Sebagian wilayah Beijing, China, kembali menerapkan penguncian wilayah atau lockdown pada Sabtu (13/6/2020) kemarin. Ini dilakukan demi mencegah datangnya gelombang kedua COVID-19 setelah munculnya kasus baru positif virus Corona di wilayah tersebut.
Dikutip dari BBC, kejadian ini bermula setelah 45 dari 517 orang di pasar grosir terbesar di Beijing, pasar Xinfadi, dinyatakan positif Corona setelah dilakukan tes. Ini adalah kasus positif pertama COVID-19 di Beijing setelah selama 50 hari tidak ada penambahan kasus.
Akibatnya, sebanyak 11 kawasan di sekitar pasar Xinfadi dikunci, warga tidak boleh beraktivitas di luar rumah. Beberapa sekolah di area itu pun kembali ditutup.
"Sesuai dengan prinsip untuk mengutamakan keselamatan masyarakat, kami telah mengambil langkah-langkah penguncian (lockdown) di pasar Xinfadi dan sekitarnya," kata seorang pejabat setempat, Chu Junwei.
"Distrik ini dalam mode darurat masa perang," lanjutnya.
Weekend Kedua Masa Transisi PSBB, GBK Masih Ramai Pengunjung
Akhir pekan kedua di masa transisi pembatasan sosial berkala besar (PSBB) warga masih padati fasilitas olahraga Gelora Bung Karno (GBK). Berdasarkan pantauan detikcom, ada warga yang memakai masker saat berolahraga adapula yang memakai face shield.
Meskipun telah dibuka, pengelola GBK tetap membatasi waktu kunjungan pengunjung hanya dari pukul 05.00 hingga 18.00 WIB. Norce (30) salah satu pengunjung yang berolahraga di GBK tidak menyangka warga masih ramai mengunjungi kawasan ini.
"Sebenarnya nggak nyangka sih, tadi pas datang itu mikirnya bisa longgar, tapi tiba-tiba sampai sini aduh. Tadinya niatnya mau lari, udah liat kaya gini yaudah jalan aja lebih nyari tempat yang agak longgar," katanya saat ditemui detikcom, Minggu (14/6/2020).
Sementara itu, Putra (29) mengatakan sudah memperkirakan kepadatan yang terjadi di GBK di weekend kedua ini. Meskipun terdapat keramaian, dia mengaku tidak cemas selama mengikuti protokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah.
"Sempat kepikiran sih (keramaian di GBK), karena sekarang kan PSBB udah masa transisi jadi udah ketebak sih bakal ramai banget. Makanya tadi masuk aja lumayan ngantre kan," kata Putra kepada detikcom di GBK.
"Yang penting kita harus ngejalanin protokol kan, seperti pakai masker, pakai handsanitizer atau cuci tangan, mungkin sama jaga kebersihan," tutupnya.
Hindari Risiko Terkena Corona, Perlukah Disinfeksi Belanjaan dari Pasar?
Beberapa waktu lalu, puluhan pedagang di sebuah pasar tradisional di Jakarta, diketahui positif terinfeksi virus Corona COVID-19. Pasar tradisional pun kini menjadi tempat yang sangat rentan untuk terjadinya penularan virus tersebut.
Kondisi ini membuat masyarakat mulai khawatir dan bertanya perlukah mendisinfeksi belanjaan setelah pulang dari pasar?
"Belanjaan masih aman karena (penularan) virusnya bukan dari situ. Justru terjadinya penularan pas kontak dengan penjual atau dari pembeli," tutur pakar kesehatan sekaligus Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Dr dr Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB saat diwawancarai detikcom, Jumat (12/6/2020).
Jika merasa takut barang belanjaan terkontaminasi virus Corona, disarankan untuk mencuci tangan sebelum dan setelah mengeluarkan bahan-bahan makanan yang dibeli dari pasar. Namun tak perlu mencuci bahan makanan dengan sabun atau mendisinfeksinya cukup dengan air mengalir.
"Kalau mau dibersihkan oke lah melakukan kebersihan dengan tata laksana umum saja. Cuman pada saat dia di pasar tangannya pegang ke mana saja, itu yang jadi masalah," tambahnya.
dr Ari mengatakan, penularan bisa terjadi saat pembeli atau penjual memegang sesuatu yang terkontaminasi virus, kemudian menyentuh area wajah. Untuk mencegahnya, hindari menyentuh area wajah, mata, hidung, mulut, dan selalu cuci tangan dengan sabun serta memakai masker. Akan lebih baik lagi jika langsung mandi sepulang dari pasar.
https://indomovie28.net/the-gigolo-2/