Kamis, 11 Juni 2020

Ibu Semprot Anaknya Pakai Disinfektan saat Menyambutnya Pulang di Bandara

 Heboh video seorang Ibu yang sedang menyambut anaknya pulang di salah satu bandara di Malaysia. Namun ada hal unik yang kemudian ramai jadi perbincangan netizen.
Khawatir tertular virus corona COVID-19, ibu ini mendisinfeksi anaknya. Terlihat dalam sebuah video yang tersebar di media sosial kalau ia tengah menyemprotkan disinfektan pada anaknya.

Mengutip Asia One, putranya disebut baru saja kembali dari Jerman. Alih-alih mendapat pelukan hangat, putranya malah disemprot disinfektan oleh ibunya.

Tak hanya menyemprotkan sekali atau dua kali, ibu dari pria ini terus mengelilingi tubuh putranya seperti sedang memastikan seluruh sudut sudah didisinfeksi. Video yang dibagikan akun bernama Qi En di Facebook ini kemudian ramai diperbincangkan dan diberikan judul 'Cara Mencegah Virus Corona oleh Ibu Asia'.

Dalam video lain yang juga diunggah oleh Qi En, ibu ini terus menyemprotkan disinfektan sambil berjalan menuju mobil mereka. Para netizen yang melihat video ini banyak menertawakan aksi yang dilakukan oleh ibu tersebut.

Semakin Meluas, Turki Laporkan Kasus Pertama Infeksi Virus Corona

 Kasus virus corona COVID-19 pertama telah dikonfirmasi di Turki. Menteri Kesehatan Fahrettin Koca mengatakan warganya terbukti terinfeksi setelah kembali dari Eropa.
"Seorang warga negara berjenis kelamin pria dinyatakan positif virus corona pada malam hari," kata Koca seperti dikutip dari Anadolu Agency.

"Ia terinfeksi virus setelah kembali dari Eropa dan kini tengah diisolasi," lanjutnya.

Antisipasi agar hal ini tak terjadi lagi, Koca memperingatkan warganya untuk tidak bepergian ke luar negeri dan mendesak mereka untuk patuh dengan pedoman pencegahan virus corona yang berlaku di negara tersebut.

"Tolong jangan pergi ke luar negeri kecuali itu wajib. Kita harus mengikuti pedoman kementerian yang telah ditetapkan untuk menjaga diri dari virus corona," ucapnya.

Diketahui hingga Selasa (10/3) Turki sempat menjadi salah satu negara di Eropa yang belum melaporkan kasus infeksi virus corona.

Dihantui Virus Corona, Haruskah Cuti Ngegym?

Sebuah pusat kebugaran di kawasan Senopati, Jakarta Selatan, mengumumkan bahwa salah satu membernya tengah diisolasi terkait virus corona COVID-19. Protokol pembersihan dan pencegahan dengan disinfektan telah dilakukan.
Upaya mencegah penularan juga dilakukan oleh F45 Senopati dengan menambah jeda antar kelas untuk melakukan proses pembersihan dan disinfeksi menyeluruh pada alat-alat fitness.

Tapi sebenarnya, perlu nggak sih cuti ngegym di tengah situasi seperti ini? Dikutip dari Health.com, berikut ini beberapa hal yang perlu dipertimbangkan.

Bisakah tertular di gym?
Menurut Centers for Disease Control and Protevtion (CDC), virus corona COVID-19 menular terutama lewat kontak dekat, didefinisikan sejauh 6 kaki atu sekitar 1,8 meter. Penularan terjadi melalui droplet atau bercak dahak yang mengandung virus.

Penularan juga bisa terjadi secara tidak langsung. Droplet yang keluar saat batuk atau bersih menempel ke permukaan suatu benda, misalnya alat fitness, lalu disentuh orang lain yang kemudian mentransmisikannya ke saluran pernapasan saat menyentuh wajah.

Bicara soal kemungkinan, keduanya mungkin terjadi di gym. Tentunya dipengaruhi oleh banyak faktor lain, seperti kondisi daya tahan tubuh dan jumlah virus yang ada.
https://nonton08.com/black-clover-episode-29-subtitle-indonesia/

Selain Corona, Ini Ragam Penyakit Mematikan yang Berawal dari Hewan

Bakteri dan virus yang mematikan pada satu jenis hewan dapat berevolusi dengan cepat untuk menginfeksi spesies lain. Saat ini diketahui bahwa virus corona Covid-19 masuk ke dalam jenis penyakit menular dan mematikan yang berasal dari hewan.
Penyakit yang berasal dari hewan kerap dianggap berbahaya sebab mikroba di dua varietas dapat berkumpul dan berevolusi dan inangnya menjadi sangat berbahaya.

Sebenarnya selain corona Covid-19, ada banyak penyakit menular yang berasal dari hewan. Berikut di antaranya dikutip dari Live Science.

1. Covid-19 kemungkinan ditularkan kelelawar
Novel coronavirus yang menyebabkan penyakit Covid-19 awalnya diidentifikasi pada akhir Desember 2019 lalu di Wuhan, China. Pejabat kesehatan mencurigai sumber penularan awal terkait dengan pasar makanan laut di sana. Analisis genetik virus menunjukkan bahwa coronavirus berasal dari kelelawar.

Namun karena tidak ada kelelawar yang dijual di pasar laut yang dianggap episentrum pertama, para ilmuwan berpikir bahwa ada hewan yang belum teridentifikasi yang bertindak sebagai transmisi virus corona ke manusia.

2. HIV-AIDS yang ditularkan simpanse
HIV, virus yang menyebabkan AIDS, telah ditelusuri dibawa oleh salah satu jenis simpanse di Afrika Tengah. Versi simpanse penyakit ini disebut dengan SIV atau simian immunodeficiency virus.

Kemunkinan ditularkan ke manusia saat diburu untuk diambil dagingnya dan terkena darah mereka yang terinfeksi. Begitu terpapar, virus bermutasi menjadi HIV. Studi oleh CDC menunjukkan virus tersebut telah 'melompat' ke manusia sejak 1800-an.

3. Toksoplasma yang ditularkan kucing
Parasit Toxoplasma gondii disebut menginfeksi sekitar 2 miliar orang di seluruh dunia. Beberapa penelitian telah menghubungkan parasit tersebut dengan skizofrenia. Inang utama toksoplasma adalah kucing rumahan, mikrobanya bereproduksi di dalam usus kucing.

Telur parasit bisa terbawa di kotoran kucing dan manusia terkadang terinfeksi saat membersihkannya. Saat parasit T. gondii masuk ke tubuh manusia, ia akan bersembunyi di area tubuh yang kurang kekebalan termasuk otak, jantung dan jaringan otot rangka. Jika menulari manusia, infeksi toksoplasma akan menyebabkan kehilangan penglihatan dan kerusakan otak permanen.

4. Rabies dari gigitan anjing
Rabies adalah penyakit menular yang hampir selalu berakibat fatal setelah timbul gejala klinis. Di 99 persen kasus, anjing menjadi host yang menularkan virus rabies ke manusia dan menular melalui air liur yang didapatkan saat tergigit.

Saat menulari manusia, rabies akan menyebabkan peradangan otak. Gejala awal berupa demam dan kesemutan di area yang tergigit dan dikuti perasaan yang tak bisa dikendalikan, kebingungan dan kehilangan kesadaran. Setelah gejala muncul, sebagian besar yang terinfeksi rabies meninggal dunia.

5. Ebola yang ditularkan kelelawar
Penyakit Ebola menurut CDC menyebar ke manusia dari kelelawar yang terinfeksi dari simpanse dan gorila di Afrika Tengah. Penyakit ini pertama kali diidentifikasi pada tahun 1976 di dekat Sungai Ebola yang sekarang telah menjadi Republik Demokratik Kongo.

Orang dapat tertular virus ini melalui kontak darah dengan hewan yang terinfeksi atau dari cairan tubuh hewan yang membawa virus. Orang yang sakt dapat menyebarkan virus melalui kontak dekat. Tingkat kematian rata-rata untuk virus ini adalah 50% meskipun bervariasi dari 25% hingga 90% dalam situasi yang berbeda.

Gejala virus Ebola meliputi demam mendadak, nyeri otot, sakit kepala dan sakit tenggorokan, sering diikuti dengan muntah, diare, ruam, gangguan fungsi ginjal dan hati, dan dalam beberapa kasus, perdarahan internal dan eksternal.
https://nonton08.com/black-clover-episode-31-subtitle-indonesia/