Sabtu, 11 April 2020

Dukungan di Tengah Corona, Hotel Ini Bentuk Lafadz Allah

Dampak pandemi corona pada industri perhotelan begitu dirasakan para stakeholder. Sebagai bentuk kepedulian, hotel di Bogor bentuk Lafads Allah.
Adalah Savero Hotels Group, salah satu yang terdampak akibat corona. Berdasarkan informasi dari press releasenya yang diterima detikcom, Jumat (10/4/2020) Savero Hotels Group terpaksa menutup sementara tiga unit propertinya demi memutus rantai penyebaran virus tersebut.

Dalam momen yang berat bagi industri tersebut, Savero Hotels ingin menyampaikan dukungan dan empati untuk kondisi pariwisata yang terdampak oleh virus Corona dengan menyalakan lampu-lampu kamar hingga membentuk Lafadz Allah.

Menyadari bahwa setiap yang terjadi di bumi ini datangnya dari Allah, semua kehendak Allah. Merebaknya wabah ini juga tidak lain karena izin Allah. Hal itu pun diutarakan oleh General Manager Group Savero Hotels, Mustafa Rahmatono.

"Sebagai seorang muslim dalam menghadapi wabah Virus Corona ini, kita wajib meyakini bahwa ini adalah termasuk dalam takdir Allah Subhanahu wa Ta'ala, dan mendorong kita untuk senantiasa bersabar dalam ikhtiar dan bertawakal hanya kepada Allah" ujarnya.

Menurut Mustafa, aksi yang dinamakan "In Allah We Trust" tersebut dimulai sejak Selasa (7/4) pukul 18.00 hingga 22.00 WIB. Dilakukan sebagai kampanye agar masyarakat, khususnya warga Bogor tetap ikhtiar dan tawakal dalam menghadapi ujian ini.

"Adanya Covid-19 merupakan ujian yang harus kita hadapi bukan untuk kita takuti, jangan sampai kita merasa lebih takut dengan Covid-19 daripada takut kepada Allah. Padahal Allah lah sang pencipta, Covid-19 itu juga ciptaan-Nya. Allah memberi ujian ini agar kita berfikir akan kekuasaan Allah. Setiap ujian atau cobaan yang Allah berikan adalah rahmat" tutupnya.

Savero Hotels juga mengajak warga Kota Bogor untuk bersama-sama melawan Virus Corona dengan melaksanakan protokol standar Covid-19 yang dianjurkan oleh WHO. Sehingga kehidupan Kota Bogor yang selalu dirindukan oleh wisatawan ini bisa cepat pulih kembali.

Sebelumnya, aksi solidaritas juga lebih dulu dilakukan sejumlah hotel di dunia dan Yogyakarta. Hal itu tampak lewat penyalaan lampu hotel yang membentuk motif hati sebagai bentuk dukungan dan semangat melawan pandemi corona.

Bukan Chiang Mai, Ini Kota Anti Mainstream di Thailand

Liburan ke Thailand, jangan melulu ke kota yang mainstream. Coba juga kota yang anti-mainstream seperti Nong Bua Lamphu ini.
Semoga corona segera mereda dan berlalu sehingga para pejalan dapat melanjutkan petualangannya dan ekonomi yang lesu mulai menggeliat lagi. Cerita perjalanan saya kali ini mengenai Kota di Thailand bagian Utara yang tidak jauh dari Udon Thani yaitu Nong Bua Lamphu. Mungkin belum banyak teman-teman pejalan yang sudah menginjakkan kakinya ke tempat ini.

Menurut sejarah, Nong Bua Lamphu didirikan pada Desember 1993, dan menjadi provinsi ke-76 di Thailand. Sebelum masa tersebut, Nong Bua Lamphu merupakan bagian dari Udon Thani. Meskipun provinsi ini didirikan relatif baru, provinsi ini memiliki sejarah panjang.

Sekitar 200 tahun yang lalu, sebuah kota didirikan oleh orang-orang Laos dari sisi kiri Sungai Mekong. Nama Nong Bua Lamphu muncul dalam catatan sejarah sebagai tempat istirahat bagi Tentara Siam selama pawai mereka untuk berperang melawan Vientiane di era Ayuthaya dan Rattanakosin.

Selain alam yang indah, yaitu Kisaran Phu Phan, dan danau yang indah, Nong Bua Lamphu kaya dengan atraksi budaya, seperti situs arkeologi dan kerajinan tangan lokal yang menarik.

Nong Bua Lamphu memiliki luas 3.859.626 kilometer persegi, tapi demikian masih relatif sepi. Saat ini, Nong Bua Lamphu adalah sebuah distrik yang dipenuhi dengan atraksi-atraksi alami dan indah termasuk Taman Nasional Phu Kao Phupan Kham, Pegunungan Phu Phan, dan Gua Erawan yang menampilkan Buddha besar di pintu masuknya.

Saya menggunakan Bus untuk sampai di Nong Bua Lamphu. Perjalanan dari Terminal Bus Udon Thani ke Nong Bua Lamphu ditempuh dalam waktu kurang lebih satu jam, dengan membayar ongkos sebesar 45 TBH.

Saya terkesima melihat pembangunan jalan raya di Thailand muali dari ujung selatan ke ujung Utara, luar biasa. Saya juga tidak melihat jalan tol berbayar di sana. Tampak pengendara kendaraan bebas menggunakan fasilitas jalan rayanya yang bagus dan luas ruas jalannya.

Membasuh Rindu di Timor Tengah Selatan

Kabupaten Timor Tengah Selatan mungkin masih belum populer di telinga traveler. Hanya sekali berkunjung ke sana, rindu kembali dibuatnya.
Pesona Kabupaten Timor Tengah Selatan, NTT memang tak ada matinya. Keindahan alam yang ada di sini sepertinya tak akan pernah membuat kalian lelah untuk mengagungkan ciptaan Tuhan.

Kalian tertarik untuk bisa datang ke sini? Gampang! Kalau dari Kupang, kalian tinggal menuju arah timur pulau Timor , dan kalian bisa langsung menjelajahi setiap sudut kabupaten ini.

Ke mana tujuannya? Terserah. Timor Tengah Selatan menawarkan banyak tempat untuk dijajaki, mulai dari hutan yang asri, pantai yang indah, perbukitan yang hijau, air terjun hingga danau yang istimewa.

Perjalanan Menuju Timor Tengah Selatan

Sebelum sampai ke Kota Soe, Kabupaten Timor Tengah Selatan, kalian sudah disuguhi pemandangan yang luar biasa. Mulai dari perbukitan, sawah dan ladang juga sungai. Untuk itu, tidur di sepanjang perjalanan sangat tidak disarankan.

Setelah tiba di jantung Kota Soe, dan untuk bisa menikmati semua keindahan alam di kabupaten ini, dibutuhkan sedikit usaha agar bisa sampai ke berbagai lokasi.

Kalian harus melakukan perjalanan lagi kurang lebih satu jam sampai tiga jam dengan kendaraan roda dua maupun empat untuk bisa menikmati berbagai objek wisata diseluruh penjuru kabupaten ini, seperti pantai di bagian selatan TTS, atau perbukitan, hutan dan gunung di bagian utara kabupaten ini.

Tapi jika kalian ingin berhenti sejenak untuk menikmati berbagai objek wisata yang berada disekitar kota Soe , kalian bisa mengunjungi Air terjun Oehala, Taman Buat, Perbukitan Bikekneno, Air terjun love, Bukit cinta dan lain-lain.

Bagian Utara Timor Tengah Selatan

Ingin menikmati dan menyatu dengan alam, dengan suasana yang tenang dan asri? Gampang, wilayah bagian utara Timor Tengah Selatan menawarkan semuanya.

Kalian dapat merasakan serunya berjalan di tengah alam terbuka, atau tepatnya di tengah hutan pinus, hutan Bonsai, Bukit Netpala, Danau Nausus, bukit batu yang menjulang tinggi, mau pun padang nausus yang begitu indah.

Tak hanya itu, wilayah utara TTS juga menawarkan alam pegunungan untuk kalian yang ingin menghilangkan rasa penat dengan menyatu dengan alam. Timor Tengah Selatan juga memiliki sebuah gunung bernama Gunung Mutis yang masih sangat alami dan asri. Belum berhenti di situ, di sekitar wilayah Molo juga ada sejumlah bukit kecil yang indah dan mudah untuk dijelajahi.

Keindahannya seperti apa? jangan tanyakan lagi seperti apa keindahan di sini, karena kalian sendiri yang harus ke sini untuk merasakannya.

Namun, tidak ada salahnya juga jika kalian ingin menaklukan Gunung Mutis yang terkenal dengan keindahan alamnya untuk sekadar mengakhiri rasa penasaran dari atas pulau Timor. Dijamin, kalian tak akan menyesal datang ke sini. Hanya setelah pandemi corona ini usai ya.

Dukungan di Tengah Corona, Hotel Ini Bentuk Lafadz Allah

Dampak pandemi corona pada industri perhotelan begitu dirasakan para stakeholder. Sebagai bentuk kepedulian, hotel di Bogor bentuk Lafads Allah.
Adalah Savero Hotels Group, salah satu yang terdampak akibat corona. Berdasarkan informasi dari press releasenya yang diterima detikcom, Jumat (10/4/2020) Savero Hotels Group terpaksa menutup sementara tiga unit propertinya demi memutus rantai penyebaran virus tersebut.

Dalam momen yang berat bagi industri tersebut, Savero Hotels ingin menyampaikan dukungan dan empati untuk kondisi pariwisata yang terdampak oleh virus Corona dengan menyalakan lampu-lampu kamar hingga membentuk Lafadz Allah.

Menyadari bahwa setiap yang terjadi di bumi ini datangnya dari Allah, semua kehendak Allah. Merebaknya wabah ini juga tidak lain karena izin Allah. Hal itu pun diutarakan oleh General Manager Group Savero Hotels, Mustafa Rahmatono.

"Sebagai seorang muslim dalam menghadapi wabah Virus Corona ini, kita wajib meyakini bahwa ini adalah termasuk dalam takdir Allah Subhanahu wa Ta'ala, dan mendorong kita untuk senantiasa bersabar dalam ikhtiar dan bertawakal hanya kepada Allah" ujarnya.