Minggu, 19 April 2020

33.084 Pekerja Pariwisata di Jabar Menganggur, Ini Langkah Pemda

Disparbud Jawa Barat segara mengambil langkah strategis untuk menanggulangi krisis di sektor pariwisata akibat pandemi COVID-19. Alasannya, sektor ini jadi salah satu yang paling terpukul.
Kepala Disparbud Jabar, Dedi Taufik, menyebut data per Tanggal 16 April 2020, terdapat 2.768 usaha pariwisata di wilayahnya yang tutup. Imbasnya, puluhan ribu tenaga kerja pariwisata kehilangan mata pencaharian.

"Ada 2768 usaha pariwisata yang terdiri dari destinasi wisata, hotel, dan ekraf (ekonomi kreatif) yang sudah tutup dengan sumber daya manusia pariwisata di Jabar sekitar 33.084 tenaga pariwisata yang terkena dampak," kata Dedi kepada detikcom, Sabtu (18/4/2020).

Menurutnya, dalam fase krisis ini langkah pertama yang akan diambil Disparbud Jabar adalah membantu para pelaku dan tenaga kerja sektor pariwisata yang terkena dampak. Salah satunya dengan memberi bantuan dan program kepada mereka yang bergantung pada industri ini.

"Fokus kita di point tiga kepada pekerja yang bergerak di sektor pariwisata dan UMKM, kami coba bersinergi dan berkoordinasi dengan kabupaten kota," ungkapnya.

Langkah strategis ini pun telah disampaikan kepada Menteri Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI (Kemenparekraf) Wishnutama. Hal itu disampaikan dalam rapat terbatas melalui video conference, Kamis (16/4) lalu.

Rapat virtual ini diikuti oleh enam perwakilan provinsi yang wilayahnya memiliki destinasi super prioritas (DSP), yakni Sumut, Jateng, DIY, NTB, NTT dan Sulut. Selain itu ada 5 perwakilan provinsi yang wilayahnya menjadi pintu utama masuk wisatawan mancanegara yakni Bali, Jatim, DKI Jakarta, dan Jabar.

Langkah strategis Disparbud Jabar dalam menghadapi krisis Corona ini sejalan dengan program pemerintah pusat. Kementerian menginginkan adanya sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, hingga kota/kabupaten untuk melewati masa-masa sulit ini.

"Kami menawarkan ada matching fund saat kedaruratan dan harus ada matching program saat recovery, dan matching promotions dengan event bersama," jelasnya.

Dedi menambahkan, strategi dan langkah yang sinergis antara pemerintah pusat dan daerah akan mempercepat fase krisis di sektor pariwisata.

"Harus ada strategi dan langkah yang sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam penanganan Covid-19 di sektor pariwisata. Serta strategy pada fase pemulihan menuju fase normalisasi penekanan pada 'Brand Awareness'," pungkasnya.

Hiburan #dirumahaja, Anjing Memakai Gigi Palsu

Kamu dijamin tertawa saat melihat video kelakuan anjing ini. Dia mencuri gigi palsu majikan dan menggigitnya. Anjing ini terlihat lucu.

Ben Campbell, pria Michigan ini tidak bisa berhenti tertawa saat melihat anjing peliharaannya, Thomas, ketahuan mencuri gigi palsu. Gigi palsu yang dia beli saat festival komik ini dicuri dari meja.

Ben pun mencari anjingnya. Saat ditemukan, Thomas sudah seperti memakai gigi palsu di mulutnya.

Gigi palsu itu begitu pas dengan mulut Thomas, sehingga dia terlihat seperti memiliki senyuman yang manis dan lebar. Thomas seperti tokoh kartun, dan itu terlihat sangat menggemaskan.

Ben pun tidak mau tertawa sendiri karena kelakuan anjingnya. Dia pun membagikan video Thomas ke Facebook dan Youtube, dan viral.

Semenjak dia bagikan ke media sosial, videonya telah ditonton lebih 1,6 juta kali tayang. Terdengar betapa terbahak-bahak Ben saat melihat Thomas menggigit gigi palsu tersebut.

Netizen pun merasakan hal yang sama. Mereka tertawa dan terhibur karena kelakuan Thomas yang menggemaskan.

Bagaimana, bikin traveler tertawa kan?

Peran Besar Pariwisata Bagi Ekonomi Asia-Pasifik, Harus Diselamatkan! (2)

Di Indonesia sendiri sejumlah langkah dipersiapkan untuk menyelamatkan sektor pariwisata. Melalui rapat terbatas (ratas) pada Kamis (16/4/2020), Presiden Jokowi telah menyinggung mengenai mitigasi pariwisata.

"Langkah langkah mitigasi secepat-cepatnya diajukan. Yang pertama, program perlindungan sosial pekerja yang bekerja di sektor pariwisata betul betul dipastikan ada dan sampai pada sasaran. Kemudian kedua juga realokasi anggaran yang ada dari Kementerian Pariwisata harus diarahkan semacam program padat karya tunai bagi pekerja-pekerja bergerak di bidang pariwisata," kata Jokowi.

Terkait dengan jaminan sosial di sektor pariwisata, para pegawai sektor tersebut yang telah dirumahkan dapat mendaftarkan diri untuk mendapatkan Kartu Prakerja. Berdasarkan data dari Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) sampai Rabu (15/4/2020), sudah ada 68.978 pegawai hotel dan restoran yang melakukan registrasi.

Namun jumlah ini masih lebih sedikit dibandingkan target Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) yang akan menjaring 120 ribu pegawai sektor pariwisata agar mendapatkan Kartu Prakerja.

Melalui Kartu Pra Kerja, setiap orang akan mendapatkan manfaat sebesar Rp 3.550.000 yang terdiri atas bantuan pelatihan sebesar Rp 1.000.000, insentif penuntasan pelatihan Rp 600.000 per bulan selama empat bulan, dan insentif survei kebekerjaan Rp 150.000.

Sementara itu, Kemenparekraf juga telah melakukan realokasi anggaran kementerian sebesar Rp 500 miliar untuk masa tanggap darurat pandemi Corona. Menparekraf Wishnutama menuturkan, beberapa dana sudah digunakan untuk fasilitas tenaga medis.

"Beberapa sudah kita jalankan mempersiapkan di Jabodetabek ini hotel-hotel untuk tenaga medis, transportasinya dan sebagainya, tapi ini bukan hal yang sederhana saya sampaikan karena SOP kesehatan dari Kemenkes dan WHO itu harus tetap dipenuhi oleh hotel tersebut," kata Wishnutama usai Ratas di Jakarta.

Rencananya Kemenparekraf juga akan memberdayakan UKM untuk membuat 1 juta masker kain serta meminta kesediaan kementerian lain dan pemerintah daerah untuk bekerjasama menggerakkan UKM lainnya.

"Saya juga sampaikan meng-encourage kementerian atau pemda untuk melakukan itu karena Kemenparekraf terbatas dan kemarin ada penyesuaian anggaran juga jadi harus melakukan kerja sama dengan yang lain," kata Wishnutama.

"Kita juga menyiapkan lauk siap saji, makanan kering lauk kering dendeng, abon, itu program kita untuk membantu pariwisata dan juga yang masih butuh Bu Menkeu itu program ketahanan usaha dan bantuan langsung kepada pelaku ekraf itu kita targetkan bisa kita lakukan dari anggaran kami," tambah Wishnutama.

Hasil studi ini juga mengemukakan bahwa selama 5 tahun terakhir, kawasan Asia-Pasifik memimpin dalam penciptaan lapangan kerja dengan mengandalkan sektor pariwisata. Dari sektor ini, muncul 21 juta mata pencaharian baru yang jumlahnya setara dengan 56 persen dari semua pekerjaan baru secara global.

"Laporan kami menggarisbawahi betapa pentingnya perjalanan dan pariwisata dalam mendorong pemulihan ekonomi kawasan Asia-Pasifik, menghasilkan lapangan kerja baru dan mendorong pengunjung kembali ke Asia-Pasifik. (Pariwisata) memiliki efek domino ekonomi positif pada pemasok besar dan kecil di seluruh industri," kata Kepala Eksekutif dan Presiden WTTC, Gloria Guevera sebagaimana dilaporkan Travel Weekly.

"Sampai saat itu (Corona selesai), sangat penting bahwa semua pemerintah di seluruh kawasan membantu melindungi perjalanan dan pariwisata sebagai tulang punggung ekonomi regional dan global, yang saat ini sedang berjuang untuk bertahan hidup," imbuhnya.

"Penelitian kami menunjukkan hingga 75 juta pekerjaan secara global berada pada risiko langsung, dengan lebih dari 48 juta pekerjaan berisiko di kawasan Asia-Pasifik saja, (hasil penelitian) menyoroti berapa kritisnya sektor ini membutuhkan dukungan," tukasnya.