Kamis, 16 April 2020

3 Langkah Melibas Virus Corona Menurut Bill Gates

Melibas virus corona tentu adalah keinginan seluruh warga dunia saat ini. Bill Gates yang tak henti membahas virus berbahaya itu pun merangkum 3 cara mengalahkan corona, khususnya untuk Amerika Serikat.
Dalam kolom terbaru di Washington Post, pendiri Microsoft itu menyarankan langkah-langkah untuk membendung corona. "Melalui pekerjaan saya dengan Gates Foundation, saya telah bicara dengan pakar dan pemimpin di Washington dan seluruh negara ini. Menjadi jelas kita harus menempuh 3 langkah," tulisnya.

"Pertama, kita memerlukan pendekatan shutting down seluruh negara. Meskipun ada dorongan dari pakar kesehatan publik, beberapa negara bagian tidak benar-benar shutdown. Di beberapa negara bagian, pantai masih dibuka, di lainnya restoran masih melayani makan di tempat," cetusnya.

Menurutnya, hal itu merupakan resep terjadinya bencana. Pasalnya, orang masih secara bebas pergi antar negara bagian, demikian pula dengan virus corona yang mungkin mereka bawa. Sampai angka penderita corona menurun, seharusnya shutdown dilakukan serius.

"Kedua, pemerintah federal harus menaikkan tes (corona). Jauh lebih banyak tes harus tersedia. Ada contoh bagus untuk diikuti, negara bagian New York saat ini meningkatkan kapasitas sampai lebih dari 20 ribu tes per hari," paparnya.

"Terakhir, kita perlu pendekatan berbasis data untuk mengembangkan perawatan dan vaksin..kita harus berpegang pada proses yang bekerja baik, menjalankan trial cepat pada berbagai kandidat dan menginformasikan publik hasilnya. Sekali kita mendapatkan perawatan aman dan efektif, kita harus memastikan dosis pertama diberikan pada orang yang paling memerlukan," sambung Gates.

Ia yakin ketiga langkah itu akan menghentikan laju virus corona. Menurut Gates, vaksin yang aman dan efektif dibutuhkan untuk mengakhiri penyakit ini. Vaksin corona kemungkinan bisa dibuat dalam 18 bulan, waktu tercepat untuk menciptakan suatu vaksin.

"Tapi menciptakan vaksin hanya separuh pertempuran. Untuk melindungi orang Amerika dan di seluruh dunia, kita perlu membuat miliaran dosis," tulisnya. Maka, pabrik vaksin corona skala besar juga dibutuhkan

Bill Gates Mendadak Bicara soal Mati Listrik, Kenapa?

Semenjak tidak aktif lagi di Microsoft, Bill Gates sangat peduli pada isu-isu kemanusiaan. Kali ini, dia bicara masalah akses listrik yang ternyata adalah kemewahan bagi banyak orang.

"Pikirkan kapan terakhir kali kalian mengalami mati listrik. Mungkin itu bukan kenangan bagus. Kemungkinan termasuk menghabiskan malam di kegelapan tanpa kerjaan atau menjalani siang hari tanpa AC. Jika mati listrik berlangsung lama, bahkan mungkin makanan di kulkas kalian mulai rusak," tulis Gates di blognya yang dikutip detikINET.

"Listrik kalian mungkin hidup beberapa menit atau jam. Tapi untuk hampir semiliar orang di dunia yang tak punya akses listrik atau yang tidak bisa diandalkan sehingga tidak dihitung punya listrik, mati listrik bisa berlangsung berhari-hari atau berminggu-minggu. Dan hal itu bukan hanya tidak nyaman. Bisa mematikan," imbuhnya.

Kenapa begitu? Gates memaparkan bahwa tanpa listrik yang andal, orang yang hidup di pedesaan bisa terancam kesehatannya. Misalnya vaksin yang penting rusak di kulkas karena mati listrik. Karena lampu mati, kadang petugas medis harus merawat pasien pakai lilin atau nyala ponsel.

Dan bicara ponsel, mengisi ulang baterai adalah masalah besar tanpa listrik. Ada yang harus bayar ke toko yang menjual listrik tenaga surya. Mereka tidak punya pilihan lain meski jika diakumulasi, biayanya tak sedikit.

"Itu adalah realitas bagi hampir 1 miliar orang yang hidup dalam kemiskinan energi. Itu adalah salah satu alasan kenapa peningkatan akses ke listrik penting untuk mengangkat warga dunia dari kemiskinan. Kabar baiknya, sejak 2016, angka orang yang hidup tanpa listrik andal sudah turun lebih dari 200 juta," cetus Gates.

Istri Bill Gates Bicara Harga Calon Vaksin Corona

Melinda Gates turut aktif bersama suaminya, Bill Gates, di yayasan Bill & Melinda Gates Foundation. Seperti suaminya, Melinda pun memikirkan bagaimana cara mengatasi pandemi virus Corona yang merepotkan banyak negara.
Salah satu keluarga terkaya di dunia itu aktif memberi dukungan dana ke beberapa perusahaan yang sedang membuat calon vaksin COVID-19 dan juga mengaku siap membuat pabriknya. Nah satu pertanyaan kadang muncul, berapa harganya jika nanti sudah jadi?

"Kita harus memastikan vaksin ini harganya sangat rendah dan ada dana untuk membelinya bagi setiap orang, apakah Anda berada di negara berpendapatan rendah, menengah atau tinggi. Dan itu bisa dilakukan," jawab Melinda dalam wawancara dengan Business Insider.

"Tapi kita juga harus mendistribusikan dengan amat hati-hati. Orang paling pertama yang butuh memperoleh vaksin ini adalah pekerja kesehatan karena jika Anda bisa menjaga mereka aman, mereka bisa terus menjaga yang lain aman," sebutnya.

"Kemudian Anda perlu mendistribusikannya pada orang yang paling rentan. Mereka punya kondisi kesehatan bawaan. Dan dari situ, Anda bisa mendistribusikannya ke seluruh masyarakat," sambung ibu tiga anak ini.

Sebelumnya dalam wawancara terpisah, sang suami memprediksi perawatan terapi untuk penderita corona akan mulai tersedia dalam 6 bulan. Akan tetapi dibutuhkan waktu sekitar 18 bulan untuk mengembangkan vaksin aman dan efektif mencegah COVID-19.

"Ada pendekatan bernama vaksin RNA di mana pihak seperti Moderna, CureVac dan lainnya menggunakannya, yang pada tahun 2015 kami identifikasi sangat menjanjikan untuk pandemi ataupun aplikasi lainnya," cetus Bill Gates.

Moderna ataupun CureVac adalah nama perusahaan vaksin. Menyuntikkan 'messenger RNA' ke dalam jaringan manusia akan membuatnya tumbuh di dalam tubuh, sehingga akan memicu respons imun tanpa harus sepenuhnya menginfeksi seseorang dengan virus.

"Dan jika semuanya berjalan secara sempurna dengan pendekatan RNA, kita bisa mengalahkan waktu 18 bulan itu," lanjutnya. Dengan kata lain, tetap ada kemungkinan vaksin Corona sudah ada sebelum kurun waktu 1,5 tahun itu.

3 Langkah Melibas Virus Corona Menurut Bill Gates

Melibas virus corona tentu adalah keinginan seluruh warga dunia saat ini. Bill Gates yang tak henti membahas virus berbahaya itu pun merangkum 3 cara mengalahkan corona, khususnya untuk Amerika Serikat.
Dalam kolom terbaru di Washington Post, pendiri Microsoft itu menyarankan langkah-langkah untuk membendung corona. "Melalui pekerjaan saya dengan Gates Foundation, saya telah bicara dengan pakar dan pemimpin di Washington dan seluruh negara ini. Menjadi jelas kita harus menempuh 3 langkah," tulisnya.

"Pertama, kita memerlukan pendekatan shutting down seluruh negara. Meskipun ada dorongan dari pakar kesehatan publik, beberapa negara bagian tidak benar-benar shutdown. Di beberapa negara bagian, pantai masih dibuka, di lainnya restoran masih melayani makan di tempat," cetusnya.

Menurutnya, hal itu merupakan resep terjadinya bencana. Pasalnya, orang masih secara bebas pergi antar negara bagian, demikian pula dengan virus corona yang mungkin mereka bawa. Sampai angka penderita corona menurun, seharusnya shutdown dilakukan serius.

"Kedua, pemerintah federal harus menaikkan tes (corona). Jauh lebih banyak tes harus tersedia. Ada contoh bagus untuk diikuti, negara bagian New York saat ini meningkatkan kapasitas sampai lebih dari 20 ribu tes per hari," paparnya.

"Terakhir, kita perlu pendekatan berbasis data untuk mengembangkan perawatan dan vaksin..kita harus berpegang pada proses yang bekerja baik, menjalankan trial cepat pada berbagai kandidat dan menginformasikan publik hasilnya. Sekali kita mendapatkan perawatan aman dan efektif, kita harus memastikan dosis pertama diberikan pada orang yang paling memerlukan," sambung Gates.

Ia yakin ketiga langkah itu akan menghentikan laju virus corona. Menurut Gates, vaksin yang aman dan efektif dibutuhkan untuk mengakhiri penyakit ini. Vaksin corona kemungkinan bisa dibuat dalam 18 bulan, waktu tercepat untuk menciptakan suatu vaksin.

"Tapi menciptakan vaksin hanya separuh pertempuran. Untuk melindungi orang Amerika dan di seluruh dunia, kita perlu membuat miliaran dosis," tulisnya. Maka, pabrik vaksin corona skala besar juga dibutuhkan