Rabu, 17 Juni 2020

Ternyata Sel Telur Pilih-pilih, Hanya Mau Dibuahi Sperma yang Seperti Ini

Sebuah penelitian menarik menunjukkan sel telur ternyata hanya pilih sperma berkualitas untuk dibuahi. Dalam studi tersebut sel telur melepaskan zat kimia yang memberi sinyal pada sperma untuk mendorong mereka berenang sebelum membuahi.
"Gagasan bahwa sel telur memilih sperma benar-benar hal baru," kata ahli embriologi klinis Daniel Brison dari Manchester University di Inggris dikutip dari Science Alert.

Peneliti dari Universitas Stockholm dan Universitas Manchester menemukan dengan menguji reaksi sperma terhadap cairan folikel yang mengelilingi sel telur, percaya bahwa tubuh wanita dapat 'memilih' sperma dan memastikan kualitasnya tinggi juga kompatibel secara genetis.

Dikutip dari News Science, mereka mempelajari sampel sperma dan follicular fluid atau cairan kaya nutrisi yang mengelilingi sel telur saat pembuahan, yang dikumpulkan dari 16 pasangan yang menjalani perawatan kesuburan. Sperma kemudian berenang melalui cairan tersebut untuk mencapai sel telur yang belum dibuahi.

Peneliti juga menemukan bahwa cairan folikel wanita tertentu mampu menarik lebih banyak sperma daripada yang lain. Tidak ada pola yang bisa menjelaskan sperma mana yang akan lebih tertarik dengan sel telur, nampaknya acak dan tidak selalu berkorelasi dengan pasangan.

"Temuan ini benar-benar mengejutkan," tutur peneliti John Fitzpatrick di Universitas Stockholm di Swedia.

Ada kemungkinan sel telur tertarik pada sperma yang lebih kompatibel secara genetik yang dapat meningkatkan kemampuan mereka saat dibuahi. Interaksi kimia antara sel telur dan sperma setelah berhubungan seks juga menjadi alasan mengapa beberapa orang mengalami kesulitan hamil.

Sekolah di Zona Hijau Mulai Boleh Buka, Ini Protokol New Normal yang Harus Dipatuhi

Panduan protokol kesehatan 'new normal' di sekolah telah ditetapkan Mendikbud Nadiem Makarim. Namun, baru sekolah yang memenuhi kriteria tertentu saja di zona hijau yang boleh dibuka.
"Jadi pertama kabupaten kota itu harus zona hijau. Kedua, Pemda harus memberikan izin. Jadi pemdanya pun harus setuju. Dan yang ketiga, satuan pendidikan telah memenuhi... yaitu sekolahnya telah memenuhi semua ceklis (kriteria) dan yang ceklis daripada persiapan pembelajaran tatap muka," kata Nadiem dalam telekonferensi yang disiarkan di akun YouTube Kemendikbud, Senin (15/6/2020).

Masa transisi penerapan new normal di sekolah juga akan dilakukan selama dua bulan pertama. Dalam masa transisi dua bulan pertama ini, hanya jenjang pendidikan menengah ke atas, seperti SMP, MTs, SMA, SMK, MA, dan MAK yang diizinkan untuk memulai lebih dahulu. Selanjutnya, akan diikuti oleh SD, Mi, SLB, dan PAUD.

Berikut adalah protokol kesehatan 'new normal' di sekolah, dikutip dari Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran Pada Tahun Ajaran dan Tahun Akademik Baru di Masa Pandemi COVID-19.

1. Waktu mulai kegiatan belajar mengajar (KBM)
Masa transisi:

- SMA, SMK, MA, MAK, SMP, MTs, paling cepat Juli 2020.

- SD, MI, dan SLB, paling cepat September 2020.

- PAUD, paling cepat November 2020.

New normal:

- SMA, SMK, MA, MAK, SMP, MTs, paling cepat September 2020.

- SD, MI, dan SLB, paling cepat November 2020.

- PAUD, paling cepat Januari 2021.

2. Kondisi kelas
Masa transisi:

- Pendidikan dasar dan menengah haruslah jaga jarak minimal 1,5 meter dan maksimal 18 peserta didik per kelas (standar 28-36 peserta didik per kelas).

- SLB, jaga jarak minimal 1,5 meter dan maksimal 5 peserta didik per kelas (standar 5-8 peserta didik per kelas).

- PAUD, jaga jarak minimal 3 meter dan maksimal 5 peserta didik per kelas (standar 15 peserta didik per kelas).

New normal:

- Pendidikan dasar dan menengah haruslah jaga jarak minimal 1,5 meter dan maksimal 18 peserta didik per kelas.

- SLB, jaga jarak minimal 1,5 meter dan maksimal 5 peserta didik per kelas.

- PAUD, jaga jarak minimal 3 meter dan maksimal 5 peserta didik per kelas.

3. Jadwal pembelajaran
Jumlah hari dan jam belajar dengan sistem shift ditentukan oleh masing-masing satuan pendidikan sesuai dengan situasi dan kebutuhan.

4. Perilaku wajib
- Menggunakan masker kain non medis tiga lapis atau dua lapis di dalamnya diisi tisu dengan baik, serta diganti setelah dipakai selama 4 jam atau lembab.

- Cuci tangan pakai sabun atau hand sanitizer.

- Menjaga jarak minimal 1,5 meter dan tidak melakukan kontak fisik.

Arti Desahan Saat Sedang Menikmati Sesi Bercinta

Saat melakukan hubungan seks, seseorang kerap mengeluarkan suara desahan. Desahan sering dianggap mewakili kenikmatan dalam melakukan hubungan seks dengan pasangan.
Menurut pakar seks Jessica O'Reilly PhD, mendesah merupakan respons non verbal tubuh terhadap suatu aktivitas fisik termasuk melakukan hubungan seks. Hal ini terjadi karena reaksi alami tubuh.

"Mendesah merupakan respons alami yang dikeluarkan tubuh terhadap aktivitas sesuatu," ujar pakar seks Jessica O'Reilly PhD, seperti dikutip Elite Daily.

"Paru-paru merespons rangsangan yang menyebabkan kontraksi terjadi pada otot-otot kotak suara. Selain itu mendesah sebagai bentuk komunikasi bahwa wanita menikmati hubungan seks," sambungnya.

Banyak orang secara tidak sadar mengeluarkan suara desahan saat berhubungan seks. Bahkan suara yang dikeluarkan tiap orang pun dapat berbeda-beda.

"Suara desahan setiap wanita berbeda-beda. Ada yang mengeluarkan suara seperti merasakan sakit di atas paru-paru, ada yang hanya bernapas dengan dalam. Dan itu merupakan sesuatu yang sangat normal," pungkasnya.

Ternyata Sel Telur Pilih-pilih, Hanya Mau Dibuahi Sperma yang Seperti Ini

Sebuah penelitian menarik menunjukkan sel telur ternyata hanya pilih sperma berkualitas untuk dibuahi. Dalam studi tersebut sel telur melepaskan zat kimia yang memberi sinyal pada sperma untuk mendorong mereka berenang sebelum membuahi.
"Gagasan bahwa sel telur memilih sperma benar-benar hal baru," kata ahli embriologi klinis Daniel Brison dari Manchester University di Inggris dikutip dari Science Alert.

Peneliti dari Universitas Stockholm dan Universitas Manchester menemukan dengan menguji reaksi sperma terhadap cairan folikel yang mengelilingi sel telur, percaya bahwa tubuh wanita dapat 'memilih' sperma dan memastikan kualitasnya tinggi juga kompatibel secara genetis.

Dikutip dari News Science, mereka mempelajari sampel sperma dan follicular fluid atau cairan kaya nutrisi yang mengelilingi sel telur saat pembuahan, yang dikumpulkan dari 16 pasangan yang menjalani perawatan kesuburan. Sperma kemudian berenang melalui cairan tersebut untuk mencapai sel telur yang belum dibuahi.

Peneliti juga menemukan bahwa cairan folikel wanita tertentu mampu menarik lebih banyak sperma daripada yang lain. Tidak ada pola yang bisa menjelaskan sperma mana yang akan lebih tertarik dengan sel telur, nampaknya acak dan tidak selalu berkorelasi dengan pasangan.

"Temuan ini benar-benar mengejutkan," tutur peneliti John Fitzpatrick di Universitas Stockholm di Swedia.

Ada kemungkinan sel telur tertarik pada sperma yang lebih kompatibel secara genetik yang dapat meningkatkan kemampuan mereka saat dibuahi. Interaksi kimia antara sel telur dan sperma setelah berhubungan seks juga menjadi alasan mengapa beberapa orang mengalami kesulitan hamil.

Sekolah di Zona Hijau Mulai Boleh Buka, Ini Protokol New Normal yang Harus Dipatuhi

Panduan protokol kesehatan 'new normal' di sekolah telah ditetapkan Mendikbud Nadiem Makarim. Namun, baru sekolah yang memenuhi kriteria tertentu saja di zona hijau yang boleh dibuka.
"Jadi pertama kabupaten kota itu harus zona hijau. Kedua, Pemda harus memberikan izin. Jadi pemdanya pun harus setuju. Dan yang ketiga, satuan pendidikan telah memenuhi... yaitu sekolahnya telah memenuhi semua ceklis (kriteria) dan yang ceklis daripada persiapan pembelajaran tatap muka," kata Nadiem dalam telekonferensi yang disiarkan di akun YouTube Kemendikbud, Senin (15/6/2020).

Masa transisi penerapan new normal di sekolah juga akan dilakukan selama dua bulan pertama. Dalam masa transisi dua bulan pertama ini, hanya jenjang pendidikan menengah ke atas, seperti SMP, MTs, SMA, SMK, MA, dan MAK yang diizinkan untuk memulai lebih dahulu. Selanjutnya, akan diikuti oleh SD, Mi, SLB, dan PAUD.

Berikut adalah protokol kesehatan 'new normal' di sekolah, dikutip dari Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran Pada Tahun Ajaran dan Tahun Akademik Baru di Masa Pandemi COVID-19.

1. Waktu mulai kegiatan belajar mengajar (KBM)
Masa transisi:

- SMA, SMK, MA, MAK, SMP, MTs, paling cepat Juli 2020.

- SD, MI, dan SLB, paling cepat September 2020.

- PAUD, paling cepat November 2020.

New normal:

- SMA, SMK, MA, MAK, SMP, MTs, paling cepat September 2020.

- SD, MI, dan SLB, paling cepat November 2020.

- PAUD, paling cepat Januari 2021.
https://indomovie28.net/sword-art-online-alicization-episode-8-subtitle-indonesia/