Rabu, 17 Juni 2020

Bibir Kering dan Pecah-pecah Diwaspadai Jadi Gejala Baru Infeksi Corona

Gejala pasien Corona yang paling sering ditemukan adalah demam, sesak napas, dan batuk. Namun, baru-baru ini para peneliti menemukan gejala baru infeksi Corona.
Dikatakan, seseorang yang terinfeksi virus Corona COVID-19, ada kemungkinan bibirnya membiru. Bibir yang membiru ini diyakini sebagai tanda infeksi virus Corona.

Selain itu, bibir kering dan pecah-pecah juga harus diwaspadai. Semua kondisi tersebut dinilai berkaitan dengan gejala infeksi virus Corona pada bibir.

"COVID-19 juga bisa menyebabkan mata sakit dan berair. Seseorang juga mungkin merasakan sakit di area bibir, bibir kering dan pecah-pecah. Rasa sakit di dalam mulut juga bisa terjadi," kata para ahli di COVID Symptom Study, dikutip dari Express.

"Jika bibir pasien membengkak, penting untuk memeriksa bahwa tidak ada kesulitan bernapas karena ini akan membutuhkan perhatian medis segera," lanjut keterangan tersebut.

Baru Olahraga 10 Menit Sudah Sesak? Waspadai Gejala Sakit Jantung

Bahaya penyakit jantung bisa dilihat dari berbagai macam kondisi. Salah satunya saat melakukan olahraga, hati-hati jika mengalami sesak saat olahraga.
Dijelaskan spesialis jantung dan pembuluh darah, dr Sari Sri Mumpuni, SpJp (K), FIHA, jika 5 sampai 10 menit saat berolahraga sudah sesak, hal ini perlu diwaspadai mengarah ke kondisi jantung yang terganggu.

"Lima sampai sepuluh menit kok sudah sesak, biasanya setengah jam lancar. Nah itu yang perlu diwaspadai," ungkapnya dalam webinar soal "Kebiasaan Baik untuk Kesehatan Jantung di Masa New Normal" pada Selasa (16/6/2020).

Agar kesehatan jantung tetap terjaga dr Risa melarang untuk langsung melakukan olahraga dengan intensitas berat seperti angkat beban atau lari maraton. Syarat aman melakukan olahraga berat perlu bertahap.

"Angkat beban berat itu tidak boleh dilakukan dulu cukup lakukan stretching saja, jongkok, berdiri, loncat-loncat ringan. Lakukan gerakan tangan ke atas ke bawah dengan berjalan maka sirkulasi edaran darah lancar," sebut dr Risa.

Ledakan Kasus Corona di Beijing dan Spekulasi Ikan Salmon

Wabah virus Corona yang merebak di Beijing, China, memunculkan spekulasi tentang kaitannya dengan ikan salmon. Pejabat kesehatan yang menyelidiki menemukan jejak virus di talenan penjaja salmon impor di pasar Xinfadi yang diduga menjadi kluster baru penyebaran Corona di Beijing.
Hal tersebut menjadikan seluruh supermarket di Beijing membuang salmon dari rak dagangan mereka dan pedagang di China sementara waktu berhenti mengimpor salmon.

Wu Zunyou, kepala ahli epidemiologi di Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit China (CDC) mengatakan mengatakan masih belum bisa dipastikan apakah benar virus Corona berasal dari ikan salmon. Sebab sangat tidak mungkin ikan menjadi sumber penularan COVID-19.

"Kita tidak bisa menyimpulkan salmon adalah sumber infeksi hanya karena Corona terdeteksi pada talenan," tutur Wu dikutip dari CGTN.

Mengenai kabar ini, Mike Ryan, kepala penanggulangan penyakit emergensi WHO menyebut dugaan awal wabah disebabkan oleh salmon impor harus diteliti kebenarannya lebih lanjut dengan penelusuran epidemiologis.

"Saya rasa kita perlu melihat apa yang sebenarnya terjadi pada kasus ini. Saya tidak percaya itu (penularan dari ikan salmon) adalah hipotesis utama. Perlu dieksplorasi," tutur Ryan.

Para ahli juga berpendapat ikan tidak mungkin membawa penyakit. Keterkaitan salmon dalam hal ini bisa jadi dari hasil kontaminasi silang.

Disebutkan pula ikan secara alami tidak bisa membawa COVID-19 di dalam tubuhnya sehingga bisa saja ikan terkontaminasi orang yang terinfeksi. Penelitian yang dilakukan oleh University College London juga menunjukkan bahwa virus Corona baru dapat menginfeksi berbagai mamalia, tapi tidak pada ikan, burung, atau reptil.
https://indomovie28.net/lights-out/

Diduga Jadi Penyebab Gelombang Kedua China, Ahli Yakini Salmon Aman dari Corona

 Ikan salmon disebut berkaitan dengan gelombang kedua Corona di Beijing, China. Namun Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit China (CDC) mengatakan pada Selasa (16/7/2020) tidak ada bukti ikan salmon menjadi pusat penyebaran virus Corona.
"Tidak ada bukti yang menunjukkan salmon adalah inang atau inang perantara virus," jelas Shi Guoqing, wakil direktur CDC, mengatakan pada konferensi pers, dikutip dari Daily Mail.

Disebutkan bahwa para peneliti tidak menemukan virus Corona baru pada salmon sebelum memasuki lingkungan atau tempat yang terkontaminasi. Kementerian Perikanan Norwegia juga mengatakan bahwa pihak berwenang China belum memberlakukan larangan impor, menurut pernyataan email dari juru bicara Martine Roiseland pada hari Selasa.

Otoritas keamanan pangan Norwegia mengatakan tidak ada kasus infeksi Corona yang diketahui melalui makanan yang terkontaminasi.

"Produk ikan dan makanan laut dari Norwegia aman untuk dimakan," kata pihak berwenang dalam sebuah pernyataan di situs webnya.

Dikutip dari Straits Times, seorang juru bicara dari agensi mengatakan hal yang sama pada Senin malam, menanggapi berita bahwa jejak virus Corona dilaporkan telah terdeteksi pada talenan yang digunakan untuk mengiris salmon di pasar Beijing.

Juru bicara Singapore Food Agency (SFA) mengatakan bahwa berdasarkan pengetahuan saat ini di komunitas ilmiah dan otoritas kesehatan masyarakat di seluruh dunia, diyakini tidak ada bukti bahwa virus yang menyebabkanCOVID-19 akan ditularkan ke manusia melalui makanan atau kemasan makanan dan peralatan.

Bibir Kering dan Pecah-pecah Diwaspadai Jadi Gejala Baru Infeksi Corona

Gejala pasien Corona yang paling sering ditemukan adalah demam, sesak napas, dan batuk. Namun, baru-baru ini para peneliti menemukan gejala baru infeksi Corona.
Dikatakan, seseorang yang terinfeksi virus Corona COVID-19, ada kemungkinan bibirnya membiru. Bibir yang membiru ini diyakini sebagai tanda infeksi virus Corona.

Selain itu, bibir kering dan pecah-pecah juga harus diwaspadai. Semua kondisi tersebut dinilai berkaitan dengan gejala infeksi virus Corona pada bibir.

"COVID-19 juga bisa menyebabkan mata sakit dan berair. Seseorang juga mungkin merasakan sakit di area bibir, bibir kering dan pecah-pecah. Rasa sakit di dalam mulut juga bisa terjadi," kata para ahli di COVID Symptom Study, dikutip dari Express.

"Jika bibir pasien membengkak, penting untuk memeriksa bahwa tidak ada kesulitan bernapas karena ini akan membutuhkan perhatian medis segera," lanjut keterangan tersebut.

Baru Olahraga 10 Menit Sudah Sesak? Waspadai Gejala Sakit Jantung

Bahaya penyakit jantung bisa dilihat dari berbagai macam kondisi. Salah satunya saat melakukan olahraga, hati-hati jika mengalami sesak saat olahraga.
Dijelaskan spesialis jantung dan pembuluh darah, dr Sari Sri Mumpuni, SpJp (K), FIHA, jika 5 sampai 10 menit saat berolahraga sudah sesak, hal ini perlu diwaspadai mengarah ke kondisi jantung yang terganggu.

"Lima sampai sepuluh menit kok sudah sesak, biasanya setengah jam lancar. Nah itu yang perlu diwaspadai," ungkapnya dalam webinar soal "Kebiasaan Baik untuk Kesehatan Jantung di Masa New Normal" pada Selasa (16/6/2020).

Agar kesehatan jantung tetap terjaga dr Risa melarang untuk langsung melakukan olahraga dengan intensitas berat seperti angkat beban atau lari maraton. Syarat aman melakukan olahraga berat perlu bertahap.

"Angkat beban berat itu tidak boleh dilakukan dulu cukup lakukan stretching saja, jongkok, berdiri, loncat-loncat ringan. Lakukan gerakan tangan ke atas ke bawah dengan berjalan maka sirkulasi edaran darah lancar," sebut dr Risa.
https://indomovie28.net/my-best-friends-wedding/