Senin, 13 April 2020

Saran dr Boyke Soal Bercinta di Tengah Pandemi Corona

Perlukah menghindari hubungan seks di tengah anjuran physical distancing? Menurut dokter, aktivitas seksual justru dianjurkan pada situasi seperti itu.
"Kalau mulai pegel-pegel, lakukan hubungan seks. Tingkatkan daya tahan tubuh," kata pakar seks, dr Boyke Dian Nugraha, dalam perbincangan dengan detikcom baru-baru ini.

Menurut dr Boyke, daya tahan tubuh meningkat bukan cuma dengan berjemur dan minum vitamin. Bercinta, menurutnya efektif meningkatkan kekebalan tubuh.

Tentu ada syaratnya. Salah satunya, pastikan masing-masing dalam kondisi bugar dan tidak ada yang dicurigai terinfeksi virus Corona.

"Kalau satu aja meragukan mau diajak hubungan seks, ya udah," saran dr Boyke.

Jangan Lupa Dicoba, 3 Posisi Seks Ini Cocok Untuk Kamu yang Lagi Stres

Bagi sebagian orang dewasa, stres memang akan hadir setiap hari. Mulai dari pekerjaan yang banyak hingga tugas rumah tangga yang menanti untuk dibereskan. Bila tidak ditangani dengan baik, stres bisa membuat kehidupan terasa kelam, lelah, dan juga sulit meraih orgasme.

"Banyak orang, terutama wanita kerap mengatakan 'Aku tidak apa-apa' kepada pasangan. Tapi stres yang ada di belakangnya membuat wanita ini sulit meraih klimaks," kata seksolog Megan Stubbs.

Stres, kata Stubbs, memang bisa menghalangi seseorang mendapatkan orgasme saat hubungan seks. Selagi di rumah saja bersama suami atau istri, untuk melepaskan ketegangan yang ada coba dengan bercinta.

Hal pertama yang perlu kamu lakukan, adalah fokus pada hal-hal yang membuat kamu senang. Bisa dibantu dengan memutar musik yang tenang, menyalakan lilin, atau aroma terapi sebelum sesi panas dimulai.

Selain itu, posisi seks yang dipilih sangat berperan dalam melepaskan ketegangan sehingga orgasme bisa diraih lebih mudah. Berikut tiga posisi seks yang disarankan seperti dilansir Women's Health.

1. Spooning
Posisi ini bisa membuat pasangan bisa saling menyentuh yang nantinya membuat tubuh bisa melepaskan hormon endorfin, yaitu hormon yang membuat seseorang merasa bahagia, serta memiliki efek menenangkan. Dengan kontak kulit yang terjadi saat spooning membuat kamu dan pasangan bisa membuat nyaman dalam waktu singkat.

2. Doggy Style
Bagi wanita, posisi ini yang menyenangkan tanpa perlu melakukan banyak hal. Terkadang, cara terbaik untuk menghilangkan stres dengan tidak melakukan kendali atas apapun. Dengan posisi doggy style, wanita tinggal siap dalam posisi terbaik dan menikmati sesi itu.

3. Misionaris
Aneka variasi posisi seks misionaris, seperti koboi, bisa membuat seks lebih bergairah. Posisi seks ini membuat stimulasi di klitoris lebih intensif.

"Itu artinya, kesempatan untuk meraih orgasme lebih besar," tutur Stubbs.

Selain itu, kontak kulit dan mata yang terjadi juga jadi tambahan yang bisa menambah letupan gairah.

Dimiliki Vanessa Angel, Ini 6 Hal yang Perlu Diketahui Tentang Xanax

 Vanessa Angel akhirnya ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan oleh Polres Metro Jakarta Barat dalam kasus psikotropika. Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Barat, Kompol Maradona, mengatakan Vanessa mengaku memiliki resep dokter untuk membeli Xanax, namun dosis Xanax yang dimilikinya tidak sesuai dengan res dokter yang diakuinya itu.

"Tanpa hak menyimpan, memiliki bisa dipidana, ada ancaman hukumannya. Jadi bukan resep yang palsu dan dokter beri keterangan bahwa salah satu dulu ada resep, itu yang diberikan dan ada di tangan VA itu berbeda, yang satu di resep dokter itu 0,5 mg, (sedangkan) yang kami sita dari Saudari VA 1 mg," kata Kompol Ronaldo dalam keterangannya kepada wartawan, Kamis (9/4/2020).

Xanax adalah salah satu psikotropika golongan IV yang berfungsi sebagai obat penenang. Ini juga termasuk ke dalam golongan alprazolam yang kerap disalahgunakan.

Mengutip dari laman Drug, berikut ini 6 hal yang perlu diketahui tentang Xanax.

1. Cara kerja

Xanax yang termasuk ke dalam golongan alphazolam ini bisa digunakan sebagai obat untuk kecemasan dan gangguan suasana hati lainnya. Selain itu, obat ini memberikan efek menenangkan atau obat penenang.

Para ahli belum yakin bagaimana obat ini bekerja dalam menstabilkan suasana hati. Tetapi, para ahli mengatakan obat ini bisa meningkatan aktivitas GABA (asam gamma-aminobutyric) dan neurotransmitter di otak.

Viral Joging Harus Bikin Formasi Sebaris Agar Tak Kena Corona, Benarkah?

Sebuah informasi viral menyebut joging dengan formasi depan-belakang membuat physical distancing tidak efektif mencegah penularan virus Corona COVID-19. Sebaris atau membentuk formasi diagonal lebih dianjurkan untuk menghindari 'slipstream' yang membuat droplet terbang lebih jauh.
Anjuran menjaga jarak aman 1-2 meter untuk mencegah penularan virus Corona melalui percikan dahak atau droplet, menurut sebuah riset hanya berlaku dalam kondisi diam. Misalnya saat ngobrol atau bercakap-cakap.

Saat bergerak, misalnya saat joging atau berjalan, pengaruh 'slipstream' atau pergerakan udara saat seseorang melintas membuat droplet terbang lebih jauh. Bisa mencapai 4-5 meter saat berjalan, bahkan 10 meter saat berlari dan 20 meter saat bersepeda.

Ketika dua orang berlari atau bersepeda dengan formasi depan-belakang, maka orang yang di belakang masih berisiko terkena droplet meski sudah mengikuti anjuran jaga jarak aman 1-2 meter. Virus Corona COVID-19 menular melalui droplet yang terkontaminasi virus.

Untuk menghindari droplet dari orang di depannya, riset yang konon dilakukan para ilmuwan di KU Leuven (Belgium) dan TU Eindhoven (Netherlands) tersebut menganjurkan formasi bersebelahan atau sebaris. Formasi depan-belakang membentuk diagonal juga bisa dilakukan untuk menghindari slipstream.

Secara teori ada benarnya
Informasi ini belakangan viral di media sosial dan memperuncing perdebatan tentang olahraga di luar rumah. Di tengah anjuran untuk 'stay at home', apakah hal itu aman dilakukan?

Praktisi kesehatan olahraga, dr Michael Triangto, SpKO, mengatakan teori dan simulasi droplet dalam riset yang viral itu ada benarnya. Tetapi tidak serta merta bisa diartikan bahwa olahraga di luar rumah aman dilakukan hanya dengan saling menjaga jarak.

"Masih ada yang terlupakan, yakni harus tetap pakai masker," kata dr Michael.

Dengan formasi sebaris atau diagonal, droplet mungkin saja tidak saling menyebar di antara satu kelompok. Namun menurut dr Michael, harus juga dipertimbangkan bahwa di tempat umum juga ada orang lain di luar formasi tersebut, yang tetap bisa terkena droplet.

Droplet yang menyebar juga bisa menempel di berbagai permukaan. Apabila ada orang lain yang menyentuh permukaan tersebut, maka risiko penularan virus tetap bisa terjadi.

Olahraga pakai masker, memangnya bisa napas?
Masker, dan bahkan goggle, menurut dr Michael adalah kelengkapan wajib bagi yang ingin tetap berolahraga di luar ruangan. Tentu saja tidak nyaman, tetapi itulah yang harus dilakukan untuk memastikan agar virus tidak menyebar ke mana-mana saat seseorang berolahraga di luar ruangan.

"Tetap ada manfaatnya kok, pakai masker saat olahraga bisa sambil melatih VO2max," kata dr Michael.

Catatan lain menurut dr Michael adalah segera membersihkan diri setelah selesai olahraga. Langsung mandi dan berganti pakaian sebelum masuk rumah harus dilakukan untuk memastikan tidak ada partikel droplet dan virus yang menempel di badan.

Dalam kondisi apa olahraga di luar benar-benar 'diharamkan'?
Menurut dr Michael, ada 2 hal yang harus dipertimbangkan saat hendak olahraga di luar rumah agar tidak menularkan penyakit apapun, termasuk virus Corona COVID-19. Pertama, kondisi kesehatan harus benar-benar bugar.

"Kalau nggak sehat, jangan keluar," tegas dr Michael.

Pertimbangan berikutnya adalah kondisi lingkungan. Jika seseorang berada di zona merah penularan virus Corona, maka olahraga di luar ruangan bukan pilihan yang bijak.