Kamis, 04 Juni 2020

China Banggakan Kemampuan Riset Vaksin Corona

 Riset mengenai vaksin di China termasuk yang paling top di dunia. Demikian diklaim oleh pakar pernapasan negara itu, Zhong Nanshan.
"Sejauh ini, kita memiliki 5 vaksin (COVID-19) yang masuk dalam fase II trial klinis. Kita tidak tertinggal dari negara lain," klaim Zhong, dikutip detikINET dari CGTN.

China memang termasuk negara yang giat mengembangkan kandidat vaksin COVID-19. Terlebih virus Corona ini mewabah pertama di negara itu.

Selain penelitian vaksin, ilmuwan China juga giat menulis di jurnal ilmiah tentangnya. Sampai 10 Mei, total 2.151 artikel tentang COVID-19 telah dipublikasikan di jurnal terkemuka dan ilmuwan China disebut banyak berkontribusi.

"China berkontribusi 650 di antaranya, sekitar sepertiga, banyak yang dipublikasikan di jurnal top. Artikel itu menyediakan panduan untuk mengendalikan pandemi," kata Zhong.

"Tulisan ilmiah kita tidak hanya ditujukan buat China, tapi juga seluruh dunia," imbuhnya. Studi antara lain dilakukan untuk mencari asal muasal virus COVID-19.

Soal vaksin, salah satu perusahaan di negeri Tirai Bambu itu, perusahaan Fourth Construction Co yang adalah bagian China Electronics System Engineering, baru-baru ini mengklaim telah membangun pabrik vaksin Corona terbesar di dunia dengan kapasitas produksi 100 juta dosis per tahun.

Adapun salah satu kandidat paling menjanjikan di negara itu adalah buatan Sinovac Biotech yang berbasis di Beijing. Ilmuwan perusahaan itu mengklaim sudah berhasil uji vaksin Corona pada monyet dan berlanjut ke manusia.

Konspirasi Senjata Biologis, Fakta atau Fiksi?

Pandemi COVID-19 diwarnai dengan berbagai isu termasuk konspirasi kontroversial yang menyebutnya sebagai senjata biologis. Faktanya, apakah pernah ada penggunaan bioweapon di kehidupan nyata?
Senjata biologi atau biological weapon merupakan senjata yang menggunakan patogen (bakteri, virus, atau organisme penghasil penyakit lainnya) sebagai alat untuk membunuh, melukai, atau melumpuhkan musuh. Nah, dalam pengertian yang lebih luas, bioweapon bukan hanya berupa virus atau bakteri, tapi juga toksin berbahaya yang dihasilkan oleh organisme tertentu.

Bioweapon tidak hanya dilakukan pada zaman sekarang. Ini sudah dikenal sejak dulu ketika perang menggunakan panah yang dicelupkan ke racun. Contoh lain, mengutip Emedicine Health, dalam Pertempuran Eurymedon pada 190 SM, Hannibal memenangi kemenangan angkatan laut atas Raja Eumenes II dari Pergamon dengan menembakkan ular berbisa ke kapal-kapal musuh.

Di era modern, Perang Dunia II (WWII) beberapa negara memiliki program aktif untuk pengembangan senjata biologis untuk peperangan. Negara tersebut di antaranya Inggris, Kanada, Jerman, Jepang, Uni Soviet, dan Amerika Serikat. Namun, pada 1969, Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Presiden Richard Nixon memutuskan menghentikan ini setelah menyetujui The Biological and Toxin Weapons Convention (BTWC).

Melansir laman Nuclear Threat Initiative, Konvensi Senjata Biologis dan Toksin atau BTWC adalah perjanjian multilateral pertama yang secara tegas melarang kelas senjata tertentu. Perjanjian itu melarang pengembangan, penimbunan, produksi, atau transfer agen biologis dan racun dari jenis dan jumlah yang tidak memiliki pembenaran untuk penggunaan perlindungan.

Lebih jauh, perjanjian itu melarang pengembangan senjata, peralatan, atau sistem pengiriman untuk menyebarluaskan agen (zat) atau racun tersebut. Konvensi ini ditandatangani di London, Moskow, dan Washington oleh lebih dari 100 negara yang berpartisipasi pada 10 April 1972. Untuk membaca lebih detail mengenai isi konvensi tersebut Anda bisa mengklik di SINI.

Kesimpulannya, senjata biologis secara historis pernah ada dan dilakukan dalam peperangan. Namun, di era modern, senjata biologis sudah dilarang dalam sebuah kesepakatan perjanjian internasional.
https://indomovie28.com/cast/ming-tsai/

New Normal: Wajib Berjauhan di Toilet hingga Parkiran Mal

 Pengelola pusat perbelanjaan atau mal sudah mempersiapkan protokol kesehatan di era normal baru (new normal) untuk beroperasi di tengah pandemi COVID-19. Toilet hingga area parkiran mal pun dipastikan ikut mematuhi jaga jarak fisik (physical distancing).

Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alexander Stefanus Ridwan menjelaskan urinoir atau tempat buang air kecil bakal dibuat berjarak. Sebagai gambaran, jika ada tiga baris urinoir maka yang berada di posisi tengah tidak difungsikan agar jarak antar pengguna tidak berdekatan.

"Nah untuk itu juga kita membantu bahwa di urinoir tidak semua urinoir kita buka. Kenapa kita buka selang-seling? supaya ya tidak ada yang berdekatan. Kita tetap yang namanya social distancing tetap kita jaga," kata dia dalam diskusi online melalui saluran YouTube Media Artha Santosa, Rabu (3/6/2020).

Demikian pula di parkiran motor. Jarak antar kendaraan akan dibuat berjauhan. Sama halnya dengan skema di area urinoir, parkiran motor akan dibuat selang-seling. Bagian kanan dan kiri kendaraan yang semestinya bisa diisi kendaraan lain akan dibuat kosong.

"Parkir motor pun kita sudah mulai selang-seling seperti yang di gambar ini, sudah kita siapkan," jelasnya.

Aturan di dalam lift juga akan mematuhi physical distancing. Jadi dia tidak akan difungsikan dengan kapasitas penuh. Para pengguna lift pun harus saling membelakangi. Mereka masing-masing harus menghadap ke dinding.

"Nah arahnya pun kalau kita lihat itu di lift pun kita arahnya sudah tentukan ke mana, arahnya dia menghadapnya ke tembok, ke dinding dari lift itu," sebutnya.

Dia memastikan pengelola mal sudah siap untuk menerapkan protokol kesehatan di era new normal ketika sudah diperbolehkan beroperasi.

"Kalau begitu kita buka nanti mungkin di pertengahan Juni kita sudah ready untuk ini," tambahnya.

Tugas cleaning service

Setiap sudut mal akan dibersihkan dengan disinfektan secara rutin, tak hanya pagi dan malam tapi setiap kali diperlukan.

"Nah kalau kita lihat dari awal yang namanya cleaning service itu adalah 1 melakukan disinfektan sebelum orang-orang datang. Jadi pagi pagi dan malam hari setelah kerja mereka melakukan itu disinfektan. Apalagi di tengah-tengahnya kadang-kadang mereka juga harus," kata Stefanus Ridwan.

Pihaknya juga akan memastikan seluruh hand sanitizer di mal selalu dalam keadaan terisi.

"Dia (cleaning service) harus mengontrol juga sanitizer yang ada di situ isi atau kosong. Kalau kosong dia harus isi sehingga akhirnya kalau di awal pembukaan mal itu mulai orang datang ke mal, kita lihat mulai dari pintu masuk semua sudah bersih dan sudah tertata rapi semua peralatan yang ada," jelasnya.

Pihaknya pun bakal menjamin apapun yang berpotensi disentuh oleh pengunjung mal akan selalu dibersihkan dengan disinfektan.

"Jadi tugasnya (cleaning service) bertambah sekarang, bukan hanya lantai dan kaca dilap, bukan. Semuanya yang akan disentuh dan akan tersentuh itu juga sudah harus dibersihkan," jelasnya.

Lift pun secara berkala akan terus dibersihkan. Bahkan kata dia di beberapa pusat belanja ada petugas khusus yang menekan tombol lift sehingga konsumen tidak perlu lagi melakukan itu.

Toilet untuk buang air besar pun harus selalu dibersihkan tiap kali digunakan orang. Jadi seseorang tidak boleh masuk sebelum dibersihkan pasca digunakan orang lain.

"Tugas pembersihan di sini harus benar-benar serius. Kenapa harus serius? sebab kita harus yakin 100% bahwa pengunjung yang datang ke pusat belanja itu aman dari COVID-19," tambahnya.