Kamis, 09 April 2020

Garuda Beri Prioritas buat Tenaga Medis Kala Corona

Maskapai Garuda Indonesia memprioritaskan pelayanan bagi tenaga medis Indonesia. Tenaga medis diberi kesempatan untuk melakukan proses check in di Premium Check In Counter, serta penambahan fasilitas premium lainnya seperti priority baggage tag hingga priority boarding.
"Bertepatan dengan diperingatinya World Health Day, kami menghadirkan apresiasi khusus kepada awak tenaga medis Indonesia yang saat ini sedang berjuang dalam upaya penanganan pandemiCOVID-19 di Indonesia melalui penyediaan fasilitas priority access yang dapat dinikmati baik sebelum maupun sesudah penerbangan," ujar Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Saputra dalam siaran pers, Kamis (9/4/2020).

Layanan tambahan priority access tersebut berlaku efektif mulai 7 April 2020 hingga 31 Mei 2020 untuk seluruh penerbangan domestik dengan layanan prioritas tambahan berupa fasilitas Premium Check In Counter / SkyPriority Check In Counter yang berlaku di seluruh bandara domestik, SkyPriority (Security Check Point 2) di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Priority Boarding dan Priority Baggage yang berlaku di seluruh bandara domestik.

Untuk memperoleh fasilitas priority access ini, para tenaga medis seperti Dokter, Perawat, Apoteker yang akan berangkat bertugas hanya perlu menunjukkan salah satu kartu identitas profesi yang valid dan asli kepada petugas seperti KTP dengan keterangan pekerjaan sebagai Dokter, Perawat, atau Apoteker; kartu pegawai di instansi kesehatan; atau kartu keanggotaan profesi tenaga kerja kesehatan. Adapun layanan ini dapat dinikmati oleh tenaga medis yang akan bertugas untuk menangani masyarakat yang sedang membutuhkan pelayanan kesehatan.

"Kami berharap melalui program yang diberikan bagi para tenaga medis Indonesia ini dapat memberikan manfaat lebih dengan menghadirkan fasilitas premium pre & post flight layanan penerbangan Garuda Indonesia yang aman dan nyaman di tengah tantangan pandemi COVID-19 bagi para tenaga media di Indonesia saat ini," tutup Irfan.

Pantai Cantik yang Goda Menkes Selandia Baru Liburan

Baru-baru ini Menteri Kesehatan Selandia Baru, David Clark, kedapatan berlibur ke pantai cantik di Negeri Kiwi. Namun, malah jadi masalah.
Selandia Baru jadi salah satu negara di dunia yang menerapkan aturan lockdown untuk mencegah penyebaran virus corona. Sayang, aturan itu malah dilanggar sendiri oleh Menkes Selandia Baru, David Clark.

Seperti dikumpulkan detikcom dari berbagai sumber, Selasa (7/4/2020), Menkes Clark diketahui mengaku berkunjung ke Pantai Doctor's Point di Dunedin bersama keluarganya pekan lalu seperti diberitakan BBC.

Menyadari kesalahannya sebagai seorang figur masyarakat, Clark pun mengajukan permohonan mundur sebagai bentuk tanggung jawabnya pada Perdana Menteri Selandia Baru, Jacinda Ardern.

"Sebagai Menteri Kesehatan, ini menjadi tanggung jawab saya yang tak hanya harus mengikuti aturan, tapi juga menjadi contoh bagi masyarakat Selandia Baru," ujar Clark.

Beruntung, PM Jacinda masih mempertahankan Clark atas dasar kebutuhan negara yang berada dalam peperangan melawan corona. Dijelaskan, kalau Clark sangat berpeluang dipecat dari jabatannya apabila negara dalam kondisi normal.

"Kita tak dapat menerima gangguan dalam sektor kesehatan kita. Untuk alasan itu, Dr Clark akan tetap menjalani posisinya, tapi ia juga harus membayar konsekuensinya karena telah melanggar aturan," ujar Jacinda.

Terlepas dari kesalahan Menkes Clark, Pantai Doctor's Point di Dunedin memang terkenal indah. Dilihat detikcom dari situs resminya, pantai yang satu ini diketahui menawarkan panorama indah dari tepi jalan. Tak heran kalau Menkes Clark tergoda dibuatnya.

Selasa, 07 April 2020

Amsterdam Ingin Turis yang Berkualitas Setelah Corona

Kota Amsterdam sempat mengalami kelebihan turis. Warganya bahkan kesal karena kota sesak dengan turis. Wabah pandemi Corona membuat pariwisata terpukul. Tak ada perjalanan wisata, semua warga diharapkan untuk diam di rumah guna mencegah penyebaran virus Corona.

Sebelum Corona, Amsterdam mengalami kelebihan turis. Pemda setempat bahkan mencabut tanda ikonik I Amsterdam dari Museumplein untuk mengurangi atraksi bagi turis.

Alasan turis yang datang ke Amsterdam-lah yang bikin warganya jengah. Kebanyakan turis hanya ingin mabuk, membeli ganja dan main ke red light district.

Hal ini tentu saja membuat warga Amsterdam kesal. Setelah 18 bulan bergelut dengan over tourism, Amsterdam jadi senyap karena Corona.

"Efek ini begitu besar. Tak ada aktivitas wisata, artinya tak ada pemasukan dari turis," ujar Vera Al, jubir pejabat keuangan.

Kalau menurut anggaran Kota Amsterdam, pajak wisatawan di tahun 2020 seharusnya mencapai Euro 197,9 juta. Namun rasanya angka ini tidak realistis karena Corona.

"Kami masih menginginkan pariwisata yang berkualitas," ungkap Al.

Kelebihan turis dinilai buruk bagi lingkungan. Amsterdam ingin kotanya tetap layak huni bagi penduduk.

"Krisis Corona ini mengerikan, tapi kota jadi terlihat indah. Tak ada polusi, bintang dan bulan terlihat lagi," kata Veldhoen, seorang seniman Belanda.

Warga lokal berharap Amterdam akan membuat pariwisatanya jadi lebih baik setelah Corona. Turis boleh datang, tapi hanya yang berkualitas saja.

Kata Peneliti Soal Paus Pembunuh di Anambas, Langka!

Melihat paus pembunuh di Anambas bukanlah hal yang biasa. Dikenal dengan nama orca, hewan ini bukan asli perairan Indonesia.

Perairan Anambas kedatangan 4 paus pembunuh. Kemunculan paus pembunuh ini direkam oleh nelayan lokal di Letung, dekat dengan Pulau Bawah. Video tersebut tersebar di medsos.

detikcom mewawancara Widodo Pranowo, Peneliti Madya Bidang Oseanografi Terapan Laboratorium Data Laut dan Pesisir, Pusat Riset Kelautan, Badan Riset & SDM, Kementerian Kelautan dan Perikanan, terkait kemunculan paus pembunuh di Anambas.

Mari mulai dari teori, orca hidup di perairan laut tropis. Mereka suka dengan suhu air laut yang berkisar 27-32 derajat celsius, bersalinitas (kadar garam) berkisar 35-39 PSU (practical salinity unit). Biasanya mereka ditemukan di Samudera Arktik dan Antartika.

"Kisaran suhu laut di Perairan KepulauanAnambas pada tanggal 1-6 April 2020 berkisar 29,5-30,5 derajatcelsius, ini sesuai dengan teori yang ada. Hal yang menarik adalah pada parameter salinitas yang masih di bawah kisaran teori, yakni 33,5-33,75PSU," ujarWidodo.

Migrasi orca, secara teori, tidak mengikuti pola musim. Pola migrasinya lebih mengikuti naluri. Mereka memburu ikan atau mamalia kecil yang menjadi mangsanya.

"Asumsinya, ikan-ikan yang menjadi mangsanya adalah dalam jumlah yang cukup banyak, karena biasanya Orca akan migrasi dalam bentuk gerombolan. Gerombolan ikan-ikan memerlukan daya dukung hidup yang melimpah pula, dalam hal ini adalah plankton," tambahnya.

Plankton yang melimpah akan ditemukan pada perairan subur. Bisa dibilang kandungan khlorofil terlarutnya 25-200 miligram per meter kubik per hari. Apabila dihitung secara sesaat maka konsentrasinya sekitar 1-16 miligram khlorofil terlarut di dalam 1 meter kubik air laut.