Merebaknya virus corona ke seluruh dunia berdampak luas. Tak terkecuali, industri film porno juga terpengaruh.
Dikutip dari Vice, sebuah situs web yang menawarkan konten pornografi di Amerika Serikat menemukan banyak pencarian terkait virus corona Covid-19 di dalam platform mereka. Hasilnya, ada sebanyak 112 video menampilkan konten atau adegan dengan menggunakan masker wajah.
Dua pemain dan pencipta konten menjelaskan dalam wawancaranya bahwa ia terpikir untuk membuat konten ini khusus untuk penonton yang berada di Wuhan, pusat penyebaran wabah Covid-19.
"Kami secara pribadi tahu orang-orang benar-benar terjebak di Wuhan dan mengingatnya," kata Spicy, salah satu pembuat konten.
Spicy percaya bahwa orang-orang akan tertarik pada pornografi yang berkaitan dengan Covid-19. Sama dengan mereka yang punya ketertarikan pada film horror.
"Kita semua mencari hal-hal yang membuat kita menjadi hidup. Covid-19 adalah sesuatu yang membawa ketakutan dan misteri bagi hampir semua orang di dunia saat ini. Anda harus dapat merasakan sesuatu, dan cara apa yang lebih baik untuk membuat Anda merasa sesuatu daripada krisis global yang kita semua hadapi sekarang," lanjutnya.
Pasangan lain dari Spicy, yang ada dalam konten pornografi berkaitan dengan Covid-19 menjelaskan bahwa ada manfaat yang bisa diambil dari video mereka. Manfaat tersebut adalah informasi tentang cara memakai masker wajah dengan benar, hal ini sekaligus untuk meningkatkan kesadaran tentang Covid-19 kepada para pengguna platform mereka.
RSPI SS: Pasien yang Diisolasi Meninggal karena Pneumonia
Seorang pasien dalam pengawasan (PDP) virus Corona yang diisolasi meninggal dunia di RSPI Sulianti Saroso. Pasien itu meninggal karena pneumonia.
"(Cause of death) pneumonia. Jadi ISPA itu ringan, ISPA ringan, sedang, berat, berat sekali, namanya penumonia ya," kata Direktur Utama RSPI Sulianti Saroso Mohammad Syahril di RSPI Sulianti Saroso, Jumat (6/3/2020).
Status positif atau negatif Corona dari pasien tersebut masih dievaluasi. Hasil evaluasi akan diumumkan oleh Kemenkes.
"Nanti diumumkan oleh Kemenkes," kata Syahril.
Syahril mengatakan para petugas yang menangani jenazah pasien tersebut tak menggunakan alat pelindung diri (APD). Semua yang berkaitan dengan jenazah itu disebutnya sudah didisinfektan.
"Oh nggak (menggunakan APD), sudah habis berarti sudah selesai. Udah nggak menular, sudah habis, udah didisinfektan semua," ujarnya.
Seperti diketahui, pasien yang dirawat di RSPI Sulianti Saroso itu meninggal dunia pada Kamis (5/3) kemarin. Pasien berusia 65 tahun dan berjenis kelamin perempuan itu kini sudah dimakamkan.
"Kemudian ada satu pasien yang meninggal kemarin, pasien yang meninggal kemarin kan saya sudah bilang kondisinya memang jelek, pakai ventilator," kata Direktur Utama RSPI Sulianti Saroso Mohammad Syahril di RSPI Sulianti Saroso, Jakarta Utara, Jumat (6/3).
"Rujukan dari rumah sakit swasta dan di sana sudah satu minggu, usianya tua, dan sudah dimakamkan oleh keluarga," imbuhnya.
https://cinemamovie28.com/cast/megan-hilty/