Kamis, 23 April 2020

4 Alasan Penting Tak 'Gelap-gelapan' Saat Bercinta

Sebagian pasangan kerap mempertimbangkan tempat yang nyaman untuk berhubungan intim. Ada pula yang tak ambil pusing dengan tempat, tapi lebih menekankan keinginan untuk bercinta dalam keadaan gelap alias tanpa lampu menyala.
Sebuah studi menemukan bahwa 7 dari 10 orang memilih untuk mematikan lampu saat intim bersama pasangan. Umumnya, mereka tak nyaman bercinta dalam kondisi terang benderang plus tak percaya diri saat 'semuanya' terlihat.

Dikutip dari laman Cosmopolitan, bercinta dalam kondisi lampu menyala justru mendatangkan banyak manfaat daripada kondisi gelap. Alix Fox, seorang sex educator, menjelaskan empat alasan penting mengapa para pasangan perlu mencoba bercinta dalam keadaan lampu menyala.

1. Tahu apa yang dilakukan
Mungkin mereka yang suka 'gelap-gelapan' saat intim dengan pasangan beralasan kondisi gelap membuat mereka lebih bisa merasakan sentuhan satu sama lain. Alix mengatakan, sebenarnya masing-masing individu menginginkan sentuhan di lokasi yang tepat agar dapat mencapai kepuasan bahkan orgasme.

"Jika kamu meraba dan kikuk di kegelapan, kemungkinan bisa saja salah dan seks tak terlalu memuaskan," katanya.

Ini penting, apalagi bagi pasangan baru. Kondisi pencahayaan yang cukup membuat masing-masing individu mampu mengeksplorasi tubuh pasangannya. Jika dimulai dalam kondisi gelap, maka seterusnya individu tak akan tahu apa yang diinginkan oleh pasangannya.

2. Lebih aman
Banyak seruan soal penggunaan kondom demi rasa aman dari penyakit menular seksual dan menunda kehamilan yang tak diinginkan.

Namun, bercinta dalam kondisi gelap bisa saja berisiko terjadi kesalahan saat pemasangan kondom. Menurut Alix, pasangan harus memastikan tak ada udara yang tertinggal di kondom karena bisa saja ini menimbulkan kebocoran.

"Begitu banyak kasus cedera pasca seks yang saya dengar akibat kurangnya pencahayaan. Misal, salah mengambil pembersih tangan bukan pelumas. Oleh karenanya, penting untuk membiarkan lampu menyala," tambahnya.

3. Memperkuat ikatan dengan pasangan
Komunikasi dengan pasangan saat di ranjang dilakukan dengan gestur dan tatapan mata. Menatap mata pasangan memang bisa memperkuat ikatan hubungan.

"Ini bisa memunculkan rasa yang lebih personal dan lebih dicintai, daripada saat gelap seolah hanya dua tubuh yang bersentuhan," ujar Alix.

Di sisi lain, biasanya sex therapist meminta pasangan untuk saling menatap dalam lima menit. Tujuannya agar pasangan menjadi lebih kalem, fokus dan bisa lebih banyak bersentuhan secara fisik.

4. Melihat wajah pasangan
Siapa bilang ekspresi pasangan tidak penting saat bercinta. Alix menekankan, ekspresi wajah penting sebagai umpan balik bagi pasangan.

"Jika kamu tak bisa melihat wajah pasangan, ini sulit untuk menerka apa yang mereka rasakan dan pikirkan. Ditambah lagi, kamu tak bisa tahu apa ia suka posisi yang baru, masih bersemangat atau tidak minat, atau bisa juga keinginan untuk mengambil jeda," jelasnya.

Hadapi Demonstran Anti-Lockdown, Tenaga Medis AS Malah Dapat Cibiran

 Tenaga kesehatan di seluruh wilayah Amerika Serikat menghadang pengunjuk rasa yang memprotes aturan lockdown di negara tersebut. Sebagian besar pengunjuk rasa menyebut lockdown adalah tindakan yang melanggar HAM dan virus Corona seharusnya tidak menjadikan mereka harus berdiam di rumah.
Para pengunjuk rasa menyebut lockdown adalah tirani, atau kekuasaan yang digunakan sewenang-wenang oleh pemerintah, dan menuntut agar bisnis tetap dibuka kembali. Ribuan orang disebut telah mengajukan protes, menyusul perintah 95 persen warga AS untuk tinggal di rumah.

"Sangat tidak etis. Menjijikkan. Kamu adalah virus. Perawat palsu," kata pendemo ke tenaga kesehatan yang menghadang mereka, dikutip dari Now This.

Lauren Leander, salah satu perawat di Banner University Medical Center Phoenix, Arizona, mengatakan kepada The Sun bahwa mengurangi pasien yang datang ke rumah sakit dan membuat masyarakat tetap sehat adalah tujuannya menghadang para pengunjuk rasa. Ia tak menampik bahwa banyak sekali perawat yang dikecam oleh pengunjuk rasa saat itu.

"Ini semua untuk pekerja kesehatan. Ini untuk pasien saya. Ini untuk seluruh negeri. Bantu kami untuk membantu Anda," tutur Leander.

Para pejabat kesehatan telah mendesak seluruh warga tetap tinggal di rumah karena pencabutan pembatasan akan membuat virus Corona menginfeksi dan menelan ratusan ribu orang. Tercatat saat ini lebih dari 9.000 tenaga medis di Amerika Serikat telah kontak dengan COVID-19.

Terlepas dari peringatan tersebut, beberapa gubernur di Amerika Serikat mulai berencana untuk membuka pembatasan dalam beberapa minggu ke depan.

"Foto perawat dan dokter dengan lebam di wajah mereka dan menangis karena tidak kuat melihat pasien meninggal setiap hari, sangat disayangkan tidak bisa mempengaruhi mereka," ujar salah satu perawat yang juga menghadang para pengunjuk rasa.

4 Tips Aman Melakukan Seks Virtual di Tengah Pandemi Corona

Menghadapi pandemi virus Corona COVID-19, orang-orang disarankan jaga jarak untuk mencegah penularan. Beberapa wilayah menutup akses di perbatasannya dan masyarakat diminta untuk berdiam diri di rumah.
Hal ini tentunya bisa berdampak pada kehidupan sosial, salah satunya pasangan yang menjalani long distance relationship (LDR). Mereka mungkin harus mencari alternatif aktivitas seksual dengan memanfaatkan teknologi seperti seks virtual yang kini semakin digemari.

Terkait hal tersebut, ada hal yang harus diperhatikan bagi beberapa orang yang melakukan seks virtual. Dikutip dari Cosmopolitan, berikut 4 tips aman melakukan seks virtual.

1. Gunakan kata sandi yang kuat
Kata sandi yang digunakan untuk melakukan panggilan video harus diperhatikan. Jessy Irwin, pakar keamanan informasi mengatakan, kata sandi yang unik dan kuat untuk setiap akun penggunaan sangat penting, hal ini bertujuan agar orang lain tidak bisa mengakses akun yang kamu miliki.

2. Perbaharui perangkat ponsel atau komputer
Kapan terakhir kali kamu memperbaharui perangkat komputer atau ponselmu? Jika belum, segeralah untuk memperbaharuinya. Jessy menjelaskan, hal ini adalah salah satu cara untuk melindungi perangkat kamu dari ancaman malware.

Pembaharuan ini misalnya bisa melindungi kamu dari orang-orang yang ingin mengakses hal-hal yang tak ingin kamu perlihatkan kepada mereka. Seperti tubuh yang tidak berbusana saat di depan webcam.

3. Siapkan akun anonim
Jika platform seks virtual yang ingin kamu gunakan memerlukan email untuk mendaftar. Jessy menyarankan untuk membuat email anonim, ini bertujuan untuk melindungi kamu dari risiko kebocoran data.