Rabu, 06 Mei 2020

Kata IDI soal Pasien yang Terinfeksi Corona Lebih dari Sekali

Beberapa kasus Corona di Indonesia dilaporkan kembali positif usai sembuh. Terbaru, Albertina Fransisca Mailoa yang pernah menjabat sebagai Indonesia World Miss University 2007 dan Puteri Pariwisata Indonesia 2008, wanita yang akrab disapa Chika itu dua kali dinyatakan positif COVID-19.
Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Daeng M Faqih mengingatkan pasien sembuh Corona masih bisa tertular lagi. Maka perlu untuk tetap menjaga jarak selama pandemi Corona.

"Di beberapa kasus seperti ini juga terjadi sehingga perlu tetap hati-hati bagi yang sembuh bisa terinfeksi kembali," kata Daeng ketika dihubungi detikcom, Rabu (6/5/2020).

Seseorang yang kembali positif Corona disebutkan tidak akan membentuk antibodi yang spesifik. Sehingga peluang kembali terinfeksi sangat mungkin terjadi.

"Kemungkinan di tubuh tidak terbentuk antibodi yang spesifik sehingga kalau kontak lagi dengan sumber infeksi ia akan tertular atau sakit lagi," ungkap Daeng.

Daeng pun menjelaskan kasus pasien sembuh Corona yang kembali terinfeksi bukan merupakan fenomena pertama di dunia. "Mungkin (pertama di Indonesia), tapi di dunia bukan yang pertama," ujar Daeng.

"Tetap stay di rumah, pakai masker, rajin cuci tangan. Patuhi social distancing dan PSBB," kata Daeng.

Arti 'Code Blue Asthma' yang Sempat Viral Saat Didi Kempot Meninggal

 Code blue asthma sempat ramai disebut saat Didi Kempot meninggal pagi ini. Belakangan, terungkap 'Lord' Didi meninggal karena henti jantung. Apa itu kondisi code blue asthma?
Dijelaskan ahli paru dr Frans Abednego Barus, SpP, dari OMNI Hospital Pulomas kondisi yang disebut dengan code blue asthma menunjukkan seseorang tengah mengalami hal yang darurat. Hal tersebut disebabkan karena henti napas.

"Code blue artinya peristiwa terjadinya henti napas dan jantung yang berarti ada kejadian gawat darurat. Code blue bisa pada pasien baru masuk, bisa pada pasien yang dirawat," kata dr Frans pada detikcom.

"Penyebabnya sering henti jantung atau serangan jantung yang menyebabkan henti napas," lanjutnya.

Sebelumnya penyanyi campursari Didi Prasetyo ini meninggal dunia pada Selasa (5/5/2020). Hal ini dikonfirmasi oleh Asisten Manajer Humas Rumah Sakit (RS) Kasih Ibu, Divan Fernandez, di Solo.

Divan menjelaskan Didi masuk ke rumah sakit pada pukul 07.25 WIB sudah dalam kondisi sudah tidak sadar dan dibawa ke instalasi gawat darurat (IGD). Petugas langsung berupaya memberikan tindakan medis namun sayang nyawanya tidak tertolong.

"Tiba di IGD pagi ini pukul 07.25, kondisi tidak sadar, henti jantung, henti napas. Dilakukan tindakan resusitasi, namun pasien tidak tertolong," kata Divan pada detikcom Selasa (5/5/2020).

Terjadi di Indonesia, Orang-orang Ini Dua Kali Positif Corona

 Ajudan Wakil Gubernur Sumatera Utara Musa Rajekshah (Ijeck), Ori Kurniawan, kembali positif virus Corona usai dinyatakan sembuh beberapa waktu lalu. Gugus Tugas COVID-19 Sumut menduga ini merupakan pertama kali terjadi di Indonesia.
"Sepengetahuan saya pribadi, saya baru dengar ini (positif kembali usai sembuh di Indonesia)," ujar Jubir Gugus Tugas COVID-19 Sumut, Mayor Kes Whiko Irwan, Selasa (5/5/2020).

Faktanya, Jubir Gugus Tugas COVID-19 Kabupaten Blitar, Krisna Yekti sempat membeberkan, kasus dua warga yang dinyatakan positif Corona yakni wanita (37) asal Kecamatan Srengat dan wanita (69) asal Kecamatan Selopuro. Dari kasus dua warga Kabupaten Blitar ini disebutnya ada yang mengalami reaktivasi.

"Yang Srengat, ini dulunya PDP dari klaster pelatihan petugas haji dan dinyatakan sembuh pada 1 April. Hasil swab kedua negatif, keluar rumah sakit kemudian isolasi mandiri. Tapi yang bersangkutan mengalami gejala klinis lagi, dites rapid positif (reaktif). Lalu di tes swab tanggal 15 April dan hari ini hasilnya keluar terkonfirmasi positif," jelas Krisna di grup percakapan jurnalis COVID-19 Blitar, Selasa (28/4/2020).

Kondisi sembuh usai dilaporkan positif bisa terjadi karena reinfeksi atau reaktivasi. Perbedaan keduanya sempat dijelaskan Direktur Lembaga Biologi Molekuler Eijkman (LBME), Prof Amin Soebandrio, beberapa waktu lalu.

"Reaktivasi itu berarti virus masih ada di dalam tubuh. Jadi di tenggorokan sudah tidak ada dan tidak terdeteksi, tapi mungkin virusnya masih ada di organ lain," kata Prof Amin.

Sementara reinfeksi dikatakan seseorang yang kembali terpapar Corona. Hal ini bisa terjadi meski telah melakukan karantina mandiri selama dua minggu setelah dinyatakan sembuh dan diperbolehkan pulang dari rumah sakit.

"Kalau sistem kekebalan yang dimiliki tidak terlalu baik, maka mungkin saja dia terpapar lagi dan bisa sakit lagi," jelas Prof Amin.

4 Rekomendasi Menu Praktis Pengganjal Perut Saat Telat Bangun Sahur

Telat sahur bisa dialami oleh siapa saja, entah karena terlalu lelah bekerja sebelumnya atau tidur terlalu larut. Namun, terlambat sahur bukan berarti cuma bisa minum air putih sebanyak-banyaknya.
Dirangkum dari berbagai sumber, ini dia beberapa menu praktis yang bisa dikonsumsi ketika bangun di tengah waktu imsak. Selain mengganjal perut, menu-menu ini bisa jadi sumber nutrisi yang baik lho buat tubuh. Selamat berpuasa!

1. Sereal
dr Inge Permadhi, SpGK, dari Departemen Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia - Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo menyebutkan sereal sebagai menu yang penyelamat ketika terlambat sahur. Sebab, sereal mengandung kandungan gizi yang lengkap untuk kebutuhan beraktivitas sehari-hari.

"Menu sereal paling tepat. Karena selain mengandung karbohidrat kompleks, ada protein dan seratnya juga. Ditambah dengan minum susu, agar tak cepat merasa lapar," tutur dr Inge beberapa waktu lalu.

2. Susu
Pakar kesehatan dan nutrisi, Mochamad Aldis Ruslialdi SKM CNWC mengatakan seseorang sedikitnya harus mengkonsumsi susu ketika tak sempat sahur dengan menu makanan yang lengkap. Sebaiknya juga, pilih susu yang rendah lemak dan tinggi protein supaya bisa menutup kekurangan gizi dari sahur dengan hanya segelas susu.

"Kalau mau minum susu tambahkan juga buah dan sayur. Sebab susu kan enggak bisa disimpen lebih lama di perut," tambah Aldis kepada detikHealth beberapa waktu lalu.

3. Buah apel, pir, atau anggur
Buah berserat tinggi pada saat sahur dapat mencegah rasa lapar. Hal ini terjadi karena serat membutuhkan waktu yang lama untuk dicerna dan diserap oleh tubuh, menurut penjelasan dari dr Inge. Namun, pilihlah buah yang berserat putih seperti apel, pir dan anggur. Jangan lupa juga untuk makan buah beserta kulitnya.

"Buah-buahan tersebut memang benar dapat membantu tubuh agar tak mudah lapar. Karena buah-buahan itu memiliki serat yang tinggi. Lebih baik untuk memakan buah tersebut beserta dengan kulitnya, terutama untuk buah apel, pir, dan anggur. Untuk jeruk makanlah dengan serat buahnya yang berwarna putih," ujarnya.

4. Makanan tinggi serat
Sayur dan kacang-kacangan adalah dua menu yang bisa dimakan secara praktis di tengah waktu sahur yang terbatas. Selain itu, keduanya kaya serat sehingga bisa jadi pilihan di situasi mendesak.

"Jangan lupa banyak minum air putih. Serat jika digabungkan dengan air akan mengental seperti agar atau gel yang dapat mengembang di dalam lambung. Inilah yang membuat perut akan menjadi kenyang seharian. Karena serat ini akan masuk ke dalam aliran darah dengan cara perlahan," tutur dr Inge.

Kata IDI soal Pasien yang Terinfeksi Corona Lebih dari Sekali

Beberapa kasus Corona di Indonesia dilaporkan kembali positif usai sembuh. Terbaru, Albertina Fransisca Mailoa yang pernah menjabat sebagai Indonesia World Miss University 2007 dan Puteri Pariwisata Indonesia 2008, wanita yang akrab disapa Chika itu dua kali dinyatakan positif COVID-19.
Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Daeng M Faqih mengingatkan pasien sembuh Corona masih bisa tertular lagi. Maka perlu untuk tetap menjaga jarak selama pandemi Corona.

"Di beberapa kasus seperti ini juga terjadi sehingga perlu tetap hati-hati bagi yang sembuh bisa terinfeksi kembali," kata Daeng ketika dihubungi detikcom, Rabu (6/5/2020).

Seseorang yang kembali positif Corona disebutkan tidak akan membentuk antibodi yang spesifik. Sehingga peluang kembali terinfeksi sangat mungkin terjadi.

"Kemungkinan di tubuh tidak terbentuk antibodi yang spesifik sehingga kalau kontak lagi dengan sumber infeksi ia akan tertular atau sakit lagi," ungkap Daeng.

Daeng pun menjelaskan kasus pasien sembuh Corona yang kembali terinfeksi bukan merupakan fenomena pertama di dunia. "Mungkin (pertama di Indonesia), tapi di dunia bukan yang pertama," ujar Daeng.

"Tetap stay di rumah, pakai masker, rajin cuci tangan. Patuhi social distancing dan PSBB," kata Daeng.