Jumat, 12 Juni 2020

Satu Lagi Vaksin Corona Potensial Setelah Uji Coba Dinilai Sukses

 Satu lagi vaksin virus Corona potensial yang dikembangkan para peneliti di China kembali memberikan harapan. Saat diuji coba pada monyet, vaksin tersebut memicu antibodi dan tidak menunjukkan masalah keamanan.
Saat ini, vaksin tersebut sedang dalam fase percobaan pada lebih dari 1.000 orang peserta. Dalam jurnal medis Cell, kandidat vaksin yang disebut BBIBP-CorV menginduksi antibodi yang bisa memblokir virus menginfeksi sel pada monyet, tikus, dan kelinci selama percobaan.

"Hasil ini mendukung evaluasi lebih lanjut terkait BBIBP-CorV dalam uji klinis," kata peneliti yang dikutip dari Reuters, Kamis (11/6/2020).

Vaksin BBIBP-CorV ini dikembangkan oleh Beijing Institute of Biological Products, yang bekerja sama dengan grup farmasi nasional China (Sinopharm). BBIBP-CorV ini juga adalah salah satu kandidat vaksin yang diuji pada manusia.

Saat ini lebih dari 100 vaksin virus Corona COVID-19 potensial sedang dalam tahap pengembangan di seluruh dunia. Beberapa vaksin terdepan yang sedang dalam uji coba pada manusia dikembangkan oleh AstraZeneca (AZN.L), Pfizer (PFE.N), BioNtech (22UAy.F), Johnson & Johnson (JNJ.N), Merck (MRK.N), Moderna (MRNA.O), Sanofi (SASY.PA) dan CanSino Biologics China.

Selain lebih aman dan menghasilkan kekebalan pada hewan, para peneliti mengatakan BBIBP-CorV tampaknya tidak memicu antibodi yang bisa menyebabkan infeksi, yang disebut fenomena peningkatan antibodi-dependen (ADE). Dalam uji klinis, lebih dari 2.000 orang di Wuhan telah diberikan dua suntikan vaksin tersebut.

Pakai Dompet Khusus Saat Belanja di Pasar Bisa Bantu Cegah Penularan Corona

 Sebanyak 52 pedagang di lima pasar tradisional di DKI Jakarta terinfeksi virus Corona. Akibatnya, Direktur Utama Perumda (PD) Pasar Jaya Arief Nasrudin mengatakan pihaknya akan menutup pasar yang terkait dengan kasus tersebut.
Tempat umum seperti pasar tradisional ini bisa membuat virus itu menyebar dengan mudah. Namun, ada berbagai cara agar bisa tetap aman saat berbelanja di pasar, salah satunya menggunakan dompet khusus.

Dokter spesialis gizi dari Rumah Sakit Pondok Indah, dr Diana Suganda, MKes, SpGK, menyarankan penggunaan dompet khusus yang berupa plastik untuk menyimpan uang saat pergi ke pasar. Ini dilakukan untuk mengurangi risiko bersarangnya virus dan kuman di dalam dompet.

"Saranku juga pakai dompet khusus kalau ke pasar. Karena nggak mungkin pakai gesek ya (kartu debit) dan biasanya pakai uang," jelas dr Diana pada detikcom, beberapa waktu lalu.

"Nah uangnya itu di plastik sendiri dan jangan masuk ke dompet jadi nggak kotor," lanjutnya.

Selain itu, dr Diana mengimbau masyarakat untuk berusaha tetap jaga jarak saat berbelanja ke pasar. Jika tidak, bisa saja tertular virus yang tidak terlihat keberadaannya.

"Tetap jaga jarak, terus rutin cuci tangan dan pas sampai rumah langsung cuci tangan lagi," tuturnya.

Sebaran Pasien Virus Corona di Indonesia: 13.213 Sembuh, 2.048 Meninggal

Pemerintah mengumumkan jumlah kasus positif virus Corona COVID-19 di Indonesia pada Jumat (12/6/2020) telah mencapai 36.406 kasus. Per hari ini, penambahan kasus positif terbanyak sekitar 1.111. Sebanyak 13.213 pasien dinyatakan sembuh sementara 2.048 pasien lainnya meninggal dunia.
"Sekarang persentase kesembuhan jauh lebih tinggi dibanding dengan kematian. Kalau kita perhatikan data, akumulasi sampai dengan kondisi saat ini 35,8 persen sembuh, sedangkan kematian berada di kisaran 5,67 persen," kata juru bicara pemerintah untuk penanganan virus Corona COVID-19, Achmad Yurianto, Jumat (12/6/2020).

Berikut sebaran pasien yang sembuh dan meninggal hingga saat ini.

SEMBUH
Aceh 18

Bali 448

Banten 417

Bangka Belitung 48

Bengkulu 49

DI Yogyakarta 196

DKI Jakarta 3.781

Jambi 27

Jawa Barat 1.057

Jawa Tengah 681

Jawa Timur 1.863

Kalimantan Barat 146

Kalimantan Timur 239

Kalimantan Tengah 215

Kalimantan Selatan 179

Kalimantan Utara 135

Kepulauan Riau 128

Nusa Tenggara Barat 520

Sumatera Selatan 543

Sumatera Barat 407

Sulawesi Utara 97

Sumatera Utara 205

Sulawesi Tenggara 180

Sulawesi Selatan 830

Sulawesi Tengah 95

Lampung 109

Riau 108

Maluku Utara 40

Maluku 104

Papua Barat 86

Papua 78

Sulawesi Barat 66

Nusa Tenggara Timur 37

Gorontalo 79

MENINGGAL
Aceh 1

Bali 5

Banten 76

Bangka Belitung 1

Bengkulu 4

DI Yogyakarta 8

DKI Jakarta 540

Jawa Barat 161

Jawa Tengah 103

Jawa Timur 575

Kalimantan Barat 4

Kalimantan Timur 4

Kalimantan Tengah 29

Kalimantan Selatan 116

Kalimantan Utara 2

Kepulauan Riau 16

Nusa Tenggara Barat 31

Sumatera Selatan 47

Sumatera Barat 29

Sulawesi Utara 52

Sumatera Utara 57

Sulawesi Tenggara 5

Sulawesi Selatan 110

Sulawesi Tengah 4

Lampung 11

Riau 6

Maluku Utara 22

Maluku 10

Papua Barat 2

Papua 7

Sulawesi Barat 2

Nusa Tenggara Timur 1

Gorontalo 7

Aturan WHO Tentang Pakai Masker Kain di Masa 'New Normal' Pandemi Corona

 Di tengah masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi ini, sebagian masyarakat mulai menjalani rutinitas di luar rumah. Misalnya rutinitas biasa seperti bekerja.
Namun, di tengah 'new normal' ini satu barang penting yang tidak boleh lupa dibawa adalah masker, apalagi masker non-medis atau kain. Masker kain pun cukup menjanjikan untuk mencegah terjadinya penularan virus Corona saat berada di luar rumah.

Saat memakai masker, ternyata ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Mulai dari cara memakai yang benar hingga hal-hal yang perlu dihindari saat menggunakan masker.

Dikutip dari akun Twitter resmi WHO Indonesia, berikut ini cara menggunakan masker non-medis yang benar dan aman.

1. Cuci tangan sebelum menyentuh masker.

2. Periksa permukaan masker, pastikan tidak rusak atau kotor.

3. Sesuaikan posisi masker pada wajah, sehingga tidak ada celah di bagian samping.

4. Masker harus menutup mulut, hidung, dan dagu.

5. Hindari menyentuh masker saat dipakai.

6. Bersihkan tangan sebelum melepas masker.

7. Lepaskan masker dengan memegang tali yang ada di belakang telinga atau kepala, dan jauhkan dari wajah.

8. Simpan masker di dalam plastik bersih dan tutup rapat jika tidak kotor atau basah, dan akan digunakan kembali.

9. Pegang tali masker untuk mengeluarkannya dari plastik.

10. Cuci masker dengan sabun atau detergen. Akan lebih baik jika menggunakan air panas, setidaknya 1 kali sehari.

11. Cuci tangan setelah melepas masker.

Adapun hal-hal yang harus dihindari saat menggunakan masker kain adalah sebagai berikut:

1. Jangan gunakan masker yang sudah rusak atau kendur.

2. Hindari menggunakan masker di bawah hidung.

3. Jangan melepas masker di dekat orang lain, yang berada dalam jarak satu meter.

4. Jangan gunakan masker yang membuat susah bernapas.

5. Jangan pakai masker yang basah dan kotor.

6. Jangan pernah meminjam masker dengan orang lain.

Satu Lagi Vaksin Corona Potensial Setelah Uji Coba Dinilai Sukses

 Satu lagi vaksin virus Corona potensial yang dikembangkan para peneliti di China kembali memberikan harapan. Saat diuji coba pada monyet, vaksin tersebut memicu antibodi dan tidak menunjukkan masalah keamanan.
Saat ini, vaksin tersebut sedang dalam fase percobaan pada lebih dari 1.000 orang peserta. Dalam jurnal medis Cell, kandidat vaksin yang disebut BBIBP-CorV menginduksi antibodi yang bisa memblokir virus menginfeksi sel pada monyet, tikus, dan kelinci selama percobaan.

"Hasil ini mendukung evaluasi lebih lanjut terkait BBIBP-CorV dalam uji klinis," kata peneliti yang dikutip dari Reuters, Kamis (11/6/2020).

Vaksin BBIBP-CorV ini dikembangkan oleh Beijing Institute of Biological Products, yang bekerja sama dengan grup farmasi nasional China (Sinopharm). BBIBP-CorV ini juga adalah salah satu kandidat vaksin yang diuji pada manusia.

Saat ini lebih dari 100 vaksin virus Corona COVID-19 potensial sedang dalam tahap pengembangan di seluruh dunia. Beberapa vaksin terdepan yang sedang dalam uji coba pada manusia dikembangkan oleh AstraZeneca (AZN.L), Pfizer (PFE.N), BioNtech (22UAy.F), Johnson & Johnson (JNJ.N), Merck (MRK.N), Moderna (MRNA.O), Sanofi (SASY.PA) dan CanSino Biologics China.

Selain lebih aman dan menghasilkan kekebalan pada hewan, para peneliti mengatakan BBIBP-CorV tampaknya tidak memicu antibodi yang bisa menyebabkan infeksi, yang disebut fenomena peningkatan antibodi-dependen (ADE). Dalam uji klinis, lebih dari 2.000 orang di Wuhan telah diberikan dua suntikan vaksin tersebut.
https://nonton08.com/earth-and-blood/