Rabu, 06 Mei 2020

Kabar Baik! LBM Eijkman Berhasil Petakan Sekuens Corona dari Pasien Indonesia

 Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman membagikan kabar baik dalam akun Instagramnya pada Senin (4/5/2020). Pihaknya mengaku berhasil memetakan sekuens RNA penyusun genom virus SARS-CoV-2 atau penyakit COVID-19.
Hal tersebut diakui LBM Eijkman adalah pertama kalinya pihaknya berhasil menyelesaikan pengurutan sekuen asam nukleat RNA penyusun genom virus SARS-CoV-2 dari Indonesia. LBM Eijkman menggunakan alat Next-Generation Sequencing (NGS) di Pusat Genom Nasional LBM Eijkan.

"Tim LBM Eijkman berhasil mengurutkan genom tiga isolat virus yang berasal dari tiga pasien yang terkonfirmasi positif COVID-19 di Indonesia," ungkap caption postingan LBM Eijkman di akun Instagramnya @eijkmaninstitute.

Disebutkan, data sekuens lengkap tersebut telah diunggah ke pusat data Global Initiative on Sharing All Influenza Data (GISAID). Di mana membantu mendukung proses cepat dalam berbagi lebih dari 16 ribu data Corona di seluruh dunia.

"Data awal dari 3 isolat ini akan sangat bermanfaat bagi penelitian lanjutan terkait epidemiologi (bagaimana virus bisa berevolusi dan menyebar), pengembangan vaksin, dan obat antivirus," lanjut caption tersebut.

Ngeprank 'Sampah' demi Sensasi Sampai Lupa Empati

Aksi prank kembali membuat heboh dunia media sosial. Kali ini dilakukan YouTuber asal Bandung, Ferdian Paleka yang mengunggah video yang menampilkan dirinya dan dua temannya membagikan 'makanan' sampah ke waria dan anak kecil di jalan.
Hal ini pun menuai banyak kecaman dari netizen. Banyak di antaranya yang menganggap tindakan Ferdian ini hanya mencari sensasi dan popularitas di media sosial.

"Followersnya banyak jg beli dimana, mas? kesel ga ngetop2 akhirnya bikin video norak ya?" ujar salah satu netizen.

Menurut psikolog dari Personal Growth, Diah Ayu, saat ini memang banyak sekali orang yang ingin cepat viral atau terkenal dengan cara yang instan. Tak jarang dari mereka yang rela melakukan berbagai tindakan atau cara apapun, agar bisa terkenal meskipun jauh dari rasa empati terhadap sesama manusia.

"Untuk zaman sekarang, trennya memang orang-orang pengennya cepat viral dengan cara apapun. Kadang orang melakukan sesuatu hal yang tidak benar, yang tidak ada empatinya, dan menganggap nanti itu akan membuat dia terkenal atau viral secara instan, mungkin ada faktor itu," jelasnya pada detikcom, Senin (4/5/2020).

Namun, di balik keinginan seseorang yang ingin viral lewat cara melakukan prank ke orang lain, itu tidak mencerminkan memperlakukan orang lain selayaknya manusia. Sehingga, mereka tega melakukan hal seperti itu tanpa pertimbangan rasa empati dan hati nuraninya.

"Tiap orang punya hak untuk diperlakukan selayaknya manusia. Sedangkan, orang yang melakukan tindakan semacam ini, kurang mencerminkan hal itu," imbuhnya.

Pertolongan Pertama Henti Jantung, Kondisi yang Dialami Mendiang Didi Kempot

Penyanyi Didi Kempot meninggal dunia pagi tadi. Didi Kempot menghembuskan napas terakhir saat masih berada di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Kasih Ibu, Solo.
Menurut Asisten Manajer Humas RS Kasih Ibu, Divan Fernandes, Didi Kempot mengalami henti jantung saat tiba di IGD.

"Datang ke sini, masuk IGD sudah henti jantung," kata Divan kepada wartawan, Selasa (5/5/2020).

Henti jantung terjadi ketika jantung berhenti atau tidak bisa mengeluarkan nadi sehingga kehilangan fungsi jantung untuk memompa darah.

Saat terjadi henti jantung, pertolongan pertama harus segera diberikan pada korban. dr Dafsah Juzar, SpJP, dokter spesialis jantung sekaligus kepala staff medis emergency dan ICCU RS Pusat Jantung Nasional Harapan Kita mengatakan, jika henti jantung tidak segera dikompresi, suplai oksigen oleh darah ke otak akan terhenti. Dalam waktu dua menit saja, kondisi ini akan menimbulkan kerusakan otak.

"Lalu kalau jantung dan organ lain tidak dapat oksigen darah bersih, itu asam tubuh akan tinggi dan akan menyebabkan organ itu tidak bisa berfungsi. Rata-rata waktu krusial untuk beri pertolongan pertama itu 2 sampai 5 menit. Kalau lewat dari itu, biasanya jantung tidak bisa lagi kembali," tegas dr Dafsah beberapa waktu lalu.

5 Cara Taklukkan Pasangan Saat Bercinta

 Wanita kerap dianggap terlalu pasif jika berhubungan seksual. Padahal, kehidupan seksual yang sehat terjadi saat ada pemahaman akan kebutuhan masing-masing pihak.
Dikutip dari Daily Mail, Sexpert Tracey Cox menyadari bahwa seks adalah pengalaman personal. Artinya tiap orang punya pandangan berbeda soal seks yang menyenangkan.

Berikut beberapa cara yang bisa wanita lakukan untuk taklukan pasangannya.

1. Tak melulu soal fantasi
Bercinta jadi menyenangkan saat wanita tahu apa yang diinginkan si dia. Ingin tahu fantasi pasangan? Tak masalah. Namun sebaiknya tak perlu bertanya sebab tak semua fantasi pasangan sanggup diwujudkan. Bahkan, pertanyaan ini bisa menimbulkan kecemasan sehingga Anda tak bisa menikmati sesi bercinta.

"Jangan bertanya pada pasangan tentang fantasi seksualnya jika Anda tak sanggup menanganinya. Saya melakukannya dan pasangan saya berkata kalau fantasinya melakukan hubungan intim secara berkelompok dan saya sangat parno jika dia merasa bosan berhubungan intim dengan saya," ujar Cox.

2. Berikan pujian
Menurut Cox, pujian adalah soal keinginan dan penghargaan. Wanita tentu merasa lebih percaya diri dan bahagia saat pasangan berkata bahwa dirinya seksi atau cantik saat bercinta. Ini pun berlaku buat pria. Tak ada salahnya memberikan pujian atas performa pasangan atau memberikan gestur tanda apresiasi. Wanita bisa mencium telapak tangannya yang mengeras karena banyak bekerja.

3. Minta si dia lebih kreatif
Saatnya berhenti memalsukan orgasme. Harus diakui ada rasa puas dari pasangan saat wanita orgasme. Persoalannya, wanita rela berpura-pura orgasme agar pasangannya tidak terluka. Padahal, kejujuran bisa membuat pria merasa 'tertantang' sehingga peluang untuk mencapai orgasme lebih besar.

4. Jadilah aktif
Sebagian wanita merasa tak percaya diri di ranjang. Salah satunya karena bentuk tubuhnya. Jika seperti ini, lebih baik wanita mengambil kendali atas pasangan dengan lebih aktif melakukan rangsangan seperti sentuhan, belaian, ciuman. Semakin aktif, maka rasa cemas dan tak percaya diri bisa sirna.

5. Lakukan di waktu yang tepat
Kapan waktu tepat untuk berhubungan intim? Cox menyarankan waktu yang tepat adalah saat Anda merasa siap. Sebenarnya tak ada aturan baku untuk seks. Durasi panjang atau sekadar lima menit pun jadi jika Anda dan pasangan merasa puas satu sama lain.

Kabar Baik! LBM Eijkman Berhasil Petakan Sekuens Corona dari Pasien Indonesia

 Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman membagikan kabar baik dalam akun Instagramnya pada Senin (4/5/2020). Pihaknya mengaku berhasil memetakan sekuens RNA penyusun genom virus SARS-CoV-2 atau penyakit COVID-19.
Hal tersebut diakui LBM Eijkman adalah pertama kalinya pihaknya berhasil menyelesaikan pengurutan sekuen asam nukleat RNA penyusun genom virus SARS-CoV-2 dari Indonesia. LBM Eijkman menggunakan alat Next-Generation Sequencing (NGS) di Pusat Genom Nasional LBM Eijkan.

"Tim LBM Eijkman berhasil mengurutkan genom tiga isolat virus yang berasal dari tiga pasien yang terkonfirmasi positif COVID-19 di Indonesia," ungkap caption postingan LBM Eijkman di akun Instagramnya @eijkmaninstitute.

Disebutkan, data sekuens lengkap tersebut telah diunggah ke pusat data Global Initiative on Sharing All Influenza Data (GISAID). Di mana membantu mendukung proses cepat dalam berbagi lebih dari 16 ribu data Corona di seluruh dunia.

"Data awal dari 3 isolat ini akan sangat bermanfaat bagi penelitian lanjutan terkait epidemiologi (bagaimana virus bisa berevolusi dan menyebar), pengembangan vaksin, dan obat antivirus," lanjut caption tersebut.