang menjalani proses bersalin sekitar sebulan yang lalu, biaya bersalinnya tak semahal rumah sakit ternama di Jakarta lainnya.

Menjalani proses bersalin dengan tindakan sectio atau operasi caesar di salah satu rumah sakit di daerah Jakarta Barat, total biaya yang ia keluarkan sekitar Rp 9,7 juta, termasuk obat-obatan dan cek laboratorium.

"Kalau aku sih harga bersalinnya nggak kayak di RS ternama lainnya. Aku di kelas 1 itu 3 hari perawatan. Tapi belum sama biaya swab ya," katanya saat dihubungi detikcom, Kamis (18/6/2020).

Menjalani proses bersalin di masa pandemi Corona juga membuat calon ibu juga harus mengeluarkan biaya tambahan seperti APD dan biaya tes swab atau rapid test. Kisaran penambahan biaya pun bertambah sebesar Rp 1,5-2 juta.

Soal biaya persalinan mencapai Rp 88 juta yang sedang ramai dibicarakan di media sosial, Lulu menyebut keputusan itu kembali ke masing-masing keluarga. Hal yang terpenting menurutnya adalah agar ibu dan anak sehat sebelum dan setelah melahiran, bukan seperapa mahal biaya persalinan.

"Kalau pribadi aku lebih baik rumah sakit yang biasa aja tapi kualitas dokternya yang bagus. Terkadang orang yang memilih RS mahal ya karena lifestyle juga yang abis lahiran dapet rangkaian foto ala-ala jaman sekarang kali ya. Mungkin bedanya fasilitas di dalam ruang inap sama makannya ya," jelas Lulu.

Untuk Ria, wanita berusia 26 tahun yang belum lama ini melahirkan di salah satu rumah sakit swasta di Jakarta mengatakan sangat wajar bila mengeluarkan biaya lebih saat bersalin jika memang memiliki dana. Ia sendiri menghabiskan total Rp 30 juta untuk persalinan sectio.

Bila dihitung secara keseluruhan, biaya dari hamil sampai melahirkan memang tidak sedikit. Sebab ada pengeluaran untuk kontrol, vitamin, dan perawatan lain yang juga harus dimasukkan dalam rincian.

"Tapi aku ambil jalan ini karena emang ada asuransi kantor, dan aku cuma ambil kelas 3 pas melahirkan karena kepentok plafon. Jadi kayaknya Rp 88 juta kalo kontrol selama 9 bulan dan lahiran, kemungkinan emang ambil VIP class atau di atasnya," ucap Ria.

Ria menyebut jika tak ada asuransi yang meng-cover biaya lahirannya, ia akan memilih rumah sakit lain dengan harga yang lebih terjangkau.

"Soalnya kalau semua dikeluarin dari kantong sendiri, lumayan juga segitu.. pasti cari yg lebih affordable. Berhubung dicover asuransi kantor, bolehlah," tutup Ria.

Selama proses kehamilan hingga bersalin bisa saja ada biaya tambahan yang dikeluarkan dan di luar prediksi. Mempersiapkan dana cadangan untuk tindakan darurat sepertinya perlu dilakukan calon orang tua untuk mengantisipasi biaya di luar dugaan yang menambah total perawatan bersalin.