Selasa, 31 Maret 2020

Phuket Lockdown Selama 1 Bulan

Thailand semakin serius dalam menghadapi pandemi Corona. Turis dilarang masuk, kawasan wisata yang populer Phuket pun di-lockdown. Phuket, tempat wisata kebanggaan Thailand ini terlihat senyap dan sepi. Hingar-bingar wisatanya redup semenjak pandemi Corona.
Seperti dikutip dari Bangkok Post, Senin (30/3/2020), pemerintah Thailand mengeluarkan kebijakan untuk menutup semua akses wisatawan asing ke negeri tersebut. Gubernur Phuket, Pakkapong Taweepat, menutup kotanya untuk wisatawan.

Kebijakan ini akan dilakukan selama satu bulan. Semua kendaraan dilarang memasuki dan meninggalkan provinsi Phuket melalui checkpoint Tha Chat Chai. Yang diperbolehkan lewat hanya kendaraan pengangkut bahan makanan, material bangunan, peralatan medis, kendaraan penyelamat, ambulans, kendaraan milik pemerintah dan kendaraan untuk media.

Kapal-kapal juga dilarang berlabuh kecuali kapal kargo.

Karantina Phuket ini mulai berlaku pada Senin, 30 Maret-30 April 2020.

Phuket menjadi wilayah pertama Thailand yang menerapkan sistem lockdown. Sudah ada 53 kasus Corona yang dikonfirmasi oleh Phuket. Jumlah ini terus melonjak seiring masih banyaknya aktivitas wisata yang dilakukan oleh Phuket. Thailand sendiri kini mengkonfirmasi 1.546 kasus Corona.

Phuket yang punya julukan sebagai Mutiara Andaman memang sangat menggantungkan diri pada pariwisata. Pantai pasir putihnya menjadi atraksi bagi wisatawan yang haus akan vitamin sea.

Adanya pandemi Corona jelas membuat pariwisata Phuket berjalan mundur. Menurut Bank of Thailand, ada sekitar 56 pekerjaan yang berhubungan dengan pariwisata di Phuket.

Seluruh Pantai di Kuta Bali Ditutup Sementara Mulai Hari Ini

Seluruh pantai dan tempat hiburan di Kuta Utara, Bali ditutup sementara mulai hari ini. Hal itu merespon penyebaran COVID-19.
"Penutupan itu akses ke pantai aja. Jadi ke pantai saja, tidak jalan utama, paling jaraknya hanya berapa meter dari pantai kita tutup kita close itu di jaga. Sudah ada penutupan dan di jaga oleh personil adat," kata Kepala Camat Kuta Utara I Putu Eka Parmana kepada detikcom saat dihubungi, Senin (30/3/2020).
Saat kunjungan wisatawan ke pantai tidak diperbolehkan sementara warga Bali sudah tahu konsekuensinya yakni tidak adanya pemasukan daerah. Itu semua dilakukan demi menjaga kesehatan masyarakat.
"Pantai ditutup dengan kondisi tidak normal. Kita tidak bicara lagi pemasukan PAD apa, karena yang terpenting sekarang itu adalah bagaimana kita menjaga kesehatan bersama, keselamatan kita bersama," ungkap Parmana.
Wisatawan yang berkunjung ke pantai akan diberikan arahan kembali jika sudah untuk diperkenankan lewat. Pihak berwenang mengaku sudah melakukan sosialisasi sebelum penutupan dimulai.

"Pantai tidak bisa dikunjungi sementara oleh wisatawan yang berkunjung. Kita kembalikan mereka tetapi sebelum kita tutup kita sudah melakukan namanya sosialaisai jadi kita sudah informasikan ke pelaku pariwisata yang di situ termasuk bule-bule, orang lokal yang berkunjung kemarin. Jadi kemarin sebelum ini kita sudah ada sosialisasi," tegas Parmana.
Sementara itu penutupan pantai di Kuta Utara ini akan berlaku hingga waktu yang belum ditentukan atau sampai virus Corona reda. Bahkan, ada penutupan pantai sehari sebelum Nyepi kemarin.

Raja Thailand Isolasi Diri dengan 20 Wanita di Hotel Mewah Jerman

Masing-masing orang punya cara untuk mengisi kegiatan selama isolasi diri. Raja Thailand dilaporkan memilih mengisolasi diri dengan menyewa hotel mewah bersama 20 selirnya.
Seperti dilansir News Australia, Daily Mail, Senin (30/3/2020) kabar ini muncul pertama kali di media Jerman, Bild. Raja Maha Vajiralongkorn, atau dikenal sebagai Rama X dari Thailand telah memesan seluruh fasilitas hotel mewah di Jerman. Tak hanya untuk dirinya sendiri, tapi bersama 20 wanita serta pelayan.

Raja berusia 67 ini telah mengambil alih Grand Hotel Sonnenbichl yang terletak di kota resor Alpen, Garmisch Partenkirchen. Jerman. Dia diberikan izin khusus untuk menyewa hotel ini.

Rama X memiliki rumah keduanya di Jerman senilai USD 12 juta. Raja Thailand ini memang sering menghabiskan banyak waktunya di hotel bintang empat. Saat virus Corona menyebar, 119 anggota keluarganya yang juga berada di Jerman dipulangkan ke Thailand agar tak terinfeksi.

Namun, dia memilih tetap berada di Jerman dengan 20 wanita. Tidak diketahui apakah istri keempatnya juga bergabung dengannya.

Virus Corona telah melampaui 450.000 dengan kematian 20.000 di dunia. Di Thailand sendiri sudah ada 1.388 kasus COVID-19. Pemerintah Thailand pada hari Sabtu (28/03)melaporkan bahwa meningkatnya jumlah kasus terinfeksi virus Corona di negara itu karena orang-orang yang tidak mempraktikkan social distancing.

Phuket Lockdown Selama 1 Bulan

Thailand semakin serius dalam menghadapi pandemi Corona. Turis dilarang masuk, kawasan wisata yang populer Phuket pun di-lockdown. Phuket, tempat wisata kebanggaan Thailand ini terlihat senyap dan sepi. Hingar-bingar wisatanya redup semenjak pandemi Corona.
Seperti dikutip dari Bangkok Post, Senin (30/3/2020), pemerintah Thailand mengeluarkan kebijakan untuk menutup semua akses wisatawan asing ke negeri tersebut. Gubernur Phuket, Pakkapong Taweepat, menutup kotanya untuk wisatawan.

Kebijakan ini akan dilakukan selama satu bulan. Semua kendaraan dilarang memasuki dan meninggalkan provinsi Phuket melalui checkpoint Tha Chat Chai. Yang diperbolehkan lewat hanya kendaraan pengangkut bahan makanan, material bangunan, peralatan medis, kendaraan penyelamat, ambulans, kendaraan milik pemerintah dan kendaraan untuk media.

Kapal-kapal juga dilarang berlabuh kecuali kapal kargo.

Karantina Phuket ini mulai berlaku pada Senin, 30 Maret-30 April 2020.

Phuket menjadi wilayah pertama Thailand yang menerapkan sistem lockdown. Sudah ada 53 kasus Corona yang dikonfirmasi oleh Phuket. Jumlah ini terus melonjak seiring masih banyaknya aktivitas wisata yang dilakukan oleh Phuket. Thailand sendiri kini mengkonfirmasi 1.546 kasus Corona.

Phuket yang punya julukan sebagai Mutiara Andaman memang sangat menggantungkan diri pada pariwisata. Pantai pasir putihnya menjadi atraksi bagi wisatawan yang haus akan vitamin sea.

Adanya pandemi Corona jelas membuat pariwisata Phuket berjalan mundur. Menurut Bank of Thailand, ada sekitar 56 pekerjaan yang berhubungan dengan pariwisata di Phuket.