Memperhitungkan porsi makan dengan cermat bisa membantu kelancaran ibadah puasa Ramadhan. Meski bersiap untuk tidak makan selama seharian, bukan berarti harus makan berlebihan.
Bukan hanya membuat perut terasa tidak nyaman, berlebihan makan saat sahur juga berdampak pada sistem metabolisme. Salah satu yang bisa langsung dirasakan adalah terkantuk-kantuk.
Berikut 4 dampak buruk yang dialami tubuh jika berlebihan makan sahur.
1. Risiko makin gemuk
Banyak orang mengalami peningkatan berat badan justru saat sedang berpuasa. Salah satu penyebabnya adalah makan berlebihan, semacam 'balas dendam' karena sudah seharian menahan lapar dan haus. Kalori yang masuk saat sahur dan berbuka jadi lebih banyak dibanding kebutuhan untuk sehari saat berpuasa.
2. Malah cepat lapar
Sinyal lapar dan kenyang di otak dipengaruhi antara lain oleh hormon leptin. Kebiasaan makan berlebihan bisa memicu resistensi terhadap hormon ini, sehingga sinyal lapar-kenyang menjadi tidak terkontrol. Rasa lapar bisa saja muncul saat isi perut sebenarnya masih penuh.
3. Mengantuk
Dalam proses mencerna makanan, sel-sel di pankreas memproduksi insulin yang akan memicu peningkatkan hormon melatonin dan serotonin. Makin banyak kedua hormon ini dihasilkan, makin berat rasanya untuk mempertahankan mata tetap terbuka. Ngantuk berat!
4. Perut tidak nyaman
Normalnya, lambung manusia mampu menampung 1 sampai 1,5 liter makanan. Bahkan bisa lebih banyak lagi jika dipaksakan. Butuh waktu sekitar 2 jam untuk mengosongkannya lagi, dan selama itu perut akan terasa penuh dan tidak nyaman jika terlalu penuh.
Tangkal Corona, Pakar Berkaca pada Industri Film Dewasa
Dalam konteks penularan penyakit, pornografi tergolong industri paling berbahaya. Namun industri ini sekaligus punya prosedur pencegahan yang ketat dan dinilai bisa diterapkan untuk menangkal virus Corona COVID-19.
Sejak HIV (Human Imunodeficiency Virus) mewabah di era 1990-an, studio 'mainstream' film dewasa di Amerika Serikat menerapkan The Performer Availability Scheduling Services (PASS). Diklaim sejak 2004 tidak terjadi penularan berkat skema tersebut.
Tes rutin tiap 2 pekan jadi syarat mutlak bagi setiap pemeran jika ingin tampil. Jika ada pemeran yang positif terinfeksi, kegiatan produksi dihentikan sampai tracing atau pelacakan maupun serangkaian tes menjangkau semua orang yang terlibat kontak.
"Saya tidak yakin bisa ada di industri ini tanpa hal itu," kata Lance Hart, seorang pemeran film dewasa asal Las Vegas, dikutip dari The Sun.
Selama lockdown akibat pandemi corona, studio porno tidak beroperasi. Namun para bos tengah memikirkan langkah-langkah keamanan tambahan jika kelak sudah bisa beroperasi kembali, misalnya dengan melakukan sanitasi.
"Dalam beberapa hal, apa yang mereka lakukan adalah model untuk apa yang kita coba lakukan pada COVID," kata Dr Ashish Jha dari Global Health Institute di Harvard University.
"Industri film dewasa mengajarkan kita bahwa sebagai proof of concept, ini bisa berhasil. Kita hanya perlu scale up," lanjutnya.