PM Malaysia Muhyiddin Yassin mengatakan bahwa dirinya baru saja dihubungi oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump melalui sambungan telpon. Dalam pembicaraan tersebut ia dan Trump berdiskusi mengenai penyebaran wabah virus corona.
Diskusi mengerucut pada pendekatan dan cara yang sudah dilakukan 2 negara dalam mengatasi penyebaran virus tersebut. Selain itu, diskusi juga berkaitan dengan pandangan dua negara terhadap penanganan penyebaran virus corona di dunia.
"Kami turut menekankan pentingnya kerja sama komuniti antarbangsa bagi mengurangkan kesan pandemik tersebut ke atas kesejahteraan hidup masyarakat dunia dan ekonomi global," katanya seperti dikutip dari Antara, Sabtu (9/5).
Ia mengatakan kerja sama tersebut juga perlu dilakukan dalam pengembangan vaksin dan obat corona. "Serta akses sama rata kepada vaksin Covid-19 kelak," katanya.
Selain isu corona, Muhyiddin mengatakan ia dan Trump juga berdiskusi soal kerja sama keamanan antar bangsa. Tapi ia tidak merinci kerja sama yang dibahas tersebut.
Sebagai informasi, pada masa penyebaran virus corona, Trump juga pernah berhubungan melalui telpon dengan Presiden Jokowi. Dalam pembicaraan telpon tersebut, ia menyebut pemerintah Indonesia meminta bantuan ventilator untuk mengatasi penyebaran virus corona.
"Baru saja berbicara dengan seorang teman, Presiden RI Joko Widodo. Ia meminta ventilator yang tentu akan kami berikan. Kerja sama hebat antara kami," tulis Trump di akun Twitternya, Jumat (24/4), sekitar satu jam lalu.
Kasus Corona di Dunia Tembus 4 Juta, 1,3 Juta Pasien Sembuh
Jumlah kasus infeksi virus corona di seluruh dunia hingga Sabtu (9/5) mencapai 4.014.320 orang.
Berdasarkan data statistik Worldometer, pasien yang dinyatakan sembuh sebanyak 1.387.181 dan 276.237 kematian.
AS memiliki 1.322.163 kasus corona, 78.616 kematian, dan 223,749 dinyatakan sembuh.
Spanyol berada di urutan kedua dengan 260.117 kasus, 26.299 kematian dan 168.408 sembuh. Selanjutnya Italia yang mencatat 217.185 kasus, 30.201 kematian, dan 99.023 sembuh.
Inggris memiliki 211.364 kasus, dan 31.241 kematian. Sementara Rusia memiliki 187.859 kasus dan 26,608 pasien sembuh. Tingkat kematian corona di Rusia terbilang rendah yakni 1.723 jiwa.
Di Timur Tengah, Iran menjadi yang tertinggi dengan 104.691 kasus, 6.541 kematian, dan 83.837 sembuh. China yang diduga menjadi tempat pertama kali virus itu merebak mencatatkan 82.887 kasus, 4.633 kematian, dan 78.046 sembuh.
Di Asia Tenggara, Singapura menjadi yang tertinggi dengan 21.707 kasus, 20 kematian, dan 2.040 sembuh.
Kemudian disusul Indonesia dengan 13.112 kasus, 943, dan 2.494 sembuh.
Diduga virus itu berasal dari hewan lalu menular kepada manusia. Virus itu kemudian menyebar ke penjuru negeri dan bahkan lintas negara.
Vaksin sejauh ini dinilai sebagai cara paling efektif untuk menghentikan penyebaran Covid-19.
Virus mematikan itu sulit dihilangkan jika hanya mengandalkan tindakan pengendalian seperti menjaga jarak maupun lockdown.
Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus menjelaskan vaksin sangat diperlukan untuk menghentikan transmisi sepenuhnya.
Sementara Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres menilai vaksin virus corona merupakan satu-satunya cara untuk mengembalikan dunia kembali ke keadaan normal.