Senin, 15 Juni 2020

Kenapa Kematian akibat Virus Corona COVID-19 Paling Banyak Dialami Lansia?

Secara global, statistik menunjukkan lansia dengan riwayat penyakit tertentu punya risiko kematian paling tinggi akibat virus corona COVID-19. Kenapa demikian?
Menurut Ketua Perhimpunan Alergi dan Imunologi Indonesia, Prof Dr dr Iris Rengganis, SpPD-KAI, risiko kematian karena Covid-19 sebenarnya tidak bisa diklasifikasikan pada umur tertentu maupun gender tertentu.

"Tidak bergantung pada usia. Usia berapa pun bisa berisiko. Ini kaitannya dengan sistem imun tubuh, usia berapa pun kalau sistem imunnya rendah dia berisiko," jelasnya saat dihubungi detikcom, Jumat (6/3/2020).

Meski begitu, dari banyak kasus pasien COVID-19, umumnya usia lanjut dari 60 tahun yang dilaporkan meninggal. Mengapa bisa begitu?

"Itu karena sifat alamiah imun tubuh semakin berjalannya waktu semakin menurun, atau bisa disebut juga degenerasi ya, jadi dia memang lebih sensitif," ungkapnya.

Selain lansia, kasus pasien Covid-19 yang meninggal juga sering ditemukan pada pria atau seseorang yang memiliki riwayat penyakit kronis seperti jantung dan diabetes. Menurut Prof Iris hal tersebut memang berpengaruh pada sistem imun tubuh.

"Tergantung penyakit apa dulu ya, diabetes misalnya kadar glukosa yang berfluktuasi atau meningkat memiliki respon imun yang lebih rendah. Artinya seseorang memiliki lebih sedikit perlindungan diri terhadap virus corona Covid-19," ujarnya.

"Kalau terjadi pada pria, belum tentu karena sistem imunnya lebih rendah, perlu penelitian lebih lanjut," ungkapnya.

Pasien Corona RI Ada Batuk-Pilek, Apa Sih Gejala COVID-19?

Lagi, dua orang warga negara Indonesia (WNI) terkonfirmasi positif virus corona COVID-19. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyebut suhu badan kedua pasien mencapai 37,6 derajat celsius.
"Kondisi kasus nomor 3 dan nomor 4 sekarang, tadi saya dapat laporan suhu badannya masih 37,6 derajat Celsius, satunya 37,7 derajat Celcius, kurang-lebih hampir sama," kata juru bicara pemerintah dalam penanganan kasus virus Corona, Achmad Yurianto, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Jumat (6/3/2020).

Diketahui suhu badan yang panas merupakan salah satu gejala dari infeksi COVID-19. Tetapi gejala yang muncul pada pasien bisa berbeda-beda pada setiap harinya.

Berikut ini penjelasan beberapa gejala yang bisa saja dirasakan pasien COVID-19 dari hari ke hari, menurut dokter spesialis okupasi dari departemen ilmu kedokteran komunitas Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Dr dr Dewi Sumaryani Soemarko, MS, SpOk.

1. Hari pertama
Demam yang dirasakan oleh pasien akan disertai dengan nyeri otot dan batuk kering. Pada beberapa kasus tertentu bahkan sampai mengalami diare atau mual.

2. Hari kelima
Mulai kesulitan bernapas, terlebih jika pasien sudah lanjut usia atau memiliki riwayat penyakit lain sebelumnya.

3. Hari ketujuh
Penelitian dari Universitas Wuhan mengatakan rata-rata pasien mulai dirawat di rumah sakit pada hari ketujuh setelah timbul gejala awal.

4. Hari kedelapan
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit China (CCDC) mengatakan sekitar 15 persen orang yang terinfeksi COVID-19 mengalami sindrom gangguan pernapasan akut (ARDS). Penyakit ini terjadi akibat adanya penumpukan cairan di paru-paru.

5. Hari kesepuluh
Pada beberapa kasus tertentu pasien akan mengalami rasa sakit di perut dan kehilangan nafsu makan.

6. Hari ketujuh belas
Pasien yang sembuh dari COVID-19 rata-rata akan diizinkan pulang setelah dirawat selama dua minggu di rumah sakit.
https://cinemamovie28.com/cast/michelle-macedo/

Ada 1.017 Kasus Baru Corona di Indonesia Per 15 Juni, Ini Sebarannya

Indonesia kembali mengumumkan adanya penambahan kasus baru virus Corona COVID-19. Saat ini sebanyak 1.017 kasus baru positif sehingga total ada 39.294 kasus. Hingga Senin (15/6/2020), ada sebanyak 15.123 orang yang sembuh dan 2.198 meninggal dunia.
"Kita dapatkan kasus baru konfirmasi COVID-19 sebanyak 1.017 orang, sehingga total menjadi 39.294 orang," kata juru bicara pemerintah untuk penanganan virus Corona COVID-19, Achmad Yurianto, Senin (15/6/2020).

Sebaran 1.017 kasus baru positif virus Corona COVID-19 sebagai berikut:

Bali 19

Banten 3

DI Yogyakarta 3

DKI Jakarta 142

Jawa Barat 19

Jawa Tengah 116

Jawa Timur 270

Kalimantan Timur 4

Kalimantan Tengah 45

Kalimantan Selatan 66

Kepulauan Riau 15

Nusa Tenggara Barat 22

Sumatera Selatan 52

Sulawesi Utara 18

Sumatera Utara 60

Sulawesi Tenggara 3

Sulawesi Selatan 101

Sulawesi Tengah 1

Riau 1

Maluku Utara 2

Maluku 31

Papua Barat 1

Gorontalo 23

Kenapa Kematian akibat Virus Corona COVID-19 Paling Banyak Dialami Lansia?

Secara global, statistik menunjukkan lansia dengan riwayat penyakit tertentu punya risiko kematian paling tinggi akibat virus corona COVID-19. Kenapa demikian?
Menurut Ketua Perhimpunan Alergi dan Imunologi Indonesia, Prof Dr dr Iris Rengganis, SpPD-KAI, risiko kematian karena Covid-19 sebenarnya tidak bisa diklasifikasikan pada umur tertentu maupun gender tertentu.

"Tidak bergantung pada usia. Usia berapa pun bisa berisiko. Ini kaitannya dengan sistem imun tubuh, usia berapa pun kalau sistem imunnya rendah dia berisiko," jelasnya saat dihubungi detikcom, Jumat (6/3/2020).

Meski begitu, dari banyak kasus pasien COVID-19, umumnya usia lanjut dari 60 tahun yang dilaporkan meninggal. Mengapa bisa begitu?

"Itu karena sifat alamiah imun tubuh semakin berjalannya waktu semakin menurun, atau bisa disebut juga degenerasi ya, jadi dia memang lebih sensitif," ungkapnya.

Selain lansia, kasus pasien Covid-19 yang meninggal juga sering ditemukan pada pria atau seseorang yang memiliki riwayat penyakit kronis seperti jantung dan diabetes. Menurut Prof Iris hal tersebut memang berpengaruh pada sistem imun tubuh.

"Tergantung penyakit apa dulu ya, diabetes misalnya kadar glukosa yang berfluktuasi atau meningkat memiliki respon imun yang lebih rendah. Artinya seseorang memiliki lebih sedikit perlindungan diri terhadap virus corona Covid-19," ujarnya.

"Kalau terjadi pada pria, belum tentu karena sistem imunnya lebih rendah, perlu penelitian lebih lanjut," ungkapnya.

Pasien Corona RI Ada Batuk-Pilek, Apa Sih Gejala COVID-19?

Lagi, dua orang warga negara Indonesia (WNI) terkonfirmasi positif virus corona COVID-19. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyebut suhu badan kedua pasien mencapai 37,6 derajat celsius.
"Kondisi kasus nomor 3 dan nomor 4 sekarang, tadi saya dapat laporan suhu badannya masih 37,6 derajat Celsius, satunya 37,7 derajat Celcius, kurang-lebih hampir sama," kata juru bicara pemerintah dalam penanganan kasus virus Corona, Achmad Yurianto, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Jumat (6/3/2020).

Diketahui suhu badan yang panas merupakan salah satu gejala dari infeksi COVID-19. Tetapi gejala yang muncul pada pasien bisa berbeda-beda pada setiap harinya.

Berikut ini penjelasan beberapa gejala yang bisa saja dirasakan pasien COVID-19 dari hari ke hari, menurut dokter spesialis okupasi dari departemen ilmu kedokteran komunitas Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Dr dr Dewi Sumaryani Soemarko, MS, SpOk.

1. Hari pertama
Demam yang dirasakan oleh pasien akan disertai dengan nyeri otot dan batuk kering. Pada beberapa kasus tertentu bahkan sampai mengalami diare atau mual.

2. Hari kelima
Mulai kesulitan bernapas, terlebih jika pasien sudah lanjut usia atau memiliki riwayat penyakit lain sebelumnya.

3. Hari ketujuh
Penelitian dari Universitas Wuhan mengatakan rata-rata pasien mulai dirawat di rumah sakit pada hari ketujuh setelah timbul gejala awal.
https://cinemamovie28.com/cast/charlize-theron/