Kamis, 18 Juni 2020

Selain Makan, Ini 3 Kebiasaan yang Bantu Tingkatkan Stamina

Meningkatkan stamina sangat erat kaitannya dengan mengonsumsi makanan dan minuman yang mengandung karbohidrat. Sebab karbohidrat merupakan sumber energi yang membantu manusia menjalani aktivitasnya dengan lancar.
Menurut Medical Manager Divisi Kalbe Consumer Health PT Kalbe Farma TBK, dr Helmin Agustina Silalahi, untuk bisa beraktivitas dengan baik diperlukan makronutrien (karbohidrat, protein, lemak) dan mikronutrien (vitamin dan mineral) yang bisa diperoleh dari asupan makanan sehari-hari atau dapat dipenuhi dengan tambahan suplemen.

"Karbohidrat merupakan makronutrien yang merupakan sumber energi utama dalam tubuh. Energi sebagai bahan baku utama yang akan membantu menjaga stamina, jadi peranan karbohidrat sangat penting untuk mendukung stamina," ujarnya baru-baru ini kepada detikcom.

Di era new normal ini, selain memperhatikan pola makan, ternyata ada beberapa hal lain yang tak boleh dilewatkan yang bisa membantu meningkatkan stamina seperti dilansir dari Healthline berikut ini.

1. Rutin berolahraga

Olahraga yang konsisten akan membantu membangun stamina Anda. Hasil studi pada 2017 menunjukkan bahwa peserta yang mengalami kelelahan akibat pekerjaan, setelah 6 minggu menjalani olahraga yang rutin mereka mampu meningkatkan kemampuan kerja, kualitas tidur, dan fungsi kognitif.

2. Melakukan yoga

Yoga berperan untuk meningkatkan stamina dan kemampuan mengatasi stres. Studi pada 2016 menyebutkan bahwa 27 mahasiswa kedokteran menghadiri kelas yoga selama 6 minggu dan berhasil meningkatkan daya tahan tubuh, lebih sedikit kelelahan, dan mengontrol tingkat stres dengan lebih baik.

3. Mendengarkan musik

Mendengarkan musik juga dapat meningkatkan efisiensi jantung Anda. 30 peserta ambil bagian dalam sebuah studi dan menunjukkan detak jantungnya lebih rendah saat tidak mendengarkan musik saat berolahraga.

"Saat kelelahan terjadi, seseorang merasa tidak ada energi sehingga tidak ada keinginan untuk beraktivitas sehingga tidak mungkin bisa produktif," paparnya.

Dengan stamina terjaga, keseharian selama new normal dapat tetap dijalani. Selain ketiga aktivitas tersebut, untuk meningkatkan stamina tubuh Anda juga bisa mengonsumsi Fatigon Spirit saat pagi hari untuk bantu memulai hari dan Fatigon Multivitamin saat setelah beraktivitas seharian untuk memulihkan kembali energi yang hilang.

Fatigon Spirit dan Fatigon Multivitamin mengandung multivitamin seperti vitamin B1, B6, dan B12, serta mineral agar aktivitas selama new normal dapat dijalani dengan lancar.

Identitas Virus Corona di Indonesia Terungkap, Samakah dengan Virus di Wuhan?

 Hingga saat ini total kasus Corona di Indonesia sudah mencapai 41 ribu kasus. Terakhir penambahan kasus Corona masih menyentuh angka seribu, seperti apa sih identitas virus Corona di Indonesia?
Ahli virologi Universitas Udayana Prof Ngurah Mahardika menjelaskan jenis virus Corona di Indonesia tidak berbeda jauh dengan di Wuhan. Ada beberapa perbedaan tetapi tidak membuat virus Corona di Indonesia kemudian menjadi ganas.

"Kita lihat bahwa ada beberapa virus yang bahkan persis dengan Wuhan, ada yang beda tetapi tidak banyak," jelasnya di siaran langsung BNPB melalui kanal YouTube Kamis (18/6/2020).

"Tetapi virus di Indonesia agak berbeda dengan Wuhan tetapi tidak pada reseptor pada binding site. Kalau berubah di binding site-nya berarti virus ini (Corona) ganas kemudian antibodi tidak berperan dan sebagainya," lanjutnya.

Prof Ngurah menjelaskan artinya virus Corona di Indonesia tidak berubah menjadi ganas. Namun Prof Ngurah mengimbau agar masyarakat Indonesia tetap mematuhi protokol kesehatan demi menghindari virus Corona di Indonesia bermutasi menjadi lebih ganas.

"Iya supaya tidak bermutasi patuhi protokol aman COVID-19. Setiap orang punya tugas untuk membuat virus ini tidak begitu bebas bermutasi dengan perilaku yang aman COVID-19," pungkasnya.
https://nonton08.com/cast/nikita-pavlenko/

Peneliti Jepang Temukan Virus Corona di Air Limbah Pabrik

Peneliti di Jepang mengkonfirmasi adanya virus Corona di air limbah pabrik. Peneliti menyebut bahwa metode penemuan ini nantinya bisa menjadi sinyal wabah di masa depan.
Dikutip dari laman The Star, sebuah studi menguji air dari empat pabrik pengolahan limbah di prefektur Ishikawa dan Toyama di Jepang bagian barat. Menurut studi yang dilakukan oleh Universitas Prefektur Toyama, Universitas Kanazawa dan Universitas Kyoto, dari 27 sampel yang diuji, 7 positif virus Corona COVID-19.

Temuan ini mencerminkan studi yang serupa di Australia, Amerika Serikat, dan Eropa. Pakar kesehatan masyarakat mengatakan pengambilan sampel seperti itu dapat digunakan untuk memperkirakan jumlah orang yang terinfeksi di suatu wilayah tanpa menguji setiap orang.

"Pengujian air limbah bisa digunakan sebagai sistem peringatan dini untuk mengingatkan orang tentang berlangsungnya transmisi penyakit di antara masyarakat yang mungkin tak disadari," kata Yuki Furuse, seorang profesor dari Universitas Kyoto.

Jepang saat ini sedang melakukan modifikasi strategi pengujian COVID-19 untuk bersiap dengan adanya kemungkinan gelombang kedua. Kementerian Kesehatan melaporkan bahwa tes antibodi dari hampir 8.000 orang menunjukkan tingkat infeksi corona 0,1 persen di Tokyo, 0,17 persen di Osaka, dan 0,03 persen di pedesaan Prefektur Miyagi.

Kementerian Kesehatan Jepang juga menyetujui penggunaan tes antigen untuk mengkonfirmasi kasus negatif daripada tes polymerase chain reaction (PCR).

Tes antigen yang diproduksi oleh anak perusahaan Miraca Holdings Inc dapat menunjukkan hasil dalam waktu 10-30 menit. Lebih cepat bila dibandingkan dengan tes PCR yang bisa memakan waktu hingga 6 jam.

Selain Makan, Ini 3 Kebiasaan yang Bantu Tingkatkan Stamina

Meningkatkan stamina sangat erat kaitannya dengan mengonsumsi makanan dan minuman yang mengandung karbohidrat. Sebab karbohidrat merupakan sumber energi yang membantu manusia menjalani aktivitasnya dengan lancar.
Menurut Medical Manager Divisi Kalbe Consumer Health PT Kalbe Farma TBK, dr Helmin Agustina Silalahi, untuk bisa beraktivitas dengan baik diperlukan makronutrien (karbohidrat, protein, lemak) dan mikronutrien (vitamin dan mineral) yang bisa diperoleh dari asupan makanan sehari-hari atau dapat dipenuhi dengan tambahan suplemen.

"Karbohidrat merupakan makronutrien yang merupakan sumber energi utama dalam tubuh. Energi sebagai bahan baku utama yang akan membantu menjaga stamina, jadi peranan karbohidrat sangat penting untuk mendukung stamina," ujarnya baru-baru ini kepada detikcom.

Di era new normal ini, selain memperhatikan pola makan, ternyata ada beberapa hal lain yang tak boleh dilewatkan yang bisa membantu meningkatkan stamina seperti dilansir dari Healthline berikut ini.

1. Rutin berolahraga

Olahraga yang konsisten akan membantu membangun stamina Anda. Hasil studi pada 2017 menunjukkan bahwa peserta yang mengalami kelelahan akibat pekerjaan, setelah 6 minggu menjalani olahraga yang rutin mereka mampu meningkatkan kemampuan kerja, kualitas tidur, dan fungsi kognitif.

2. Melakukan yoga

Yoga berperan untuk meningkatkan stamina dan kemampuan mengatasi stres. Studi pada 2016 menyebutkan bahwa 27 mahasiswa kedokteran menghadiri kelas yoga selama 6 minggu dan berhasil meningkatkan daya tahan tubuh, lebih sedikit kelelahan, dan mengontrol tingkat stres dengan lebih baik.
https://nonton08.com/cast/julia-munrow/