Mantan CEO Google Eric Schmidt tidak lagi menjabat sebagai penasihat di raksasa teknologi tersebut dan perusahaan induknya Alphabet. Saat menjadi pemimpin Google, Schmidt merupakan sosok yang mengubah Google dari startup Silicon Valley menjadi raksasa global.
Mundurnya Schmidt dari Google pertama kali dilaporkan oleh Cnet. Dikutip detikINET, Minggu (10/5/2020) Schmidt mundur dari jabatannya sebagai penasihat pada Februari 2020.
Pria berusia 65 tahun ini pertama kali bergabung sebagai CEO Google pada 2001. Ia dibawa sebagai 'orang dewasa' yang mengawasi kerja co-founder Sergey Page dan Larry Brin yang dianggap masih sangat muda.
Saat dipimpin Schmidt, Google melebarkan sayapnya dari sekedar menawarkan mesin pencari ke teknologi lainnya, termasuk smartphone dan video online. Schmidt juga bertanggung jawab membawa Google menuju IPO pada 2004.
Pada tahun 2011, Page menggantikan Schmidt sebagai CEO Google, tapi ia tetap menjadi executive chairman dewan direksi. Pada tahun 2015, Google melakukan restrukturisasi dan menciptakan perusahaan induk bernama Alphabet.
Scmhidt kemudian menjadi executive chairman untuk entitas baru tersebut. Pada tahun 2017, ia mundur dari jabatan di Google dan Alphabet lalu menjabat sebagai penasihat yang fokus dalam isu sains dan teknologi.
Sejak perannya di Google semakin mengecil, Schmidt banyak bekerja dengan sektor militer. Sejak tahun 2016 ia menjadi chairman U.S. Defense Innovation Board, kelompok penasihat yang bertugas menghadirkan teknologi baru untuk Pentagon.
Baru-baru ini, Schmidt ditunjuk Walikota New York Andrew Cuomo untuk mengepalai komisi yang mengurus isu teknologi selama dan sesudah pandemi virus Corona.
Mundurnya Schmidt dari jabatan terakhirnya di Google dan Alphabet menandakan ia tidak lagi mendapatkan gaji, tapi ia masih memegang saham perusahaan sebesar USD 5,3 miliar. Sebagai penasihat, ia mendapatkan gaji sebesar USD 1 setiap tahunnya.
Instagram Bakal Kedatangan Sederet Fitur Baru
Instagram sepertinya sedang menyiapkan sejumlah fitur baru untuk aplikasi mobile-nya. Bocoran fitur-fitur ini ditemukan oleh developer Alessandro Paluzzi.
Dikutip detikINET dari Phone Arena, Senin (11/5/2020), fitur pertama memudahkan kreator untuk mengakses Insights lewat tombol yang ada di profil. Insights sendiri merupakan tool analitik untuk mengetahui lebih banyak tentang followers agar kreator bisa menyusun kontennya sesuai data yang ditampilkan.
Bulan lalu, Paluzzi juga melaporkan bahwa Instagram sedang menguji fitur yang memungkinkan pengguna untuk meneruskan pesan langsung (DM). Kemungkinan fitur ini akan dibatasi penerimanya, seperti pembatasan yang ada di WhatsApp, untuk mencegah penyebaran hoax.
Saat ingin menghapus pesan yang telah dikirim, Instagram juga akan menampilkan peringatan yang mengatakan pesan tersebut mungkin telah dilihat atau diteruskan oleh orang lain.
Selain itu, Instagram juga akan meluncurkan fitur 'pre-live titles'. Fitur ini memungkinkan pengguna untuk menambahkan judul dan deskripsi di video Live mereka untuk memberikan gambaran tentang sesi Live tersebut kepada orang lain.
Tampilan kolom Stories juga sepertinya mengalami perubahan. Bocoran dari Paluzzi menunjukkan kolom Stories yang ditampilkan dalam bentuk halaman dan lebih berjarak dibanding tampilan sekarang.